Sadana Agung Sulistya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sadana Agung
Dana5.jpg
Nama lahir Sadana Agung Sulistya
Nama lain Dana
Lahir 4 Juni 1993 (umur 26)
Bendera Indonesia Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia
Pekerjaan Pelawak tunggal, Mahasiswa
Tahun aktif 2013—sekarang

Sadana Agung Sulistya atau yang akrab disapa Dana (lahir di Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia, 4 Juni 1993; umur 26 tahun) adalah seorang pelawak tunggal berkebangsaan Indonesia. Dana adalah salah satu finalis Stand Up Comedy Indonesia Season 6 yang diselenggarakan Kompas TV tahun 2016. Dana yang asli dari Dusun Deresan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang ini adalah komika jebolan komunitas Stand Up Indo Salatiga. Dana sendiri merupakan salah satu komika berlabel "kuda hitam" di SUCI 6 karena secara mengejutkan berhasil mencapai 4 besar kompetisi[1].

Karier[sunting | sunting sumber]

Lahir di Salatiga, Dana dibesarkan di Dusun Deresan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang dan bersekolah di sana hingga SMP. Dana lalu pindah ke kota Salatiga, kota kelahirannya yang kebetulan tidak terlalu jauh dari dusun asalnya tersebut untuk melanjutkan pendidikannya di SMK dan kuliah di Universitas Kristen Satya Wacana jurusan Desain Komunikasi Visual. Dana mengenal stand up comedy pada tahun 2012 dan bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Salatiga. Sering mengisi acara komunitas dan mengikuti kompetisi stand up comedy di seputar Jawa Tengah, Dana mulai tampil di tingkat nasional pada tahun 2015 di ajang Street Comedy V di Senayan, Jakarta. Di akhir tahun, bermodal pernah ikut audisi pada tahun 2013, Dana mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia Season 6 di Semarang dan berhasil lolos sebagai finalis[2].

Di kompetisi SUCI 6, Dana tidak terlalu diunggulkan dan harus bersaing dengan para komika yang lebih berpengalaman darinya. Selain itu, ia kembali bertemu dua rivalnya di Street Comedy V yaitu Muhammad Sabiq dan sang juara Rin Hermana. Tak disangka, Dana mampu memberikan penampilan yang secara bertahap berkembang sangat baik. Bahkan di 9 penampilan terakhir, berturut-turut Dana mendapatkan predikat kompor gas dari Indro Warkop, hal yang sangat langka di kompetisi SUCI. Dengan gayanya yang bisa dibilang "ndeso" dan bahkan terkadang "absurd", penampilannya sangat ditunggu-tunggu oleh para penonton. Dengan kekuatan personanya yang merupakan seorang anak yang berasal dari sebuah dusun, serta menyingkirkan beberapa kontestan favorit juara mulai dari Rin Hermana, Fajar Nugra hingga Gebi Ramadhan, Dana dapat bertahan hingga di babak 4 besar ia harus close mic di show 15. Close mic ini cukup mengagetkan bagi sebagian besar penonton, karena Dana baru saja menjadi komika favorit dan di putaran pertama, Dana mendapatkan predikat kompor gas dari Indro Warkop. Di putaran kedua, Dana terlihat kesulitan untuk meroasting Ernest Prakasa, maka materi yang dibuat tidak seperti biasanya dan mengakhiri perjalanannya di SUCI 6.[3]

Acara Televisi[sunting | sunting sumber]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]