Irfan El Siami

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Irfan El Siami
LahirMuhammad Irfan El Siami
28 Januari 1996 (umur 27)
Sungai Kupang, Kalimantan Selatan, Indonesia
AlmamaterUniversitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
PekerjaanPelawak tunggal, guru
Tahun aktif2020—sekarang

Muhammad Irfan El Siami, S.T. (lahir 28 Januari 1996) adalah seorang pelawak tunggal berkebangsaan Indonesia. Irfan, sapaannya adalah pelawak tunggal atau komika muda asal Banjarmasin pertama yang dikenal secara nasional setelah mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Indonesia season 10 (SUCI X) yang diadakan Kompas TV di tahun 2022.[1]

Karir[sunting | sunting sumber]

Sebelumnya, Irfan yang merupakan lulusan UNISKA jurusan S1 Teknik Informatika ini merupakan seorang penikmat stand up comedy sejak 2013. Irfan mengenal stand up comedy setelah menonton Stand Up Comedy Indonesia season 3 (SUCI 3). Hanya saja pada saat itu belum ada komunitas stand up comedy di Banjarmasin yang merupakan kota domisilinya. Alhasil Irfan tetap fokus melanjutkan pendidikan sembari tetap sebagai penikmat stand up comedy. Di dunia pendidikan, Irfan pernah menjadi mahasiswa pertukaran dalam rangka Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) tahun 2018. Irfan menjadi perwakilan ke Korea Selatan dalam program Indonesia Korean Youth Program Exchange (IKYEP) mewakili provinsi Kalimantan Selatan, di mana ia maju bersama dua delegasi lainnya yaitu Muhammad Iqbal untuk The Ship For Southeast Asian Youth Program (SSEAYP) dan Anita Zulrakhmida Fajriani untuk Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP).[2] Pasca program tersebut, setelah merasa siap dan menemukan komunitas Stand Up Indo Banjarmasin, Irfan mulai memberanikan diri untuk bergabung dan mulai berlatih bersama komunitas di pertengahan 2020 di saat pandemi COVID-19. Walaupun kesempatan berlatih untuk open mic terbatas di saat pandemi, Irfan tetap berlatih reguler dan di beberapa kesempatan tetap berkumpul dengan anak-anak komunitas. Materi komedi yang ia bawakan awalnya kebanyakan mengenai budaya Korea karena pengalamannya sebagai mahasiswa pertukaran ke Korea Selatan.

Lulus kuliah di tahun 2021, sambil ber stand up comedy Irfan juga menjadi seorang guru privat Bahasa Inggris di Banjarmasin berkat pengalamannya juga menjadi anak English Club dan ikut Debat Bahasa Inggris selama kuliah. Kesempatan datang di tahun 2022, di mana kompetisi Stand Up Comedy Indonesia season 10 (SUCI X) diselenggarakan dan membuka audisi di Banjarmasin. Irfan pun mengikuti audisi dan berhasil meraih silver ticket dan berangkat ke Jakarta untuk audisi final, di mana ia lolos bersama seniornya di komunitas yaitu Mansur Toni. Tampil dengan memukau di mana ia membawakan materi mengenai pengalamannya sebagai anak dari orang tua yang abusive atau berperilaku cenderung kasar kepada anak, Irfan kembali berhasil memukau juri dan kali ini berhak mendapatkan golden ticket dan lanjut ke babak "Preliminary Show". Konsisten membawakan materi mengenai perilaku orang tuanya kepadanya dan mengundang simpati dari mayoritas penonton di Preliminary Show, Irfan akhirnya lolos sebagai satu dari 13 finalis terpilih untuk berkompetisi di SUCI X. Namun Irfan hanya merasakan satu kali panggung show SUCI X di mana ia harus close mic karena menurut juri, format penampilan yang ditampilkan nyaris sama persis seperti penampilan-penampilan sebelumnya sehingga terlihat kurang ada penyegaran di penampilan barunya. Walaupun harus close mic pertama dan dikenal sebagai anak korban kekerasan orang tua karena materi komedinya terlepas hal itu ia alami secara pribadi, Irfan mencatatkan namanya sebagai komika asal Banjarmasin pertama yang tampil di kompetisi SUCI.[1]

Acara televisi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]