Budi Hardian

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Budi Hardian
LahirBudi Hardian
9 Juni 1992 (umur 30)
Samarinda, Indonesia
Nama lainBudi Cyclops, Budi Daredevil
PekerjaanPelawak tunggal, wirausahawan
Tahun aktif2019—sekarang
Suami/istri
Ayu Linanda
(m. 2021)
AnakUqiswa (2022)

Budi Hardian (lahir 9 Juni 1992) adalah seorang pelawak tunggal berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal setelah menjuarai kompetisi Liga Komunitas Stand Up (LKS) musim ke-2 (SUCI X: Liga Komunitas) yang diadakan Kompas TV di tahun 2022 dilanjutkan dengan mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Indonesia musim ke-10 (SUCI X) sebagai priviledge dari juara LKS di tahun yang sama. Budi merupakan seorang tunanetra di mana ia dinyatakan tidak bisa melihat dengan jelas sejak tahun 2011. Alhasil, di setiap kehadiran dan penampilannya Budi mudah dikenali dengan kacamata hitam yang selalu ia pakai untuk membantu penglihatannya yang tersisa. Berasal dari Samarinda dan merupakan pelawak tunggal atau komika dari komunitas Stand Up Indo Samarinda, Budi menjadi komika tunanetra pertama yang merasakan panggung SUCI sekaligus melanjutkan langkah finalis difabel di SUCI setelah Dani Aditya di SUCI 5 serta Ichal Kate dan Muhammad Kadavi di SUCI IX. Menjadi wakil Samarinda bersama Yono Bakrie di SUCI X, Budi berhasil mencapai peringkat 7 besar di kompetisi tersebut.[1]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Kehidupan Budi awalnya bisa dibilang normal, hingga di tahun 2009 ia mulai merasakan kemampuan penglihatannya mulai berkurang sedikit demi sedikit. Menurut dokter mata yang memeriksanya, Budi terkena penyakit retinitis pigmentosa yaitu sebuah kondisi di mana fungsi retina matanya mengalami penurunan secara berkala dan itu merupakan penyakit genetika atau keturunan. Karena penyakit tersebut belum ditemukan pengobatannya secara medis, maka di tahun 2011 Budi dinyatakan tidak bisa melihat secara penuh dan disarankan memakai kacamata hitam untuk membantu penglihatannya yang tersisa. Karena penyakit tersebut, hampir semua aktivitas Budi tidak bisa dilakukan dengan optimal bahkan ia tidak melanjutkan pendidikannya karena kondisinya. Untuk menunjang aktivitasnya, Budi sempat berjualan pulsa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sekaligus perlahan menerima keadaan yang ia alami agar tetap melanjutkan hidup. Alhasil di 2019, Budi melanjutkan pendidikannya dengan berkuliah di Universitas Widya Gama Mahakam, Samarinda jurusan S1-Pendidikan Bahasa Inggris. Di kampus itulah ia bertemu salah satu dosen yang pernah mengajar mata kuliah umum di kelasnya yaitu Ayu Linanda yang kemudian ia nikahi pada 5 Maret 2021 setelah melewati masa-masa bersama. Dari pernikahan ini, mereka telah dikaruniai satu anak perempuan yang diberi nama Uqiswa. Saat ini Budi juga berwirausaha secara daring yaitu bisnis bahan kain, bed cover, dan sprei di Samarinda.[2]

Karier[sunting | sunting sumber]

Budi mengenal stand up comedy di tahun 2011 di mana ia masih sempat menonton video stand up comedy melalui Youtube sebelum dinyatakan tidak bisa melihat secara total. Kemudian di tahun 2015 ia mendengar bahwa kompetisi Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV saat itu diikuti oleh Dani Aditya yang berstatus difabel. Budi yang saat itu sudah memiliki keinginan untuk mencoba namun belum berani membuka diri ini akhirnya berkonsultasi dengan psikolog hingga ia mulai menemukan kepercayaan dirinya. Maka di tahun 2019, Budi akhirnya bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Samarinda bersamaan ia memulai kuliah Pendidikan Bahasa Inggrisnya. Disambut dengan baik oleh anak-anak komunitas salah satunya Yono Bakrie, Budi memulai kariernya di stand up comedy sebagai seorang komika tunanetra. Budi termasuk komika yang harus berjuang keras di awal kariernya karena bertepatan dengan pandemi COVID-19 di awal 2020, yang membuat produktivitas sebagian besar komika terhambat dengan situasi pandemi. Budi juga bergabung dengan organisasi Forum Pemuda Disabilitas Kreatif (FPDK) di bawah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur di Samarinda untuk mengembangkan serta meningkatkan kreativitasnya.[3] Budi juga termasuk komika berprestasi di Samarinda sejak awal dirinya bergabung bersama komunitas Stand Up Indo Samarinda, karena beberapa kali mengikuti lomba stand up comedy baik yang diadakan oleh komunitas maupun beberapa event yang dibuat oleh instansi di Samarinda, tidak jarang Budi bisa meraih juara dan memiliki progres yang sangat bagus untuk komika yang baru memulai karier sekaligus menghadapi situasi pandemi COVID-19.[2]

Akhirnya pada 2022, lewat informasi salah satu teman tunanetra di Samarinda, Budi bersama beberapa anak komunitas Stand Up Indo Samarinda mengikuti audisi Liga Komunitas Stand Up yang diadakan Kompas TV, yang memasuki musim ke-2 dengan tajuk SUCI X: Liga Komunitas. Mengikuti audisi di Balikpapan, Budi akhirnya lolos ke putaran final SUCI X: Liga Komunitas (LKS 2022) mewakili komunitas Stand Up Indo Samarinda bersama Achmad Rizky. Di LKS, Budi dikenal dengan perkenalan dirinya dengan memplesetkan beberapa nama tokoh tunanetra seperti "Budi Cyclops", "Budi Daredevil", dan yang paling ikonik adalah "Si Budi Dari Goa Hantu". Langkah Budi akhirnya sampai di Grand Final LKS 2022 dan tak disangka ia berhasil menjuarai kompetisi dan berhak atas Ultimate Ticket untuk lolos langsung ke kompetisi Stand Up Comedy Indonesia musim ke-10 (SUCI X). Budi di SUCI X berkompetisi dengan Yono Bakrie yang merupakan rekan sekaligus senior di komunitas Stand Up Indo Samarinda, dan kembali berkompetisi dengan Gautama Shindu dan Muhammad Dwik yang bersamanya juga merupakan Grand finalis LKS 2022.[1] Tampil stabil dan selalu konsisten membahas kondisi dirinya yang tunanetra di setiap show, langkah Budi akhirnya terhenti di Show 7 karena penampilannya dinilai menurun dan mulai kehabisan ide sehingga Budi harus close mic di posisi 7 besar.

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Acara televisi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]