Egi Haw

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Egi Haw
LahirEgi Argiansyah
3 April 1999 (umur 23)
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia
Nama lainEgi Haw, Egihaw, Eghihaw
PekerjaanPelawak tunggal
Tahun aktif2015—sekarang

Egi Argiansyah atau yang sering dikenal dengan nama panggung Egi Haw atau Egihaw (lahir 3 April 1999) adalah seorang pelawak tunggal berkebangsaan Indonesia. Egi, begitu ia kerap disapa merupakan salah satu pelawak tunggal atau komika jebolan komunitas Stand Up Indo Bekasi generasi baru, di mana diketahui ia satu generasi dengan komika seperti Rommy Hakim dan Ipin yang pernah mencicipi kompetisi stand up comedy nasional. Nama panggung Egi Haw ia pakai karena menggemari musik reggae dan ia merupakan salah satu penggemar musisi reggae asal Indonesia yaitu Dhyo Haw. Sama seperti Rommy, Egi berasal dari Bantar Gebang di mana daerah asalnya inilah yang ia jadikan materi utama dalam stand up comedy nya. Berbeda dengan Rommy yang membawakan materi komedi mengenai Bantar Gebang dengan gaya absurd, Egi lebih menonjolkan permainan "what if" dan observasional ketika membawakan materi komedinya. Egi pertama kali dikenal setelah lolos sebagai salah satu finalis Stand Up Comedy Academy Musim 4 atau SUCA 4 pada tahun 2018.

Karier[sunting | sunting sumber]

Egi yang diketahui masih berkuliah dan bekerja sambilan sebagai ojek online hingga saat ini mulai ber stand up comedy di akhir 2015 dengan bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Bekasi. Tiga tahun kemudian, nama Egi mulai dikenal secara nasional sejak lolos sebagai salah satu finalis Stand Up Comedy Academy Musim 4 atau SUCA 4 pada tahun 2018, di mana ia lolos audisi di Jakarta. Menjadi salah satu dari 40 finalis terpilih, langkah Egi di SUCA 4 bisa dibilang unik. Karena pada awalnya Egi yang dimentori oleh Awwe harus gantung mic lebih awal di babak 32 besar. Kemudian atas kesepakatan juri dan mentor, Egi memperoleh wild card dan kembali ke kompetisi sebagai finalis babak 20 besar.[1] Egi memperoleh wild card bersama tiga komika lainnya yaitu Abah Yusef, Anggi Wahyuda, dan Kiky Saputri. Hasilnya, Egi yang konsisten dengan materi soal Bantar Gebang dan cerita keadaan ekonomi keluarganya ini mampu konsisten hingga menembus babak 4 besar, sebelum akhirnya gantung mic untuk yang kedua kalinya.[2]

Pasca SUCA 4, Egi sempat beberapa kali mengubah penampilan dan membentuk grup komedi dengan nama ALEGROM, yang terdiri dari dirinya bersama dua alumni Stand Up Comedy Indonesia musim ke-7 yaitu Alif Baihaki dan Rommy Hakim dan melakukan mini tour di beberapa tempat di Jabodetabek. ALEGROM juga direkrut oleh Komtung TV untuk kemudian bertindak sebagai talent dan juga tim kreatif di beberapa kontennya. Kemudian pada tahun 2020 bersamaan dengan munculnya COVID-19 pada awal tahun, Egi beberapa kali mengikuti lomba stand up comedy secara daring. Barulah kemudian pada akhir tahun 2020, Egi mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia Musim Kesembilan tajuk SUCI IX. Sesuai identitas terdaftar, Egi masuk ke dalam kelompok audisi Indonesia Barat. Hasilnya, Egi berhak atas satu golden ticket untuk lolos ke babak Preliminary Show dan akhirnya juga berhasil lolos sebagai salah satu dari 15 finalis SUCI IX. Tetap konsisten dengan pembawaan materinya, nama Egi mulai naik kembali ketika di babak 7 besar membawa nama artis Aldi Taher untuk dijadikan bahan materi karena viralnya nama sang artis saat itu, dan Egi memperoleh nilai tertinggi. Atas dasar itulah, tim Kompas TV mengundang Aldi Taher untuk di roasting oleh finalis 5 besar dan kembali Egi tetap tampil maksimal walaupun tidak memperoleh nilai tertinggi.[3] Namun akhirnya atas keputusan juri Egi harus close mic di babak 4 besar setelah akumulasi dua kali penampilannya menjadi yang terendah dari finalis lainnya. Meskipun begitu, pencapaian Egi menyamai pencapaian sebelumnya di SUCA 4 yaitu masuk posisi 4 besar.

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Acara Televisi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]