Coki Anwar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Coki Anwar
Coki anwar.jpg
Nama lahir Choirul Anwar
Nama lain Coki Anwar
Lahir 2 Januari 1985 (umur 33)
Bendera Indonesia Pati, Jawa Tengah, Indonesia
Pekerjaan Pelawak tunggal
Tahun aktif 2014—sekarang

Choirul Anwar atau yang lebih dikenal dengan nama Coki Anwar (lahir di Pati, Jawa Tengah, Indonesia, 2 Januari 1985; umur 33 tahun) adalah seorang pelawak tunggal berkebangsaan Indonesia. Coki, begitu ia kerap disapa, adalah pelawak tunggal atau komika yang berbasis di komunitas Stand Up Indo Jogja. Coki dikenal dengan gaya ber stand up comedy nya yang berbeda dari komika pada umumnya, di mana ia memiliki persona yang kuat, tempramental dan terlihat kejam, serta tidak mudah tertawa saat tampil di panggung. Dengan persona tersebut, ia melontarkan materi komedi yang aneh dan absurd serta tidak lazim sehingga hal yang bertolak belakang inilah yang mengundang tawa penonton. Coki dikenal setelah mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Academy season 2 (SUCA 2) yang diadakan oleh stasiun TV Indosiar pada tahun 2016[1].

Karier[sunting | sunting sumber]

Coki diketahui berlatar belakang lulusan salah satu universitas di Yogyakarta jurusan teknik mesin serta pernah bekerja di salah satu instansi pemerintah di Yogyakarta sebelum memulai karier stand up comedy, serta menjadi editor salah satu surat kabar di Yogyakarta[2]. Coki memulai stand up comedy pada tahun 2014 dengan mulai open mic bersama komunitas Stand Up Indo Jogja, dan menjadi komika reguler komunitas hingga sekarang. Coki kemudian hadir dengan membawa perbedaan dengan membawa persona yang unik, yaitu kuat, songong, tempramental plus terlihat kejam dan seakan mengintimidasi penonton saat berbicara, serta tidak mudah tertawa saat tampil. Didukung badannya yang bugar dan atletis, ia melontarkan materi komedi yang aneh dan absurd serta tidak lazim namun dapat mengundang tawa penonton. Hampir di setiap penampilan ia memadukan materinya dengan sedikit bahasa Inggris lalu selalu menyapa penontonnya dengan sapaan "guys" lalu mengibaratkan mereka sebagai "orang-orang lemah" ketika menyaksikan penampilannya karena personanya sebagai orang yang kuat, dan selalu ditutup dengan tagline yang tidak masuk akal tapi terdengar kocak sehingga beberapa kali ia dilabeli "gila" oleh beberapa penonton. Nama Coki sebagai komika mulai dikenal ketika ia menjadi salah satu finalis Stand Up Comedy Academy season 2 (SUCA 2) yang diadakan oleh Indosiar pada tahun 2016. Di kompetisi tersebut, ia dimentori oleh Daned Gustama dan tetap konsisten dengan personanya yang bisa dibilang cukup susah ini. Di kompetisi tersebut, Coki berhasil bertahan hingga 8 besar[3][4].

Selepas SUCA 2, Coki kembali mengikuti kompetisi stand up comedy. Kali ini ia mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Indonesia yang diadakan oleh Kompas TV yang memasuki musim ketujuh pada tahun 2017. Lewat audisi di Jakarta, Coki yang juga pernah mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) pada tahun 2015 dan 2016 ini akhirnya meraih golden ticket dan berhasil lolos sebagai finalis untuk SUCI 7[5][6]. Tercatat Coki menjadi alumni SUCA pertama yang berhasil menembus kompetisi SUCI semusim setelahnya dan satu-satunya yang bisa melakukan hal tersebut waktu itu, karena beberapa peserta SUCA juga ada yang berasal dari kompetisi SUCI sebelumnya mengingat SUCA baru berjalan 2 musim kala itu. Coki lolos bersama dengan rekan sesama komunitasnya di Stand Up Indo Jogja yaitu Mamat Alkatiri, yang telah lebih dulu lolos lewat audisi di Surabaya. Di SUCI 7, Coki melanjutkan kegilaannya dan kekonsistenannya di panggung dan mendapat apresiasi yang semakin luas dari penonton yang menyaksikan penampilannya. Termasuk memukau para juri, sebut saja Pandji Pragiwaksono yang pernah menilainya saat di SUCA 2 dan harus terus menilai penampilannya di SUCI 7, membuat Pandji sering memberikan komentar-komentar yang terdengar kocak terhadapnya karena personanya tersebut. Langkah Coki kembali terhenti di kompetisi dan kali ini lebih baik, di mana ia mengalami close mic di babak 5 besar. Coki kemudian mendapatkan kesempatan keduanya melalui babak callback, meskipun akhirnya belum beruntung kembali sebagai finalis karena penampilannya dinilai paling kurang dibandingkan 3 komika callback lainnya.

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Acara Televisi[sunting | sunting sumber]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]