Popon Kerok

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Popon Kerok
220px
Nama lahir Muhammad Saleh Jammaharizki
Nama lain Popon, Popon Kerok
Lahir 26 Desember 1988 (umur 30)
Bendera Indonesia Medan, Indonesia
Pekerjaan pelawak tunggal
Tahun aktif 2013—sekarang
Pasangan Cynthia Gustikaningtyas (k. 2018)[1]

Muhammad Saleh Jammaharizki atau yang lebih dikenal dengan nama Popon Kerok atau cukup Popon (lahir di Medan, Indonesia, 26 Desember 1988; umur 30 tahun) adalah seorang Pelawak tunggal berkebangsaan Indonesia. Pria berbadan tambun ini dikenal setelah ikut menjadi peserta babak Pre Show untuk kompetisi Stand Up Comedy Indonesia yang diadakan Kompas TV di musim ke-5 (SUCI 5) tahun 2015, untuk kemudian ikut kembali berkompetisi di Stand Up Comedy Academy yang diadakan Indosiar pada tahun yang sama pasca SUCI 5. Tiga tahun kemudian, Popon menebus kegagalannya di SUCI 5 dengan berhasil masuk sebagai finalis untuk Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV di musim ke-8 (SUCI 8) dan akhirnya berhasil meraih gelar juara[2].

Karier[sunting | sunting sumber]

Popon yang lahir di Medan kemudian pindah ke Jakarta dan menghabiskan masa kecil hingga dewasanya di sana. Ayahnya adalah orang Jawa sementara ibunya orang Aceh. Popon hingga saat ini berdomisili di daerah Menteng, Jakarta Pusat sehingga ia kerap memperkenalkan dirinya sebagai salah satu "Anak Menteng" ketika mulai ber stand up comedy.[3] Dirinya mulai mengenal stand up comedy pada tahun 2013 di mana saat itu ia berstatus mahasiswa tingkat akhir sebuah kampus swasta di Jakarta dan bekerja sambilan di sebuah agen majalah. Ia sendiri awalnya bergabung dengan komunitas Stand Up Kaskus serta juga menjadi anggota komunitas Stand Up Indo Jakarta Selatan dan merupakan komika senior di komunitas tersebut. Lulus kuliah, ia mencoba melamar beberapa pekerjaan sambil tetap ber stand up comedy karena menurutnya stand up comedy belum bisa memberinya penghasilan waktu itu. Namun kemudian tawaran datang dari salah satu stasiun TV swasta untuk mengisi acara, yang kemudian membuat Popon rutin mendapat bayaran setiap kali tapping untuk acara stand up comedy dari TV tersebut.[3] Di akhir tahun 2014, terbuka audisi Stand Up Comedy Indonesia musim ke-5 (SUCI 5) di Jakarta dan Popon mengikuti audisi tersebut. Hasilnya ia mendapat golden ticket dan lolos ke babak Pre Show bersama 23 komika terpilih lainnya. Tetapi nasib berkata lain, langkahnya harus terhenti di babak Pre Show itu sehingga memupus harapannya untuk menjadi finalis SUCI 5.

Selang beberapa bulan kemudian, Popon yang dikenal dengan gaya dark comedy ketika ber stand up comedy ini kemudian kembali mengikuti audisi kompetisi stand up comedy. Kali ini ia mengikuti audisi Stand Up Comedy Academy yang diadakan Indosiar. Hasilnya ia lolos menjadi salah satu finalis dari 24 finalis terpilih. Popon sendiri tetap konsisten dengan pembawaan materinya mengenai kehidupannya, meskipun dengan gaya dark comedy atau sedikit berbau sensitivitas yang menyentuh penontonnya. Namun, kembali ia akhirnya harus tereliminasi dari ajang kompetisi tersebut tepatnya di babak 12 besar.[4] Pasca kompetisi, Popon ikut bergabung dengan Komtung TV arahan Daned Gustama dan menjadi salah satu pengisi konten di sana hingga sekarang. Tahun 2018, Popon kembali mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia musim ke-8 (SUCI 8) di kota yang sama, Jakarta dan akhirnya kali ini ia lolos sebagai finalis. Popon bersama Yudha Ilham dan Wahyu Togog merupakan alumni Pre Show SUCI 5 yang akhirnya menjadi finalis resmi di SUCI yaitu SUCI 8, tiga musim setelah pencapaian terakhir mereka. Pada format baru yang diperkenalkan SUCI 8, Popon tergabung dalam tim Indro Warkop bersama finalis lainnya yaitu Bakriyadi, Agungprov, Joshua Bertus, dan Rizky Teguh. Popon tidak menemukan kesulitan berarti sepanjang penampilannya bahkan terbilang konsisten, jika dibandingkan saat tampil di SUCI 5 karena perkembangannya yang sangat baik. Berkat itulah, Popon akhirnya berhasil mencapai grand final SUCI 8 setelah menyisihkan favorit juara lainnya seperti Arif Brata hingga Bintang Bete yang merupakan salah satu panutannya dalam ber stand up comedy. Di babak grand final, Popon bersaing dengan Oki Rengga yang merupakan finalis asal kota Medan yang merupakan seorang mantan pemain bola tepatnya seorang kiper. Unggul pengalaman dan menunjukkan kualitas penampilan yang sangat baik, Popon akhirnya meraih gelar juara SUCI 8 setelah unggul tipis berdasarkan total penilaian yang diberikan oleh para juri[2].

Acara TV[sunting | sunting sumber]

Komtung TV[sunting | sunting sumber]

  • Genjrang Genjreng
  • Kok Dia Kodian
  • Kobra: Komedi Berantakan
  • Komtung Voices
  • Comedy Crib
  • Omongin Aja Baek-Baek[7]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]