Yono Bakrie

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Yono Bakrie
LahirSuyono
22 Juni 1993 (umur 29)
Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Nama lainYono Bakrie
AlmamaterUniversitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
PekerjaanPelawak tunggal, YouTuber
Tahun aktif2014—sekarang
Orang tuaJamin (Ayah)
Murti (Ibu)

Suyono, S.E. yang kemudian dikenal sebagai Yono Bakrie (lahir 22 Juni 1993) adalah seorang pelawak tunggal dan YouTuber berkebangsaan Indonesia. Lahir di Samarinda dari orang tua asli Jawa yang bertransmigrasi ke sana, pria bertubuh kurus dan berwajah unik ini merupakan salah satu pelawak tunggal atau komika jebolan komunitas Stand Up Indo Samarinda, salah satu angkatan awal di komunitas tersebut. Yono juga sering disebut sebagai kembaran dari aktor Omo Kucrut, hal ini karena dirinya yang mirip dengan pemeran Ceking di sinetron Ronaldowati.[1]

Yono sendiri awalnya dikenal ketika mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia season 9 (SUCI IX) yang diadakan Kompas TV tahun 2021, di mana ia belum lolos karena masalah teknis dan kemudian pindah ke Jakarta untuk mengembangkan kariernya. Dinilai cukup sukses ketika berkarier di Jakarta di mana ia tidak hanya ber stand up comedy namun juga sebagai konten kreator, setahun berselang Yono kemudian kembali hadir di audisi Stand Up Comedy Indonesia season 10 (SUCI X), di mana ia berhasil lolos lewat audisi di Jakarta yang menjadikannya sebagai perwakilan Kota Samarinda ketiga secara kota asal setelah Kemal Palevi dan Ardit Erwandha sepanjang sejarah SUCI, dan perwakilan Samarinda secara komunitas setelah Ardit Erwandha di SUCI 6.[2] Tampil dengan progres yang meningkat di setiap minggunya, Yono akhirnya keluar sebagai juara SUCI X setelah unggul secara penilaian atas Gautama Shindu.[3]

Karier[sunting | sunting sumber]

Sebelum mengenal stand up comedy, Yono yang merupakan lulusan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur jurusan S1-Manajemen SDM ini merupakan seorang karyawan yang bekerja di perusahaan farmasi. Bekerja sejak tahun 2013 sambil menyelesaikan kuliahnya kala itu, Yono bertugas sebagai pengantar obat pesanan untuk instansi kesehatan atau rumah sakit di seputaran Samarinda. Mandiri sejak menempuh pendidikan di pesantren untuk meringankan beban orang tua, Yono juga senang menulis di blog pribadinya terkait beberapa pengalaman hidupnya. Akhir tahun 2014, Yono mulai mengenal stand up comedy lewat menonton video Youtube dari Raditya Dika. Yono yang sejak masa sekolah sudah menjadi badut tongkrongan ini kemudian bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Samarinda, di mana pada awalnya ia diajak oleh salah satu rekan kerjanya untuk menonton open mic komunitas di sebuah kafe dengan imbalan kopi dan futsal gratis. Kemudian tanpa disangka ia ditunjuk oleh pembawa acara untuk tampil ke panggung, alhasil bermodal tulisan blog yang pernah ia tulis, penampilan pertamanya itu berhasil. Seminggu setelah open mic pertama itulah Yono bergabung dengan komunitas dan memakai nama panggung Yono Bakrie, di mana nama Bakrie ia kutip dari nama Aburizal Bakrie dengan harapan ia menjadi orang yang kaya baik secara materi maupun spiritual dan pola pikir. Penampilan fisik Yono yang unik mulai dari wajah serta postur tubuhnya yang tinggi kurus membuat ia mudah dikenali oleh para penontonnya.[4]

Tampil reguler bersama komunitas, proses Yono sebagai seorang pelawak tunggal atau komika di Samarinda bisa dibilang melewati proses yang panjang. Susah senangnya sebagai komika ia jalani dengan berbagai macam situasi dan kondisi. Yono mulai akrab dengan kompetisi regional yang beberapa diantaranya pernah ia menangkan, dan pekerjaan untuk mengisi acara stand up comedy dari berbagai instansi di seputaran Samarinda. Tidak hanya itu, Yono beberapa kali juga berkeliling ke beberapa komunitas Stand Up Indo lain di Kalimantan, seperti salah satunya Stand Up Indo Balikpapan yang sering ia datangi. Dari sanalah kemudian, sebuah pertunjukan spesial bertajuk "Candakiawan" lahir di tahun 2019, yang merupakan pertunjukan kolaborasi bersama komunitas Stand Up Indo Samarinda dan Stand Up Indo Balikpapan di mana Yono bersama Achmad Rizky dan Abi Kuswara mewakili Samarinda, lalu Balikpapan diwakili oleh Baim Ichsan yang merupakan alumni Stand Up Comedy Indonesia season 5 (SUCI 5) di 2015. Di tahun 2019 juga, Yono akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus ber stand up comedy.[4] Keputusan yang bisa dibilang tepat karena di akhir tahun, Kompas TV kembali membuka audisi mini untuk Stand Up Comedy Indonesia season 9 dengan tajuk SUCI X di Banjarmasin. Yono ikut ambil bagian untuk audisi dan berhasil meraih Silver Ticket. Sayangnya di awal 2020, pandemi COVID-19 menyebar dan menyebabkan proses audisi SUCI IX ikut ditunda. Jadilah kehidupan Yono mulai luntang-lantung sepanjang 2020 hingga akhirnya audisi SUCI IX kembali dijalankan di akhir tahun dengan perubahan format menjadi daring. Bermodal silver ticket di audisi mini Banjarmasin, Yono tampil audisi daring di hadapan juri utama. Namun karena kendala teknis dan sambungan internet yang kurang stabil, penampilan Yono malah terlihat berantakan oleh para juri dan menyatakan Yono tidak lolos saat itu. Momen itu menjadi titik terendah sekaligus titik balik bagi Yono, yang kemudian berangkat ke Jakarta untuk memulai karier baru di stand up comedy.

Menjadi seorang roadman untuk Gamayel pada awal kariernya di Jakarta pada 2021, Yono mulai bergerak dan melakukan apapun yang bisa membuatnya bertahan baik dalam hidup maupun di dunia stand up comedy. Pertama Yono menjadi representatif untuk Erwin Wu, wakil ketua eksekutif Stand Up Indo. Kemudian sempat bersama Ernest Prakasa selama 6 bulan untuk bermain di serial web terbaru karya sang komika,[5] dan ikut menjadi talent Comika ID milik Pandji Pragiwaksono untuk sementara. Tidak cukup hanya dengan stand up comedy, Yono mulai merintis karier sebagai konten kreator, utamanya di Youtube dan Instagram. Beberapa konten yang cukup terkenal dari Yono seperti "Poskamling" di mana ia melakukan podcast bersama bintang tamu sambil berenang di tepi Sungai Mahakam, lalu "Gak Usah Sok-Sokan" yaitu konten video pendek berupa sindiran yang ia lakukan bersama kolaboratornya dengan cara berdesak-desakan bergantian di depan kamera untuk melontarkan sindiran terkait isu-isu atau berita terkini, dan tidak ketinggalan vlog pribadinya yang sebagian besar meliput kehidupannya di rumah kost nya di Jakarta yaitu "Kost The Raid", rumah kost yang sebagian besar dihuni beberapa komika nasional yang hingga saat ini masih dihuni oleh antara lain Arif Alfiansyah, Yudha Khan, Indra Frimawan, Nopek Novian, dan beberapa penghuni lain selain komika. Tak ayal karena beberapa kontennya yang ramai dan viral, baik Yono sendiri maupun bersama beberapa rekannya mulai wara-wiri di televisi mulai dari sekedar bintang tamu hingga mengisi acara program TV.[6] Perjuangan Yono kemudian berlanjut dengan kembali mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia season 10 (SUCI X) di Jakarta, di mana kali ini akhirnya ia berhasil meraih Golden Ticket dan lolos menjadi finalis SUCI X setelah melewati babak Preliminary Show dan menyisihkan Achmad Rizky yang juga rekan sekomunitasnya.[2] Yono juga berkompetisi bersama juniornya di komunitas yaitu Budi Hardian yang lebih dulu lolos sebagai pemegang Ultimate Ticket dengan status juara SUCI X: Liga Komunitas. Di SUCI X, bagaimanapun penampilan Yono di setiap show memperoleh cap tersendiri dari beberapa juri, antara lain Abdel Achrian yang senang bertanya apakah Yono sudah mandi atau belum, serta Raditya Dika yang senang melontarkan ledekan beberapa macam hewan atau tumbuhan kepadanya sehingga Yono juga dikenal sebagai komika dengan persona flora dan fauna. Tampil dengan progres yang meningkat di setiap minggunya, Yono yang awalnya bukan finalis unggulan ini akhirnya sampai di babak Grand Final menghadapi Gautama Shindu yang dikenal dengan materi tebak-tebakannya. Turut menghadirkan alumni SUCI sebelumnya dari Samarinda di panggung yaitu Kemal Palevi dan Ardit Erwandha sebagai set dari penampilannya, Yono akhirnya berhasil meraih gelar juara SUCI X.[3]

Acara televisi[sunting | sunting sumber]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Serial web[sunting | sunting sumber]

  • Kalau Jodoh Takkan Kemana (2022) sebagai Mail
  • Cek Toko Sebelah: Ada Lawan Baru (2022) sebagai Supir Pick-Up
  • Imperfect the Series 2 (2022)

Pertunjukan spesial[sunting | sunting sumber]

  • Candakiawan (2019)

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]