Putra Uma

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Putra Uma
Putrauma.jpg
Nama lahir Putra Aria Abu Jafar
Nama lain Putra Uma
Lahir 14 Juli 1997 (umur 22)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Pekerjaan pelawak tunggal, mahasiswa
Tahun aktif 2014 - sekarang

Putra Aria Abu Jafar atau yang dikenal dengan nama panggung Putra Uma (lahir di Jakarta, Indonesia, 14 Juli 1997; umur 22 tahun) adalah seorang Pelawak tunggal berkebangsaan Indonesia. Pelawak tunggal atau komika yang dikenal dengan wajahnya yang unik serta rambutnya yang keriting panjang hingga kribo ini adalah salah satu komika jebolan komunitas Stand Up Indo Bintaro, Tangerang, Serpong (BTS) sejak 2014. Sama seperti Yudha Keling, ia membawakan materi komedi dengan gaya self destruction atau meledek diri sendiri untuk mengundang tawa penonton. Namanya dikenal ketika membawa komunitasnya mengikuti Liga Komunitas Stand Up Kompas TV tahun 2014 di mana ia menjadi anggota tim termuda dan berhasil menembus semifinal[1].

Karier[sunting | sunting sumber]

Nama Putra Uma yang menjadi nama panggungnya hingga saat ini berasal dari dua kata yaitu Putra dan Trauma, di mana Putra adalah nama sapaannya sementara Trauma adalah kesan orang lain setelah melihat dirinya. Dengan menggabungkan dua kata tersebut menjadi putrauma, jadilah nama panggung tersebut ia pakai sampai sekarang. Awal mula ia masuk ke stand up comedy adalah di awal 2014. Ketika itu, Putra yang baru masuk SMK ingin menyalurkan bakatnya di luar sekolah. Putra yang juga hobi bermusik ini sempat membuat komunitas menari ala jumpstyle dan grup band, namun tidak bertahan lama. Hingga kemudian ia yang juga senang menulis ini menemukan wadah tempat di mana ia bisa menuangkan apa yang ia rasakan, yaitu stand up comedy. Ia kemudian bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Bintaro, Tangerang, Serpong (BTS), yang dekat dengan tempat tinggalnya yaitu Bintaro.

Putra yang saat itu termasuk anggota termuda komunitas mempelajari stand up comedy dari awal, sampai beberapa bulan kemudian ia terpilih untuk mewakili komunitasnya bersama Imam Gunarto, Mamduh, dan Tomy Babap di ajang Liga Komunitas Stand Up yang diadakan oleh Kompas TV. Putra menjadi komika termuda yang mengikuti kompetisi tersebut. Sempat mengalami insiden yang membuat mata kirinya harus diperban, ia berhasil membawa komunitasnya menembus semifinal setelah akhirnya disingkirkan oleh komunitas Stand Up Indo Medan, dan juga kalah unggul dari komunitas Stand Up Indo Bogor pada perebutan tempat ketiga. Lepas kompetisi, Putra fokus untuk menyelesaikan pendidikannya di SMK diselingi beberapa kali mengikuti beberapa kompetisi stand up comedy di mana ia beberapa kali juga memperoleh juara. Tidak ketinggalan ia juga beberapa kali sempat tampil mengisi acara stand up comedy di salah satu TV swasta.

Lama tidak terdengar, namanya muncul kembali pada tahun 2017. Putra yang saat ini berkuliah di Universitas Pamulang ini mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia season 7 (SUCI 7) di Jakarta. Putra tampil beda dengan rambut keritingnya yang dibiarkan memanjang hingga hampir menutupi wajahnya. Ia pun berhasil lolos dan terpilih menjadi satu dari 16 finalis SUCI 7[2][3]. Sepanjang SUCI 7, Putra yang jadi salah satu finalis muda tetap konsisten dengan materi komedi yang sebagian besar meledek dirinya sendiri untuk mengundang tawa penonton, di samping ciri khas lainnya yang ia bawakan yaitu ketika membuka penampilan ia memegang rambutnya lalu melepasnya hingga mengembang diselingi kata-kata yang memancing tawa. Langkahnya akhirnya terhenti di 10 besar karena masih sedikit memiliki masalah dengan artikulasi yang membuatnya harus close mic.

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Acara Televisi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]