Oki Rengga Winata

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Oki Rengga
Informasi pribadi
Nama lengkap Oki Rengga Winata
Tanggal lahir 26 Juni 1987 (umur 35)
Tempat lahir Padang Langkat, Sumatra Utara, Indonesia
Tinggi 173 cm (5 ft 8 in)
Posisi bermain Penjaga Gawang
Informasi klub
Klub saat ini Pro Duta FC
Nomor 30
Karier junior
SSB Langkat
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
2005–2008 PPLP Sumut (0)
2008–2009 Poslab Labuhan Batu (0)
2009–2010 PSDS Deli Serdang (0)
2010–2011 Medan Chiefs (0)
2011–2012 Pro Duta FC (0)
2013 PSBL Langsa (0)
2013–2014 PSMS Medan (0)
2016 Kalteng Putra (0)
2017 Pro Duta FC (0)
Tim nasional
Indonesia (0)
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik

Oki Rengga Winata (lahir 26 Juni 1987) adalah pemain sepak bola, aktor dan pelawak tunggal berkebangsaan Indonesia. Ia bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Medan pada tahun 2015. Namanya sebagai komika dikenal setelah mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Academy musim ketiga yang diadakan stasiun TV Indosiar pada tahun 2017. Ia berhasil menjadi runner up di kompetisi Stand Up Comedy Indonesia musim kedelapan yang diadakan Kompas TV setahun setelahnya.[1]

Karier[sunting | sunting sumber]

Sepak bola[sunting | sunting sumber]

Oki memulai karier sepak bola dengan masuk ke sebuah Sekolah Sepak Bola (SSB) di Langkat yang merupakan kampung halamannya. Awalnya ia bermain untuk posisi pemain belakang, namun karena masalah stamina ia kemudian dipindahkan ke posisi penjaga gawang. Sempat bermain untu klub amatir PPLP Sumut dan Poslab Labuhan Batu, klub profesional pertamanya adalah PSDS Deli Serdang di mana ia bermain di sana selama dua musim yaitu 2009 hingga 2011.[2] Ketika terjadi dualisme dalam sepak bola nasional, ia memilih bergabung dengan klub Medan Chiefs yang bermain untuk Liga Primer Indonesia dan hanya bermain selama beberapa bulan hingga era dualisme berakhir. Kemudian ia bermain untuk Pro Duta FC juga selama dua musim hingga 2012.[3] Ia kemudian merasakan bermain untuk klub kebanggaan kampung halamannya yaitu PSMS Medan, di mana posisi penjaga gawang saat itu juga diisi oleh penjaga gawang kawakan Markus Haris Maulana yang juga menjadi kiper timnas Indonesia.[4] Bahkan Oki sempat menggeser posisi sang senior dalam beberapa pertandingan krusial klub.[5] Hingga pada kurun 2015 hingga 2016 saat sepak bola Indonesia mengalami masa-masa suram setelah sanksi dari FIFA, Oki sering berganti klub dan kemudian terakhir ia kembali bermain untuk Pro Duta FC pada tahun 2017 yang bermain untuk Liga 2 Indonesia.[6]

Stand Up Comedy[sunting | sunting sumber]

Oki mengenal stand up comedy pada tahun 2014 untuk kemudian bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Medan setahun kemudian. Awalnya ia hanya sekadar penikmat, lalu kemudian ketika komunitas mengadakan sebuah kompetisi ia pun mulai mencoba untuk mengikuti kompetisi tersebut. Hasilnya ia memperoleh juara I dan ia pun mulai sering berlatih bersama komunitas di sela-sela waktu liburnya kompetisi sepak bola.[3] Komedi yang ia angkat adalah keresahannya sebagai seorang pemain sepak bola yang bermain di Indonesia khususnya yang berposisi sebagai penjaga gawang seperti dirinya dalam keseharian. Bahkan ketika ia pindah ke Palangka Raya untuk bermain bersama klub Kalteng Putra pada tahun 2016, ia juga berlatih bersama komunitas Stand Up Indo Palangka Raya di kala ada waktu senggang.[7] Tidak hanya berlatih, ia juga rutin mengisi acara komunitas baik acara lokal maupun regional hingga antar kota.[8] Namanya sebagai komika mulai dikenal tahun 2017 ketika ia mengikuti audisi Stand Up Comedy Academy di Medan dan akhirnya lolos sebagai 35 besar finalis SUCA 3.[9] Oki sendiri hanya bertahan hingga 20 besar sebelum akhirnya gantung mic atau tereliminasi. Tidak sampai di situ, Oki kemudian kembali mengikuti kompetisi stand up comedy pada tahun 2018. Kali ini Oki mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Indonesia season 8 (SUCI 8) yang diadakan oleh Kompas TV. Melalui audisi di Jakarta, Oki meraih golden ticket dan berhasil lolos menjadi finalis. Oki lolos sebagai finalis bersama dengan rekan sekomunitasnya di Medan yaitu Rizky Teguh, yang juga merupakan alumni SUCA tepatnya SUCA 2 dan juga lolos audisi SUCI 8 di Jakarta. Pada format baru yang diperkenalkan SUCI 8, Oki tergabung dalam tim Cak Lontong bersama finalis lainnya yaitu Bu Haris, Yudha Ilham, Ipin, dan Bintang Bete.[10] Perlahan tapi pasti, Oki yang konsisten dengan materi tentang seputar kehidupannya sebagai kiper ini terus melaju dan mulai menyisihkan beberapa finalis favorit juara, dan puncaknya ia juga menyisihkan komika senior Bintang Bete di babak 3 besar sehingga ia akhirnya lolos menjadi salah satu grand finalis. Di babak Grand Final, Oki menghadapi komika berpengalaman yaitu Popon Kerok yang juga berasal dari Medan namun kental dengan persona "Anak Menteng" nya ketika ber stand up comedy. Meskipun tampil maksimal, Oki akhirnya harus merelakan gelar juara dan meraih posisi kedua atau runner up di SUCI 8 meskipun perbedaan nilai mereka yang sangat tipis.[1] Hingga saat ini, Oki tercatat sebagai pemain sepak bola pertama di Indonesia yang melakukan stand up comedy dan dikenal secara nasional (termasuk di kompetisi, baik SUCA maupun SUCI). Meskipun saat ini belum terdengar kembali berkiprah sebagai pemain sepak bola, Oki tetap berharap bisa kembali bermain untuk PSMS Medan yang pernah ia bela sebelum menjadi komika.[11]

Acara televisi[sunting | sunting sumber]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Produksi
2019 Warkop DKI Reborn 3 Orang Batak Falcon Pictures

Serial web[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Produksi Saluran
2020 Cek Toko Sebelah The Series 2 (Bintang Tamu) Beni Bianglala Starvision Plus HOOQ
Pakai Hati-Hati Pelanggan Pria Bank BRI YouTube
Cek Toko Sebelah Babak Baru (Bintang Tamu) Beni Bianglala Starvision Plus Netflix
2021 Imperfect The Series Togar WeTV
iflix
Joe, Clara & Rori Focus Light Productions Vision+

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Singel[sunting | sunting sumber]

Judul Tahun Album
"Agak Laen" (bersama Agak Laen) 2021 Singel non-album

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]