Ali Akbar (pelawak tunggal)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ali Akbar
LahirMuhammad Ali Akbar
29 April 1996 (umur 25)
Bendera Indonesia Ternate, Maluku Utara, Indonesia
Nama lainAli Akbar, Aly Akbar
AlmamaterUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta
PekerjaanPelawak tunggal, Mahasiswa
Tahun aktif2015—sekarang

Muhammad Ali Akbar (lahir 29 April 1996) adalah seorang pelawak tunggal berkebangsaan Indonesia. Pria yang lebih dikenal dengan nama panggung cukup dengan nama Ali Akbar atau Aly Akbar ini dikenal dengan gaya observasi nya ketika menyampaikan materi komedi serta menonjolkan identitasnya sebagai orang Ternate yang merupakan kampung halamannya. Ali juga merupakan salah satu pelawak tunggal atau komika muda jebolan komunitas Stand Up Indo Jogja sejak tahun 2015, serta merupakan komika asal Ternate pertama yang dikenal secara nasional.[1]

Karier[sunting | sunting sumber]

Ali yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta jurusan akuntansi angkatan tahun 2012 ini mulai ber stand up comedy pada pertengahan 2015. Ali bergabung dengan dua komunitas yaitu Stand Up Indo UMY yang merupakan komunitas di kampusnya dan Stand Up Indo Jogja yang merupakan komunitas utama di Yogyakarta. Di komunitas, Aly termasuk komika yang aktif mengisi beberapa acara di berbagai tempat di Yogyakarta sehingga ia termasuk komika yang cukup terkenal di awal-awal masa bergabungnya. Bahkan di tahun 2016, Ali bersama tiga rekannya yaitu Aan Papeda, Fathi Djunaedi, dan Mamat Alkatiri sudah membuat special show bertajuk "Eastimewa",[2] di mana acara tersebut dibuat untuk menggalang dana bantuan untuk pendidikan khususnya di Indonesia Timur, karena mereka berempat sama-sama berasal dari Indonesia Timur. Di tahun yang sama, Ali pun mulai dikenal secara nasional setelah mengisi program SUPER yang ditayangkan oleh Kompas TV dan beberapa kali diundang untuk tampil dalam acara tersebut.

Seiring berjalannya waktu, nama Ali makin melambung setelah lolos sebagai salah satu finalis Stand Up Comedy Academy Musim 3 atau SUCA 3 di tahun 2017. Pembawaan materinya dengan logat Maluku yang khas dan konsisten membuat Ali digadang-gadang sebagai salah satu calon juara selain Nopek Novian dan Bintang Emon kala itu. Namun akhirnya Ali harus terhenti di babak 7 besar kompetisi tersebut karena akumulasi nilai penampilannya menjadi yang paling bawah dan saat itu penampilannya belum memuaskan.[3] Lepas dari SUCA 3, Ali beberapa kali terlibat dalam beberapa tour stand up comedy dengan beberapa alumni SUCA 3 lainnya. Beberapa diantaranya adalah "Royal Rumble" yang melibatkan 14 orang komika termasuk dirinya,[4] dan "Tanpa Karakter" yang merupakan tour bersama dua rekannya, Bintang Emon dan Fatih Andhika. Kemudian di tahun 2018, Ali menjadi salah satu pelopor berdirinya komunitas stand up comedy di kampung halamannya yaitu Stand Up Indo Ternate. Hingga saat ini selain aktif di komunitas di Yogyakarta, Ali juga aktif mengisi acara di Ternate untuk lebih memperkenalkan stand up comedy di sana. Ali juga beberapa kali tampil mengisi acara Waktu Indonesia Timur yang ditayangkan stasiun TV NET. .

Tercatat hingga saat ini Ali sudah memiliki dua show spesial serta mengikuti beberapa lomba stand up comedy baik on air maupun off air. Show spesial dari Ali antara lain bertajuk "Nyong Gogos" di tahun 2018 dan "Specially" di awal tahun 2020. Keaktifannya mengikuti berbagai acara yang diadakan oleh komunitas, membuatnya diberikan penghargaan oleh komunitas Stand Up Indo sebagai "Komika Muda Of The Year". Untuk kompetisi, di tahun 2019 Ali menjuarai Stand Up Battle Indonesia yang disponsori oleh HOOQ setelah di grand final unggul atas komika Gideon Tulus.[5] Sempat kembali beberapa kali mengisi acara SUPER Kompas TV dan bersamaan dengan munculnya COVID-19 awal tahun 2020, Ali tetap menerima pekerjaan untuk ber stand up comedy meskipun sebagian besar dilaksanakan secara daring. Di akhir tahun 2020, Ali mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia Musim Kesembilan tajuk SUCI IX. Sesuai identitas terdaftar, Ali masuk ke dalam kelompok audisi Indonesia Timur. Hasilnya, Ali yang pernah mengikuti audisi SUCI di tahun 2016 (SUCI 6) dan pernah meraih golden ticket di audisi tahun 2017 (SUCI 7) ini akhirnya lolos sebagai finalis SUCI IX dengan memperoleh "ultimate ticket", di mana Ali langsung lolos ke babak show tanpa mengikuti babak preliminary show. Ali merupakan finalis pemegang ultimate ticket di SUCI IX bersama dengan Nopek Novian dan Alif Rivelino. Selain kembali bertemu dengan Nopek dan Ate yang bersamanya merupakan alumni SUCA 3, Ali juga kembali bersaing dengan Tulus yang pernah ia hadapi di kompetisi Stand Up Battle Indonesia.

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Acara Televisi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]