Jalur kereta api Kertosono–Wonokromo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jalur kereta api Kertosono–Wonokromo
JembatanTarik.jpg
Jembatan kereta api Sungai Brantas yang menghubungan Kabupaten Sidoarjo dengan Kabupaten Mojokerto
Ikhtisar
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel berat
StatusBeroperasi
TerminusKertosono
Wonokromo
Stasiun15
Operasi
Dibuka1881–1897
PemilikDirektorat Jenderal Perkeretaapian
OperatorPT Kereta Api Indonesia
Daerah Operasi VII Madiun (Kertosono-Curahmalang)
Daerah Operasi VIII Surabaya (Mojokerto-Wonokromo)
Karakteristik lintasRel lintas datar
Data teknis
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi81.5 s.d. 120 km/jam
Peta rute

SLO–KTS
KTS
Kertosono K PD
Batas wilayah Kabupaten Nganjuk
Batas wilayah Kabupaten Kediri
KTS–BG
Nasional 17 di Jawa Timur Jalur Lintas Selatan Jawa
Batas wilayah Kabupaten Kediri
Batas wilayah Kabupaten Jombang
SMB
Sembung
JG
Jombang
Jalan K.H. Wahid Hasyim (Jalan Provinsi (Jombang-Blitar))
JG-BBT
KD-JG
PTR
Peterongan
Nasional 17 di Jawa Timur Flyover Peterongan
SBO
Sumobito
CRM
Curahmalang
Daop VII MN (Batas Wilayah Kabupaten Jombang)
Daop VIII SB (Batas Wilayah Kota Mojokerto)
MR
Mojokerto
MR–JPN–PR
Batas wilayah Kota Mojokerto
Batas wilayah Kabupaten Mojokerto
Nasional 17 di Jawa Timur Jalan Lingkar Luar Mojokerto
BSL
Bangsal SS
Batas wilayah Kabupaten Mojokerto
Batas wilayah Kabupaten Sidoarjo
TRK
Tarik
TRK–SDA
KDN
Kedinding
KRN–POS
Jalan Ki Hajar Dewantara (Jalan Provinsi (Krian-Batu))
KRN
Krian
BH
Boharan
KMG
Kumendung (Koemendoeng SS)
Nasional 17 di Jawa Timur Jalur Lintas Selatan Jawa
SPJ
Sepanjang
Tol Trans-Jawa Jalan Tol Trans-Jawa
Batas wilayah Kabupaten Sidoarjo
Batas wilayah Kota Surabaya
Jalan Tol Surabaya-Gempol
Flyover Wonokromo (Jalan Jend. A. Yani)
WO–BG
WO
Wonokromo
B S J PD T K  R1   R2   R7 
WO–SB

Jalur kereta api Kertosono–Wonokromo adalah segmen jalur kereta api lintas selatan Jawa yang menghubungkan Stasiun Kertosono dengan Stasiun Wonokromo. Jalur lintas Kertosono hingga Curahmalang termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun, sedangkan jalur mulai perbatasan Mojokerto hingga Wonokromo termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Foto lama Jembatan kereta api Keling yang terletak di antara petak Mojokerto–Tarik

Untuk mendukung distribusi hasil bumi di lintas Surabaya–Solo, diperlukan sistem transportasi terpadu, terutama pada sektor kereta api. Pada tahun 1873, Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan konsesi izin pembangunan jalur kereta api rute Surabaya–Solo dan Madiun–Ponorogo. Pembangunannya dirintis oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda.[1]

Pembangunan jalur kereta api dimulai dari Tarik menuju Mojokerto pada tanggal 16 Oktober 1880, bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api Tarik–Sidoarjo. Selanjutnya, jalur diperpanjang lagi menuju Stasiun Sembung pada tanggal 27 Februari 1881 dan sampai di Stasiun Kertosono pada tanggal 25 Juni 1881. Pada awalnya, kereta api berangkat dari Surabaya menuju Solo melewati Stasiun Sidoarjo. Seiring berkembangnya jalur-jalur kereta api di Jawa, SS kemudian menambah lagi jalur ruas baru, yaitu Tarik–Sepanjang pada tanggal 1 Juli 1897, dan terhubung ke Wonokromo pada tanggal 1 Desember 1898.[2]

Penggandaan[sunting | sunting sumber]

Pada zaman Hindia Belanda, jalur ini pernah dibuatkan jalur ganda pada segmen Wonokromo–Tarik pada tahun 1920-an. Laporan tahunan SS tahun 1922 sudah mencatatkan informasi mengenai jalur ganda ini. Namun, jalur ganda tersebut dibongkar oleh pekerja romusa dan ruas tersebut dikembalikan menjadi jalur tunggal.[3][4]

Jalur ganda ruas Kertosono–Wonokromo dibangun karena memiliki arus lalu lintas yang cukup tinggi.[5] Pembangunan jalur ganda ini sudah direncanakan pada Tahap II dan Tahap III Rencana Induk Perkeretaapian Nasional yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian pada tahun 2018.[6] Pada 30 Oktober 2019, jalur ganda sudah tersambung dari Stasiun Kertosono hingga Stasiun Jombang, kemudian dilanjutkan hingga Stasiun Mojokerto pada 26 Oktober 2020.[7] Pembangunan jalur ganda di petak Stasiun Mojokerto dan Stasiun Tarik maupun penggandaan ulang jalur antara Stasiun Tarik dan Stasiun Sepanjang mulai dilakukan pada Agustus 2021.

Profil jalur[sunting | sunting sumber]

Secara umum, lintas ini sudah menggunakan rel jenis R54 dengan bantalan beton. Laju maksimum kereta api yang diizinkan adalah 120 km/jam.

Jalur terhubung[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif[sunting | sunting sumber]

Lintas nonaktif[sunting | sunting sumber]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Antarkota[sunting | sunting sumber]

Lokal[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Daftar stasiun[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 16, 21, 22 SurabayaKertosono
Segmen Kertosono–Sembung
Diresmikan pada tanggal 25 Juni 1881
oleh Staatsspoorwegen Oosterlijnen
Termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun
4031 Kertosono KTS Jalan Stasiun Kertosono, Banaran, Kertosono, Nganjuk km 96+888 lintas SurabayaKertosonoMadiunSolo Balapan
km 215+479 lintas BangilBlitarKertosono
+44 m Beroperasi Stasiun Kertosono 2019.jpg
BH 259
Jembatan Kali Brantas
Segmen Sembung–Mojokerto
Diresmikan pada tanggal 27 Februari 1881
4032 Sembung (Jombang) SMB Sembung, Perak, Jombang km 89+307 +47 m Beroperasi Stasiun Sembung 2019.jpg
4040 Jombang JG Jalan Jenderal Basuki Rachmat 1, Jombatan, Jombang, Jombang km 81+497 +43 m Beroperasi Stasiun Jombang 2019.jpg
4041 Peterongan PTR Peterongan, Peterongan, Jombang km 76+161 +33 m Beroperasi Stasiun Peterongan 2019.jpg
4042 Sumobito SBO Sumobito, Sumobito, Jombang km 69+110 +28 m Beroperasi Stasiun Sumobito 2020.jpg
4043 Curahmalang CRM Budugsidorejo, Sumobito, Jombang km 65+412 +25 m Beroperasi Stasiun Curahmalang 2019.jpg
Segmen Mojokerto–Tarik
Diresmikan pada tanggal 16 Oktober 1880
Termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya
4600 Mojokerto MR Jalan Bhayangkara 20, Miji, Kranggan, Mojokerto km 57+358 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
km 36+126 lintas Porong-Japanan-Mojosari-Mojokerto
+22 m Beroperasi Stasiun Mojokerto 2020 2.jpg
4601 Bangsal BSL Jalan Bangsal–Mojoanyar, Kepuhanyar, Mojoanyar, Mojokerto km 51+947 Tidak beroperasi Halte Damarsi 2020.jpg
BH - Jembatan Kali Brantas
Segmen Tarik–Sepanjang
Diresmikan pada tanggal 1 Juli 1897
4602 Tarik TRK Tarik, Tarik, Sidoarjo km 47+657
dari Krian maupun dari Tulangan
+16 m Beroperasi Stasiun Tarik 2020 2.jpg
4603 Kedinding KDN Kedinding, Tarik, Sidoarjo km 43+068 +13 m Beroperasi Stasiun Kedinding 2020.jpg
4604 Krian KRN Jalan Stasiun Krian, Krian, Krian, Sidoarjo km 38+330 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
km 0+000 lintas Krian-Gempolkerep-Ploso
km 37+657 lintas Wonokromo Kota-Krian
+12 m Beroperasi Stasiun Krian 2020 2.jpg
4605 Boharan BH Keboharan, Krian, Sidoarjo km 33+867 +10 m Beroperasi Stasiun Boharan 2020.jpg
4606 Kumendung KMG Bringinbendo, Taman, Sidoarjo km 29+717 Tidak beroperasi Halte Kumendung 2020.jpg
4607 Sepanjang SPJ Wonocolo, Taman, Sidoarjo km 24+167 +9 m Beroperasi Stasiun Sepanjang 2020 2.jpg
Segmen Sepanjang–Wonokromo
Diresmikan pada tanggal 1 Desember 1898
4530 Wonokromo WO Jalan Wonokromo 1, Jagir, Wonokromo, Surabaya km 7+881 lintas Surabaya Kota-Probolinggo-Kalisat-Panarukan
km 17+361 lintas Surabaya Kota-Mojokerto-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
+7 m Beroperasi Stasiun Wonokromo 2020.jpg

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [8][4][9][10][11]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pincoffs, L. dkk. (1873). Spoorwegen op Java. Rotterdam: Commissie voor de Spoorwegen op Java. 
  2. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  3. ^ "Reglement volgens het welk een provinciaal bestuur voor en over de provincie, Stad en Lande, door het volk zal worden by een geroepen en werkzaam zyn. : Ontworpen door ene daartoe aangestelde commissie in het jaar 1796". Dutch Pamphlets Online. Diakses tanggal 2019-02-06. 
  4. ^ a b Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  5. ^ Rozack, Abdul (27 Desember 2017). "Rel Ganda Solo-Jombang Mulai Dikerjakan, Jombang-Surabaya Masih Belum". Jawa Pos. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-05-01. Diakses tanggal 1 Mei 2018. 
  6. ^ Rencana Induk Perkeretaapian Nasional 2018 (PDF). Direktorat Jenderal Perkeretaapian. 2018. 
  7. ^ Setiawan, Kodrat (2019-10-30). "Jalur Ganda Kereta Jombang-Baron Siap Beroperasi Hari ini". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-30. 
  8. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  9. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  10. ^ Perusahaan Jawatan Kereta Api. Stasiun KA, Singkatan dan Jarak. 
  11. ^ Wieringa, A. (1916). Beknopt Aadrijkskundig Woordenboek van Nederlandsch-Indie. 's Gravenhage. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Peta rute:

KML is not from Wikidata