Surah Al-Ma'idah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Al Maa-idah)
Lompat ke: navigasi, cari
al-Mai'dah
المآئدة
Ayat 12-13 Surah al-Ma'idah dari abad ke-13
Ayat 12-13 Surah al-Ma'idah dari abad ke-13
Informasi
Arti Jamuan (Hidangan)
Nama lain al-'Uqud (Perjanjian-Perjanjian)
al-Munqiz (Yang Menyelamatkan)[1]
Klasifikasi Madaniyah
Sebagian ayat diturunkan di Mina
Surah ke 5
Juz Juz 6 (ayat 1-82)
Juz 7 (ayat 83-120)
Statistik
Jumlah ayat 120 ayat

Surah Al-Ma'idah (bahasa Arab:المآئدة, al-Mā'idah, "Jamuan (Hidangan)") adalah surah ke-5 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 120 ayat dan termasuk golongan surah Madaniyah. Sekalipun ada ayat-ayatnya yang turun di Mekkah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, yaitu di waktu peristiwa Haji Wada'. Surah ini dinamakan Al-Ma'idah (hidangan) karena memuat kisah pengikut-pengikut setia Nabi Isa a.s. meminta kepada Nabi Isa a.s. agar Allah menurunkan untuk mereka Al-Ma'idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112). Dan dinamakan Al-Uqud (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surah ini, dimana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji terhadap Allah dan perjanjian-perjanjian yang mereka buat sesamanya. Dinamakan juga Al-Munqidz (yang menyelamatkan), karena akhir surat ini mengandung kisah tentang Nabi Isa a.s. penyelamat pengikut-pengikut setianya dari azab Allah.

Pokok-pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Diharamkan bagi kalian; bangkai, darah, babi, yang dipersembahkan untuk selain Allah
    serta (hewan) yang tercekik, yang dicabik, yang dibanting, yang ditanduk atau yang telah diterkam oleh hewan buas, terkecuali sempat kalian sembelih, juga yang (disembelih) untuk berhala
    demikian halnya berjudi dengan anak panah, hal-hal yang demikian adalah kefasikan.
    Pada hari ini orang-orang kafir telah menyerah terhadap agama kalian, maka janganlah kalian takut terhadap mereka dan takutlah padaKu. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian, agama kalian dan telah Kupenuhi anugerahKu untuk kalian, dan telah Kuakui berserah diri sebagai agama kalian.
    Maka siapapun yang terdesak karena lapar tanpa bermaksud melanggar, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:3)
  2. Hari ini dihalalkan segala yang baik bagi kalian. Hidangan orang-orang yang diserahi Al-Kitab itu halal bagi kalian, dan hidangan kalian halal (pula) bagi mereka. Demikian halnya perempuan-perempuan santun di antara kaum perempuan yang beriman yang dan perempuan-perempuan santun di antara kaum perempuan yang diserahi Al-Kitab sebelum kalian, bila kalian telah membayar mahar mereka dengan maksud menghormatikannya, bukan dengan maksud (berlaku) keji dan tidak menyembunyikan rahasia-rahasia. Barangsiapa yang menyangkal sesudah beriman maka sia-sia segala perbuatannya dan ia di Akhirat termasuk golongan yang celaka. (Ayat:5)
  3. Dan ingatlah karunia Allah bagi kalian, serta perjanjianNya yang telah diikatkan dengan kalian, ketika kalian mengatakan: "Kami mendengarkan dan kami menaati".
    dan takutlah kepada Allah, sungguh, Allah Mengetahui rahasia-rahasia kalbu.
    Wahai orang-orang beriman jadilah kalian orang-orang yang teguh karena Allah serta menjadi para saksi secara adil.
    dan janganlah kebencian kalian terhadap suatu kaum, menyebabkan kalian untuk bertindak tidak adil. Berbuatlah secara adil, karena adil itu dekat pada taqwa dan takutlah terhadap Allah, sesungguhnya Allah Maha Memahami apa yang kalian perbuat. Allah telah berjanji kepada orang-orang beriman dan berbuat kebajikan, untuk mereka ampunan dan upah yang besar. (Ayat:7-9)
  4. Wahai orang-orang beriman, ingatlah kebaikan Allah untuk kalian, di waktu suatu kaum yang mereka bermaksud menyakiti kalian, maka Allah membelenggu tangan mereka terhadap kalian.
    Dan takutlah kepada Allah, dan pada Allah, golongan yang beriman menaruh kepercayaan. (Ayat:11)
  5. Dan sesungguhnya Allah telah menerima perjanjian Bani Israel dan telah Kami bangkitkan di antara mereka dua belas ketua
    dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku menyertai kalian, sesungguhnya jika kalian mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada Utusan-UtusanKu dan kalian menerima mereka dan kalian serahkan untuk Allah persembahan yang baik, sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosa kalian. Dan sesungguhnya kalian akan Kumasukkan ke dalam surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Maka siapapun yang menyangkal di antara kalian terhadap yang demikian, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan lurus."
    Oleh karena mereka melanggar perjanjian-perjanjiannya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan kalbu mereka keras. Mereka suka mengganti perkataan-perkataan dari asalnya, dan mereka melupakan bagian-bagian utama yang telah diajarkan kepada mereka semacam hal-hal yang demikian, dan kalian takkan sulit untuk mendapati pengkhianatan mereka terkecuali sebagian kecil di antara mereka, maka maklumilah mereka dan tinggalkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai golongan yang berbuat baik. (Ayat:12-13)
  6. Dan di antara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami adalah kaum Nasharani", yang telah Kami teguhkan perjanjian dengan mereka, tetapi mereka melupakan bagian-bagian utama yang telah diajarkan kepada mereka; maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai Hari Kebangkitan. dan kelak Allah yang menjelaskan kepada mereka tentang hal-hal yang mereka usahakan. (Ayat:14)
  7. Wahai golongan pewaris Kitab, sesungguhnya telah sampai kepada kalian Utusan Kami, yang menjelaskan kepada kalian tentang banyak hal dari Al-Kitab yang kalian tutupi dan banyak hal yang diabaikan. Sesungguhnya telah sampai kepada kalian penerangan dari Allah dan Kitab yang sebenarnya. Allah membimbing orang-orang yang mengharap kebaikanNya menuju keselamatan dengan perantaraan (kitab) itu, dan Dialah yang membebaskan orang-orang itu dari kegelapan menuju cahaya terang dengan perkenanNya dan Dia membimbing mereka menuju jalan lurus. (Ayat:15-16)
  8. Benar-benar menyangkal kebenaran (kafir), orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih, putra Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah yang dapat sedikitpun menghalangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih, putra Maryam itu beserta ibunya dan siapapun yang ada di bumi?". dan milik Allah kerajaan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Allah terhadap segala sesuatu, adalah Kuasa. (Ayat:17)
  9. Orang-orang Yahudi dan Nasharani mengatakan: "Kamilah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya". Katakanlah: "Maka mengapa Allah tetap menyiksa kalian akibat dosa-dosa kalian?", akan tetapi kalian adalah manusia di antara yang telah Dia ciptakan. Dia mengampuni yang Dia perkenan dan Dia menyiksa yang Dia kehendaki. Dan milik Allah, kerajaan langit dan bumi serta di antara keduanya. Dan menuju Allah tempat penghabisan. (Ayat:18)
  10. Wahai golongan pewaris Kitab, sungguh telah datang kepada kalian Utusan Kami yang menjelaskan kepada kalian ketika terhenti pengutusan supaya kalian tidak mengatakan: "Tidak ada yang sampai kepada kami, baik seorang pembawa berita gembira tidak pula seorang pemberi peringatan". yang sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah terhadap segala sesuatu, adalah Kuasa. (Ayat:19)
  11. Dan tatkala Musa berkata kepada kaumnya: "Wahai kaumku, sadarilah anugerah Allah bagi kalian ketika Dia memilih para nabi di antara kalian, dan Dia menjadikan kalian sebuah kerajaan dan Dia menganugerahkan kepada kalian dengan hal-hal yang belum pernah diberikan kepada seorangpun di antara segala (umat) yang lain".
    Wahai kaumku, masukilah Tanah Suci (Negeri yang Kudus) yang telah ditetapkan Allah untuk kalian dan janganlah kalian mundur secara sembarangan yang menyebabkan kalian menjadi golongan yang celaka."
    Mereka berkata: "Wahai Musa, sesungguhnya disana terdapat makhluk yang sangat perkasa, sesungguhnya kami takkan memasukinya sampai mereka meninggalkan tempat itu. Jika mereka telah meninggalkan tempat itu, tentu kami akan memasukinya". Berkatalah dua lelaki yang yang telah diberi anugerah terhadap keduanya: "Serbulah mereka melalui pintu gerbang (kota), bila kalian telah memasukinya maka kalianlah yang mendudukinya. Dan kepada Allah, kalian menaruh kepercayaan, jika memang kalian golongan yang beriman". Mereka berkata: "Wahai Musa, kami takkan memasuki itu selama-lamanya, selagi mereka berada disana, maka pergilah kamu bersama Tuhanmu itu, dan berperanglah kalian berdua, sesungguhnya kami hanya tinggal disini saja". Berkata Musa: "Ya Tuhanku, aku tidak dapat mengendalikan selain terhadap diriku sendiri dan saudaraku. maka pisahkan kami dengan kaum yang fasik itu".
    Dia (Allah) berfirman: "maka sesungguhnya (negeri) itu diharamkan bagi mereka (selama) empat puluh tahun, mereka akan berkeliling di negeri ini. Maka janganlah kamu gelisah terhadap kaum yang fasik itu". (Ayat:20-26)
  12. Jelaskan kepada mereka kisah kedua putra Adam yang sebenarnya, tatkala keduanya mempersembahkan sajian, maka diperkenan salah satu (sajian) di antara mereka berdua dan tidak diterima dari yang lain.
    dia berkata: "pasti aku akan menyembelihmu!".
    ia berkata: "Sesungguhnya Allah berkenan terhadap golongan yang bertaqwa.  Sesungguhnya jika kamu mengulurkan tanganmu kepadaku untuk menyembelihku, aku takkan mengulurkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam. Aku memang ingin agar kamu kembali dengan dosaku beserta dosamu sendiri, kemudian kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itu adalah balasan bagi golongan yang sewenang-wenang". 
    Maka jiwanya tersulut untuk membunuh saudaranya, maka dia membunuhnya, lalu jadilah dia termasuk golongan yang merugi.  kemudian Allah menghadirkan seekor burung gagak menggali-gali di tanah untuk memperlihatkan padanya cara mengubur jasad saudaranya. dia berkata: "Celakalah aku, mengapa aku tidak dapat memperbuat sebagaimana burung gagak ini, supaya aku dapat menguburkan jasad saudaraku ini?" Maka jadilah dia seorang di antara golongan yang menyesal.  
    Oleh karena itu Kami tetapkan bagi Bani Israel, barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan disebabkan (pembunuhan) manusia lain, atau bukan karena mengacau di muka bumi, maka seolah-olah dia telah membunuh seluruh manusia. dan barangsiapa yang menyelamatkan hidup seorang manusia, maka seolah-olah dia telah menyelamatkan hidup seluruh manusia. Dan sesungguhnya telah sampai kepada mereka utusan-utusan Kami beserta keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu yang melampaui batas di bumi. (Ayat:27-32)  
  13. Sesungguhnya hukuman bagi orang-orang yang memerangi Allah dan UtusanNya dan sengaja mengacau di muka bumi adalah dibunuh atau disalib,
    atau dipotong satu tangan dan satu kaki mereka secara silang,
    atau diasingkan dari negeri (asal).
    hal semacam ini adalah sebagai bentuk penghinaan terhadap mereka di dunia dan di Akhirat mereka mendapat malapetaka yang mengerikan, terkecuali orang-orang yang berbalik (taubat) sebelum mereka diperkarakan; maka ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:33-34)
  14. Wahai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah cara untuk mendekatkan diri padaNya dan lakukanlah pengorbanan untukNya, supaya kalian memperoleh keberhasilan. (Ayat:35)
  15. Wahai Utusan, janganlah kelompok yang berlomba-lomba dalam penyangkalan mereka menggelisahkanmu, serta yang berseru: "Kami telah beriman" di bibir mereka, padahal kalbu mereka tidak beriman;
    demikian pula yang di antara kaum Yahudi yang gemar mendengarkan dusta dan gemar mendengarkan dari kaum lain sesuatu yang tidak disampaikan (diwahyukan) kepadamu; mereka menyimpangkan perkataan-perkataan dari keadaan asal. Mereka berkata: "Jika disampaikan yang semacam ini kepada kalian, maka terimalah dan jika yang disampaikan bukan semacam ini maka waspadalah". Barangsiapa yang Allah biarkan kesesatannya, maka kamu takkan sanggup menolak sesuatupun daripada Allah.
    Mereka itulah orang-orang yang kalbu mereka tidak layak untuk dimurnikan Allah.
    Mereka mendapat kehinaan di dunia dan mereka mendapat malapetaka mengerikan di Akhirat.
    Mereka mendengarkan dusta, menelan segala yang haram. Jika mereka datang kepadamu maka berilah keputusan bagi mereka, atau tinggalkan mereka; jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak bisa sedikitpun mengusikmu. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka berilah keputusan di antara mereka secara sesuai, sesungguhnya Allah menyukai golongan yang berlaku santun. (Ayat:41-42)
  16. Dan bagaimanakah mereka menghendakimu (sebagai) hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang berisi hukum Allah, kemudian mereka berpaling terhadap yang demikian? yang sebenarnya mereka bukan golongan yang beriman. 
    Sesungguhnya Kamilah yang telah mengirimkan Taurat yang berisi bimbingan dan cahaya terang; para nabi dan para Rabi serta para cendekiawan di antara kaum Yahudi yang berserah diri kepada Allah memutuskan perkara berdasarkan yang demikian (Taurat), disebabkan merekalah yang dipercayai untuk memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi para saksi terhadap hal itu.
    Maka janganlah kalian takut terhadap manusia, tetapi takutlah padaKu.
    Dan jangan memandang rendah pesan-pesanKu.
    Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara berdasarkan yang dikirimkan Allah, itulah orang-orang kafir (penyangkal kebenaran).
  17. Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya, bahwa tubuh ganti tubuh, mata ganti mata, hidung ganti hidung, telinga ganti telinga, gigi ganti gigi, dan luka (pun) ada pembalasannya. Barangsiapa yang merelakan (hak pembalasan)nya, maka yang demikian itu menjadi sangkalan (penebus) baginya.
    Barangsiapa tidak memutuskan perkara berdasarkan yang dikirimkan Allah, maka itulah orang-orang yang sewenang-wenang. (Ayat:43-45)
  18. Dan Kami susul warisan mereka pada Isa, putra Maryam, menggenapi yang sebelumnya, sebagian Taurat.
    Dan Kami telah serahkan kepadanya Injil yang berisi bimbingan dan cahaya terang, dan menggenapi yang sebelumnya, sebagian Taurat. Dan pengajaran bagi golongan yang bertaqwa. 
    Dan hendaklah para pewaris Injil, memutuskan perkara berdasarkan yang dikirimkan Allah didalamnya.
    Barangsiapa tidak memutuskan perkara berdasarkan yang dikirimkan Allah, maka itulah golongan yang fasik. (Ayat:46-47)
  19. Dan Kamilah yang telah mengirimkan kepadamu Al-Kitab beserta kebenaran, menggenapi yang Al-Kitab terdahulu dan keterangan tentang kitab-kitab tersebut; maka putuskan perkara mereka berdasarkan yang Allah kirimkan dan janganlah kalian menuruti kecenderungan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah tersampaikan kepada kalian.
    Kami jadikan suatu peraturan dan tuntunan bagi tiap-tiap umat di antara kalian. Sekiranya Allah menghendaki, maka kalian dijadikan satu umat, tetapi Dia bermaksud menguji (kepasrahan) kalian terhadap yang disampaikan kepada kalian, maka berlomba-lombalah dalam kebajikan, kepada Allah kalian semua berpulang, lalu Dia menjelaskan yang kalian perselisihkan, (Ayat:48)
  20. dan hendaklah kalian memutuskan perkara di antara mereka berdasarkan yang dikirimkan Allah, dan janganlah kalian menuruti kecenderungan mereka.
    Dan telitilah terhadap mereka, apabila mereka ingin memalingkan kalian dari sebagian yang telah dikirimkan Allah kepada kalian. Jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah hendak menimpakan malapetaka kepada mereka disebabkan sebagian dosa mereka.
    Dan sesungguhnya mayoritas umat manusia benar-benar golongan yang fasik.  Apakah hukum konyol yang mereka mau?, sebab siapakah yang lebih baik dibanding Hukum Allah bagi kaum yang memiliki keyakinan? (Ayat:49-50)
  21. Wahai orang-orang beriman, jangan memilih kaum Yahudi dan Nasharani sebagai teladan kalian; sebagian mereka adalah teladan bagi sebagian lain. Barangsiapa di antara kalian yang memilih mereka sebagai teladan, maka orang itu termasuk (golongan) mereka. Sesungguhnya Allah tidak membimbing orang-orang yang menyimpang.
    Maka kalian akan menyaksikan orang-orang yang memiliki kelainan dalam kalbunya bersegera mendekati mereka, sambil berkata: "Kami takut ditimpa bencana". Kiranya Allah hendak mendatangkan kemenangan atau keputusan dari sisiNya sehingga mereka menyesali pikiran yang mereka sembunyikan dan orang-orang beriman akan berkata: "Inikah orang-orang yang bersumpah demi Allah, bahwasanya mereka benar-benar menyertai kalian?" sia-sia segala perbuatan mereka, lalu mereka menjadi golongan yang bangkrut. (Ayat:51-53)
  22. Wahai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, kelak Allah hadirkan suatu kaum yang Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya, yang akrab terhadap golongan yang beriman, yang berlaku keras terhadap golongan kafir, yang rela berkorban untuk Allah, dan yang tidak gentar terhadap celaan para pencela.
    demikianlah anugerah Allah, yang Dia berikan kepada yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Menaungi, Maha Mengetahui.
    Sesungguhnya sahabat-sahabat kalian adalah Allah, UtusanNya, dan orang-orang yang beriman, orang-orang yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan mereka patuh.
    Dan barangsiapa memilih Allah, UtusanNya, orang-orang yang beriman, maka sesungguhnya kubu Allah yang pasti berjaya. (Ayat:54-56)
  23. Dan sekiranya golongan pewaris Kitab beriman dan bertaqwa, tentulah Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka kedalam surga-surga kesejahteraan.
    Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menerapkan Taurat dan Injil dan yang dikirimkan kepada mereka dari Tuhan mereka, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka.
    Di antara mereka ada golongan yang awam. Dan alangkah buruk yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka. (Ayat:65-66)
  24. Katakanlah: "Wahai golongan pewaris Kitab, kalian tidak dianggap berpendirian sedikitpun hingga kalian menerapkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan yang dikirimkan kepada kalian dari Tuhan kalian".
    Sesungguhnya yang dikirimkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu justru menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan mereka; maka janganlah kamu menggelisahkan orang-orang kafir itu.
    Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, kaum Shabiin dan kaum Nasharani yang beriman kepada Allah serta Hari Akhir juga berbuat kebajikan, maka tidak ada kegelisahan pada diri mereka dan tidak (pula) mereka menyesal. (Ayat:68-69)
  25. Sesungguhnya telah Kami terima perjanjian dari Bani Israel, dan telah Kami utus kepada mereka para Utusan. Tetapi setiap kali seorang Utusan dihadirkan kepada mereka beserta yang tidak mereka mau, sebagian Utusan itu mereka dustakan dan sebagian lain mereka bunuh. Dan mereka menduga tidak akan terjadi suatu malapetaka pun, maka mereka menjadi buta dan tuli, bahkan ketika Allah berbalik (mengasihani) mereka, kemudian kebanyakan mereka (tetap) buta dan tuli. Dan Allah Mengamati yang mereka perbuat. (Ayat:70-71)
  26. Benar-benar kafir orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih, putra Maryam", padahal Al-Masih berkata: "Wahai Bani Israel, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian". Sesungguhnya siapapun yang mempersekutukan Allah, pastilah Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah Neraka, tiada satu penyelamat pun bagi golongan yang sewenang-wenang itu. (Ayat:72)
  27. Benar-benar kafir orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya Allah adalah salah satu dari tiga, Yang Tiga", padahal tiada sembahan selain sembahan Yang Tunggal. dan jika mereka tidak berhenti dari yang mereka ucapkan itu, pastilah orang-orang kafir di antara mereka akan ditimpa siksa pedih. Maka mengapakah mereka tidak berbalik kepada Allah dan memohon pengampunanNya?. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.  
    Al-Masih, putra Maryam, tidak lain seorang Utusan yang telah didahului oleh para Utusan dan ibunya seorang yang (memiliki) kebenaran, yang keduanya juga memakan makanan. Perhatikan cara Kami jelaskan kepada mereka isyarat-isyarat, lalu perhatikan cara mereka menyeleweng.  
    Katakanlah: "Apakah kalian menyembah yang selain Allah, sesuatu yang tidak dapat menimpakan malapetaka dan tidak (pula) memberi manfaat terhadap kalian?" Dan Allah, Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
    Katakanlah: "Wahai golongan pewaris Kitab, janganlah kalian fanatik dengan agama kalian. Dan janganlah kalian mengikuti kecenderungan orang-orang yang telah sesat sejak semula dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), sebagaimana mereka sendiri tersesat dari jalan yang semestinya". (Ayat:73-77)
  28. Orang-orang kafir di antara Bani Israel telah dikutuk melalui mulut Daud dan Isa, putra Maryam. demikian itu disebabkan mereka durhaka dan keterlaluan. Mereka tidak saling menghalangi tindakan mungkar yang mereka perbuat. Amat jahat yang mereka perbuat itu. (Ayat:78-79)
  29. Sesungguhnya kalian dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang yang mempersekutukan (Allah).
    Dan sesungguhnya kalian dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasharani". Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pengajar dan para rahib, karena sesungguhnya mereka itu tidak angkuh. Dan apabila mereka mendengarkan yang dikirimkan kepada Utusan, kalian lihat mata mereka terharu disebabkan yang mereka akui sebagai kebenaran; mereka berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka jadikanlah kami bersama golongan yang bersaksi. dan mengapakah kami tidak beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang tersampaikan kepada kami, padahal kami berharap supaya Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan yang saleh?".  Maka Allah membalas mereka tentang yang mereka nyatakan, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan mereka disana selamanya. Dan demikianlah balasan bagi golongan yang memperbuat kebaikan. (Ayat:82-85)
  30. Wahai orang-orang yang beriman, jangan mengharamkan segala yang baik yang telah dihalalkan Allah bagi kalian,
    dan janganlah kalian berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai golongan yang melewati kewajaran. 
    dan nikmati (hidangan) yang telah Allah berikan untuk kalian, yang halal, bermanfaat,
    dan takutlah pada Allah yang kalian imani. (Ayat:87-88)
  31. Allah tidak menghukum kalian disebabkan sumpah-sumpah yang tidak bersungguh-sungguh, tetapi Dia menghukum kalian disebabkan sumpah-sumpah yang kalian sengaja, maka penyangkalan (pembatalan) sumpah itu ialah memberi makan sepuluh orang yang membutuhkan, dengan hidangan yang biasa kalian berikan kepada keluarga kalian, atau memberi pakaian untuk mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup (melakukan yang demikian), maka berpuasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah penyangkalan terhadap yang telah kalian perbuat. Namun jagalah sumpah kalian. Demikianlah Allah menjelaskan kepada kalian hukum-hukumNya supaya kalian bersyukur (kepadaNya). (Ayat:89)
  32. Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, taruhan, batu-batuan, (mengundi nasib) dengan panah termasuk tindakan Penghasut (setan). Maka hindarilah perbuatan-perbuatan itu supaya kalian mendapat keberhasilan. Sesungguhnya Penghasut ingin mengadu domba dan menimbulkan kecurangan di antara kalian lantaran khamar dan berjudi dan menghalangi kalian untuk mengingati Allah dan untuk sembahyang; maka tinggalkanlah. (Ayat:90-91)
  33. Tidak bersalah orang-orang yang beriman dan memperbuat berbagai kebajikan atas yang telah mereka nikmati di waktu terdahulu, apabila sekarang mereka bertaqwa serta beriman, dan memperbuat berbagai kebajikan kemudian mereka tetap bertaqwa dan beriman, dan berperilaku baik. Dan Allah menyukai golongan yang berperilaku baik. (Ayat:93)
  34. Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mempertanyakan perkara-perkara yang jika dijelaskan kepada kalian akan membingungkan kalian dan jika kalian mempertanyakan di waktu Al-Quran sedang dikirimkan, niscaya akan dijelaskan kepada kalian, Allah memaklumi tentang hal ini. Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.   Sesungguhnya ada umat sebelum kalian yang mempertanyakan hal-hal serupa, lalu disebabkan yang demikian mereka menjadi golongan kafir. (Ayat:101-102)
  35. Allah sekali-kali tidak pernah menetapkan adanya bahiirah, saaibah, washiilah atau haam. Akan tetapi orang-orang kafir mengada-adakan dusta terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak berpikir. (Ayat:103)
  36. Apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah yang dikirimkan Allah dan kepada Utusan". Mereka menjawab: "Sudah cukup bagi kami dengan yang kami terima dari para leluhur kami". Sungguhkah! sekalipun para leluhur mereka tidak mengerti apa-apa dan tidak (pula) terbimbing?. (Ayat:104)
  37. ketika Allah berfirman: "Wahai Isa, putra Maryam, ingatlah anugerahKu kepadamu dan kepada ibumu, ketika Aku meresapkan Ruhul Kudus kepadamu, kamu dapat berbicara dengan manusia sewaktu bayi dan dewasa; dan ketika Aku mengajarmu Al-Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil, dan ketika kamu membentuk dari tanah yang berbentuk burung seizinKu, kemudian kamu meniup pada itu, lalu menjelma menjadi seekor burung seizinKu. dan di waktu kamu menyembuhkan orang yang terlahir buta dan orang yang berpenyakit kusta seizinKu, dan ketika kamu menghadirkan orang mati dari kubur seizinKu, dan ketika Aku menghalangi Bani Israel terhadapmu di kala kamu mengemukakan kepada mereka bukti-bukti yang jelas, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: "Ini tidak lain dusta yang jelas". (Ayat:110)
  38. Dan ketika Aku ilhamkan kepada para sahabat setia: "Berimanlah kalian kepadaKu dan kepada UtusanKu". Mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri".  ketika para sahabat setia berkata: "Wahai Isa, putra Maryam, bisakah Tuhanmu menurunkan hidangan makanan dari langit untuk kami?". Isa menjawab: "Takutlah pada Allah jika kalian memang golongan yang beriman".  Mereka berkata: "Kami ingin untuk memakan hidangan itu supaya melegakan kalbu kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah menyampaikan kebenaran kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang bersaksi".  Isa, putra Maryam, berdoa: "Ya Tuhan kami kiranya turunkan kepada kami suatu hidangan dari langit yang akan menjadi perayaan bagi kami untuk (orang-orang yang) bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi pesan tentang kuasaMu; berilah rezeki kepada kami, dan Engkaulah pemberi rezeki terbaik".  Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu untuk kalian, barangsiapa yang kafir di antara kalian sesudah itu, maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada manusia lain". (Ayat:111-115)
  39. Dan tatkala Allah berfirman: "Wahai Isa, putra Maryam, adakah kamu yang mengatakan kepada umat manusia: "Jadikan aku dan ibuku sepasang sembahan selain Allah?". ia menjawab: "Dimuliakanlah Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakan demikian maka tentulah Engkau mengetahuinya. Engkau Maha Mengetahui yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui yang ada pada Diri Engkau. Sungguh Engkaulah Yang Maha Mengetahui perkara yang ghaib".  Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali yang Engkau perintahkan kepadaku yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian", dan akulah yang bersaksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau Maha Menyaksikan segala sesuatu.  Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hambaMu dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Ayat:116-118)
  40. Allah berfirman: "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar dalam kebenaran mereka. Untuk mereka surga-surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal disana setiap saat; Allah berkenan terhadap mereka. Demikianlah keberhasilan yang luar biasa". (Ayat:119)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Departemen Agama RI.2007.Al-Qur'an dan Terjemahannya Al-Jumanatul 'Ali Seuntai Mutiara Yang Maha Luhur.Bandung:J-Art

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah An-Nisa'
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-An'am
Surah 5