Surah At-Tur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
at-Tur
الطّور
At-Tur.png
Informasi
Arti Bukit
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 52
Juz Juz 27
Statistik
Jumlah ruku' 2 ruku
Jumlah ayat 49 ayat

Surah At-Tur (bahasa Arab:الطور) adalah surah ke-52 dalam Al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 49 ayat. Dinamakan at-Tur yang berarti Bukit diambil dari kata At-Tur yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Yang dimaksud dengan bukit disini ialah bukit Sinai yang terletak di semenanjung Sinai, tempat Nabi Musa menerima Taurat dari Allah.

Pokok-Pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Sesungguhnya hukuman Tuhanmu pasti terlaksana, tiada satupun yang dapat meluputkan diri, (Ayat:7-8)
  2. Pada hari langit berguncang hebat, dan gunung bergerak dengan goyah. maka celakalah pada hari itu bagi golongan yang mendustakan, orang-orang yang mempermainkan dalam kesia-siaan, pada hari mereka diseret secara kasar ke Neraka Jahannam.  : "demikianlah Neraka yang dahulu kalian dustakan". Maka sihirkah ini? ataukah kalian tidak memperhatikan? masukilah; baik kalian bersabar atau tidak bersabar, telah mutlak bagi kalian; kalian dibalasi sesuai yang telah kalian kerjakan. (Ayat:9-16)
  3. Sungguh, golongan yang bertaqwa berada dalam surga dan kebahagiaan, mereka menikmati yang Tuhan mereka sediakan untuk mereka; dan Tuhan mereka menghindarkan mereka dari siksa yang membakar. : "makan dan minumlah secara puas atas yang telah kalian lakukan", mereka menyenangkan diri pada singgasana-singgasana yang berderetan dan Kami pasangkan mereka dengan bidadari-bidadari yang (sedap) dipandang. dan orang-orang yang beriman, serta keturunan mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami sandingkan keturunan mereka dengan mereka, dan Kami tidak sedikitpun membiarkan usaha mereka. masing-masing menanggung yang mereka usahakan. dan Kami tambahkan buah-buahan dan daging yang mereka sukai untuk mereka. disana mereka saling mempergilirkan (gelas) kegembiraan tanpa kesia-siaan dan tanpa kekejian. dan dara-dara (bidadari) yang mengitari mereka untuk melayani mereka, seakan-akan mereka itu permata yang murni.
    dan sebagian mereka mendekat kepada sebagian lain untuk saling bertanya. mereka mengatakan: "sungguh sebelumnya kami merasa cemas berada di tengah-tengah kaum kami". maka Allah yang menenangkan kami dan meluputkan kami dari bencana (siksa) yang mendatangi. sungguh sebelumnya kami menyeru kepadaNya. sungguh Dialah Yang Maha Melindungi, Maha Penyayang. (Ayat:17-28)
  4. Maka peringatkanlah atas kebaikan Tuhanmu, kamu bukanlah petenung dan bukan pula orang gila. akan tetapi mereka mengatakan: "seorang penyair yang kami nantikan kemalangan menimpanya". katakanlah: "nantikanlah, sungguh aku pun termasuk yang menanti bersama kalian". apakah pikiran mereka yang menyuruh mereka tentang yang demikian ataukah mereka itu kaum yang keterlaluan? (Ayat:29-32)
  5. Ataukah mereka mengatakan: "Dia (Muhammad) yang mengarang itu". yang sebenarnya mereka itu tidak beriman. hendaklah mereka menghadirkan keterangan yang semacam ini jika mereka memang golongan yang layak (benar).
    Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu ataukah mereka para pencipta?
    Ataukah mereka yang telah menciptakan langit dan bumi itu? yang sebenarnya mereka itu tidak meyakini.
    Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan (kuasa) Tuhanmu ataukah mereka itu yang mengendalikan?
    Ataukah mereka mempunyai tangga untuk mendengar-dengarkan pada (tangga) itu? maka hendaklah mereka yang mendengarkan itu menunjukkan suatu bukti yang jelas.
    Ataukah untuk Dia anak-anak perempuan sedangkan untuk kalian anak-anak laki-laki?
    Ataukah kamu meminta upah kepada mereka sehingga mereka dibebani hutang?
    Apakah urusan mereka yang gaib lalu mereka menuliskannya?
    Ataukah mereka hendak mengadakan perangkap (tipu daya) ? sebenarnya orang-orang yang kafir itu yang terperangkap.
    Ataukah mereka mempunyai sembahan selain Allah. Dimuliakanlah Allah dibanding yang mereka persekutukan. (Ayat:33-43)
  6. Ketika mereka melihat sebagian langit gugur, tentu mereka mengatakan: "awan yang bertindih-tindih". maka biarkan mereka hingga mereka menemui hari ketika mereka ditumpas, hari ketika tipu daya mereka tidak berguna sedikit pun, dan mereka tidak ditolong. dan sungguh untuk orang-orang yang yang sewenang-wenang disediakan malapetaka yang selain daripada itu. tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (Ayat:44-47)
  7. Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam perhatian Kami, dan muliakanlah dengan memuja-muji Tuhanmu ketika kamu bangun (tersadar), serta pada sebagian malam muliakanlah Dia dan di waktu bintang-bintang terbenam. (Ayat:48-49)


Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Az-Zariyat
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah An-Najm
Surah 52