Surah Al-Mujadilah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
al-Mujadilah
المجادلة
Al-Mujadila.png
Informasi
Arti Wanita Yang Mengajukan Gugatan
Nama lain al-Mujadalah (Perbantahan)[1]
Klasifikasi Madaniyah
Surah ke 58
Juz Juz 28
Statistik
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 22 ayat

Surah Al-Mujadilah (Arab: المجادلة, "Wanita Yang Mengajukan Gugatan") adalah surah ke-58 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 22 ayat. Dinamakan Al-Mujadilah yang berarti wanita yang mengajukan gugatan karena pada awal surah ini disebutkan bantahan seorang perempuan yang menurut riwayat bernama Khaulah binti Tsa'labah terhadap sikap suaminya yang telah menzhiharnya. Hal ini diadukan kepada Rasulullah dan ia menuntut supaya dia memberikan putusan yang adil dalam persoalan itu. Dinamai juga Al-Mujadalah yang berarti Perbantahan.

Surah ini mempunyai ciri berbeda dari surah lain dalam Al-Qur'an. Dalam setiap ayat dalam surah ini, selalu terdapat lafaz Jalallah (lafaz ALLAH). Ada dalam satu ayat hanya terdiri dari satu lafaz, ada yang dua, atau tiga, dan bahkan ada yang lima lafaz, seperti pada ayat 22 dalam surah ini.[2]

Pokok-pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Bahwa orang-orang yang menzhihar istri-istri mereka kemudian mereka hendak menarik kembali perkara yang pernah mereka ucapkan; maka diharuskan membebaskan seorang budak sebelum mereka berdua bercampur, demikianlah hal yang diajarkan, sungguh Allah Maha Mengetahui tentang hal-hal yang kalian lakukan,
    maka barangsiapa yang tidak menyanggupi, diharuskan berpuasa selama dua bulan terus-menerus sebelum keduanya bercampur,
    maka barangsiapa yang tidak sanggup, diharuskan memberi makan enam puluh orang yang membutuhkan,
    demikian itu supaya kalian beriman kepada Allah beserta UtusanNya, sebab demikian itu merupakan batasan-batasan peraturan dari Allah, sedangkan untuk golongan yang kafir telah disediakan Malapetaka pedih. (Ayat: 3-4)
  2. Sungguh orang-orang yang menentang Allah beserta UtusanNya, pastilah orang-orang itu dicampakkan sebagaimana orang-orang sebelum mereka telah dicampakkan;
    bahwa Kami telah mengirimkan berbagai bukti jelas sehingga Malapetaka pedih menimpa golongan kafir pada sebuah Hari ketika mereka semua dibangkitkan oleh Allah, kemudian Dia jelaskan kepada mereka tentang segala hal yang telah mereka lakukan,
    Allah memperhitungkan hal tersebut padahal mereka melupakan hal tersebut, sungguh Allah Bersaksi terhadap segala sesuatu. (Ayat: 5-6)
  3. Tidakkah kamu memahami, bahwasanya Allah Mengetahui segala hal yang berada di langit maupun di bumi? sebab bukan pembicaraan rahasia antara tiga orang melainkan Dialah yang keempat; serta bukan antara lima orang melainkan Dialah yang keenam; serta bukanlah antara jumlah yang kurang dari itu maupun yang lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di mana saja mereka berada; kelak Dia akan menjelaskan kepada mereka pada Hari Kebangkitan mengenai hal-hal yang telah mereka lakukan, sungguh Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Ayat: 7)
  4. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia kemudian mereka tetap mengulangi perkara yang dilarang kepada mereka itu; serta mereka mengadakan pembicaraan rahasia tentang tindakan keji, permusuhan serta menentang Utusan
    maka apabila mereka menemuimu, mereka menghormat kepadamu dengan penghormatan yang tidak ditentukan Allah kepada dirimu; maka mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri: "Mengapakah Allah tidak menghukum kita disebabkan yang telah kita katakan itu?" cukuplah Jahannam sebagai tempat ketika kelak mereka dicampakkan, lalu betapa buruk tempat kesudahan tersebut. (Ayat: 8)
  5. Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian mengadakan pembicaraan rahasia, jangan membicarakan tentang tindakan keji, permusuhan maupun mendustakan terhadap Utusan melainkan bicarakan tentang memperbuat kebajikan serta ketaqwaan, maka bertaqwalah kepada Allah! yang kelak kalian diserahkan kepada Dia.
    Ketahuilah bahwa pembicaraan rahasia itu berasal dari setan yang bermaksud menyusahkan orang-orang yang beriman, sementara pembicaraan itu tiada sedikitpun mengusik mereka kecuali atas izin Allah; maka kepada Allah, hendaknya golongan yang beriman mewakilkan diri. (Ayat:9-10)
  6. Wahai orang-orang beriman apabila diserukan kepada kalian: "Berlapanglah dalam majlis" maka lapangkan diri niscaya Allah yang akan mengaruniakan kelapangan untuk kalian, serta jika diserukan: "Bangkitlah" maka bangkitlah, niscaya Allah yang akan mengangkat kedudukan orang-orang beriman di antara kalian beserta orang-orang yang dikaruniai Ilmu, sungguh Allah Maha Mengetahui hal-hal yang kalian kerjakan. (Ayat:11)
  7. Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang mengakrabkan diri dengan suatu kaum yang dimurkai Allah? orang-orang itu bukanlah golongan kalian serta bukan pula golongan mereka, bahwasanya orang-orang itu bersumpah secara dusta sementara diri orang-orang itu menyadari namun telah Allah sediakan Malapetaka pedih untuk orang-orang itu, betapa buruk yang telah dilakukan orang-orang itu yakni menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai lalu orang-orang itu menyimpang terhadap Jalan Allah; bahwa Malapetaka pedih menimpa orang-orang itu, baik harta benda maupun anak-anak mereka tiada berharga sedikit pun untuk orang-orang itu sewaktu menghadapi Hukuman Allah, orang-orang itu merupakan golongan penghuni Neraka, lalu orang-orang itu berada disana selamanya.
    Pada hari ketika mereka semua dibangkitkan Allah lalu orang-orang itu bersumpah kepada Dia; sebagaimana orang-orang itu telah bersumpah kepada kalian, bahkan orang-orang itu menganggap bahwa orang-orang itu berada pada suatu pijakan, ketahuilah bahwa orang-orang itu merupakan golongan pendusta serta setan telah menguasai orang-orang itu lalu setan melalaikan orang-orang itu untuk mengingat Allah; orang-orang itu merupakan golongan setan, ketahuilah bahwa golongan setan merupakan golongan yang dikalahkan, 
    bahwasanya orang-orang yang menentang Allah beserta UtusanNya, tentulah orang-orang itu termasuk golongan yang sangat celaka. (Ayat:14-20)
  8. Allah telah menetapkan: "Aku beserta Utusan-UtusanKu pasti menang" sungguh Allah Maha Kuat, Maha Perkasa. (Ayat:21)
  9. Kamu tak akan mendapati golongan yang beriman kepada Allah beserta Hari Akhir, yang berlaku rukun dengan orang-orang yang menentang Allah beserta UtusanNya, sekalipun orang-orang itu merupakan bapak-bapak mereka, ataupun putra-putra mereka, ataupun saudara-saudara mereka yang laki-laki, ataupun kalangan kerabat mereka; demikianlah golongan yang telah Dia teguhkan keimanan berada dalam kalbu mereka serta Dia menempatkan Ruh dariNya pada golongan tersebut
    lalu Dia menempatkan golongan tersebut ke dalam Surga yang dialiri sungai-sungai dibawahnya untuk berada disana selamanya, Allah berkenan terhadap golongan tersebut, serta golongan tersebut berkenan kepada Dia, demikianlah kubu Allah, ketahuilah bahwa sesungguhnya kubu Allah merupakan kubu yang kelak meraih kejayaan. (Ayat:22)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Muhammad", Departemen Agama RI.2007.Al-Qur'an dan Terjemahannya Al-Jumanatul 'Ali Seuntai Mutiara Yang Maha Luhur.Bandung:J-Art
  2. ^ Majalah Hidayah, Mei 2006 hal.136

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Hadid
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-Hasyr
Surah 58