Surah Qaf

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Qaf
Kaaf.png
Qaf.png
Informasi
Arti Qaf
Nama lain al-Basiqat
(Yang Tinggi-Tinggi)
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 50
Juz Juz 26
Statistik
Jumlah ruku' 3 ruku
Jumlah ayat 45 ayat

Surah Qaf (Arab: ق , "Qaf") adalah surah ke-50 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat. Dinamakan Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf Qaf. Menurut hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Nabi Muhammad senang membaca surah ini pada raka'at pertama salat subuh dan pada salat hari raya. Sedang menurut riwayat Abu Daud, Al-Baihaqi dan Ibnu Majah bahwa Nabi Muhammad membaca surat ini pada tiap-tiap membaca Kotbah pada salat Jumat. Kedua riwayat ini menunjukkan bahwa surah Qaf sering dibaca Nabi Muhammad di tempat-tempat umum, untuk memperingatkan manusia tentang kejadian mereka dan nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya, begitu pula tentang hari berbangkit, hari berhisab, surga, neraka, pahala, dosa, dsb. Surah ini dinamai juga Al-Basiqat diambil dari perkataan Al-Basiqat yang terdapat pada ayat 10 surah ini.

Terjemahan[sunting | sunting sumber]

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

  • Qaf. Demi Al-Qur'an yang sangat mulia;
    bahkan orang-orang itu merasa heran lantaran telah datang kepada mereka, seorang pemberi peringatan dalam kalangan mereka sendiri, sehingga golongan kafir mengatakan: "Ini merupakan keajaiban, bahwa ketika diri kami telah mati serta telah menjadi debu? tentulah hal demikian merupakan suatu pengembalian yang mustahil" maka ketahuilah bahwa Kami mengetahui segala hal yang diremukkan bumi pada diri orang-orang itu, serta di sisi Kami terdapat sebuah Kitab Terpelihara; ketahuilah bahwa orang-orang itu sebenarnya membantah Kebenaran tatkala hal demikian tersampaikan kepada orang-orang itu sehingga orang-orang itu berada dalam keadaan sesat. (Ayat:1-5)
  • Tidakkah orang-orang itu mengamati langit yang berada di atas mereka, bagaimana Kami telah meninggikan hal yang demikian, serta telah Kami hiasi hal yang demikian; serta langit tidak mempunyai sedikit pun retak?
    demikian halnya telah Kami hamparkan bumi, serta telah Kami tempatkan disana, pegunungan kokoh, serta telah Kami tumbuhkan disana, segala macam tanaman yang indah dipandang mata, sebagai pelajaran serta peringatan bagi tiap-tiap hamba yang bertaubat;
    demikian halnya telah Kami turunkan air yang memberkahi dari langit lalu Kami hasilkan melalui air itu, kebun-kebun serta biji-biji yang matang serta pohon-pohon kurma dengan mayang yang bersusun, sebagai karunia untuk golongan hamba, bahwa telah Kami hidupkan bumi yang mati melalui air itu, bahwa serupa hal demikian ini, kejadian Kebangkitan. (Ayat:6-11)
  • Terdapat berbagai umat sebelum orang-orang itu yang telah membantah, yakni kaum Nuh, penduduk Rass, Samud, Ad, kaum Fir'aun, kalangan Luth, penduduk Aikah serta kaum Tubba, kesemuanya ini telah membantah golongan Utusan sehingga ditimpakan perkara yang telah diancamkan. (Ayat:12-14)
  • Maka apakah Kami merasa letih dengan penciptaan yang pertama? sebenarnya orang-orang itu meragukan penciptaan yang baru. (Ayat:15)
  • Dan ketahuilah bahwa Kami yang telah menciptakan manusia, serta Kami mengetahui bisikan pikiran dalam diri manusia; maka ketahuilah bahwa Kami berada lebih dekat pada diri manusia itu daripada nadi lehernya, bahwa terdapat dua sosok penjaga yang berada di sebelah kanan serta di sebelah kiri sehingga tiada suatu ucapan pun melainkan di sisi manusia itu terdapat sosok penjaga yang bersiaga. (Ayat:16-18)
  • Dan tatkala Sakaratul Maut hadir secara nyata, : "Perkara ini merupakan perkara yang selalu hendak kamu hindari terhadapnya" sehingga tatkala Sangkakala ditiup maka itulah Hari terlaksananya Ancaman; kemudian tiap-tiap orang hadir, bersama dengan orang itu terdapat sosok pengiring serta sosok saksi, :"Bahwasanya dirimu benar-benar telah mengabaikan hal ini, maka Kami singkapkan daripada dirimu, tutup matamu, supaya penglihatanmu tampak sangat jelas pada hari ini." sedang sosok yang mengiringi orang itu berkata: "Inilah hal yang tersedia pada sisiku."  :"Lemparkan ke dalam Neraka, semua orang yang berlaku sangat ingkar, serta keras kepala, serta enggan melakukan kebajikan, serta berlaku melampaui batas, serta meragu, serta orang-orang yang menyembah sembahan lain terhadap Allah, maka lemparkan orang-orang itu ke dalam Hukuman pedih."
    Bahwa sahabat orang itu mengatakan: "Wahai Tuhan kami, diriku tidak menyesatkan orang itu, melainkan orang itu yang berada dalam kesesatan yang jelas." Dia berfirman: "Janganlah kalian bertengkar di hadapanKu, padahal sebelumnya Aku telah memberi ancaman kepada kalian, Keputusan di sisiKu tidak dapat diubah, bahwa Aku tiada berlaku sewenang-wenang terhadap hamba-hambaKu." (Ayat:19-29)
  • Sebuah Hari ketika Kami bertanya kepada Jahannam: "Apakah dirimu sudah penuh?" ia menjawab: "Masih adakah tambahan lagi?",
    Dan Surga dihadirkan untuk orang-orang bertaqwa yang bertempat tiada jauh, : "Inilah hal yang pernah dijanjikan kepada kalian" untuk semua orang yang bersungguh-sungguh, serta memelihara diri, serta menghormati secara ghaib terhadap Yang Maha Pengasih, serta orang-orang tersebut disertai kalbu yang tekun: "Maka masukilah disertai kesejahteraan, demikian ini merupakan Hari Keabadian" orang-orang tersebut memperoleh yang hal-hal yang dikehendaki disana, bahwa di sisi Kami terdapat tambahan karunia berlimpah. (Ayat:30-35)
  • Dan betapa banyak umat yang telah Kami lenyapkan sebelum orang-orang itu, bahwa umat-umat tersebut lebih hebat dalam hal kekuatan dibanding orang-orang itu sehingga umat-umat tersebut telah menjelajah beberapa negeri, lalu adakah umat-umat tersebut mendapat tempat untuk meluputkan diri? maka ketahuilah bahwa hal demikian mengandung peringatan bagi orang yang mempunyai kalbu ataupun orang yang mempergunakan pendengaran, sedang orang tersebut bersaksi. (Ayat:36-37)
  • Dan sungguh telah Kami ciptakan langit beserta bumi maupun hal-hal yang berada di antara keduanya selama enam Hari; maka ketahuilah bahwa Kami tidak merasa letih,
    oleh sebab itu bersabarlah dirimu terhadap hal-hal yang dikatakan oleh orang-orang itu, maka hendaklah dirimu memuliakan seraya memuji-muji Tuhanmu di waktu matahari terbit maupun sebelum terbenam; serta muliakanlah Dia pada sebagian malam, serta di setiap selesai sujud. (Ayat:38-40)
  • Dan dengarkan pada sebuah Hari ketika sosok penyeru memanggil dari tempat yang dekat, pada sebuah Hari ketika orang-orang itu mendengar Kegemparan secara nyata, demikian itu merupakan Hari Kebangkitan, ketahuilah bahwa Kami Yang Menghidupkan serta Yang Mematikan, bahwa hanya kepada Kami, tempat kesudahan, pada sebuah Hari ketika bumi terbelah-belah seraya memunculkan umat manusia secara cepat, hal demikian merupakan penghimpunan mutlak bagi Kami. (Ayat:41-44)
  • Kami lebih memahami tentang hal-hal yang dikatakan oleh orang-orang itu, serta ketahuilah bahwa dirimu bukanlah seorang pemaksa terhadap orang-orang itu, sehingga berilah peringatan dengan Al-Quran kepada orang-orang yang takut terhadap AncamanKu. (Ayat:45)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Hujurat
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Az-Zariyat
Surah 50