Surah Az-Zukhruf

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
az-Zukhruf
Alza7'raf.png
Az-Zukhruf.png
Informasi
Arti Perhiasan
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 43
Juz Juz 25
Statistik
Jumlah ruku' 7 ruku
Jumlah ayat 89 ayat

Surah Az-Zukhruf (Arab: الزخرف , "Perhiasan") adalah surah ke-43 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 89 ayat. Dinamakan Az-Zukhruf yang berarti Perhiasan karena kata Az-Zukhruf yang terdapat pada ayat 35 pada surah ini. Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak dapat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.

Pokok-pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Haa Miim, Demi Al-Kitab yang menerangkan; Kami hadirkan sebuah bacaan yang Arab supaya kalian memahami bahwa hal yang demikian ini sangat berharga serta penuh Hikmah dalam Induk Al-Kitab di sisi Kami. (Ayat:1-4)
  2. Haruskah Kami menahan Pengajaran kepada kalian lantaran kalian merupakan kaum yang mengadakan kekacauan? 
    Betapa banyak nabi yang telah Kami utus pada kaum generasi terdahulu, bahwa tiada seorang nabi pun yang diterima oleh mereka melainkan mereka mencemooh orang tersebut sehingga telah Kami lenyapkan golongan yang lebih perkasa dibanding mereka ini, serta telah dijadikan sebagai perumpamaan generasi terdahulu. (Ayat:5-8)
  3. Sungguh apabila kalian tanyakan kepada mereka: "Siapa yang menciptakan langit beserta bumi?" tentu mereka mengatakan: "Diciptakan oleh Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui",
    Yang menciptakan bumi untuk kalian sebagai hamparan luas bahwa Dialah Yang menjadikan jalur-jalur untuk kalian supaya kalian mendapat petunjuk,
    serta Yang menurunkan air dari langit dalam kadar tertentu supaya Kami tumbuhkan negeri yang mati mempergunakan itu; serupa itulah kalian akan dibangkitkan,
    serta Yang menciptakan segala sesuatu berpasangan
    serta Yang menjadikan kapal untuk kalian maupun hewan ternak yang kalian kendarai supaya kalian duduk di punggungnya kemudian kalian menyadari karunia Tuhan kalian ketika duduk padanya supaya kalian mengucapkan: "Dipermuliakanlah Tuhan yang telah menjinakkan hal demikian untuk kami sebab kami tidaklah menjinakkan hal demikian, sungguh kami akan berpulang kepada Tuhan kami." Walaupun demikian, terdapat orang yang menyandingkan hamba-hambaNya sebagai bagian daripada Dia, bahwa orang semacam itu berlaku sangat ingkar. (Ayat:9-15)
  4. Bahwa orang-orang itu menjadikan para malaikat; yang merupakan hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih, sebagai orang-orang perempuan, apakah orang-orang itu menyaksikan penciptaan para malaikat? kelak akan dituliskan persaksian orang-orang itu sehingga orang-orang itu akan diperkarakan; serta orang-orang mengatakan: "Sekiranya Yang Maha Pengasih menghendaki, tentulah kami tidak menyembah hal yang demikian," tidaklah orang-orang itu berdasar pada Ilmu mengenai perkara ini, orang-orang itu hanya menduga-duga;
    bukankah Kami telah menyerahkan sebuah Kitab kepada orang-orang itu sebelum ini? lalu apakah orang-orang itu berpedoman terhadap hal tersebut?
    Bahkan orang-orang itu mengatakan: "Sungguh kami mendapati leluhur kami dalam suatu agama sehingga kami diajar dalam adat mereka." Demikianlah, Kami tidak mengutus seorang pemberi peringatan pun sebelum dirimu kepada suatu negeri, melainkan orang-orang yang berkedudukan di negeri tersebut mengatakan: "Bahwa kami telah mendapati leluhur kami dalam suatu agama, maka kami merupakan golongan penerus adat mereka" ia berkata: "Benarkah? sekalipun aku mengenalkan tentang hal yang lebih membimbing dibanding hal yang kalian dapati pada leluhur kalian?" orang-orang itu mengatakan: "Sungguh kami mengingkari hal yang disampaikan pada dirimu itu" kemudian Kami menghukum orang-orang itu, maka perhatikan keadaan akhir golongan pembantah. (Ayat:19-25)
  5. Bahwa ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya serta kaumnya: "Sungguh aku berlepas diri terhadap apapun yang kalian sembah; selain Yang Merancang diriku, karena sungguh Dialah yang akan menuntun diriku." supaya ia jadikan hal itu sebagai suatu pedoman yang mendasar untuk generasi penerusnya supaya mereka kembali; akan tetapi Aku telah memberikan kesenangan hidup untuk mereka beserta kaum leluhur mereka; sampai ketika Kebenaran menemui mereka disertai seorang Utusan yang menjelaskan, sewaktu Kebenaran itu telah datang kepada mereka, mereka mengatakan: "Itu adalah sebuah tipuan serta kami sungguh-sungguh mengingkari itu"
    bahkan mereka mengatakan: "Mengapakah itu tidak dikirimkan kepada seorang tokoh termasyhur di antara kedua suku bangsa ini?" Apakah mereka yang membagi-bagi Kasih Tuhanmu? Kamilah yang telah menentukan ukuran penghidupan mereka dalam kehidupan dunia serta telah Kami lebihkan sebagian mereka dibanding sebagian lain beberapa tingkat, agar sebagian mereka bekerja sama dengan sebagian lain, bahwa Kasih Tuhanmu merupakan lebih baik dibanding hal-hal yang mereka kumpulkan,
    dan seandainya bermaksud tidak menjadikan umat manusia sebagai sebuah umat yang satu; tentu telah Kami karuniakan kepada setiap orang yang berlaku kafir terhadap Yang Maha Pengasih; atap-atap perak pada rumah mereka serta tangga-tangga menjulang tinggi untuk mereka, beserta gerbang-gerbang dalam rumah-rumah mereka maupun tahta-tahta untuk mereka duduki beserta perhiasan-perhiasan mahal; yang kesemuanya itu tidak lain merupakan kemewahan kehidupan duniawi sementara Akhirat di sisi Tuhanmu telah disediakan untuk golongan yang bertaqwa. (Ayat:26-35)
  6. Barangsiapa yang menghindar terhadap Pengajaran Yang Maha Pengasih, Kami adakan golongan setan terhadap orang itu kemudian golongan itu menjadi pengawal orang itu,
    maka golongan itu benar-benar menjerumuskan orang itu terhadap Ketentuan sedangkan orang itu menduga bahwa mereka mendapat bimbingan hingga ketika menghadap kepada Kami, orang itu mengatakan: "Semoga jarak antara diriku dengan dirimu sebagaimana jarak antara kedua ujung mata angin" betapa buruk golongan itu sebagai pelindung, :"Bahwa pada Hari tersebut takkan ada kebaikan untuk kalian tatkala kalian telah berlaku sewenang-wenang terhadap diri sendiri sehingga kalian berbagi dalam Malapetaka itu." (Ayat:36-39)
  7. Apakah kamu hendak memperdengarkan kepada orang tuli atau kamu hendak membimbing orang buta maupun orang sesat yang parah?  (Ayat:40)
  8. Bahwa sekiranya Kami merenggut dirimu maka sungguh Kamilah yang akan menghukum mereka ataupun Kami tunjukkan kepada dirimu tentang perkara yang telah Kami ancamkan kepada mereka, sebab Kami memiliki kewenangan terhadap mereka,
    maka taatilah hal yang telah diwahyukan kepada dirimu bahwasanya kamu berada pada Jalan Lurus, yang merupakan pelajaran untuk dirimu beserta untuk kaummu yang kelak kalian akan diperkarakan,
    maka tanyakan para Utusan Kami yang telah Kami utus sebelum dirimu, apakah Kami yang menetapkan sembahan-sembahan selain Yang Maha Pengasih untuk disembah?  (Ayat:41-45)  
  9. Bahwasanya Kami telah mengutus Musa beserta berbagai mu'jizat Kami menghadap Fir'aun serta panglima-panglimanya, ia berkata: "Bahwa aku merupakan Utusan Tuhannya semesta alam", tatkala ia menghadirkan di hadapan mereka, berbagai mu'jizat Kami, orang-orang itu justru meremehkan hal tersebut,
    kemudian tiada Kami timpakan berbagai Hukuman kepada mereka melainkan berupa keadaan yang lebih dahsyat dibanding sebelumnya serta Kami timpakan Malapetaka terhadap mereka supaya mereka bertaubat, sehingga mereka mengatakan: "Wahai ahli sihir, berdoalah kepada Tuhanmu untuk diri kami sebagaimana hal yang telah disepakati terhadap dirimu; sungguh kami bersedia menerima bimbingan," tatkala Kami singkirkan Malapetaka itu dari diri mereka, mereka justru berlaku ingkar,
    bahkan Fir'aun berseru kepada kaumnya, orang itu mengatakan: "Wahai kaumku, bukankah milikku kerajaan Mesir beserta sungai-sungai yang mengalir di bawahku, tidakkah kalian memperhatikan hal ini? bukankah diriku lebih baik dibanding orang hina ini, yang secara tiba-tiba berceramah? lalu mengapakah tidak dikenakan gelang-gelang emas pada dirinya atau para malaikat mengiringi dirinya dalam perjalanan?" ketika Fir'aun telah memperdaya kaumnya hingga patuh kepadanya, maka kaum itu memang kaum yang fasik; sampai ketika kaum itu menyulut Murka Kami, Kami tumpas kaum itu lalu Kami tenggelamkan kaum itu seluruhnya sehingga Kami jadikan kaum itu sebagai peninggalan serta kisah perumpamaan bagi generasi berikutnya. (Ayat:46-56)
  10. Dan tatkala putra Maryam dijadikan permisalan tiba-tiba kaummu menjadi riuh tentang perkara yang demikian, maka mereka mengatakan: "Bukankah dewa-dewa kami yang lebih baik ataukah ia!" mereka tidak membuat perumpamaan itu terhadapmu melainkan untuk berbantah-bantahan, sebenarnya mereka adalah kaum penentang,
    ia tidak lain seorang hamba yang Kami anugerahi serta Kami jadikan ia sebagai permisalan terhadap Bani lsrael; sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami jadikan para malaikat tinggal di tengah-tengah kalian di muka bumi secara berkelanjutan, sungguh ia benar-benar memberitahukan perkara Kemestian: "oleh sebab itu janganlah kalian bimbang tentang yang demikian maka ikutilah diriku, Inilah Jalan Lurus, maka janganlah kalian dipalingkan oleh setan sungguh makhluk itu merupakan musuh belaka terhadap kalian" (Ayat:57-62)
  11. Ketika Isa hadir beserta keterangan-keterangan jelas, ia berkata: "Bahwa aku datang kepada kalian disertai Hikmah supaya menjelaskan kepada kalian tentang sebagian perkara yang telah kalian perselisihkan, oleh sebab itu takutlah terhadap Allah serta taatilah diriku, ketahuilah bahwa Allah, Dialah Tuhanku maupun Tuhan kalian maka sembahlah Dia, inilah Jalan Lurus," lalu bermazhab-mazhab di tengah-tengah mereka saling bersengketa maka celakalah orang-orang yang berlaku sewenang-wenang ketika mereka menghadapi Malapetaka pada sebuah Hari yang pedih. (Ayat:63-65)
  12. Mereka tidak menunggu kecuali kehadiran Kemestian yang menimpa mereka secara tiba-tiba sewaktu mereka tidak menyadari, pada hari itu sebagian teman karib menjadi musuh terhadap sebagian lain; terkecuali golongan yang bertaqwa,
    : "Wahai hamba-hambaKu, tiada kesukaran menimpa diri kalian pada hari ini serta kalian tiada berduka cita" yakni orang-orang yang beriman terhadap ayat-ayat Kami, serta orang-orang tersebut sebelumnya termasuk golongan yang berserah diri :"Masuklah kalian ke Surga, kalian bersama istri-istri kalian supaya kalian bersuka cita." Dihadirkan kepada mereka piring-piring emas serta piala-piala, bahwa di Surga itu disediakan segala yang disukai oleh setiap diri maupun segala hal yang sedap dipandang: "Bahwa kalian menghuni tempat itu untuk selama-lamanya, bahwa demikianlah Surga yang diwariskan untuk kalian disebabkan perbuatan-perbuatan yang dahulu kalian kerjakan, di Surga itu tersedia buah-buah yang berlimpah untuk kalian; yang sebagiannya kalian makan." (Ayat:66-73)
  13. Sungguh golongan berdosa berada dalam Malapetaka Jahanam untuk selama-lamanya, Malapetaka itu tidak diringankan terhadap golongan tersebut walaupun golongan tersebut meratap disana, bahwasanya Kami tiada berlaku sewenang-wenang terhadap golongan tersebut; melainkan golongan tersebut yang berlaku sewenang-wenang terhadap diri sendiri, golongan tersebut berseru: "Wahai Malik! kiranya Tuhanmu melenyapkan kami saja" ia berkata: "Justru kalianlah yang menetap di tempat ini" :"Sungguh Kami telah menyampaikan Kebenaran kepada kalian namun sebagian besar dari kalian justru membenci Kebenaran itu." (Ayat:74-78)
  14. Bahkan mereka hendak menyusun siasat, maka ketahuilah bahwa Kamilah Yang Merancang kenyataan; 
    apakah mereka menganggap bahwa Kami tiada mendengar rahasia maupun bisikan mereka? tidak demikian, sebab terdapat utusan-utusan Kami yang mengawasi di dekat mereka. (Ayat:79-80)
  15. Katakanlah: "Seandainya Yang Maha Pengasih mempunyai anak maka akulah orang yang bersegera mengabdi kepada ia, Dipermuliakanlah Tuhannya langit beserta bumi, Tuhannya Arsy, dibandingkan hal-hal yang orang-orang tersebut sifatkan"
    maka biarlah orang-orang tersebut berfoya-foya serta bersenda gurau sampai ketika orang-orang tersebut menghadapi sebuah Hari yang telah diancamkan. (Ayat:81-83)
  16. Sungguh Dialah Tuhan di langit maupun Tuhan di bumi, serta Dialah Yang Maha Bijaksana, Maha Mengetahui,
    Dipermuliakanlah Yang memiliki Kerajaan langit beserta bumi maupun segala yang berada antara keduanya, bahwa pada sisiNya terdapat Pengetahuan tentang Kemestian serta hanya kepada Dia, kalian akan berpulang,
    bahwa sembahan apapun yang orang-orang itu sembah selain Allah, tiada sanggup mengadakan perantaraan, akan tetapi orang yang memiliki jaminan berdasar Kebenaran sedang mereka memahami. (Ayat:84-86)
  17. Bahwa jika kalian bertanya kepada mereka tentang siapakah yang telah menciptakan diri mereka, maka mereka mengatakan: "Allah" lalu bagaimanakah mereka dipalingkan? sementara ia berseru: "Wahai Tuhanku, sungguh mereka adalah kaum yang tidak beriman", :"maka tinggalkan mereka serta katakanlah: "salam" kelak mereka akan mengetahui."  (Ayat:87-89)


Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Asy-Syura
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Ad-Dukhan
Surah 43