Surah Al-Qasas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
al-Qasas
القصص
Al-Qasas.png
Informasi
Arti Cerita-Cerita
Nama lain Musa
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 28
Juz Juz 20
Statistik
Jumlah ruku' 9 ruku
Jumlah ayat 88 ayat

Surah Al-Qasas (Arab: القصص ,"Cerita-Cerita") adalah surah ke-28 dalam al-Qur'an. Surah ini diturunkan di Makkah setelah Surah An-Naml dan terdiri dari 88 ayat. Surah ini diberi nama surah Al-Qasas karena mengambil kata dari ayat 25 yang berarti:

"Kemudian salah seorang dari perempuan dua beradik itu datang mendapatkannya dengan berjalan dalam keadaan tersipu-sipu sambil berkata: Sebenarnya ayahku menjemputmu untuk membalas budimu memberi minum binatang ternak kami. Maka ketika Musa datang mendapatkannya dan menceritakan kepadanya kisah-kisah kejadian yang berlaku (mengenai dirinya) berkatalah orang tua itu kepadanya: 'Janganlah engkau bimbang, engkau telah selamat dari kaum yang zalim itu.'"

Surah ini diturunkan ketika kaum muslimin masih dalam keadaan lemah ketika mereka masih dibelenggu kekejaman kaum Musyrikin Makkah sebagai kuasa besar, mewah dan kuat. Maka, Allah menurunkan surah ini sebagai perbandingan dengan riwayat hidup Nabi Musa dengan kekejaman Fir'aun dan akibat dari kemewahan Qarun serta memberikan janji akan kemenangan Nabi Muhammad kelak.

Pokok-Pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Ini adalah pesan-pesan Al-Kitab yang nyata. (Ayat:2)
  2. Kami kabarkan kepada dirimu sebagian riwayat Musa serta Fir'aun berdasar Kebenaran untuk kaum beriman,
    bahwasanya Fir'aun berlaku sewenang-wenang di negeri itu, sehingga orang itu mengadu domba kaum penduduknya, dengan menindas golongan yang lemah di antara mereka, membantai anak laki-laki mereka serta membiarkan hidup perempuan-perempuan mereka, sungguh orang itu termasuk golongan terkutuk,
    maka Kami hendak memberkati golongan yang ditindas di negeri itu untuk menjadikan golongan itu sebagai para panutan serta hendak menjadikan golongan itu sebagai golongan pewaris sehingga akan Kami pertahankan keberlangsungan mereka di muka bumi; supaya Kami memperlihatkan kepada Fir'aun serta Haman maupun bala tentaranya tentang yang selalu mereka khawatirkan. (Ayat:3-6)
  3. Dan telah Kami ilhamkan kepada ibu Musa, "Susuilah ia, apabila kamu mencemaskan keadaan dirinya maka jatuhkan ia ke sebuah sungai; lalu janganlah kamu cemas serta janganlah kamu bersedih hati, sebab Kami pasti akan mengembalikan ia kepada dirimu, juga kelak menjadikan ia termasuk golongan Utusan," kemudian ia diasuh oleh kaum keluarga Fir'aun yang kelak ia menjadi musuh beserta kesedihan bagi mereka; bahwasanya Fir'aun serta Haman maupun bala tentara mereka merupakan orang-orang yang berdosa.
    Dan istri Fir'aun berkata, "sebuah penyejuk mata bagi diriku serta bagi dirimu; Janganlah kamu membunuh ia, kiranya ia akan bermanfaat untuk kita atau kita angkat ia sebagai seorang anak", sedang mereka tiada menyadari;
    sementara itu, menjadi tak berdaya, perasaan ibu Musa, sungguh perempuan itu hampir saja menyatakan rahasia tentang ia, sekiranya tidak Kami teguhkan kalbunya supaya perempuan itu termasuk golongan yang beriman, lalu perempuan itu berkata kepada seorang saudara perempuan anaknya, "Ikutilah ia" lalu ia diawasi dari kejauhan sedang mereka tidak mengetahui, maka Kami cegah Musa terhadap menyusu perempuan-perempuan yang mau menyusui sebelum itu, maka gadis itu berkata, "Maukah kuhadirkan kepada kalian sebuah keluarga yang akan membesarkan ia untuk kalian serta yang dapat merawat ia?." sehingga Kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya kalbunya lega serta tidak berduka cita; juga supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah Kebenaran, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Dan setelah Musa cukup umur serta sempurna akalnya, Kami berikan kepada dirinya; Hikmah beserta Ilmu, demikianlah Kami memberi balasan untuk golongan yang berbuat baik.
    Ketika ia mendatangi ke sebuah kota ketika penduduknya sedang lengah, maka ia mendapati di dalam kota itu ada dua orang laki-laki berkelahi, salah seorang termasuk golongannya sedangkan seorang lain dari musuhnya maka yang termasuk golongannya meminta pertolongan kepada ia, untuk mengalahkan orang yang termasuk musuhnya lalu Musa meninju orang itu, yang kemudian menghabisi orang itu, ia berkata, "Ini termasuk perbuatan setan, sungguh yang demikian merupakan musuh yang menjerumuskan belaka," ia berdoa, "Wahai Tuhanku, sungguh aku telah berlaku sewenang-wenang terhadap diriku sendiri sebab itu ampunilah diriku." sehingga Allah mengampuni ia, sungguh Allah, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. Musa berkata, "Wahai Tuhanku, demi karunia yang telah Engkau anugerahkan untuk diriku, maka aku takkan menjadi penolong terhadap golongan yang berdosa." sejak saat itu, ia merasa cemas berada di kota itu.
    Tatkala pada waktu seorang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepada ia; Musa berkata kepada orang itu, "tentulah kamu termasuk orang sesat yang parah." maka tatkala Musa hendak mencengkeram orang laki-laki yang menjadi musuh keduanya, laki-laki itu berkata, "Wahai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuh diriku sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri ini, sebab kamu tidak hendak menjadi salah seorang dari golongan yang mengadakan kebaikan."
    lalu datanglah seorang laki-laki dari ujung kota yang bergegas-gegas seraya berkata, "Wahai Musa, ketahuilah bahwa para kaum pemuka sedang berunding tentang dirimu untuk membunuh dirimu sebab itu tinggalkan tempat ini, sungguh aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat untuk dirimu." kemudian Musa meninggalkan kota itu disertai rasa gelisah serta cemas, ia berdoa, "Wahai Tuhanku, selamatkan diriku menghadapi golongan yang berlaku sewenang-wenang itu." Dan tatkala ia menghadap ke arah negeri Madyan; ia berdoa, "Kiranya Tuhanku memimpin diriku ke Jalan Lurus" dan tatkala ia sampai di tempat sumber air negeri Madyan; ia menjumpai di sana terdapat sekumpulan orang yang sedang meminumkan ternak,
    lalu ia menjumpai, di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang undur diri; ia berkata, "Ada apa dengan kalian berdua?" kedua wanita itu menjawab, "Kami tidak dapat meminumkan, sebelum para pengembala itu beranjak, sedang bapak kami adalah seorang pria tua yang telah lanjut umur." maka ia memberi minum ternak itu untuk keduanya,
    kemudian ia kembali ke tempat yang teduh sambil berdoa, "Wahai Tuhanku sungguh aku sangat memerlukan suatu karunia yang Engkau turunkan untuk diriku." lalu datanglah kepada Musa, salah seorang dari kedua wanita itu seraya berjalan disertai rasa segan, wanita itu berkata, "Sungguh bapakku mengundang dirimu agar ia memberi hadiah atas tindakanmu yang telah memberi minum demi kami." tatkala Musa menemui bapak dari wanita itu, ia ceritakan kisahnya kepada orang tersebut; orang tersebut berkata, "Janganlah kamu takut; kamu telah selamat dari orang-orang yang berlaku sewenang-wenang itu." salah seorang dari kedua wanita itu berkata, "Wahai bapakku, jadikan ia sebagai seorang pekerja sebab seorang yang paling baik untuk kamu ambil untuk bekerja ialah seseorang yang kuat lagi dapat dipercaya." orang tersebut berkata, "Sungguh aku bermaksud menikahkan dirimu dengan salah seorang dari kedua putriku ini, dengan syarat kamu bekerja denganku selama delapan tahun kemudian jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah keputusamu, sebab aku tidak hendak menyusahkan dirimu bahwa atas perkenan Allah kamu akan mendapati diriku termasuk orang-orang yang baik." ia berkata, "demikianlah perkara antara aku dengan dirimu; mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu yang aku sempurnakan bahwa tiada tuntutan tambahan atas diriku, bahwa Allah adalah Saksi tentang yang telah kita ucapkan. "maka tatkala Musa telah melewati batas waktu yang ditentukan, ia berangkat bersama keluarganya, sewaktu ia melihat Perapian ada di sebuah bukit, ia berkata kepada keluarganya: "Tunggulah, sungguh aku mendapati Perapian, semoga aku dapat membawa suatu kabar kepada kalian dari sana atau sesuluh api, supaya kalian dapat menghangatkan tubuh."
    ketika ia telah sampai disana, dipanggil dari sebelah kanan lembah, dalam wujud sebatang pohon yang diberkahi
    : "Wahai Musa, bahwasanya Akulah Allah, Tuhannya semesta alam, maka lemparkan tongkatmu itu!" tatkala ia melihat benda itu bergerak-gerak menyerupai seekor ular yang nyata, seketika ia berbalik lari serta ia tidak menoleh.
    :"Wahai Musa, mendekatlah dan jangan takut, sungguh kamu termasuk golongan yang terlindungi,
    Tempatkan tanganmu ke dadamu niscaya yang demikian akan tampak putih tanpa cela maka dekapkan kedua tanganmu ke dadamu apabila kamu ketakutan, bahwa yang demikian itu merupakan dua bukti jelas dari Tuhanmu yang akan dihadapkan kepada Fir'aun beserta kaum pembesarnya, sungguh mereka merupakan golongan yang fasik." ia berkata, "Wahai Tuhanku!, sungguh aku telah membunuh seorang manusia yang termasuk golongan mereka, sehingga aku khawatir mereka akan membunuh diriku, bahwa saudaraku, Harun, seorang yang lebih fasih ucapannya dibanding diriku maka utuslah ia bersama diriku sebagai rekanku untuk membenarkan diriku, sebab aku khawatir mereka akan mendustakan diriku." Dia berfirman, "Kamilah yang akan memperkuat dirimu bersama saudaramu itu, serta Kami karuniakan untuk kalian berdua, keistimewaan tertentu, sehingga mereka tidak dapat melawan kalian berdua, sungguh ketika disertai mukjizat Kami, kalian berdua beserta siapapun yang mengikuti dirimu akan berjaya."
    Maka tatkala Musa menghadap kepada orang-orang itu dengan mukjizat-mukjizat Kami yang nyata, orang-orang itu mengatakan, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang dibuat-buat bahwa kami belum pernah mendengar yang semacam ini dari kaum leluhur kami yang terdahulu." dan Musa menjawab, "Tuhanku yang paling memahami tentang orang yang menghadirkan Bimbingan dari sisiNya beserta yang akan mendapat kesudahan di negeri Akhirat bahwasanya takkan mendapat kemenangan, golongan yang berlaku sewenang-wenang."
    maka Fir'aun mengatakan, "Wahai pembesar kaumku, tiada kuketahui ada dewa bagi kalian selain diriku sendiri; maka bakarlah tanah liat untuk diriku, wahai Haman, kemudian dirikan untuk diriku sebuah bangunan tinggi supaya aku dapat naik menemui Tuhannya Musa, sebab aku benar-benar menganggap ia termasuk golongan pendusta." dan orang itu berlaku congkak tanpa Kebenaran, demikian halnya bala tentaranya di muka bumi, bahkan orang-orang itu menyangka bahwa mereka takkan berpulang kepada Kami, sehingga Kami menghukum Fir'aun beserta bala tentaranya lalu Kami lemparkan orang-orang itu ke dalam lautan maka perhatikan bagaimana kesudahan golongan yang telah berlaku sewenang-wenang itu,
    dan Kami jadikan mereka para pemimpin yang mengajak ke Neraka; bahwa pada Hari Kebangkitan, orang-orang itu tidak diselamatkan, dan Kami adakan kutukan terhadap yang meniru orang-orang itu di dunia ini, bahwa pada Hari Kebangkitan orang-orang itu termasuk orang-orang yang dihinakan. (Ayat:7-42)
  4. Dan bahwasanya telah Kami serahkan kepada Musa, Al-Kitab, sesudah Kami tumpas generasi-generasi terdahulu sebagai pencerahan untuk umat manusia juga sebagai Bimbingan juga Kasih, supaya mereka tersadar. (Ayat:43)
  5. Dan kamu tiada berada di wilayah sebelah barat ketika Kami karuniakan sebuah kedudukan kepada Musa, serta kamu bukan termasuk golongan yang menyaksikan, Tetapi telah Kami adakan berbagai generasi, sehingga berlalu atas mereka masa waktu yang lama, bahwa kamu tiada tinggal di tengah-tengah penduduk Madyan, supaya membacakan pesan-pesan Kami kepada mereka melainkan Kamilah yang telah mengutus golongan Utusan;
    dan kamu tiada berada di dekat Bukit itu ketika Kami memanggil, melainkan sebagai Kasih dari Tuhanmu, supaya kamu memperingatkan kepada kaum yang sekali-kali belum ditemui kepada mereka; seorang pemberi peringatan pun sebelum dirimu, supaya mereka tersadar dan agar mereka tidak mengatakan ketika Malapetaka menimpa mereka disebabkan segala yang mereka kerjakan, "Wahai Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang Utusan kepada kami, lalu kami mengikuti pesan-pesanMu sehingga kami termasuk golongan yang beriman" maka tatkala hadir kepada mereka, Kebenaran dari sisi Kami, mereka mengatakan, "Mengapakah tidak dikaruniakan kepada dirinya sebagaimana yang telah dikaruniakan kepada Musa dahulu?" dan bukankah mereka itu telah mengingkar terhadap yang diserahkan kepada Musa dahulu?, mereka sebelumnya telah mengatakan, "Musa beserta Harun merupakan dua ahli sihir yang saling bekerjasama." Bahkan mereka telah mengatakan, "Sungguh Kami mengingkari masing-masing mereka itu." Katakanlah: "Hendaklah kalian hadirkan sebuah Kitab dari sisi Allah yang Itu lebih membimbing dibanding keduanya, niscaya aku mengikuti itu, jika kalian memang golongan yang sanggup." apabila mereka tidak menghiraukan maka ketahuilah bahwa mereka itu hanya menuruti kecenderungan nafsu tanpa Bimbingan dari Allah, sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada golongan yang menyimpang. (Ayat:44-50)
  6. Dan bahwasanya telah Kami datangkan Perkataan ini kepada mereka supaya mereka tersadar; orang-orang yang telah Kami hadirkan kepada mereka, Al-Kitab sebelum ini, mereka beriman pula terhadap itu, dan apabila dibacakan kepada mereka, mereka mengatakan: "diri kami beriman terhadap yang demikian, bahwasanya yang demikian merupakan suatu Kebenaran yang berasal dari Tuhan Kami, sungguh kami sebelum yang demikian merupakan golongan yang berserah diri; orang-orang itu diupahi dua kali lipat atas kesabaran mereka,
    bahwa mereka menolak kejahatan dengan kebaikan bahwa sebagian yang telah Kami karuniakan kepada mereka, mereka sisihkan,
    dan ketika mereka mendengar ocehan, mereka mengabaikan itu serta mereka mengatakan, "Diri kami, tindakan-tindakan kami sedangkan diri kalian, tindakan-tindakan kalian, kesejahteraan untuk diri kalian; kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang bodoh." (Ayat:51-55)
  7. Sungguh kamu takkan bisa memberi Bimbingan kepada orang yang kamu kasihi, akan tetapi Allah yang membimbing orang yang berkenan bagi Dia, dan Allah sepenuhnya mengerti tentang golongan yang bersedia dibimbing. (Ayat:56)
  8. Dan apapun yang diberikan kepada kalian maka itu adalah kesenangan hidup yang sementara waktu, maupun kemewahannya, sedangkan apapun yang berada di sisi Allah adalah yang terbaik serta abadi, Tidakkah kalian memahami hal ini? lalu apakah orang yang Kami jamin dengan perjanjian baik pada dirinya yang pasti terpenuhi, setara dengan orang yang Kami berikan kepadanya kesejahteraan hidup sementara waktu; kemudian orang tersebut pada Hari Kebangkitan termasuk golongan yang dicampakkan? (Ayat:60-61)
  9. Dan sebuah Hari ketika Allah memanggil orang-orang itu seraya mengatakan, "Dimanakah sekutu-sekutuKu yang dahulu kalian banggakan?" orang-orang yang telah ditetapkan hukuman menimpa mereka mengatakan: "Wahai Tuhan kami, mereka inilah orang-orang yang telah kami jerumuskan, kami menjerumuskan mereka sebagaimana kami telah menyimpang, kami tidak saling berkaitan di hadapan Engkau, tidaklah mereka itu menyembah kami." Dikatakan: "Panggilah sekutu-sekutu kalian itu", lalu mereka memanggil yang demikian maka yang demikian tidak memperkenankan mereka, sehingga mereka mendapati Malapetaka; seandainya dahulu mereka terbimbing?
    dan suatu Hari ketika Allah memanggil mereka, seraya berkata: "Apakah tanggapan kalian terhadap golongan Utusan?" Maka sia-sia bagi mereka segala macam alasan pada Hari itu, sehingga mereka tidak saling bertanya, Adapun orang yang bertobat serta yang beriman, maupun yang memperbuat berbagai kebajikan semoga orang itu termasuk orang-orang yang beruntung. (Ayat:62-67)
  10. Dan Tuhanmulah yang menciptakan serta yang menentukan yang Dia kehendaki, tiada pilihan bagi mereka, Dimuliakan Allah serta Diluhurkan dibanding yang mereka persekutukan.
    Bahwasanya Tuhanmu mengetahui yang disembunyikan dalam dada mereka maupun yang mereka ungkapkan, Dialah Allah, tiada Tuhan selain Dia, MilikNya puji-pujian di Dunia maupun di Akhirat, bahwa MilikNya, segala Penghakiman lalu menuju Dia; kalian berpulang. (Ayat:68-70)
  11. Katakanlah, "Jelaskan kepada diriku, sekiranya Allah menghendaki terhadap diri kalian, keadaan malam yang terus menerus sampai Hari Kebangkitan, lalu siapakah sembahan selain Allah yang akan menghadirkan sinar terang untuk kalian? tidakkah kalian mendengarkan?"
    Katakanlah, "Jelaskan kepadaku, sekiranya Allah menghendaki terhadap diri kalian, keadaan siang yang terus menerus sampai Hari Kebangkitan, siapakah sembahan selain Allah yang akan menghadirkan malam untuk kalian supaya kalian beristirahat dalam waktu tersebut? tidakkah kalian memperhatikan?"
    dan oleh sebab KasihNya, Dia jadikan untuk kalian, malam beserta siang, supaya kalian beristirahat di malam juga supaya kalian memperoleh sebagian KaruniaNya, maupun supaya kalian bersyukur kepada Dia,
    dan sebuah Hari ketika Allah memanggil mereka, seraya berkata, "Dimanakah sekutu-sekutuKu yang dahulu kalian banggakan?" dan Kami hadirkan dari tiap-tiap bangsa; seorang saksi lalu Kami berkata "Kemukakan bukti persaksian kalian", maka sadarlah mereka bahwa Kebenaran itu milik Allah sehingga lenyaplah dari mereka segala yang dahulunya mereka ada-adakan, (Ayat:71-75)
  12. Bahwasanya Karun termasuk kaum Musa, maka orang itu berlaku angkuh terhadap mereka, sebab telah Kami karuniakan kepada dirinya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sangat berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat; tatkala kaumnya mengatakan kepada orang itu, "Janganlah terlalu membanggakan diri, sungguh Allah tidak menyukai golongan yang terlalu membanggakan diri dan mohonlah yang dianugerahkan oleh Allah kepada dirimu, Negeri Akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dalam kehidupan duniawi dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah memperbuat kebaikan untuk dirimu, serta janganlah kamu mengacau di bumi, sebab Allah tidak menyukai golongan pengacau,"
    orang itu mengatakan: "bahwa aku memperoleh hal ini karena ilmu pada diriku sendiri," maka tidakkah ia mengetahui bahwa Allah telah memunahkan generasi-generasi terdahulu yang lebih perkasa dibanding orang itu maupun generasi-generasi yang memiliki harta benda yang berlimpah ruah? sehingga tidak perlu disangsikan lagi mengenai kebiadaban umat berdosa itu;
    ketika orang itu menampakkan diri kepada kaumnya dalam kemegahannya; orang-orang yang mendambakan kehidupan duniawi mengatakan, "andai saja kita mempunyai sebagaimana yang telah dianugerahkan kepada Karun, sungguh orang itu benar-benar meraih kesuksesan yang luar biasa." orang-orang yang dianugerahi Ilmu berkata, "Celakalah bagi kalian, karunia Allah merupakan lebih baik bagi orang-orang yang beriman serta yang memperbuat kebajikan, bahwasanya tiada yang meraih yang semacam ini kecuali oleh golongan yang bersabar."
    Tatkala Kami benamkan Karun beserta tempat tinggalnya ke dalam bumi bahwa tiada suatu golongan pun yang menolong untuk orang itu terhadap Allah, serta orang itu bukan termasuk golongan yang membela diri;
    dan seketika orang-orang yang sebelumnya mendambakan kedudukan Karun itu berkata, "Sungguh terbukti, bahwa Allah yang melimpahkan karunia bagi yang Dia perkenan diantara kalangan hamba-hamba-Nya maupun yang membatasi yang demikian, sekiranya Allah tidak melimpahkan anugerahNya terhadap diri kita; tentu Dia telah membenamkan kita, sungguh terbukti, bahwa tiada berarti, orang-orang yang mengingkar itu." Negeri Akhirat telah Kami sediakan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri maupun mengadakan kerusakan di muka bumi, bahwasanya Pencapaian itu untuk golongan yang bertaqwa. (Ayat:76-83)
  13. Siapapun yang mengusahakan kebaikan, maka untuk dirinya yang lebih baik daripada itu, sedangkan siapapun yang mengusahakan kejahatan maka orang-orang yang telah memperbuat kejahatan itu tidak dibalas melainkan setimpal atas yang telah mereka perbuat. (Ayat:84)
  14. Sungguh orang yang mewajibkan Al-Qur'an terhadap kalian, pasti akan mengembalikan kalian menuju keadaan yang semestinya, Katakanlah, "Tuhankulah yang paling mengetahui orang yang menghadirkan bimbingan maupun orang yang berada dalam kesesatan yang parah." (Ayat:85)
  15. Dan kamu tidak pernah menghendaki supaya Al-Kitab dikirimkan kepada dirimu melainkan atas Kasih yang berasal dari Tuhanmu, oleh sebab itu janganlah sekalipun kamu menjadi pembela terhadap golongan yang kafir. (Ayat:86)
  16. Dan jangan biarkan mereka memalingkan dirimu terhadap pesan-pesan Allah, setelah yang demikian itu tersampaikan kepadamu serta ajaklah mereka berbalik Tuhanmu,
    jangan sampai kamu termasuk golongan yang mempersamakan Tuhan, Jangan menyembah beserta Allah, sembahan yang lain, Tiada Tuhan selain Dia,
    segala yang tercipta pasti akan binasa kecuali WajahNya,
    Hukum adalah MilikNya, lalu hanya menuju Dia kalian berpulang. (Ayat:87-88)


Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah An-Naml
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-'Ankabut
Surah 28