Surah Al-Hajj

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
al-Hajj
الحجّ
Al-Hajj.png
Informasi
Arti Haji
Klasifikasi Madaniyah
Makkiyyah
Surah ke 22
Juz Juz 17
Statistik
Jumlah ruku' 10 ruku
Jumlah ayat 78 ayat
Ayat Sajdah Ayat 18 dan 77
Bagian Surah al-Hajj abad ke-9 hingga ke-10 dari Bani Abbasiyah.

Surah Al-Hajj (bahasa Arab:الحجّ, al-Hajj, "Haji") adalah surah ke-22 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 78 ayat . Sebagian ayat dari surah ini diturunkan di Mekkah dan sebagian lagi di Madinah, oleh karena itu para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai golongan surah ini (Makkiyah atau Madaniyah)

Surah ini dinamai surah ini Al-Hajj, karena surah ini mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan ibadah haji, seperti ihram, thawaf, sa'i, wuquf di Arafah, mencukur rambut, syi'ar-syi'ar Allah, faedah-faedah dan hikmah-hikmah disyari'atkannya haji. Ditegaskan pula bahwa ibadat haji itu telah disyari'atkan pada masa Nabi Ibrahim, dan Ka'bah didirikan oleh Nabi Ibrahim bersama puteranya Ismail.

Menurut Al Ghaznawi, surah Al-Hajj termasuk di antara surah-surah yang ajaib, diturunkan di malam dan di siang hari, dalam musafir dan dalam keadaan tidak musafir, ada ayat-ayat yang diturunkan di Mekah dan ada pula yang diturunkan di Madinah, isinya ada yang berhubungan dengan peperangan dan ada pula yang berhubungan dengan perdamaian, ada ayat-ayatnya yang muhkam dan ada pula yang mutasyabihaat.

Pokok-pokok terjemah[sunting | sunting sumber]

  1. Di antara umat manusia ada yang membantah tentang Allah tanpa Ilmu dan menuruti setan yang jahat,  yang telah ditetapkan tentang ia, bahwa barangsiapa yang berkawan dengannya, tentu dia akan menyesatkannya, dan menggiringnya ke malapetaka Neraka.  (Ayat:3-4)
  2. Dan di antara umat manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa Ilmu, tanpa bimbingan dan tanpa kitab yang mencerahkan,  dengan memalingkan lambung untuk menyeleweng dari jalan (kehendak) Allah. dia diliputi kehinaan di dunia dan di Hari Kebangkitan, Kami timpakan padanya siksa yang membakar. : "yang demikian disebabkan yang telah diperbuat oleh kedua tanganmu sendiri dahulu dan sesungguhnya Allah tidaklah berlaku sewenang-wenang terhadap para hambaNya".  (Ayat:8-10)
  3. Dan di antara umat manusia ada yang mengabdi kepada Allah secara sebagian (di tepi); tatkala ia memperoleh keberuntungan, ia menguatkan (iman), dan jika ia ditimpa suatu ujian, ia berbalik menyerah (goyah). dia telah gagal di dunia dan Akhirat, yang demikian ini adalah kegagalan yang jelas. dia mengandalkan (menyeru) yang selain Allah, sesuatu yang tidak menimpakan nasib buruk dan tidak (pula) menimpakan keberuntungan kepadanya. yang demikian itu adalah kesesatan yang parah. dia menyeru sesuatu yang lebih dekat pada kerugian dibanding manfaat. dan itu adalah penyelamat terburuk.  (Ayat:11-13)
  4. siapapun yang menganggap bahwa Allah tiada menolongnya di dunia dan Akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia mengantung dirinya, kemudian hendaklah ia berpikir apakah rencananya itu dapat melenyapkan yang menggelisahkannya.  (Ayat:15)
  5. Apakah kamu tidak mengamati, bahwa kepada Allah tunduk yang di langit, di bumi, matahari, bulan, gugusan bintang, gunung-gunung, pohon-pohon, hewan-hewan melata dan sebagian besar umat manusia? dan banyak di antara umat manusia yang telah ditetapkan kebinasaan padanya. dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak satupun yang memuliakannya. sesungguhnya Allah melaksanakan yang Dia kehendaki.  (Ayat:18)
  6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi dari jalan (kehendak) Allah dan Tempat Bersujud yang dikhususkan (Masjidil Haram) yang telah Kami jadikan untuk umat manusia, baik yang bermukim disana maupun yang mendatangi dan siapa yang bermaksud melakukan kekejian secara sewenang-wenang disana, niscaya akan Kami timpakan padanya sebagian siksa pedih.  (Ayat:25)
  7. dan ketika Kami sediakan tempat bagi Ibrahim di tempat sebuah Bait (Rumah): "Jangan mempersekutukan sesuatupun dengan Aku dan bersihkan BaitKu ini untuk golongan yang mengitari (thawaf), dan golongan yang mendirikan (qaim) dan kelompok yang patuh (ruku') dan kelompok yang tunduk (bersujud). dan serukan kepada umat manusia untuk berziarah (haji), niscaya mereka akan datang kepadamu dengan (berjalan) kaki, dan mengendarai bermacam-macam unta yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka mengingat nama Allah pada hari tertentu terhadap penghidupan yang Allah berikan kepada mereka berupa hewan ternak. maka makanlah sebagian daripada yang demikian dan berdermalah untuk orang-orang yang teramat membutuhkan. kemudian, hendaklah mereka menyelesaikan kewajiban pada diri mereka dan tepatilah nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka mengitari (thawaf) Rumah yang bersejarah itu.  (Ayat:26-29)
  8. Demikianlah. dan barangsiapa menghormati hal yang istimewa di sisi Allah, maka itu lebih baik bagi dirinya di sisi Tuhannya. dan telah diperbolehkan bagi kalian segala hewan ternak, terkecuali yang diterangkan kepada kalian keharamannya, maka hindarilah kekejian berhala-berhala dan hindarilah perkataan-perkataan yang meragukan.  supaya secara tulus hanya (untuk) Allah, tanpa mengaitkan (mempersekutukan) sesuatupun dengan Dia. siapapun yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau dihempaskan angin ke tempat yang jauh.  Demikianlah. dan barangsiapa mengagungkan lambang Allah, maka sesungguhnya itu berasal dari ketaqwaan kalbu.  (Ayat:30-32)
  9. Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami jadikan upacara tertentu, supaya mereka mengingat nama Allah terhadap hewan ternak yang telah direzekikan oleh Allah untuk mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Tunggal, oleh karena itu berserah dirilah kepadaNya. dan gembirakan golongan yang merendahkan diri,  orang-orang yang ketika mengingat nama Allah kalbu mereka tenteram, golongan yang berpengertian (sabar) terhadap yang melanda mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menyisihkan sebagian yang telah Kami rezekikan bagi mereka.  (Ayat:34-35)
  10. Dan telah Kami jadikan yang demikian (unta-unta) untuk kalian sebagian lambang Allah, kalian memperoleh banyak kebaikan padanya, maka ingatlah nama Allah ketika kamu mengikatnya. kemudian apabila telah tumbang, maka makanlah sebagiannya dan berdermalah kepada golongan yang rela dan yang memerlukan. Demikianlah Kami mudahkan demikian itu bagi kalian, supaya kalian berterima kasih (mensyukuri).  Tidaklah sampai pada Allah, daging-daging dan darah (hewan-hewan) itu, melainkan ketaqwaan dari kalian yang mencapaiNya. Demikianlah Allah yang memudahkan demikian untuk kalian supaya kalian membanggakan Allah atas bimbinganNya kepada kalian dan menggembirakan golongan yang berperilaku baik.  (Ayat:36-37)
  11. Sesungguhnya Allah yang membela orang-orang yang beriman. sesungguhnya Allah tidak menyukai segala pengkhianat yang menyangkal (kafir).  (Ayat:38)
  12. diperbolehkan (berperang) bagi golongan yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah diperlakukan sewenang-wenang. dan sesungguhnya Allah, benar-benar kuasa menolong mereka itu,  orang-orang yang telah diusir dari negeri mereka sendiri tanpa berdasar Kebenaran, melainkan akibat mereka berkata: "Tuhan kami adalah Allah". dan sekiranya Allah tiada menghindarkan sebagian manusia terhadap sebagian lain, tentulah kuil-kuil, bait-bait (gereja-gereja), biara-biara Yahudi dan masjid-masjid yang banyak disebut nama Allah telah runtuh. sesungguhnya Allah pasti membela orang-orang yang membelaNya sungguh, Allah adalah Yang Maha Tangguh, Maha Perkasa,  orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, melakukan kemanfaatan dan mencegah pebuatan yang merusak (munkar); dan milik Allah dikembalikan segala urusan.  (Ayat:39-41)
  13. maka apakah mereka tidak berjalan di bumi, lalu mereka mempunyai kalbu yang dengan itu mereka dapat merenungkan atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengarkan? karena sesungguhnya bukanlah penglihatan yang buta, melainkan yang telah buta ialah kalbu di dalam dada.  (Ayat:46)
  14. Dan mereka menuntut kepadamu tentang malapetaka itu, padahal Allah takkan mengingkari IkrarNya. Sesungguhnya sehari bagi Tuhanmu setara seribu tahun menurut ukuranmu.  (Ayat:47)
  15. Dan orang-orang yang berkeras (melawan) pesan-pesan Kami; mereka itu adalah penghuni-penghuni Gejolak (neraka). dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Utusan pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, setan pun menyusup kedalam (keinginan) itu, lalu Allah singkirkan yang disusupkan oleh setan itu, dan Allah menguatkan pesan-pesanNya. dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, supaya Dia menjadikan apa yang disusupkan oleh setan itu, sebagai beban (kegelisahan) bagi orang-orang yang memiliki kelainan di dalam kalbunya dan yang berkeras diri. dan sesungguhnya golongan yang sewenang-wenang itu dalam kekacauan yang kuat,  (Ayat:51-53)
  16. dan supaya orang-orang yang telah diberi ilmu mengetahui, bahwasanya yang demikian adalah Kebenaran yang berasal dari Tuhanmu lalu kalbu mereka mengimani dan tunduk kepadanya dan sesungguhnya Allah membimbing orang-orang yang beriman menuju jalan lurus.  (Ayat:54)
  17. Demikianlah, dan barangsiapa membalas secara seimbang mengenai hal yang penah diperlakukan padanya kemudian dia tetap dianiaya, tentu Allah yang akan membalaskannya. sungguh, Allah adalah Yang Maha Memaklumi, Maha Pengampun.  (Ayat:60)
  18. Apakah kamu tiada mengamati bahwasanya Allah Yang Mengendalikan untuk kalian yang di bumi dan kapal yang berlayar di lautan dengan perintahNya. dan Dialah Yang Mempertahankan langit dari jatuh ke bumi, kecuali sesuatu yang Dia kehendaki. sesungguhnya Allah Maha Mengasuh, Maha Penyayang terhadap Manusia. dan Dialah Allah Yang telah Menghidupkan kalian, kemudian Yang Mematikan kalian, kemudian Yang akan Menghidupkan kalian, sungguh, umat manusia itu amat tak tahu berterima kasih (kafir). bagi tiap-tiap umat telah Kami jadkan upacara tertentu yang mereka rayakan, maka janganlah mereka membantahmu tentang perkara ini dan ajaklah mereka menuju Tuhanmu. sungguh, kamu berada pada bimbingan yang tepat.  (Ayat:65-67)
  19. Dan jika mereka membantahmu, maka katakanlah: "Allah Maha Mengetahui yang kalian lakukan".  (Ayat:68)
  20. Dan mereka menyembah kepada selain Allah, yang tidak Allah berikan keterangan jelas tentang itu, dan mereka sendiri tiada mempunyai Ilmu terhadap itu. dan tiada satu penyelamat pun bagi golongan yang sewenang-wenang.  dan apabila diserukan di hadapan mereka pesan-pesan Kami yang jelas, niscaya kamu mendapati penentangan pada muka orang-orang yang kafir itu. hampir saja mereka memukul orang-orang yang menyampaikan pesan-pesan Kami di hadapan mereka. katakanlah: "Apakah akan kukabarkan kepada kalian yang ancaman akibat (perlakuan) kalian, yaitu Neraka?" Dia telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. dan itulah tujuan akhir terburuk.  (Ayat:71-72)
  21. wahai umat manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkan perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kalian seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, sekalipun mereka bekerja sama untuk itu. dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Betapa tidak berdaya yang mengandalkan dan betapa tidak berdaya yang diandalkan.  tidaklah mereka mengenal Allah yang sebenarnya. sungguh, Allah adalah Yang Maha Tangguh, Maha Perkasa.  (Ayat:73-74)
  22. Allah memilih para utusan di antara golongan malaikat dan di antara umat manusia; sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Mengawasi.  (Ayat:75)
  23. Dan berjuanglah pada jalan Allah dengan pengorbanan (jihad) yang sejati. Dialah yang telah mengenali kalian dan Dia tidaklah menghendaki suatu kesulitan (sengketa) dalam beragama, Pendirian bapa (leluhur) kalian, Ibrahim. dialah yang telah mempercayakan kalian (kepada Allah) sebagai golongan berserah diri sejak dahulu, demikian dalam (Al-Quran) ini, supaya Utusan ini menjadi saksi terhadap kalian dan supaya kalian semua menjadi saksi terhadap umat manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah pada Allah. Dialah Pelindung kalian, maka Dialah sebaik-baik Yang diandalkan dan sebaik-baik Penyelamat.  (Ayat:78)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Mukaddimah Al Qur'an versi terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Anbiya'
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-Mu’minun
Surah 22