Surah Al-Mulk

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
al-Mulk
الملك
Al-Mulk.png
Informasi
Arti Kerajaan
Nama lain Tabarak (Maha Suci)[1]
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 67
Juz Juz 29
Statistik
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 30 ayat

Surah Al-Mulk (Arab: الملك ,"Kerajaan") adalah surah ke-67 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surat Makkiyah, terdiri atas 30 ayat. Dinamakan Al Mulk yang berarti Kerajaan di ambil dari kata Al Mulk yang yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Surat ini disebut juga dengan At Tabaarak yang berarti Maha Suci.

Pokok-Pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Dan orang-orang yang menyangkal Tuhan mereka, (memperoleh) malapetaka Jahannam. dan itulah tempat penghabisan terburuk. Apabila mereka dibuang ke dalamnya terdengar suara kengerian yang menggema, hampir-hampir ia meledak lantaran geram. setiap gerombolan dibuang ke dalamnya, para penjaga (Neraka) bertanya kepada mereka: "belumkah seorang pemberi peringatan hadir kepada kalian?" mereka berkata: "Bukan demikian, sesungguhnya telah hadir seorang pemberi peringatan kepada kami, maka kami mendustakan dan kami berkata: "Allah tidak mengirimkan sesuatu pun; kalian tidak lain dalam kesesatan yang parah". dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengar atau mempertimbangkan niscaya kami tidak termasuk penghuni-penghuni (Neraka) yang membara". mereka menyadari dosa-dosa mereka, maka dicampakkan penghuni-penghuni (Neraka) yang membara itu. (Ayat:6-11)
  2. Sungguh, orang-orang yang segan terhadap Tuhan mereka yang Tersembunyi (gaib), mereka akan memperoleh ampunan dan upah yang luar biasa. dan rahasiakanlah ucapan kalian atau ungkapkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui isi kalbu, Bukankah Dia Mengetahui yang telah Dia ciptakan?; dan Dia Maha Menyelidiki (isi kalbu), Maha Memahami (Ayat:12-14)
  3. Apakah kalian merasa aman terhadap (Allah) Yang di langit yang sanggup menjungkirbalikkan tanah menimpa kalian, ketika ia bergoncang?, atau apakah kalian merasa aman terhadap (Allah) Yang di langit yang sanggup menimpakan badai keras. kelak kalian akan mengerti seperti apa (wujud) AncamanKu itu!. Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan pula, maka alangkah mengerikan KegeramanKu itu!. (Ayat:16-18)
  4. Katakanlah: "Dialah Yang menumbuhkan kalian dan menganugerahkan pendengaran, penglihatan dan pertimbangan untuk kalian ". betapa sedikit kalian berterimakasih!. Berkata: "Dialah Yang menjadikan kalian berkembang biak di bumi, dan padaNya kalian dihimpun". (Ayat:23-24)
  5. Dan mereka berkata: "Kapankah Ancaman itu (terlaksana) jika kamu memang golongan yang benar?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan itu berada di sisi Allah. dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan". (Ayat:25-26)
  6. Katakanlah: "Jelaskan padaku jika sumber air kalian mengering; lalu siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir untuk kalian ?". (Ayat:30)

Hubungan dengan Surah sebelumnya[sunting | sunting sumber]

Dalam surat At Tahrim diterangkan bahwa Allah mengetahui segala rahasia, sedang pada surat Al Mulk ditegaskan lagi bahwa Allah mengetahui segala rahasia karena Allah menguasai seluruh alam.

Hubungan Dengan Surah berikutnya[sunting | sunting sumber]

1. Pada akhir surat Al Mulk, Allah mengancam orang yang tidak bersyukur kepda nikmat Allah dengan mengeringkan bumi atas mereka, sedang dalam surat Al Qalam diberikan contoh tentang azab terhadap orang-orang yang tidak bersyukur terhadap nikmat Allah.

2. Kedua surat ini sama-sama memberikan ancaman kepada orang-orang kafir.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Departemen Agama RI.2007.Al-Qur'an dan Terjemahannya Al-Jumanatul 'Ali Seuntai Mutiara Yang Maha Luhur.Bandung:J-Art


Surah Sebelumnya:
Surah At-Tahrim
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-Qalam
Surah 67