Surah Ar-Ra’d

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
ar-Ra'd
الرّعد
Ayah 1 s.d. Ayah 2
Ayah 1 s.d. Ayah 2
Informasi
Arti Guruh
Klasifikasi Makkiyah
Madaniyah
Surah ke 13
Juz Juz 13
Statistik
Jumlah ayat 43 ayat
Ayat Sajdah Ayat 15

Surah Ar-Ra'd (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra'd, "Guruh") adalah surah ke-13 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surah ini dinamakan Ar-Ra'd yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya ...dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah SWT, dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia. Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat. Bagi Allah SWT tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman. Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Pokok-pokok terjemah[sunting | sunting sumber]

  1. Alif Laam Miim Raa, Inilah pesan-pesan Al-Kitab,
     dan yang dikirimkan kepadamu dari Tuhanmu merupakan Kebenaran; akan tetapi mayoritas umat manusia tidak mengimani. 
     Allah, Yang meninggikan langit tanpa tiang sebagaimana yang kalian lihat, yang bersemayam di Singgasana, serta Yang mengendalikan matahari beserta bulan, masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan, Dialah yang mengatur segala urusan, yang menjelaskan pertanda-pertanda supaya kalian meyakini pertemuan dengan Tuhan kalian.  (Ayat:1-2)
  2. Mereka menuntut kepadamu supaya malapetaka disegerakan daripada kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam permisalan malapetaka sebelum mereka
     dan sungguh Tuhanmu benar-benar menganugerahkan pengampunan untuk umat manusia sekalipun mereka yang semena-mena, dan sungguh Tuhanmu benar-benar Tegas. (Ayat:6)
  3. Allah mengetahui yang dikandung oleh setiap wanita, serta kandungan rahim yang berkurang serta yang bertambah; dan segala sesuatu memiliki perhitungan tertentu pada sisiNya; sebab Yang Maha Besar, Maha Luhur, Yang Mengetahui segala yang ghaib dan yang tampak; adalah sama saja baik kalian merahasiakan ucapan maupun kalian berterus terang; baik kalian bersembunyi di malam hari maupun kalian berjalan di siang hari. (Ayat:8-10)
  4. Pada diri seorang manusia ditempatkan beberapa malaikat di hadapan dan di belakang dirinya yang selalu mengikuti secara bergiliran, mereka mengikuti orang itu atas perintah Allah, sungguh Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka itu mengubah sesuatu pada diri mereka sendiri,
    dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tiada yang dapat menolak itu; dan tiada pelindung untuk mereka selain Dia. (Ayat:11)
  5. Kepada Allah, doa yang benar, sedangkan yang mereka seru selain Allah tidak dapat memperkenankan suatu apapun untuk mereka; seumpama dengan orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai ke mulutnya, padahal air itu tidak mencapai ke mulutnya,
    dan doa golongan yang kafir itu tidak lain berada pada penyimpangan; segala yang di langit serta di bumi tunduk kepada Allah, baik secara sukarela maupun terpaksa, demikian pula bayang-bayang mereka di waktu fajar serta petang. (Ayat:14-15)
  6. Katakanlah: "Siapakah Tuhannya langit dan bumi?" diserukan: "Allah" Katakanlah: "Maka patutkah kalian menghendaki pelindung-pelindung selain Dia, yang mereka itu tidak mendatangkan manfaat dan tidak keburukan menimpa diri mereka sendiri?"
    Katakanlah: "samakah orang yang buta dibanding orang yang melihat, atau samakah kegelapan dengan terang benderang; apakah mereka menghendaki sekutu-sekutu terhadap Allah yang apakah mereka itu sanggup menciptakan yang serupa dengan ciptaanNya sehingga dua ciptaan itu serupa bagi mereka?" Katakanlah: "Allah merupakan Sang Pencipta segala sesuatu dan Dialah Tuhan Yang Tunggal, Maha Perkasa". (Ayat:16)
  7. Dialah yang telah mengirim air dari langit maka perairan itu mengalir di lembah-lembah berdasarkan perhitungan tertentu, yang demikian itu menimbulkan buih yang mengambang; demikian pula yang mereka lebur dalam perapian untuk membentuk perhiasan atau perkakas, yang juga berbuih,
    demikianlah Allah membuat permisalan tentang Kebenaran dan Kesia-siaan; adapun buih itu akan lenyap tak berbekas; sedangkan yang bermanfaat untuk umat manusia, maka ia tetap bertahan di bumi; Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. (Ayat:17)
  8. Disediakan kebaikan-kebaikan untuk orang-orang yang menyambut Tuhannya
    sedangkan orang-orang yang tidak menyambut Dia, sekiranya mereka memiliki segala yang ada di bumi beserta yang sebanyak itu pula niscaya mereka hendak menebus diri mempergunakan yang demikian; demikianlah orang-orang yang mendapat penghitungan buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam sebagai kediaman terburuk,  
    Adakah orang yang mengetahui bahwa yang dikirimkan kepadamu dari Tuhanmu merupakan Kebenaran setara dengan orang yang buta? bahwasanya golongan berpemahaman baik yang dapat menerima himbauan,
    orang-orang yang menepati janji Allah serta tidak melanggar perjanjian,
    dan orang-orang yang memperhubungkan yang diperintahkan oleh Allah,
    dan mereka segan terhadap Tuhan mereka
    dan mengkhawatirkan penghitungan yang buruk, 
    dan orang-orang berpengertian yang mengharap perkenan Tuhan mereka, yang mendirikan shalat serta menyisihkan sebagian yang Kami karuniakan untuk mereka, secara tersembunyi atau tampak, serta yang membalas kejahatan dengan kebaikan; inilah kesudahan yang abadi untuk mereka, yaitu Surga 'Adn yang mereka masuki bersama-sama dengan para leluhur mereka, istri-istri mereka serta keturunan mereka yang berperilaku baik, sedangkan para malaikat hadir ke tempat-tempat mereka melalui semua gerbang;  : "Kesejahteraan untuk kalian atas kesabaran kalian" sungguh betapa berkenan tempat keabadian itu.  (Ayat:18-24)
  9. Orang-orang yang mengkhianati janji Allah setelah diteguhkan serta merusak perkara yang Allah perintahkan supaya diperhubungkan dan mereka mengadakan kekacauan di muka bumi, orang-orang itulah yang ditimpa kutukan serta kediaman terburuk disediakan untuk mereka.  (Ayat:25)
  10. Allah melimpahkan penghidupan serta membatasi untuk yang Dia kehendaki, sedangkan mereka puas dengan kehidupan di dunia padahal kehidupan dunia dibanding Akhirat adalah suatu hiburan. (Ayat:26)
  11. Orang-orang kafir mengatakan: "Mengapakah tidak dikirimkan pertanda Tuhannya pada dirinya?" Katakanlah: "yang sebenarnya Allah meliarkan yang Dia kehendaki dan membimbing orang-orang yang berpihak kepada Dia",
    orang-orang yang beriman maka kalbu mereka tentram saat mengingat Allah; Ingatlah, dengan mengingat Allah kalbu menjadi tentram; orang-orang yang beriman serta memperbuat berbagai kebajikan, disediakan untuk mereka kebahagiaan dan ujung kehidupan yang baik.  (Ayat:27-29)
  12. Demikianlah, Kami telah mengutus dirimu kepada suatu umat; yang telah didahului beberapa umat sebelumnya, supaya kamu membacakan kepada mereka perkara-perkara yang Kami wahyukan kepadamu padahal mereka itu mengingkar terhadap Tuhan Yang Maha Pengasih; Katakanlah, "Dialah Tuhanku, tiada Tuhan selain Dia; hanya kepada Dia aku menaruh kepercayaan serta hanya kepada Dia aku berpihak." (Ayat:30)
  13. Dan sekiranya memang ada suatu bacaan yang dengan itu dapat memindahkan pegunungan atau yang dengan itu dapat membelah bumi atau dengan itu orang-orang mati dapat berbicara, yang sebenarnya segala kejadian disebabkan kuasa Allah maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui, seandainya Allah menghendaki tentu Dia membimbing seluruh manusia, sementara itu orang-orang kafir terus mendapat kemalangan disebabkan perbuatan mereka sendiri atau kemalangan itu menaungi tempat kediaman mereka sampai janji Allah terlaksana; bahwasanya Allah tidak melanggar Ikrar. (Ayat:31)
  14. Dan bahwasanya telah dicemooh beberapa Utusan sebelum kamu, maka Aku beri penangguhan terhadap orang-orang kafir itu kemudian Aku tumpas mereka, Alangkah pedih HantamanKu itu! (Ayat:32)
  15. Maka bukankah Tuhan yang mempertahankan setiap jiwa terhadap yang diperbuatnya? akan tetapi mereka menghendaki sekutu-sekutu terhadap Allah; Katakanlah: "Sebutkanlah siapakah mereka itu atau apakah kalian hendak menjelaskan kepada Dia yang tidak Dia ketahui di bumi, ataukah kamu mengatakan sekadar untuk menampak-nampakkan; yang sebenarnya orang-orang kafir terbuai oleh rencana mereka serta mereka terhalangi terhadap ketentuan;
    dan barangsiapa yang diliarkan Allah, maka tiada satupun yang dapat menjadi pembimbing; malapetaka menimpa mereka dalam kehidupan dunia dan sungguh Malapetaka Akhirat lebih mengerikan dan tiada suatu pelindung pun untuk mereka terhadap Allah.  (Ayat:33-34)
  16. Perumpamaan Surga yang dijanjikan untuk golongan yang bertaqwa ialah tempat yang dialiri sungai-sungai di bawahnya; suka cita tiada henti dalam naungan teduh, demikianlah tempat kesudahan orang-orang yang bertaqwa sedangkan tempat kesudahan golongan yang kafir ialah Neraka.  (Ayat:35)
  17. Orang-orang yang telah Kami serahi Al-Kitab kepada mereka bergembira dengan yang dikirimkan kepadamu, dan di antara mazhab-mazhab, ada yang menolak sebagian dari itu; katakanlah "Sungguh aku hanya diperintah untuk mengabdi kepada Allah dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan Dia, kepada Dia aku menyeru dan menuju Dia aku berpulang". (Ayat:36)
  18. Dan demikianlah, Kami telah mengirimkan Al-Quran itu sebagai suatu Hukum yang Arab;
    dan seandainya kamu menuruti kecenderungan mereka setelah Ilmu tersampaikan kepadamu, maka tiada pelindung dan tameng untuk dirimu terhadap Allah.
  19. Dan sungguh telah Kami utus beberapa Utusan sebelum dirimu dan Kami berikan istri-istri dan keturunan kepada mereka; dan bukan kewenangan seorang Utusan menyampaikan sesuatu pesan melainkan melalui izin Allah; bagi tiap-tiap masa terdapat suatu Kitab tertentu. (Ayat:37-38)
  20. Allah lenyapkan apa yang Dia kehendaki demikian pula dalam menetapkan, dan di sisiNya terdapat Induk Al-Kitab. (Ayat:39)
  21. Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebagian yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami merenggut kamu bahwasanya kewajibanmu adalah penyampaian, sedang Kamilah yang memperhitungkan. (Ayat:40)
  22. Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka telah mengadakan siasat, tetapi semua siasat itu berada dalam kuasa Allah, Dia mengetahui yang diusahakan oleh setiap diri, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapakah tempat keabadian itu. (Ayat:42)
  23. Orang-orang kafir berkata: "kamu bukanlah seorang Utusan" Katakanlah: "Cukuplah Allah sebagai saksi antara diriku, kalian, beserta orang yang mempunyai ilmu Al-Kitab". (Ayat:43)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Mukaddimah Al Qur'an versi terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Yusuf
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Ibrahim
Surah 13