Surah Ad-Duha

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
ad-Duha
Aldoha.png
Ad-Dhuha.png
Informasi
Arti Waktu Duha
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 93
Juz Juz 30
Statistik
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 11 ayat

Surah Ad-Duha (bahasa Arab:الضحى) adalah surah ke-93 dalam al-Qur'an dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr. Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya "waktu matahari sepenggalahan naik".

Surat Adh Dhuhaa, menerangkan tentang pemeliharaan Allah SWT terhadap Nabi Muhammad SAW dengan cara yang tak putus-putusnya, larangan berbuat buruk terhadap anak yatim dan orang yang meminta-minta dan mengandung pula perintah kepada Nabi supaya mensyukuri segala nikmat.

Asbabun Nuzul[sunting | sunting sumber]

Sesuai namanya, surah ini turun pada waktu dhuha (pagi hari) sebagai jawaban atas pertanyaan dan hinaan yang dilontarkan oleh kaum kafir Mekah yang menganggap bahwa Rasulullah S.A.W. sudah tidak dipedulikan lagi oleh Tuhan, sebab Nabi Muhammad S.A.W. sudah lama tidak menerima wahyu kenabian. Hingga akhirnya turunlah surah ini untuk mempertegas bahwasannya Allah memberitahukan bahwa dugaan kaum kafir Mekah adalah suatu kesalahan yang besar. Allah juga memberi tahu Nabi Muhammad bahwasannya Allah tidak pernah membenci atau melupakannya.[1]

Isi[sunting | sunting sumber]

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah),
[Ad-Duha:1]
وَالضُّحَىٰ Aya-1.png
dan demi malam apabila telah sunyi,
[Ad-Duha:2]
وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ Aya-2.png
Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,
[Ad-Duha:3]
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ Aya-3.png
dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.
[Ad-Duha:4]
وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَىٰ Aya-4.png
Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.
[Ad-Duha:5]
وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ Aya-5.png
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
[Ad-Duha:6]
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ Aya-6.png
dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,
[Ad-Duha:7]
وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ Aya-7.png
dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
[Ad-Duha:8]
وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ Aya-8.png
Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.
[Ad-Duha:9]
فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ Aya-9.png
Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).
[Ad-Duha:10]
وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ Aya-10.png
Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).
[Ad-Duha:11]
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ Aya-11.png

Isi kandungan[sunting | sunting sumber]

  • Allah SWT tidak akan pernah meninggalkan Nabi Muhammad berasal dari keadaan yatim dan tidak memiliki perlindungan serta peningkatan.
  • Pertanda dari Allah SWT bahawa kehidupan Nabi Muhammad SAW dan dakwahnya akan bertambah baik dan semakin berkembang.
  • Larangan menghina anak yatim dan menghardik orang-orang yang minta-minta.[2]
  • Perintah untuk mensyukuri anugerah yang diberikan oleh Allah.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Lail
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-Insyirah
Surah 93