Surah Al-Qamar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
al-Qamar
Alkamar.png
Al-Qamar.png
Informasi
Arti Bulan
Nama lain Iqtarabat[1]
Klasifikasi Makkiyah
Al-Mufassal[1]
Surah ke 54
Juz Juz 27
Waktu pewahyuan 8 SH / 614 M[2]
Statistik
Jumlah ruku' 3 ruku
Jumlah ayat 55 ayat

Surah Al-Qamar (Arab: القمر , "Bulan") adalah surah ke-54 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 55 ayat. Dinamakan Al-Qamar yang berarti Bulan berasal dari kata Al-Qamar yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Pada ayat ini diterangkan tentang terbelahnya bulan sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW.

Terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Kemestian telah mendekat sehingga bulan terbelah 
    bahwa ketika orang-orang itu mengetahui suatu bukti pertanda, orang-orang itu berpaling seraya mengatakan: "Dusta yang jelas" bahkan orang-orang itu membantah seraya menuruti kecenderungan diri sendiri, sedang setiap perkara telah ditetapkan terjadi, sungguh telah tersampaikan kepada orang-orang itu tentang beberapa kisah yang mengandung berbagai himbauan, Hikmah yang menuntun, meskipun berbagai himbauan tersebut tiada berpengaruh terhadap orang-orang itu, maka tinggalkan orang-orang itu.
    sebuah Hari ketika sang penyeru menyerukan perkara yang menggemparkan, orang-orang itu muncul dari kubur disertai pandangan-pandangan tertunduk menyerupai kerumunan belalang bertebaran, orang-orang itu bersegera menuju sang penyeru tersebut, golongan kafir mengatakan: "Ini merupakan hari yang buruk."  (Ayat:1-8)
  2. Sebelum orang-orang itu, kaum Nuh telah mendustakan, kaum itu membantah hamba Kami; bahwa kaum itu mengatakan: "Dasar gila!" serta ia dikucilkan; kemudian ia mengadu kepada Tuhannya: "Sungguh aku ini merupakan seorang yang direndahkan, kiranya Engkau menolong diriku" kemudian Kami singkap gerbang-gerbang langit dengan air yang deras serta Kami jadikan bumi memancarkan sumber-sumber perairan, maka perairan itu bergabung untuk suatu Ketetapan yang mutlak; bahwa telah Kami angkut ia di suatu benda berbahan papan kayu serta serat tumbuhan yang berlayar dalam pengawasan Kami sebagai bentuk pertolongan untuk seorang yang disangkal bahwa telah Kami jadikan hal demikian sebagai suatu bukti pertanda, maka adakah yang menerima himbauan? betapa dahsyat HantamanKu serta AncamanKu! bahwa telah Kami permudah Al-Quran sebagai pelajaran maka adakah yang menerima himbauan?  (Ayat:9-17)
  3. 'Aad telah mendustakan maka betapa dahsyat HantamanKu serta AncamanKu! sungguh telah Kami timpakan angin yang memporak-porandakan di sebuah Hari yang mengenaskan, sehingga menumpas banyak orang seolah pokok-pokok kurma bertumbangan maka betapa dahsyat HantamanKu dan AncamanKu! bahwa telah Kami permudah Al-Quran sebagai pelajaran maka adakah yang menerima himbauan?  (Ayat:18-22)
  4. Tsamud telah mendustakan ancaman, bahwa kaum itu mengatakan: "Benarkah kita harus menuruti seorang manusia yang termasuk golongan kita sendiri? tentu kita berada dalam kesesatan dan kesintingan, apakah Pengajaran disampaikan kepada orang semacam ini di tengah-tengah kita? tidak demikian, orang tersebut merupakan seorang pendusta yang melampaui batas." kelak kaum itu akan mengetahui siapakah yang merupakan pendusta melampaui batas; bahwasanya telah Kami hadirkan seekor unta betina sebagai ujian untuk kaum itu : "Maka nantikan serta bersabarlah, juga beritahukan kepada kaum itu bahwa air dipergilirkan di antara mereka, tiap-tiap giliran minum dipersediakan" akan tetapi kaum itu justru memanggil kawan-kawan mereka supaya menangkap serta membunuh unta itu; maka betapa dahsyat HantamanKu dan AncamanKu! bahwa Kami timpakan satu gemuruh kepada kaum itu, maka kaum itu menyerupai rerumputan layu untuk pakan ternak; bahwa telah Kami permudah Al-Quran sebagai pelajaran maka adakah yang menerima himbauan? (Ayat:23-32)
  5. Kaum Luth telah mendustakan ancaman, lalu Kami timpakan hujan batu kepada orang-orang itu terkecuali keluarga Luth, Kami luputkan keluarga tersebut sebelum matahari terbit sebagai karunia dari sisi Kami, demikianlah Kami mengupahi golongan bersyukur, bahwa ia telah memperingatkan kaum itu tentang Penghukuman Kami namun kaum itu meremehkan ancaman tersebut, bahkan kaum itu telah mendesak ia tentang para tamunya, kemudian Kami butakan mata kaum itu maka rasakan HantamanKu dan AncamanKu! bahwa pada keesokan hari, kaum itu dilanda Malapetaka membinasakan maka rasakan HantamanKu serta AncamanKu! bahwa telah Kami permudah Al-Quran sebagai pelajaran, maka adakah yang menerima himbauan?  (Ayat:33-40)
  6. Dan ketahuilah bahwa berbagai ancaman telah tersampaikan kepada kaum Fir'aun, kaum itu mendustakan seluruh mu'jizat Kami sehingga Kami tumpas kaum itu sebagai Hukuman dari Yang Maha Perkasa, Maha Kuasa. (Ayat:41-42)
  7. Apakah orang-orang kafir kalian merupakan kaum yang lebih baik dibanding kaum-kaum tersebut? atau kalian yang telah memiliki jaminan dalam kitab suci; atau orang-orang itu mengatakan: "kami adalah sebuah golongan yang tangguh" golongan itu pasti akan dilenyapkan serta golongan itu akan mundur menghindar; sungguh Kemestian telah dijanjikan kepada golongan itu bahwa Kemestian adalah hal yang sangat mengerikan serta sangat pedih; maka ketahuilah bahwa golongan yang berdosa itu sedang berada dalam kesesatan maupun kesintingan hingga sebuah Hari ketika golongan itu diseret pada wajah menuju Neraka: "Rasakan kobaran Gejolak api!"  (Ayat:43-48)
  8. Sungguh telah Kami ciptakan segala sesuatu berdasar ukuran tertentu, bahwa perintah Kami hanyalah melalui sebuah seruan sekejap mata
    serta ketahuilah bahwa telah Kami lenyapkan manusia-manusia yang serupa dengan diri kalian, adakah yang mau mengambil pelajaran? bahwasanya segala sesuatu yang telah diperbuat oleh manusia-manusia itu berada dalam catatan-catatan, baik perkara ringan maupun perkara besar telah tercantum. (Ayat:49-53)
  9. Bahwasanya golongan bertakwa tinggal di tengah-tengah berbagai Surga serta berbagai sungai, yakni tempat yang berkenan di sisi Sang Raja Yang Maha Mengendalikan (Ayat:54-55)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Muhammad Nashruddin Al-Albani. Sifat Salat Nabi. 2000. Yogyakarta: Media Hidayah
  2. ^ The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah An-Najm
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Ar-Rahman
Surah 54