Nabi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Dalam pengertian agama samawi, nabi adalah manusia yang memperoleh wahyu dari Tuhan tentang agama dan misinya. Lebih khusus lagi terdapat istilah rasul yang dalam agama Islam dibedakan bahwa rasul memiliki kewajiban untuk menyampaikan ajaran yang diterima dari Tuhan.

Nabi dalam pemahaman Yahudi[sunting | sunting sumber]

Nabi-nabi awal[sunting | sunting sumber]

Dalam tradisi Yahudi dan Kristen, nabi adalah pemimpin umat yang dipanggil Allah untuk memperingatkan mereka agar tidak menyimpang dari perintah-perintah Allah. Umumnya tradisi kenabian dianggap baru dimulai setelah masa Samuel, hakim terakhir yang memimpin Israel sebelum munculnya sistem monarkhi. Namun para teolog sepakat bahwa tradisi kenabian dimulai sejak masa Yosua yang muncul sebagai pengganti Musa dan yang memimpin bangsa Israel memasuki Kanaan. Itu berarti, selain menjadi hakim, Samuel dapat dianggap juga memainkan peranan kenabian. Para pemimpin ini digolongkan sebagai nabi-nabi awal. Dalam kelompok ini termasuk pula nabi-nabi terkenal lainnya seperti Natan, Elia, dan Elisa. Selain itu ada juga "nabi-nabi palsu", khususnya mereka yang bekerja di lingkungan istana dan hanya memberikan nasihat-nasihat dusta yang hanya menyenangkan raja (lih. 1 Raja-raja ps. 18).

Nabi-nabi yang kemudian[sunting | sunting sumber]

Yang digolongkan ke dalam nabi-nabi yang kemudian adalah mereka yang biasa disebut nabi-nabi besar dan nabi-nabi kecil.

Sebutan "nabi-nabi besar" dan "nabi-nabi kecil" tidak ada hubungannya dengan peranan, kedudukan, ataupun status nabi-nabi tersebut. Istilah ini diberikan kepada mereka hanya dalam kaitannya dengan kitab-kitab mereka. Kitab "empat nabi-nabi besar", yaitu Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, dan Daniel, umumnya panjang-panjang, dan pasal-pasalnya relatif lebih banyak daripada kitab nabi-nabi kecil. Sementara itu, kedua belas nabi kecil disebut demikian karena kitab-kitab mereka singkat-singkat. Bahkan kitab Nabi Obaja, misalnya, hanya satu pasal saja.

Yang termasuk dalam "dua belas nabi-nabi kecil" adalah Hosea, Yoël, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, dan Maleakhi.

Keenambelas nabi-nabi yang namanya diabadikan menjadi nama kitab tersebut dapat dibagi menjadi lima kurun waktu[1]

  1. Masa mula-mula (c. 845-800 SM): Obaja, Yoël, dan Yunus
  2. Sebelum masa penawanan Israel (c. 760-722 SM): Amos dan Hosea (kepada kerajaan utara), Yesaya dan Mikha (kepada kerajaan selatan)
  3. Sebelum masa penawanan Yehuda (c. 627-586 SM): Zefanya, Nahum, Habakuk, Yeremia
  4. Masa pengasingan (c. 593-536): Yehezkiel, Daniel
  5. Masa pemulihan (c. 536 SM - ): Hagai, Zakharia, Maleakhi

Nabi dalam pemahaman Kristen[sunting | sunting sumber]

Nabi dalam ajaran kristen itu pemberita Firman Tuhan yang diterimanya; metode penerimaannya ada beberapa macam:

1. Melalui mimpi, maka disebut juga pemimpi.

  Beberapa ayat tentang pemimpi: Kejadian 31:11;  Ulangan 13:1,3,5.

2. Melalui penglihatan, maka disebut juga pelihat.

  Beberapa ayat tentang pelihat: 1 Samuel 9:9; 1 Samuel 9:19; 2 Sam 24:11; 1Tawarik 26:28  

3. Mendengar suara Tuhan, maka disebut juga pendengar.

  Beberapa ayat tentang pendengar: 1 Samuel 3:4-10; 

Nabi itu jurubicara Tuhan di bumi ini, fungsi jabatan ini mirip seperti jurubicara President, segala keinginan dan kehendak Tuhan diutarakan melalui nabi. Tuhan pasti menguatkan perkataan para nabi, dengan mukjizat, atau hal-hal yang pasti terjadi sesuai perkataan nabi tersebut. Karena nabi itu jurubicara Tuhan kepada orang2 berdosa. Nabi tidak diberi kuasa lebih selain memberitakan berita firman Tuhan. Jika seorang nabi terlalu berani mengatakan atau bertindak melebihi/menambahi/mengurangi apa yang disampaikan oleh Tuhan kepadanya, maka dia berdosa.

Berbeda dengan Rasul yang diberi kuasa oleh Tuhan Yesus Kristus; Rasul lebih berkuasa dari nabi, karena memiliki kuasa Tuhan untuk melakukan segala sesuatu sesuai kehendaknya. Seperti yang dikatakan Yesus Kristus:

Matius 16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Matius 18:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.


Rasul Tuhan kedudukannya lebih tinggi dalam kuasa maupun hirarki, seperti kata Tuhan:

Matius 11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

Rasul Tuhan diberi kuasa untuk mengampuni dosa manusia:

Yohanes 20:22-23 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."


Yohanes Pembaptis itu nabi tertinggi, dan penutup dari nabi-nabi terdahulu:

Matius 11:13 Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes


Nabi-nabi setelah kedatangan Yesus Kristus, adalah mereka yang memperoleh karunia nabi. Sedangkan Yesus Kristus bukan nabi, tetapi Tuhan yang mengutus nabi-nabi:


Matius 23:34-35 Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota, supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah.


Salah satu nabi yang dicatatkan setelah kedatangan Yesus Kristus, misalnya nabi Agabus (Kisah parap Rasul 21:10), perkataannya tidak dituruti oleh Rasul Paulus, karena Paulus memiliki otoritas sebagai Rasul. Kematian adalah keuntungan, daripada menuruti perkataan nabi Agabus.


Kisah Para Rasul 21:10-14 Setelah beberapa hari kami tinggal di situ, datanglah dari Yudea seorang nabi bernama Agabus. Ia datang pada kami, lalu mengambil ikat pinggang Paulus. Sambil mengikat kaki dan tangannya sendiri ia berkata: "Demikianlah kata Roh Kudus: Beginilah orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain.". Mendengar itu kami bersama-sama dengan murid-murid di tempat itu meminta, supaya Paulus jangan pergi ke Yerusalem. Tetapi Paulus menjawab: "Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus." Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: "Jadilah kehendak Tuhan!"

Rasul-rasul Tuhan memiliki tugas yang tidak sama dengan nabi. Tugas nabi menjadi jurubicara Tuhan menyampaikan apa yang akan terjadi di depan, tetapi nabi tidak berkuasa menentukan seseorang masuk sorga atau tidak. Sedangkan Rasul-rasul Tuhan memperoleh kunci kerajaan Sorga, untuk membawa orang ke Sorga, atau menjatuhkan hukum untuk melemparkan orang ke Neraka.

Kalau diilustrasikan dalam pemerintahan Indonesian maka Rasul itu sama seperti Menteri, pembantu president, sedangkan nabi itu jurubicara President. Menteri memiliki kuasa untuk membuat peraturan, ketetapan, ketentuan sebagai kepanjangan tangan President. Juru bicara president terbatas kuasanya, tidak bisa mengeluarkan keputusan atau ketetapan, hanya bisa membacakan/memberitakan apa yang diberikan kepadanya.

Gereja Kristen umumnya mengikuti pemahaman Yahudi mengenai nabi-nabi, dengan sebuah catatan kecil. Tradisi Yahudi tidak menggolongkan kitab Daniel ke dalam kategori Kitab Nabi-nabi (nebiim), melainkan dalam kategori Tulisan atau Sastra (ketubim). Di pihak lain, gereja-gereja Kristen umumnya memasukkan kitab ini ke dalam golongan kitab nabi-nabi.

Sebagian aliran Kristen memahami "nabi" sebagai orang yang meramalkan apa yang akan terjadi pada masa yang jauh ke depan. Kitab Daniel, misalnya, sering ditafsirkan dalam cara ini dan sering kali dihubungkan dengan ramalan-ramalan tentang akhir zaman.

Di kalangan Gereja Kristen perdana, nabi-nabi masih memainkan peranan yang tampaknya cukup penting (1 Korintus 12:28-29, dll), namun di kemudian hari agaknya peranannya semakin berkurang, khususnya ketika gereja semakin ditata.

Nabi ada 2 kategori:

  1. Nabi yang benar diutus Tuhan. Nabi yang demikian perkataannya benar, dan perkataannya terjadi dan selaras dengan perkataan nabi-nabi terdahulu (yang awal).
  2. Nabi palsu. Nabi yang demikian perkataannya salah, dan perkataannya tidak terjadi, tidak selaras dengan perkataan2 nabi terdahulu (yang awal) hingga yang akhir.

Nabi dalam pemahaman Islam[sunting | sunting sumber]

Nabi adalah seorang yang diberi wahyu oleh Allah untuk melanjutkan syari'at yang diemban oleh rasul sebelumnya. Berbeda dengan rasul yang membawa risalah (syari'at) baru.

Al-Qur'an menyebut beberapa orang sebagai nabi. Nabi pertama adalah Adam, sedangkan nabi sekaligus rasul terakhir ialah Nabi Muhammad. Percaya kepada para nabi dan para rasul merupakan salah satu Rukun Iman dalam Islam.

Dalam Islam terdapat banyak nabi, yang sebagian besarnya termasuk golongan nabi dari kalangan Bani Israel atau para nabi dari keturunan Israel (Ya`qub) semisal Yusuf, Musa, Sulaiman, Yunus dsb. dan jumlah nabi yang harus diketahui sesuai yang disebut dalam Al-Quran adalah 25 nabi dengan 4 di antaranya merupakan penerima Kitab suci:

Jumlah[sunting | sunting sumber]

Menurut tradisi Islam, jumlah nabi ada 124.000 orang sedangkan jumlah rasul ada 315 orang.

“Jumlah para nabi 124.000 orang, 315 diantara mereka adalah rasul. Banyak sekali.” (HR. Ahmad no. 22288 dan sanadnya dinilai shahih oleh al-Albani dalam alMisykah).

Jumlahnya banyak sekali karena diyakini bahwa seluruh bangsa pernah dikirimkan nabi oleh Allah.

Tidak ada satupun umat, melainkan di lingkungan mereka telah ada sang pemberi peringatan.” (QS. Fathir: 24)

Nabi terakhir dan penutup[sunting | sunting sumber]

Dalam syariat Islam dikatakan bahwa Muhammad adalah sebagai Khataman Nabiyyin atau Penutup Para Nabi. Dalam Al-Qur'an telah dijelaskan pada Surah Al-Ahzab ayat 40 menyatakan:

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Horton, Stanley M., Panorama of the Bible, Gospel Publishing House