Surah Al-Ahzab

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
al-Ahzab
الْأحزاب
Al-Ahzab.png
Informasi
Arti Golongan Yang Bersekutu
Klasifikasi Madaniyah
Surah ke 33
Juz Juz 21 (ayat 1-30)
Juz 22 (ayat 31-73)
Statistik
Jumlah ruku' 9 ruku
Jumlah ayat 73 ayat
Dua ayat terakhir surat Al-Ahzab pada naskah kuno yang diperkirakan berasal dari Tunisia abad ke-16

Surah Al-Ahzab (bahasa Arab:الْأحزاب) adalah surah ke-33 dalam al-Qur'an. Terdiri atas 73 ayat, surah ini termasuk golongan surah-surah Madaniyah, diturunkan sesudah surah Ali Imran. Dinamai Al-Ahzab yang berarti golongan-golongan yang bersekutu karena dalam surah ini terdapat beberapa ayat, yaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al-Ahzab, yaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi yang bersekutu dengan kaum munafik serta orang-orang musyrik terhadap orang-orang mukmin di Madinah.

Terjemahan[sunting | sunting sumber]

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

  • Wahai Nabi, bertakwalah kepada Allah; serta janganlah kamu menuruti golongan kafir ataupun golongan munafik, sungguh Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana,
    maka turutilah hal-hal yang diwahyukan kepada dirimu dari Tuhanmu, sebab Allah Maha Mengawasi segala hal yang kamu lakukan,
    oleh karena itu taruhlah kepercayaan kepada Allah sehingga cukuplah Allah sebagai Pelindung. (Ayat:1-3)
  • Allah tidak mengadakan dua buah kalbu dalam tubuh seorang manusia; bahwa Dia tidak menjadikan istri-istri yang kalian zihar itu sebagai ibu-ibu kalian serta tidaklah Dia menganggap anak-anak angkat kalian sebagai anak kandung kalian, perkara itu hanyalah perkataan kalian di mulut saja sementara Allah yang menfirmankan Kebenaran; bahwa Dialah yang membimbing menuju Jalan yang tepat,
    panggilah anak-anak itu dengan nama ayah mereka; itulah yang lebih adil menurut Allah. Sekiranya kalian tidak mengetahui ayah mereka, maka saudara-saudara kalian seagama serta pemuka-pemuka masyarakat kalian, bahwa tiada kesalahan pada diri kalian akibat kecerobohan kalian mengenai hal demikian, kecuali perkara yang disengaja dari dalam kalbu kalian, sungguh Allah adalah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:4-5)
  • Seorang nabi merupakan lebih utama bagi golongan yang beriman dibanding diri mereka sendiri bahwa istri-istri nabi setara dengan ibu-ibu mereka, akan tetapi orang-orang yang saling mempunyai hubungan keluarga adalah lebih diutamakan di dalam Kitab Allah dibanding orang-orang lain yang beriman maupun golongan yang berhijrah, terkecuali jika kalian hendak berbuat kebaikan untuk sesama kalian, demikianlah hal yang telah tertulis dalam Al-Kitab. (Ayat:6)
  • Dan ketika Kami mengadakan terhadap para nabi tentang Ikrar perjanjian mereka maupun terhadap dirimu, terhadap Nuh, Ibrahim, Musa maupun Isa; putra Maryam, bahwa Kami mengadakan perjanjian dari mereka secara teguh supaya Dia membuktikan orang-orang benar tentang kelayakan mereka, serta supaya Dia pastikan Azab pedih untuk golongan yang kafir. (Ayat:7-8)
  • Wahai orang-orang yang beriman, sadarilah karunia Allah untuk kalian ketika bala tentara menyerbu kalian lalu Kami kirimkan angin keras melanda mereka disertai bala tentara yang tidak kalian ketahui, dan Allah Maha Memperhatikan yang kalian perbuat, 
    sewaktu mereka datang dari atas maupun dari bawah kalian, serta ketika penglihatan menjadi cemas sehingga kalbu kalian menyesak sampai ke leher sehingga kalian menganggap Allah dengan bermacam-macam sangkaan, dalam keadaan demikian itu golongan beriman sedang diuji serta digoyahkan dengan guncangan keras supaya golongan yang munafik serta orang-orang yang mempunyai kelainan dalam kalbu menyatakan: "Allah beserta RasulNya tidak menjanjikan kepada kami selain khayalan belaka"
    demikian pula ketika segolongan mereka mengatakan: "Wahai penduduk Yatsrib, tiada keharusan kalian disini maka pulanglah" lalu sebagian mereka meminta keringanan kepada nabi, dengan mengatakan: "Sebab rumah-rumah kami terbengkalai" tetapi rumah-rumah itu tidaklah terbengkalai, mereka tidak lain ingin melarikan diri sekiranya mereka dikepung dari berbagai penjuru kemudian mereka didesak supaya menimbulkan kekacauan niscaya mereka melakukan itu bahkan mereka tiada menangguhkan hal itu melainkan dalam waktu singkat sekalipun sebelum itu mereka telah berjanji kepada Allah bahwa mereka takkan berbalik mundur, ketahuilah bahwa ikrar perjanjian kepada Allah kelak pasti akan dituntut,
    Katakanlah: "Melarikan diri itu takkan berguna untuk kalian, sekiranya kalian melarikan diri terhadap kematian atau pembunuhan, bahwa jika tidak demikian, maka kalian takkan merasakan kelegaan kecuali sebentar"
    Katakanlah: "Siapakah yang melindungi diri kalian terhadap Allah tatkala Dia hendak menimpakan bencana kepada kalian atau sekiranya Dia menghendaki Kasih untuk kalian?" bahwasanya kalian takkan mendapati Pelindung serta tidak pula penyelamat untuk kalian, selain Allah, sungguh Allah Maha Mengetahui golongan yang menghalang-halangi kalian maupun golongan yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka: "Berpihaklah kepada kami" namun mereka tiada mendatangi peperangan melainkan sebentar. (Ayat:9-18)
  • Mereka itu ketakutan terhadap kalian, apabila serangan menimpa mereka, kalian mendapati mereka itu melihat kalian dengan mata yang terguncang hebat sebagaimana orang yang cemas dihampiri Maut; apabila ketakutan telah lenyap, mereka itu mencela kalian dengan lidah yang tajam serta enggan untuk berlaku baik, mereka itulah golongan yang tidak beriman sehingga Allah melenyapkan usaha mereka; bahwa hal demikian itu merupakan perkara mutlak bagi Allah,
    bahwa mereka mengira kerumunan pasukan itu belum pergi; sewaktu kerumunan pasukan itu hadir kembali niscaya mereka ingin berada di rumah-rumah menyertai orang Badui di A'rab; sambil bertanya-tanya tentang keadaan kalian sekiranya mereka berada bersama kalian mereka tidak mau berperang, kecuali sebentar,
    sungguh terdapat pada diri Rasulullah, sosok teladan yang baik untuk kalian; yakni orang yang menantikan Allah beserta Hari Akhir serta ia bertekun mengingat Allah,
    tatkala orang-orang beriman melihat kerumunan pasukan itu, tentulah mereka mengatakan: "Inilah yang dijanjikan Allah beserta RasulNya kepada kita maka benarlah Allah beserta RasulNya" hal demikian itu tidak menambah pada diri mereka selain keimanan serta kepatuhan. (Ayat:19-22)
  • Di antara golongan yang beriman itu terdapat orang-orang yang terbukti tentang hal yang telah mereka ikrarkan kepada Allah; bahwa di tengah-tengah mereka terdapat golongan yang berjuang keras ada pula di tengah-tengah mereka; golongan yang diam menanti tanpa memperjuangkan apapun, kemudian Allah akan mengupahi golongan yang terbukti berdasar kebenaran mereka; serta Dia menghukum golongan munafik berdasar hal yang Dia kehendaki ataupun Dia menerima pertaubatan mereka bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,
    bahwa Allah mencampakkan orang-orang kafir akibat pengingkaran mereka sendiri, mereka tiada memperoleh sedikitpun kebaikan
    bahwa cukuplah Allah bagi golongan beriman selama menjalani peperangan, bahwasanya Allah Maha Kuat, Maha Perkasa. (Ayat:23-25)
  • Dan Dialah yang menentang golongan pewaris Al-Kitab yang ikut mengiringi kerumunan pasukan dari benteng-benteng mereka, serta Dialah yang memasukkan kecemasan ke dalam kalbu mereka sehingga kalian bunuh sebagian mereka, sementara kalian tawan sebagian lain,
    kemudian Dia serahkan untuk kalian, wilayah-wilayah, rumah-rumah, maupun harta benda mereka beserta wilayah yang belum kalian datangi bahwa sungguh Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. (Ayat:26-27)
  • Wahai Nabi, katakan kepada istri-istrimu: "Apabila kalian menghendaki kehidupan duniawi beserta kemewahannya, maka marilah supaya kuberikan kepada kalian, mut'ah lalu aku ceraikan kalian secara baik; sedangkan apabila kalian menghendaki Allah beserta RasulNya maupun negeri Akhirat; ketahuilah bahwa Allah telah menyediakan untuk siapapun yang berbuat baik di antara kalian, upah yang besar,
    :"Wahai para istri Nabi, barangsiapa dari kalian yang mengerjakan perbuatan keji niscaya Azab akan ditambahkan kepada mereka sebesar dua kali lipat bahwa hal demikian itu merupakan perkara mutlak bagi Allah;
    sedangkan barangsiapa di antara kalian yang tetap berlaku taat terhadap Allah beserta RasulNya, juga yang mengerjakan berbagai kebajikan niscaya Kami karuniakan kepada ia, pahala sebesar dua kali lipat; serta Kami sediakan untuk ia, karunia yang mulia.
    Wahai para istri nabi, kalian tidak seperti wanita lain, apabila kalian bertakwa, oleh sebab itu janganlah kalian sembarangan ketika berbicara yang dapat menimbulkan orang yang memiliki kelainan dalam kalbu merasa tergoda, hendaklah kalian mengucapkan perkataan secara santun serta hendaklah kalian tetap berada di rumah dan janganlah kalian bersolek, serta janganlah kalian berperilaku menyerupai generasi bodoh yang terdahulu, maka dirikan shalat, tunaikan zakat juga taati Allah beserta RasulNya, sungguh Allah hendak menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian wahai kaum penghuni rumah nabi, serta Dia hendak memurnikan kalian semurni-murninya, maka ingatlah hal-hal yang disampaikan di rumah kalian berupa ayat-ayat Allah serta Hikmah, bahwa Allah adalah Yang Maha Melindungi, Maha Mengenali. (Ayat:28-34)
  • Sungguh kaum laki-laki yang berserah diri maupun kaum perempuan yang berserah diri,
    kaum laki-laki yang beriman maupun kaum perempuan yang beriman,
    kaum laki-laki yang patuh maupun kaum perempuan yang patuh,
    kaum laki-laki yang benar maupun kaum perempuan yang benar,
    kaum laki-laki yang sabar maupun kaum perempuan yang sabar,
    kaum laki-laki yang tunduk maupun kaum perempuan yang tunduk,
    kaum laki-laki yang bersedekah maupun kaum perempuan yang bersedekah,
    kaum laki-laki yang berpuasa maupun kaum perempuan yang berpuasa,
    kaum laki-laki yang mengkhususkan kemaluan maupun kaum perempuan yang santun,
    kaum laki-laki yang tekun mengingat Allah maupun kaum perempuan yang mengingat,
    kelak Allah sediakan pengampunan untuk mereka ini disertai upah berlimpah. (Ayat:35)
  • Dan bukanlah laki-laki yang beriman, serta bukan pula perempuan yang beriman apabila Allah beserta RasulNya telah menetapkan suatu keputusan, ada sumber dalih lain untuk tindakan mereka; barangsiapa menentang Allah beserta RasukNya tentulah orang itu berada dalam penyimpangan, penyimpangan yang jelas. (Ayat:36)
  • Dan ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan karunia kepadanya, serta kamu telah memberi karunia kepadanya: "Tahanlah istrimu serta bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam kalbumu, perkara yang Allah hendak menyatakannya, bahwa kamu takut terhadap umat manusia, sedang Allah adalah lebih berhak untuk kamu takuti.
    Tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya, Kami kawinkan dirimu dengan wanita itu supaya tiada halangan bagi golongan beriman untuk perkawinan istri-istri dari golongan anak-anak angkat mereka, apabila golongan itu telah menyelesaikan hubungan daripada wanita-wanita itu. Dan tentulah Ketetapan Allah pasti terlaksana.
    Tidak ada suatu keberatan bagi seorang nabi terhadap hal-hal yang telah ditetapkan Allah untuk dirinya sebagaimana ketetapanNya kepada para nabi terdahulu, bahwa Ketetapan Allah merupakan mutlak berlaku,
    orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah mereka hormat kepada Dia serta orang-orang tidak menghormati apapun selain terhadap Allah. Dan cukuplah Allah, Yang Maha Melindungi. (Ayat:37-39)
  • Muhammad bukanlah bapak leluhur dari seorang laki-laki di antara kalian, melainkan ia adalah seorang Rasul Allah serta penggenapan para nabi, bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Ayat:40)
  • Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah, melalui pengingatan sebanyak mungkin, serta memuja-mujilah untuk Dia di waktu pagi maupun petang. (Ayat:41-42)
  • Dialah yang memberkati kalian, demikian pula para malaikatNya, supaya Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan menuju cahaya terang bahwa Dialah Yang Maha Penyayang terhadap golongan beriman, sambutan untuk golongan itu pada hari ketika golongan itu menemui Dia adalah "Damai"; serta Dia sediakan upah yang mulia untuk golongan itu. (Ayat:43-44)
  • Wahai nabi, sungguh Kami mengutus dirimu sebagai saksi, serta sebagai seorang pembawa kabar gembira, juga sebagai seorang pemberi peringatan, serta seorang penyeru kepada Allah dengan izinNya, serta sebagai sinar yang menerangi, maka gembirakan golongan yang beriman bahwa untuk mereka disediakan karunia yang luar biasa dari Allah. (Ayat:45-47)
  • Dan jangan menuruti golongan yang kafir maupun golongan yang munafik itu, jangan hiraukan gangguan mereka; serta taruhlah kepercayaan kepada Allah, sehingga cukuplah Allah sebagai Pelindung. (Ayat:48)
  • Wahai orang-orang beriman, apabila kalian menikahi perempuan-perempuan yang beriman kemudian kalian ceraikan perempuan-perempuan itu sebelum kalian mencampuri perempuan-perempuan itu maka tiada wajib 'iddah mereka terhadap kalian, yang kalian minta maka berilah mereka mut'ah lalu ceraikan mereka itu melalui cara sebaik-baiknya. (Ayat:49)
  • Wahai Nabi, sungguh telah Kami halalkan untuk dirimu, istri-istrimu yang telah kamu beri mas kawin, maupun golongan yang kamu kuasai termasuk golongan tawanan yang telah kamu peroleh dalam peperangan yang telah Allah karuniakan untuk dirimu; demikian pula anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu serta anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut berhijrah bersama dirmu; demikian pula perempuan beriman yang menyerahkan diri kepada Nabi, sekiranya Nabi hendak mengawini wanita itu, sebagai pengkhususan untuk dirimu, bukan untuk semua orang beriman.
    Sesungguhnya Kami telah mengetahui hal yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka, serta golongan yang mereka kuasai, supaya tidak menjadi halangan untuk dirimu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
    Dirimu boleh menangguhkan pihak yang kamu kehendaki di antara para perempuan itu; serta kamu boleh menerima pihak yang kamu kehendaki maka tiada kesalahan pada dirimu tentang pihak-pihak yang kamu ingini untuk kembali menggauli para perempuan yang telah kamu ceraikan; Hal demikian adalah lebih dekat untuk ketenangan kalbu mereka, serta supaya mereka tidaklah merasa sedih, sedang semuanya merasa rela terhadap hal yang telah kamu beri kepada mereka. Dan Allah memahami hal yang berada dalam kalbu kalian. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun.
    tidak halal untuk dirimu tentang mengawini perempuan-perempuan lain sesudah hal ini, serta tidak pula tentang mengganti mereka dengan istri-istri lain meskipun kecantikan yang menarik kalbumu kecuali golongan yang kamu kuasai. Dan Allah Maha Mengawasi segala sesuatu. (Ayat:50-52)
  • Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah-rumah Nabi terkecuali apabila kalian telah diizinkan untuk makan serta tanpa menunggu waktu penghidangan, tetapi jika kalian diundang maka masuklah sedang apabila kalian selesai makan, beranjaklah kalian tanpa memperpanjang percakapan; sungguh hal demikian akan mengganggu Nabi sewaktu ia merasa keberatan untuk mengusirmu, tetapi Allah tidaklah merasa keberatan tentang perkara yang benar.
    Apabila diri kalian memiliki keperluan kepada perempuan-perempuan itu, maka mintalah hal demikian dari belakang tabir; Hal demikian adalah lebih pantas bagi kalbu kalian maupun kalbu mereka. Dan tidaklah boleh kalian mengusik Rasulullah, tidak pula mengawini istri-istrinya sampai kapanpun sesudah ia wafat. Sungguh perbuatan itu merupakan perkara besar di sisi Allah.
    Sekalipun kalian menyatakan sesuatu ataupun menyembunyikan suatu perkara, sungguh Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Ayat:53-54)
  • Tiada kesalahan pada diri istri-istri Nabi berbicara terhadap bapak-bapak mereka, putra-putra mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara perempuan mereka, perempuan-perempuan yang beriman serta golongan yang mereka kuasai; serta bertakwalah kalian kepada Allah. Ketahuilah bahwa Allah Maha Memahami segala sesuatu. (Ayat:55)
  • Sungguh Allah beserta para malaikatNya memberkati nabi; Wahai orang-orang yang beriman, berkatilah nabi serta sambutlah ia secara terhormat,
    sedangkan orang-orang yang mendustakan Allah maupun RasulNya, tentu Allah mengutuk orang-orang itu di dunia maupun di Akhirat, kelak Dia sediakan Azab pedih untuk orang-orang itu. (Ayat:56-57)
  • Dan orang-orang yang menuduh laki-laki yang beriman maupun perempuan yang beriman bukan lantaran dosa yang mereka lakukan, maka orang-orang tersebut menanggung kemurkaan beserta dosa yang jelas. (Ayat:58)
  • Wahai nabi, serukan kepada istri-istrimu, putri-putrimu beserta istri-istri dari golongan yang beriman: "Hendaklah mereka mengulurkan kerudung ke seluruh tubuh mereka" dengan cara ini mereka lebih mudah dikenali supaya mereka tidak dilecehkan, bahwa Allah adalah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:59)
  • Apabila golongan munafik serta orang-orang yang memiliki kelainan dalam kalbu, maupun golongan yang mengabarkan kebohongan di pusat kota tidak berhenti niscaya Kami perintahkan kamu memerangi mereka, kemudian mereka takkan ada di sekitarmu melainkan sebentar, mereka itulah golongan terkutuk, di mana pun mereka dijumpai, mereka ditangkap serta dibunuh secara mengerikan sebagai pedoman Allah yang diberlakukan sejak dahulu; sungguh kamu takkan mendapati perubahan pada pedoman Allah. (Ayat:60-62)
  • Orang-orang itu bertanya kepada dirimu tentang Kemestian, katakanlah: "Sungguh Ilmu tentang hal itu hanya berada di sisi Allah, maka tahukah kamu bahwa Kemestian itu semakin mendekat." (Ayat:63)
  • Sungguh Allah mengutuk golongan kafir, serta telah Dia menyediakan Api yang bergejolak untuk golongan itu, golongan itu berada disana selamanya; golongan itu tidak mendapati satupun pelindung serta tiada satupun penyelamat pada hari ketika muka golongan itu dibolak-balik dalam Neraka; golongan itu mengatakan: "Alangkah baiknya, sekiranya dahulu kami taat kepada Allah serta taat kepada Rasul". (Ayat:64-66)
  • Dan mereka berkata: "Wahai Tuhan kami, kami ini telah menaati pemimpin-pemimpin beserta pemuka-pemuka kalangan kami, lalu mereka menyesatkan kami terhadap Ketentuan, Wahai Tuhan kami, hukumlah mereka secara berlipat-lipat serta kutuklah mereka dengan kutukan pedih". (Ayat:67-68)
  • Wahai orang-orang yang beriman, jangan menyerupai orang-orang yang menghina Musa; kemudian Allah membersihkan dirinya tentang hal-hal yang telah orang-orang itu tuduhkan, bahwa ia merupakan sosok yang istimewa bagi Allah,
    wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah serta ucapkan perkataan semestinya niscaya Dia yang menuntun tindakan-tindakan kalian serta Dialah yang mengampuni kesalahan-kesalahan pada diri kalian, barangsiapa menaati Allah beserta RasulNya, maka sungguh orang itu telah meraih pencapaian terbaik. (Ayat:69-71)
  • Sungguh telah Kami tawarkan sebuah kepercayaan kepada langit, bumi serta gunung-gunung, maka semuanya itu takut untuk menerima hal tersebut bahwa mereka khawatir akan mengkhianati hal tersebut; kemudian kepercayaan tersebut diterima umat manusia, sungguh manusia itu benar-benar berlaku zalim serta bodoh,
    oleh karena hal demikian, Allah berhak menghukum laki-laki yang munafik maupun perempuan yang munafik, serta laki-laki yang mempersekutukan maupun perempuan yang mempersekutukan;
    demikian pula Allah berhak menerima pertaubatan laki-laki yang beriman maupun perempuan yang beriman, sungguh Allah adalah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:72-73)  

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Mukaddimah Al Qur'an versi terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah As-Sajdah
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Saba’
Surah 33