Surah An-Nur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
an-Nur
Alnor.png
An-Nur.png
Informasi
Arti Cahaya
Klasifikasi Madaniyah
Surah ke 24
Juz Juz 18
Statistik
Jumlah ruku' 9 ruku
Jumlah ayat 64 ayat

Surah An-Nur (bahasa Arab: النّور) adalah surah ke-24 dari al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah Madaniyah. Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35. Dalam ayat ini, Allah s.w.t. menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Al-Quran yang mengandung petunjuk-petunjuk. Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta. Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Pokok-pokok terjemah[sunting | sunting sumber]

  1. suatu surat yang Kami kirimkan dan Kami perintahkan, dan Kami kirimkan di dalamnya pesan-pesan yang jelas, supaya kalian mengingatnya. (Ayat:1)
  2. Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah masing-masing keduanya seratus dali dera, dan janganlah kalian berbelas kasihan terhadap keduanya demi menegakkan hukum (agama) Allah, jika kalian memang beriman kepada Allah, dan Hari Akhir. maka hendaklah terdapat sekelompok golongan beriman yang menyaksikan (hukuman) penghukuman ini. (Ayat:2)
  3. Laki-laki yang berzina tidaklah mengawini selain perempuan yang berzina atau perempuan yang mempersekutukan ;
    dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki yang mempersekutukan
    dan yang demikian itu terlarang (haram) bagi golongan yang beriman. (Ayat:3)
  4. dan orang-orang yang menuduh perempuan santun kemudian mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka delapan puluh kali dera, dan janganlah kalian terima kesaksian mereka selama-lamanya. itulah mereka golongan yang fasik. kecuali orang-orang yang segera bertaubat sesudah yang demikian ini dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:4-5)
  5. dan orang-orang yang menuduh istri-istri mereka, padahal mereka tidak memiliki saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah atas nama Allah, sesungguhnya dia termasuk golongan yang benar. dan (sumpah) yang kelima: bahwa kutukan Allah menimpanya, jika dia termasuk golongan yang berdusta. istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh empat kali sumpah atas nama Allah sesungguhnya (suami)nya itu termasuk golongan yang berdusta. dan (sumpah) yang kelima: bahwa kutukan Allah menimpanya jika suaminya itu termasuk golongan yang benar. (Ayat:6-9)
  6. Sesungguhnya orang-orang yang menyampaikan fitnah (desas-desus) itu adalah dari golongan kalian juga. janganlah kalian kira bahwa desas-desus itu sebagai keburukan bagi kalian bahkan itu adalah kebaikan bagi kalian. (Justru) setiap orang dari mereka yang akan ditimpa balasan atas dosa yang dilakukannya. dan siapa di antara mereka yang berperan besar dalam penyiaran fitnah itu baginya malapetaka yang besar. mengapakah di waktu kamu mendengar persoalan itu golongan beriman laki-laki dan golongan beriman perempuan tidak membela diri mereka, supaya mereka mengucapkan: "Inilah suatu fitnah yang jelas. mengapakah orang-orang semacam itu tidak mendatangkan empat saksi untuk membuktikan itu? karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi; maka mereka itu bagi Allah adalah golongan yang dusta." Sekiranya bukan anugerah Allah dan KasihNya untuk kalian semua di dunia dan Akhirat, niscaya kalian ditimpa malapetaka besar, karena terlibat pembicaraan yang sembarangan tentang fitnah itu. (Ayat:11-14)
  7. ketika kalian menerima desas-desus itu dari mulut ke mulut dan kalian mengatakan dengan mulut kalian (cerita-cerita) yang tidak kalian ketahui sedikit juga, dan kalian menganggapnya suatu hal yang remeh saja padahal yang demikian bagi Allah adalah persoalan besar. dan mengapa sewaktu mendengar yang demikian, kalian tidak berkata: "Dimuliakanlah Engkau, Tidak pantas bagi kita mengucapkan ini, sebuah fitnah yang berlebihan". dan Allah yang menegur kalian apabila kembali memperbuat yang seperti itu sampai kapanpun, jika kalian memang golongan yang beriman. dan Allah yang menjelaskan pesan-pesanNya kepada kalian. dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. sungguh, orang-orang yang ingin agar pergunjingan jahat itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka siksa pedih di dunia dan Akhirat sebab Allah mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui. dan karena anugerah Allah dan KasihNya kepada kalian, dan Allah Maha Penyantun, Maha Penyayang. (Ayat:15-20)
  8. Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh perbuatan keji dan merusak. sekiranya tiada anugerah Allah dan KasihNya kepada kalian, niscaya tidak seorangpun dari kalian bersih sampai kapanpun, tetapi Allah membersihkan yang Dia kehendaki dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Ayat:21)
  9. dan janganlah orang-orang yang mempunyai kemewahan dan kelapangan di antara kalian menahan diri untuk membantu kepada kaum kerabat, golongan yang miskin dan golongan yang berpindah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaklumi dan berlapang dada. Apakah kalian tidak ingin bahwa Allah mengampuni kalian? dan Allah adalah Maha Pengampun, Maha Penyayang, (Ayat:22)
  10. Sesungguhnya orang-orang yang menuduh perempuan santun serta perempuan beriman yang lengah, mereka dikutuk di dunia dan Akhirat dan malapetaka yang besar menimpa mereka, pada hari lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap yang mereka perbuat. pada hari itu, Allah akan membalas mereka secara setimpal (impas), dan sadarlah mereka bahwa Allah Yang Benar, Yang menjelaskan. (Ayat:25)
  11. Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji,
    dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji,
    sedangkan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik
    dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik, yang demikian ini bersih dari yang dituduhkan kepada mereka. bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia. (Ayat:26)
  12. Wahai orang-orang yang beriman, jangan memasuki rumah yang bukan rumah kalian sebelum meminta izin dan mengucap salam kepada penghuni (rumah tersebut). yang demikian itu lebih baik bagi kalian, agar kalian ingat. Jika kalian tidak mendapati seorang pun di dalamnya, maka jangan masuk sebelum kalian mendapat izin. dan jika dikatakan kepada kalian: "kembalilah" maka hendaklah kalian kembali. itu lebih sopan bagi kalian dan Allah Maha Mengetahui yang kalian perbuat. tiada dosa atas kalian memasuki rumah yang tidak ditempati, yang ada keperluan kalian di dalamnya, dan Allah Maha Mengetahui yang kalian nyatakan dan yang kalian pendam. (Ayat:27-29)
  13. Katakanlah kepada golongan yang beriman laki-laki: "Hendaklah mereka membatasi pandangan
    dan mengkhususkan kemaluan mereka;
    yang demikian itu adalah lebih bermartabat bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".
    katakanlah kepada golongan yang beriman perempuan: "Hendaklah mereka membatasi pandangan
    dan mengkhususkan kemaluan mereka,
    dan janganlah mereka memamerkan pesonanya, kecuali yang biasa tampak padanya
    dan hendaklah mereka mengenakan kain kudung menutupi dadanya,
    dan janganlah bersolek kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau sesama wanita, atau (budak) yang mereka miliki, atau orang laki-laki yang tidak tertarik atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.
    dan janganlah mereka menggerakkan kakinya agar perhiasan mereka yang tersembunyi diperlihatkan.
    dan berpihaklah kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung. (Ayat:30-31)
  14. dan nikahkan orang-orang yang lajang di antara kalian, dan orang-orang yang santun di antara bawahan-bawahan kalian yang lelaki dan bawahan kalian yang perempuan. jika mereka miskin, maka Allah yang akan memperkaya mereka dengan karuniaNya. dan Allah Maha Menaungi, Maha Mengetahui. dan orang-orang yang tidak mampu nikah hendaklah menjaga kehormatannya, sehingga Allah memperkaya mereka dengan karuniaNya. sedangkan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan sebuah perjanjian, hendaklah kalian buat perjanjian dengan mereka, jika kalian mendapati kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian harta benda yang Allah karuniakan kepada kalian. dan jangan memaksa budak-budak wanita kalian untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menghendaki kesantunan, sementara kalian hendak mengejar keuntungan duniawi. dan barangsiapa yang memaksa (budak-budak) itu, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, Maha Penyayang seteah mereka (budak-budak) itu dipaksa. (Ayat:32-33)
  15. dan sesungguhnya Kami telah menyampaikan pesan-pesan yang menjelaskan dan contoh-contoh dari kaum yang berlalu sebelum kalian, (ditujukan) bagi kalian dan sebuah himbauan bagi orang-orang yang bertaqwa. (Ayat:34)
  16. Allah adalah cahaya terang bagi langit dan bumi. perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah celah, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu menyerupai bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan (minyak) dari pohon yang memberkahi, pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat, yang minyaknya (saja) dapat menerangi, walaupun tidak dipicu api. "Cahayanya cahaya," Allah membimbing kepada cahayaNya yang Dia perkenan, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi umat manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
  17. memuja-muji kepada Allah, bait-bait (tempat ibadah) yang telah didirikan untuk menyemarakkan dan menyebut namaNya disana, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) kesibukan dari mengingati Allah, dan mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang ketika kalbu dan penglihatan menjadi goncang. supaya Allah memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dibanding yang telah mereka lakukan, dan supaya Allah menambah karuniaNya kepada mereka dan Allah memberi rezeki kepada yang Dia perkenan secara melimpah (tanpa batas). (Ayat:36-37)
  18. dan orang-orang yang kafir, perbuatan-perbuatan mereka laksana uap di tanah datar yang dicari oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila dia dekati tiada apapun (hampa). dan dia mendapati Allah di hadapanNya, lalu Allah Dia membalas perilakunya dan Allah adalah amat teliti perhitunganNya. atau seperti pada gelap gulita di lautan yang dalam, (orang) yang terbawa oleh arus, yang di atasnya ombak, di atasnya ada awan; gelap gulita yang bertingkat-tingkat, apabila dia mengeluarkan tangannya, dia tidak dapat melihatnya, siapa yang tiada diberi cahaya oleh Allah tidaklah dia mempunyai cahaya. (Ayat:39-40)
  19. Tidakkah kamu mengetahui bahwasanya Allah, padaNya yang di langit dan di bumi memuliakan dan burung dengan mengembangkan sayapnya. masing-masing telah mengetahui sembahyangnya (shalat) dan ibadahnya, dan Allah Maha Mengetahui yang mereka lakukan. dan Milik Allah kerajaan langit dan bumi dan menuju Allah, (tempat) tujuan akhir. (Ayat:41-42)
  20. Tidakkah kalian mengamati bahwa Allah yang menggerakkan awan-awan, kemudian menyatukannya, kemudian menjadikan itu sebuah gumpalan besar, maka didapati oleh kalian hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah yang menurunkan butiran-butiran salju dari langit sebanyak gunung-gunung, maka Dia jatuhkan salju itu kepada yang Dia kehendaki dan Dia hindarkan dari yang Dia kehendaki. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir melenyapkan penglihatan. Allah yang mempergilirkan malam dan siang. tentulah pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang berharga bagi orang-orang yang mengamati. dan Allah yang telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki, sesungguhnya Allah adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Ayat:43-45)
  21. sesungguhnya Kami telah mengirimkan pesan-pesan yang menjelaskan. dan Allah membimbing yang Dia kehendaki menuju jalan yang tepat. sedang mereka berkata: "kami telah beriman kepada Allah dan Utusan, dan kami patuh". kemudian sebagian mereka menghindar sesudah itu, mereka itu bukanlah golongan yang beriman. dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan UtusanNya, agar Utusan menegur (mengadili) mereka, tiba-tiba sebagian mereka enggan. tetapi jika keputusan itu untuk nasib baik mereka, mereka datang kepadanya dengan giat. apakah dalam kalbu mereka ada kelainan, atau orang-orang itu bimbang, ataukah takut sekiranya Allah dan UtusanNya berlaku semena-mena terhadap mereka? yang sebenarnya, orang-orang itulah golongan yang sewenang-wenang. (Ayat:46-50)
  22. sesungguhnya jawaban orang-orang beriman, bila mereka dipanggil kepada Allah dan UtusanNya supaya Utusan menegur (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "kami mendengar, dan kami patuh". dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. dan siapapun yang taat kepada Allah dan UtusanNya dan gentar kepada Allah dan bertaqwa kepadaNya, maka merekalah golongan yang berhasil. (Ayat:51-52)
  23. katakanlah: "Taatilah Allah dan taatilah Utusan; dan jika kalian berpaling maka sesungguhnya kewajiban Utusan itu adalah yang dibebankan padanya, dan kewajiban kalian adalah semata-mata yang dibebankan kepada kalian. dan jika kalian taat kepadanya, niscaya kalian mendapat petunjuk. dan tidak lain kewajiban Utusan itu melainkan menyampaikan secara jelas". (Ayat:54)
  24. dan Allah telah menjamin orang-orang yang beriman di antara kalian dan yang memperbuat berbagai kebajikan bahwa Dia pasti menjadikan mereka berpengaruh (berhasil) di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berpengaruh, dan sungguh Dia akan menguatkan agama yang telah Dia ridhai untuk mereka, dan Dialah yang akan mengatur (kehidupan) mereka, sesudah kesukaran mereka menjadi aman sentosa. mereka yang mengabdi kepadaKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang kafir terhadap yang demikian, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Utusan, supaya kalian diberi rahmat (Kasih). janganlah mengira bahwa orang-orang yang kafir dapat melemahkan di bumi ini, sedang hunian mereka adalah Neraka, dan betapa buruk sebagai tempat tujuan. (Ayat:55-57)
  25. wahai orang-orang yang beriman, hendaklah (budak-budak) yang kalian miliki, dan anak-anak yang belum balig di antara kalian, meminta izin kepada kalian di tiga waktu yaitu: ketika menjelang shalat subuh, ketika kalian menanggalkan pakaian di tengah (siang) hari dan waktu sesudah shalat Isya', tiga aurat bagi kalian. Tiada dosa atas kalian dan tidak (pula) atas mereka selain dari (waktu) yang demikian untuk menemui kalian. Demikianlah Allah jelaskan pesan-pesan bagi kalian. dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Ayat:58)
  26. dan ketika anak-anak kalian telah sampai umur balig, maka hendaklah mereka meminta izin, sebagaimana orang-orang yang lebih tua dari mereka. Demikianlah Allah jelaskan pesan-pesanNya. dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. dan perempuan-perempuan tua yang telah berhenti (menopause) yang tiada ingin kawin, maka tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak menampak-nampakkan aurat, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. dan Allah Maha Mendengar, Maha Bijaksana. (Ayat:59-60)
  27. Tidak ada kesalahan bagi orang buta, bagi orang pincang, bagi orang sakit, dan tidak ada (kesalahan) pula bagi diri kalian sendiri, untuk dijamu makanan di rumah kalian sendiri atau di rumah bapak-bapak kalian, di rumah ibu-ibu kalian, di rumah saudara-saudara kalian yang laki-laki, di rumah saudara kalian yang perempuan, di rumah saudara bapak kalian yang laki-laki, di rumah saudara bapak kalian yang perempuan, di rumah saudara ibu kalian yang laki-laki, di rumah saudara ibu kalian yang perempuan, di rumah yang kalian miliki kuncinya atau di rumah kerabat kalian. Tidak ada halangan bagi kalian untuk makan bersama-sama mereka atau sendiri. maka apabila kalian memasuki rumah-rumah (itu) hendaklah kalian menyampaikan damai (salam) tentang diri kalian sendiri, sebuah penghormatan yang dari sisi Allah, yang memberkahi, bermanfaat. Demikianlah Allah menjelaskan pertanda-pertanda bagi kalian, agar kalian mempertimbangkan. (Ayat:61)
  28. Ketahuilah sesungguhnya milik Allah yang di langit dan di bumi. sesungguhnya Dia mengetahui keadaan kalian yang berada di dalamnya. dan suatu hari ketika kembali kepadaNya, lalu Dia jelaskan kepada mereka yang telah mereka usahakan. dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Ayat:64)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Mukaddimah Al Qur'an versi terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Mu’minun
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-Furqan
Surah 24