Surah Al-Qalam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
al-Qalam
Alkalam.png
Al-Qalam.png
Informasi
Arti Pena
Nama lain Nun[1]
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 68
Juz Juz 29
Statistik
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 52 ayat

Surah Al-Qalam (Arab: القلم ,"Kalam") adalah surah ke-68 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, yang terdiri atas 52 ayat. Dinamakan Al Qalam’ yang berarti pena di ambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Surat ini dinamai pula dengan surat Nun (huruf nun) diambil dari perkataan ’’Nun’’ yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Pokok-pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Nun, demi pena beserta hal yang mereka tulis;
    atas karunia Tuhanmu, kamu bukanlah orang gila; melainkan untuk dirimu sungguh disediakan upah yang tiada henti, serta dirimu merupakan sosok yang diagungkan, tentulah kelak kamu akan mengetahui, serta mereka pun akan mengetahui, siapa di antara kalian yang gila. (Ayat: 1-6)
  2. Bahwasanya Tuhanmu, Dialah Yang Maha Mengetahui siapa yang sesat terhadap JalanNya; serta Dialah Yang Maha Mengetahui tentang golongan yang terbimbing. (Ayat: 7)
  3. Maka janganlah kamu menuruti golongan yang mendustakan; mereka ingin supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak pula,
    serta janganlah kamu menuruti setiap orang yang memaki, orang yang melecehkan seraya berkeliaran menghambur ejekan, orang yang menghalangi kebajikan, orang yang melampaui batas serta penuh dosa juga keras kepala, demikianlah watak orang itu akibat mempunyai harta benda maupun anak-anak; apabila disampaikan kepada orang itu tentang ayat-ayat Kami, orang itu mengatakan: "riwayat orang dahulu." kelak akan Kami beri tanda pada belalainya. (Ayat:8-16)
  4. Sungguh Kami telah menguji orang-orang tersebut sebagaimana Kami telah menguji para pemilik kebun yang telah berikrar bahwa mereka pasti memanen di esok pagi sementara mereka tidak waspada lalu hal demikian itu dihantam malapetaka dari Tuhanmu sewaktu mereka sedang tidur, sehingga kebun itu menjadi lenyap serta tandus.
    lalu mereka bercakap-cakap di keesokan pagi: "Bergegaslah di pagi ini jika kalian hendak memanen" kemudian mereka berangkat sambil saling berbisik: "Hari ini jangan sampai ada orang miskin yang memasuki kebun kalian" maka bergegaslah mereka untuk menghalangi.
    Tatkala mereka melihat hal demikian itu, mereka mengatakan: "kita memang orang-orang sesat, sebaliknya, justru kita sendiri yang dihalangi." berkatalah seorang yang bijak dari mereka: "Bukankah aku telah mengatakan kepada kalian, kiranya kalian berhati-hati" kemudian mereka berseru: "Dipermuliakanlah Tuhan kita, sungguh kita ini golongan yang berlaku sewenang-wenang" lalu mereka saling menyalahkan, mereka mengatakan: "Celakalah kita, sesungguhnya kita merupakan golongan yang berlaku sewenang-wenang! semoga Tuhan kita memberi ganti untuk kita dengan hal yang lebih baik daripada yang demikian ini; sungguh kita berbalik mengandalkan Tuhan kita."
    seperti itulah Malapetaka, sesungguhnya Malapetaka Akhirat merupakan lebih pedih sekiranya mereka mengetahui;
    bahwasanya untuk golongan bertakwa disediakan Surga-Surga penuh keberkatan di sisi Tuhan mereka. (Ayat:17-35)
  5. Apakah Kami memperlakukan golongan yang berserah diri setara dengan golongan yang berdosa? namun tidak berlaku untuk kalian? bagaimana cara kalian menetapkan hukum?
    ataukah kalian mempunyai sebuah kitab yang kalian anut, yang berisi bahwa kalian berhak menetapkan apapun yang kalian kehendaki sendiri ?
    ataukah kalian memperoleh izin yang diperkuat sumpah Kami sampai Hari Kebangkitan bahwa kalian layak menetapkan hukum?
    pertanyakan kepada mereka, siapakah yang bertanggung jawab terhadap ketetapan hukum itu!"
    atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? maka hadirkan sekutu-sekutu mereka itu jika mereka memang golongan yang sanggup!.
    ketahuilah bahwa pada hari ketika betis disingkapkan, serta mereka diperintah supaya merendah diri namun mereka terdiam tiada berdaya, pandangan mereka tunduk ke bawah, serta mereka diliputi aib; sebab sebelumnya mereka diperintah untuk merendah diri sewaktu mereka dalam keadaan sanggup;
    Maka serahkan kepada Aku tentang orang-orang yang mendustakan perkataan ini; kelak Kami yang menumpas mereka secara perlahan dari arah yang tidak mereka duga-duga, bahwa Aku menangguhkan mereka, sungguh RencanaKu merupakan Kemutlakan. (Ayat:35-45)
  6. Bahwa sungguh orang-orang kafir hampir memperdaya dirimu melalui pandangan mereka sewaktu orang-orang itu mendengar pengajaran; serta orang-orang itu mengatakan: "ia benar-benar orang gila," akan tetapi hal demikian ini tidak lain merupakan sebuah pengajaran untuk semesta alam. (Ayat:51-52)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Departemen Agama RI.2007.Al-Qur'an dan Terjemahannya Al-Jumanatul 'Ali Seuntai Mutiara Yang Maha Luhur.Bandung:J-Art

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Mulk
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-Haqqah
Surah 68