Surah Al-Isra'

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
al-Isra'
Elsharh.png
Informasi
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Bani Isra'il (Keturunan Isra'il)
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 17
Juz Juz 15
Statistik
Jumlah ayat 111 ayat

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari". Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah SWT. Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Pokok-pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Dipermuliakanlah Allah, yang telah memperjalankan hambaNya dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepada hamba tersebut, beberapa pertanda Kami; sungguh Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
    Dan telah Kami serahkan kepada Musa, Al-Kitab, serta Kami jadikan hal itu sebagai Bimbingan untuk Bani Israel: "Janganlah kalian menghendaki Penyelamat selain Aku, wahai kaum keturunan orang-orang yang telah Kami angkut bersama-sama Nuh" sungguh ia merupakan seorang hamba yang gemar bersyukur
    Dan telah Kami peringatkan Bani Israel dalam Al-Kitab: "Bahwasanya kalian akan mengacau di muka bumi ini sebanyak dua kali sehingga kalian akan menyombongkan diri secara berlebih; apabila Hukuman pertama dari kedua Hukuman terlaksana, Kami datangkan kepada kalian; hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka menduduki berbagai negeri, bahwa demikianlah ancaman yang pasti terlaksana; kemudian Kami berikan giliran untuk kalian supaya mengalahkan mereka serta Kami membantu kalian dengan kekayaan serta anak-anak, sehingga Kami jadikan jumlah kalian bertambah banyak; jika kalian berperilaku baik, kalian berperilaku baik terhadap diri kalian sendiri, sedangkan jika kalian berperilaku jahat maka hal tersebut menimpa diri kalian sendiri,
    apabila Hukuman kedua terlaksana, terdapat golongan yang menyuramkan wajah-wajah kalian lalu golongan itu masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuh kalian memasuki tempat tersebut pada kali pertama, serta menghancurkan hal apapun yang mereka dapati; semoga Tuhan kalian akan melimpahkan Kasih terhadap kalian, akan tetapi apabila kalian kembali mengulang niscaya Kami pun kembali mengulang, bahwa kelak Kami jadikan Jahannam sebagai kurungan untuk golongan kafir." (Ayat:1-8)
  2. Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberi bimbingan kepada hal yang lebih tepat serta memberi kabar gembira kepada golongan beriman yang mengerjakan berbagai kebajikan bahwa untuk mereka telah disediakan upah yang besar. (Ayat:9)
  3. Dan manusia cenderung bertindak pada keburukan sebagaimana ia memohon untuk kebaikan, bahwa manusia bersifat gegabah,
    bahwa telah Kami jadikan malam beserta siang sebagai dua pertanda, Kami hadirkan kegelapan sebagai pertanda malam sedang Kami hadirkan cerah sebagai pertanda siang supaya kalian mencari penghidupan dari Tuhan kalian, serta supaya kalian mengetahui bilangan tahun, serta perhitungan waktu, maupun segala sesuatu yang telah Kami jelaskan secara terperinci.  (Ayat: 10-12)
  4. Bahwa nasib hidup setiap manusia telah Kami ikat pada leher masing-masing; sungguh pada Hari Kebangkitan, Kami akan menyerahkan kepada setiap orang, sebuah Kitab yang terbuka, : "Bacalah kitabmu, pada hari ini cukuplah dirimu sebagai penilai terhadap dirimu sendiri."  (Ayat: 13-14)
  5. Barangsiapa yang terbimbing, yang sebenarnya orang itu membimbing dirinya sendiri, sedangkan barangsiapa yang tersesat yang sebenarnya orang itu menyesatkan dirinya sendiri; bahwa seorang berdosa tidak memikul dosa milik orang lain
    bahwa Kami takkan menimpakan azab sebelum Kami membangkitkan seorang Rasul; apabila Kami hendak menumpas suatu negeri, tentu Kami telah menegur golongan yang hidup mewah di negeri itu, akan tetapi golongan itu berlaku sekehendak hati dalam negeri itu sehingga layak Ketatapan diberlakukan terhadap golongan itu, kemudian Kami tumpas negeri itu sehancur-hancurnya; ketahuilah bahwa betapa banyak kaum sesudah Nuh yang telah Kami punahkan, maka cukuplah Tuhanmu sebagai Yang Maha Memahami, serta Maha Mengawasi kesalahan hamba-hambaNya. (Ayat:15-17)
  6. Barangsiapa mendambakan segala yang fana, maka Kami berikan hal tersebut untuk orang yang Kami kehendaki, kemudian Kami tetapkan Jahannam untuk orang itu, orang yang akan memasuki tempat itu dalam keadaan terhina serta dicampakkan;
    sementara orang-orang yang mendambakan kehidupan Akhir serta memperjuangkan hal demikian sedang orang-orang tersebut merupakan golongan beriman, maka demikianlah golongan yang perjuangannya bermanfaat, terhadap masing-masing golongan, baik suatu golongan maupun golongan lain, Kami karuniakan anugerah yang berasal dari kedermawanan Tuhanmu; bahwa kedermawanan Tuhanmu tidak dapat dihalangi; maka perhatikan cara Kami melebihkan sebagian mereka melebihi sebagian lain; sungguh Akhirat itu lebih baik keadaannya serta lebih besar keutamaannya.  (Ayat: 18-21)
  7. Janganlah kamu mengada-adakan sembahan lain terhadap Allah atau kamu akan dikutuk serta dicampakkan 
    serta Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah, selain kepada Dia
    serta perlakukan kedua orang tua secara baik; apabila salah seorang di antara keduanya ataupun kedua-duanya telah berumur tua dalam pengawasanmu, maka janganlah kamu mengucap perkataan kasar terhadap keduanya, serta janganlah kamu memandang rendah keduanya serta berbicaralah kepada keduanya disertai rasa hormat, serta rendahkan diri terhadap keduanya dengan penuh perhatian, serta berdoalah: "Wahai Tuhanku, kasihilah keduanya sebagaimana keduanya telah merawat diriku semasa kecil" Tuhan kalian lebih mengetahui hal yang berada dalam kalbu kalian; apabila kalian merupakan golongan saleh, sungguh Dialah Yang Maha Pengampun terhadap orang-orang yang bertaubat.
    serta berdermalah untuk kaum kerabat secara layak, serta untuk kaum miskin, serta kaum pengembara. maka janganlah kalian memboroskan harta benda secara berlebihan; sebab para pemboros itu merupakan saudara-saudara setan, sungguh setan merupakan pembantah terhadap Tuhannya,
    serta apabila kamu hendak meninggalkan mereka untuk mengejar karunia Tuhanmu yang kamu idam-idamkan, maka katakanlah kepada mereka, ucapan yang baik, serta janganlah kamu jadikan nasibmu terbelenggu pada lehermu serta janganlah kamu mengkhayalkan hingga kamu menjadi tertekan ataupun kecewa, sebab Dia telah menyediakan anugerah untuk orang yang berkenan bagi Dia serta Dia memperhitungkan hal itu pula; sebab Dialah Yang Maha Mengenal, Maha Memahami hamba-hambaNya
    serta janganlah kalian membunuh anak-anak kalian disebabkan khawatir miskin, Kamilah yang menyediakan penghidupan untuk mereka sebagaimana untuk kalian, bahwa tindakan membunuh mereka merupakan dosa besar.
    serta janganlah kalian berurusan dengan perzinahan, sebab hal demikian merupakan tindakan keji serta pilihan yang buruk
    serta janganlah kalian membunuh jiwa yang dimuliakan Allah, melainkan berlandaskan Kebenaran; bahwa barangsiapa yang dibunuh secara zalim maka Kami telah memberi hak jelas kepada ahli warisnya tetapi janganlah ia membunuh secara sadis, sebab ia adalah orang yang tertolong.
    serta janganlah kamu berurusan dengan harta benda anak yatim selain menafkahi anak itu sampai dewasa,
    serta tepatilah ikrar, sebab ikrar terhadap perjanjian kelak diperkarakan,
    serta sesuaikan takaran apabila kalian menakar, serta timbanglah mempergunakan neraca yang benar, hal demikian itu diutamakan serta lebih baik akibatnya
    serta janganlah kamu berpegang pada perkara yang tidak kamu pahami, sebab pendengaran, penglihatan maupun kalbu kelak akan diperkarakan
    serta janganlah kamu berjalan di muka bumi secara angkuh, sebab kamu tidak bisa membelah bumi, serta kamu tidak setinggi gunung;
    Semua kejahatan yang demikian merupakan hal-hal yang dibenci Tuhanmu. Demikianlah sebagian Hikmah yang disampaikan Tuhanmu kepada dirimu, maka janganlah kamu mengada-adakan sembahan lain terhadap Allah, yang dapat menyebabkan dirimu dicampakkan ke Neraka dalam keadaan hina serta tercela.  (Ayat: 22-39)
  8. Maka patutkah Tuhan memilih untuk kalian, anak-anak laki-laki, sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan di antara kalangan malaikat? sungguh kalian benar-benar mengucap perkara yang besar. (Ayat:40)
  9. Dan sungguh dalam Al-Quran ini telah Kami ulang-ulangi agar mereka senantiasa ingat, namun hal demikian hanya membuat mereka menghindar; Katakanlah: "Sekiranya ada sembahan-sembahan yang menyertai Dia, sebagaimana yang mereka katakan niscaya sembahan-sembahan itu berupaya menuju Tuhan yang memiliki 'Arsy." Dipermuliakanlah Dia serta Diluhurkan Dia sedahsyat-dahsyatnya dibanding segala hal yang mereka tuduhkan.  (Ayat: 41-43)
  10. Langit yang tujuh, bumi, maupun semua yang berada di dalamnya memuja-muja Dia; bahwa tiada suatupun melainkan menyanjung seraya memuja-muja Dia, walaupun kalian tidak memahami puja-puji mereka, sungguh Dialah Yang Maha Penyantun, Maha Pengampun.  (Ayat: 44)
  11. Dan sewaktu kamu membaca Al-Qur'an niscaya Kami adakan suatu pembatas yang tak terlihat antara dirimu dengan orang-orang yang tidak beriman terhadap Akhirat, serta Kami adakan tutupan di atas kalbu orang-orang itu serta sumbatan di telinga orang-orang itu, supaya orang-orang itu tidak dapat memahami hal demikian; serta apabila dirimu menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Qur'an niscaya orang-orang itu berpaling ke belakang disertai rasa benci, Kami lebih mengetahui tentang keadaan orang-orang itu sewaktu orang-orang itu mendengarkan dirimu, maupun sewaktu orang-orang itu saling berbisik; ketika orang-orang yang berlaku zalim itu mengatakan: "kalian hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang terkena sihir." perhatikan cara orang-orang itu mengadakan perumpamaan-perumpamaan tentang dirimu, sehingga orang-orang itu menjadi sesat serta orang-orang itu tidak dapat lagi menemukan cara lain. (Ayat:45-48)
  12. Dan mereka mengatakan: "Apakah ketika kami telah menjadi tulang belulang maupun debu, bahwa kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?" Katakanlah: "Jadilah batu atau besi, atau suatu hal yang termasuk mustahil menurut pendapat kalian!" kemudian mereka berkata: "Siapa yang akan menghidupkan kembali diri kami?" Katakanlah: "Yang telah menciptakan kalian pada kali yang pertama" lalu mereka akan menggeleng-geleng kepala mereka terhadap dirimu serta berkata: "Kapankah itu?" Katakanlah: "Semoga itu telah dekat, yakni pada hari ketika Dia memanggil kalian, lalu kalian mematuhi Dia, seraya kalian memuji Dia, sementara kalian menganggap bahwa kalian tidak berdiam terkecuali sebentar." (Ayat:49-52)
  13. Dan katakanlah kepada hamba-hambaKu: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan secara adil, oleh sebab setan menghendaki pertengkaran di antara mereka sebab setan merupakan musuh sejati terhadap manusia." Tuhan kalian lebih mengetahui tentang keadaan diri kalian; Dia akan memberi Kasih kepada dirimu apabila Dia menghendaki, serta Dia hendak mengazab dirimu, apabila Dia menghendaki; maka ketahuilah bahwa Kami tidak mengutus dirimu untuk bertanggung jawab tentang keadaan mereka; dan Tuhanmu lebih mengetahui hal-hal yang berada di langit maupun di bumi; serta sungguh telah Kami lebihkan sebagian nabi itu melampaui sebagian lain, serta telah Kami berikan Zabur kepada Daud. (Ayat:53-55)
  14. Katakanlah: "Serulah segala hal yang kalian andalkan selain Allah, bahwa hal-hal itu tidak sedikitpun memiliki kuasa untuk menghilangkan bahaya daripada diri kalian serta tidak pula memindahkan keadaan tersebut." hal-hal yang diserukan oleh orang-orang itu, bahwa hal-hal itu hendak mencari cara kepada Tuhan mereka, bahkan di antara golongan yang berada dekat masih mengharap KasihNya, serta merasa takut terhadap AzabNya; sungguh Azab Tuhanmu merupakan suatu hal yang harus ditakuti. (Ayat:56-57)
  15. Tiada suatu negeri pun melainkan telah Kami lenyapkan sebelum Hari Kiamat atau Kami lenyapkan melalui Azab pedih; hal demikian telah tertulis dalam sebuah Kitab. (Ayat:58)
  16. Dan tiada yang menghalangi Kami untuk menyampaikan ayat-ayat melainkan karena semua itu terlebih dahulu diingkari oleh para leluhur mereka;
    bahwa telah Kami serahkan seekor unta betina yang tampak kepada Samud, akan tetapi mereka membantai unta betina itu, bahwa Kami tidak menyampaikan ayat-ayat melainkan sebagai penegasan.  (Ayat: 59)
  17. Dan ketika Kami mewahyukan kepada dirimu: "Bahwasanya Tuhanmu meliputi semua manusia." serta Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepada dirimu, melainkan sebagai ujian bagi umat manusia, demikian halnya pohon terkutuk di al-Qur'an, supaya Kami hendak menimbulkan rasa gentar mereka, namun hal demikian hanya menambah besar sikap durhaka mereka. (Ayat:60)
  18. Dan tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: "Rendahkan diri terhadap manusia!" lalu mereka merendah diri terkecuali iblis, makhluk itu mengatakan: " Sujudkah aku kepada sosok yang dibentuk berbahan tanah liat?" makhluk itu berkata: "Jelaskan kepadaku, inikah yang Engkau muliakan dibanding diriku? sungguh apabila Engkau menangguhkan diriku sampai Hari Kebangkitan niscaya akan kusesatkan banyak keturunannya, terkecuali sedikit" Dia berfirman: "Lakukanlah, barangsiapa di antara mereka yang menuruti dirimu maka ketahuilah bahwa Jahannam merupakan balasan untuk kalian semua, sebagai suatu hukuman setimpal, maka jerumuskan siapapun yang kamu sanggupi di antara mereka dengan bisikanmu itu, serta kerahkan terhadap mereka, pasukanmu berkendara serta pasukanmu yang berjalan, serta berilah umpan mereka melalui harta benda maupun anak-anak serta berilah mereka janji." bahwa tidak ada yang dijanjikan oleh setan melainkan angan-angan belaka: "Sungguh hamba-hambaKu takkan bisa kamu kendalikan bahwa cukuplah Tuhanmu sebagai Perisai." (Ayat: 61-65)
  19. Tuhan kalian yang melayarkan kapal-kapal di lautan untuk kalian, supaya kalian memperoleh sebagian KaruniaNya; ketahuilah bahwa Dialah Yang Maha Penyayang terhadap kalian; dan sewaktu kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya lenyap siapapun yang hendak kalian seru, selain Dia; tatkala Dia telah menyelamatkan kalian ke daratan, maka kalian berpaling; dan betapa pengingkar manusia itu!
    Maka apakah kalian merasa aman bahwa Dia sanggup menjungkirbalikkan sebagian daratan menimpa kalian atau Dia meniup angin yang mengandung batu-batu kecil? bahwa kalian takkan mendapat seorang pelindung pun terhadap Kami, ataukah dirimu merasa aman apabila Dia mengembalikan kalian ke lautan sekali lagi, sehingga Dia menghadirkan angin topan melanda kalian serta Dia tenggelamkan kalian akibat kekafiran kalian; serta kalian tidak akan mendapat seorang penolong pun dalam hal ini terhadap Kami. (Ayat:66-69)
  20. Dan sungguh telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan maupun di lautan, Kami karuniakan untuk mereka, rezeki yang baik-baik serta Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna dibanding sebagian besar makhluk yang telah Kami ciptakan. Sebuah Hari ketika Kami memanggil setiap umat dengan pemimpin mereka; serta barangsiapa yang diberikan Kitab di sisi kanannya maka orang-orang itu akan membaca Kitab tersebut, bahwa prang-orang itu tidak sedikit pun diperlakukan secara zalim; sedang barangsiapa yang buta di dunia ini, niscaya di Akhirat orang itu akan lebih buta serta lebih tersesat terhadap Ketentuan. (Ayat:70-72)
  21. Dan sungguh mereka hampir memalingkan dirimu tentang hal-hal yang telah Kami wahyukan kepadamu, supaya dirimu membuat hal lain secara dusta terhadap Kami; dan sekiranya memang demikian tentulah mereka menjadikan dirimu sebagai sahabat yang setia; sekiranya Kami tidak memperkuat dirimu, niscaya dirimu hampir sedikit cenderung kepada mereka, sekiranya hal demikian terjadi, tentu akan Kami timpakan kepada dirimu, Hukuman setimpal, di dunia ini maupun sesudah mati, serta dirimu takkan mendapat satupun penolong terhadap Kami; serta sungguh mereka hampir membuat dirimu gelisah di sebuah negeri supaya mengusir dirimu daripada negeri tersebut; sekiranya hal demikian terjadi, niscaya sepeninggal dirimu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar, sebagai suatu Ketetapan terhadap Rasul-Rasul Kami yang telah Kami utus sebelum dirimu bahwa takkan dirimu dapati perubahan tentang Ketetapan Kami. (Ayat:73-77)
  22. Dirikan shalat sejak matahari terbenam sampai gelap malam serta ibadah fajar, sebab ibadah fajar mengandung kesaksian, serta pada sebagian malam hari, hendaklah melakukan tahajud sebagai suatu ibadah tambahan untuk dirimu, semoga Tuhanmu mengangkat dirimu ke dalam kedudukan yang terpuji. (Ayat:78-79)
  23. Dan katakanlah: "Wahai Tuhanku, tempatkan diriku melalui gerbang Kebenaran, serta keluarkan diriku melalui gerbang Kebenaran; serta karuniakan kepada diriku dari sisiMu, kuasa yang menolong." (Ayat:80)
  24. Dan katakanlah: "Kebenaran telah terlaksana serta Kesia-siaan telah lenyap" sebab Kesia-siaan itu adalah pasti binasa; serta telah Kami sampaikan isi Al-Qur'an sebagai penyembuh serta Kasih untuk golongan beriman, sedangkan hal demikian tidak menambah apapun untuk orang-orang yang berlaku zalim selain celaka. (Ayat:81-82)
  25. Dan apabila Kami karuniakan kebaikan untuk manusia niscaya orang itu berpaling, serta orang itu menjauh sekehendak diri; sementara apabila orang itu ditimpa celaka niscaya orang itu berputus asa. Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaan masing-masing, maka Tuhan kalian lebih mengetahui tentang siapa yang lebih tepat tindakannya." (Ayat:83-84)
  26. Dan mereka bertanya kepada dirimu tentang Roh, Katakanlah: "Roh itu termasuk kewenangan Tuhanku, sementara kalian tidak diberi wawasan melainkan sedikit." (Ayat:85)
  27. Dan sekiranya Kami berkehendak niscaya Kami lenyapkan hal-hal yang telah Kami wahyukan kepada dirimu, sehingga melalui pelenyapan itu, dirimu takkan mendapati seorang pembela pun terhadap Kami, terkecuali karena Kasih Tuhanmu, sungguh karuniaNya terhadap dirimu adalah sangat berlimpah. (Ayat:86-87)
  28. Katakanlah: "Ketahuilah sekiranya umat manusia serta jin berkumpul untuk membuat hal yang serupa Al-Qur'an ini, niscaya orang-orang itu takkan dapat membuat hal yang serupa dengan hal ini, sekalipun sebagian mereka membantu sebagian lain." (Ayat:88)
  29. Dan sungguh Kami telah mengulang-ulang berbagai perumpamaan kepada umat manusia, melalui Al-Quran ini, akan tetapi sebagian besar umat manusia bersikap mengabaikan diri, selain mengingkar; serta mereka mengatakan: "Kami tidak mungkin percaya kepada dirimu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami, atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma maupun anggur lalu kamu alirkan sungai-sungai deras dalam kebun itu, atau kamu runtuhkan langit berkeping-keping seperti yang pernah kamu katakan, atau kamu hadirkan Allah serta para malaikat berhadapan kepada kami, atau kamu mempunyai sebuah rumah berbahan emas, atau kamu menaiki tangga ke langit bahwa mustahil kami akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan kepada kami, sebuah kitab yang kami baca!" Katakanlah: "Dipermuliakanlah Tuhanku, bukankah aku hanya seorang manusia yang diutus?"  (Ayat: 89-93)
  30. Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia supaya beriman tatkala Bimbingan telah tersampaikan kepada dirinya, kecuali anggapan mereka: "Mungkinkah Allah membangkitkan seorang manusia sebagai seorang Rasul?" Katakanlah: "Seandainya ada di bumi, para malaikat yang berjalan secara perlahan sebagaimana penduduk bumi, niscaya Kami turunkan sesosok malaikat dari langit sebagai Rasul kepada mereka." Katakanlah: "Cukuplah Allah sebagai Saksi antara aku dengan kalian, sungguh Dialah Yang Maha Mengenal, Maha Memahami hamba-hambaNya".  (Ayat: 94-96)
  31. Dan barangsiapa yang Allah bimbing, orang itulah yang terbimbing, sedangkan barangsiapa yang Dia liarkan maka kamu takkan mendapat pelindung-pelindung terhadap mereka selain Dia, serta kelak Kami akan menghimpun orang-orang itu pada Hari Kiamat, wajah orang-orang itu diseret serta orang-orang itu berada dalam keadaan buta, bisu serta pekak; tempat kesudahan orang-orang itu merupakan Jahanam; tiap-tiap kali tempat itu padam, Kami tambahkan kobaran Api terhadap orang-orang itu, demikianlah balasan untuk orang-orang itu, karena sungguh orang-orang itu mengingkar terhadap ayat-ayat Kami, serta orang-orang itu telah berkata: "Apakah ketika kami telah menjadi tulang belulang beserta debu, bahwa kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?" maka tidakkah orang-orang itu memperhatikan bahwasanya Allah yang telah menciptakan langit beserta bumi, yang memiliki kuasa pula menciptakan makhluk yang serupa dengan mereka, serta Dialah yang telah menetapkan waktu tertentu untuk mereka yang tiada diragukan? akan tetapi golongan yang berlaku zalim bersikap mengabaikan diri, selain mengingkar. (Ayat:97-99)
  32. Katakanlah: "Kalau sekiranya dirimu menguasai khazanah karunia Tuhanku, niscaya khazanah itu kamu tahan, sebab takut menginfaqkan hal demikian." bahwa manusia itu berlaku sangat kikir. (Ayat:100)
  33. Bahwasanya Kamilah yang telah mengaruniakan sembilan mu'jizat nyata kepada Musa, maka tanyakan kepada Bani Israel, tatkala ia menghadap kepada mereka, lalu Fir'aun mengatakan kepada ia: "Sungguh aku menganggap dirimu, wahai Musa, sebagai seorang yang terkena sihir." ia berkata: "Sungguh kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang sanggup menghadirkan mu'jizat-mu'jizat itu selain Tuhannya langit maupun bumi, sebagai bukti-bukti jelas, serta sungguh aku menganggap dirimu, wahai Fir'aun, sebagai seorang yang akan ditumpas." kemudian orang itu hendak melenyapkan mereka dari muka bumi, maka Kami tenggelamkan orang itu bersama siapapun yang menyertai orang itu,
    kemudian Kami sampaikan kepada Bani Israel: "Tempatilah bumi ini, kemudian apabila masa Akhirat terlaksana niscaya Kami menghadirkan kalian dalam keadaan bercampur baur." (Ayat:101-104)
  34. Dan Kami hadirkan berdasar Kebenaran serta hal itu telah hadir disertai Kebenaran; sementara Kami tidaklah mengutus dirimu, melainkan sebagai seorang pembawa berita gembira serta pemberi peringatan; serta Bacaan ini telah Kami kirim secara berangsur-angsur supaya kamu membacakan hal demikian secara saksama kepada umat manusia; bahwa Kami mengirim hal demikian, bagian demi bagian.  (Ayat: 105-106)
  35. Katakanlah: "Berimanlah dirimu kepada hal demikian atau tidak usah beriman; ketahuilah bahwa orang-orang yang telah diberi Ilmu apabila hal demikian dibacakan kepada mereka, orang-orang tersebut menyungkur di muka mereka seraya bersujud, serta berkata: "Dipermuliaknlah Tuhan kami; sungguh janji Tuhan kami pasti terpenuhi." serta orang-orang menyungkur atas muka mereka seraya menangis terharu, sedang mereka bertambah khusyuk." (Ayat:107-109)
  36. Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman; dengan nama apapun yang hendak kamu seru, bahwa Dia memiliki Nama-Nama Terbaik; serta janganlah dirimu mengeraskan suara dalam shalatmu serta janganlah pula merendahkan diri melainkan carilah pertengahan antara keduanya" (Ayat:110)
  37. Dan katakanlah: "Terpujilah Allah, yang tiada mempunyai anak, serta yang tidak mempunyai sekutu dalam KekuasaanNya, bahwa Dia bukanlah makhluk yang memelas pertolongan terhadap penindasan, maka muliakanlah Dia sedahsyat-dahsyatnya.  (Ayat: 111)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah An-Nahl
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-Kahf
Surah 17