Surah Yunus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Yunus
Yons.png
Ayah 1 s.d. Ayah 3
Ayah 1 s.d. Ayah 3
Informasi
Arti Nabi Yunus
Klasifikasi Makkiyah
Ayat 40, 94, 95 Madaniyah
Surah ke 10
Juz Juz 11
Statistik
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 109 ayat
Jumlah huruf 7.425 huruf
Surah Yunus ayat 24-27 dari abad ke-9

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, "Nabi Yunus") adalah surah ke-10 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar surah Yunus tergolong Makkiyah, yang turun sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah kecuali ayat 40, 94, dan 95 yang termasuk Madaniyyah. Dalam penggolongan surah, surah Yunus termasuk kategori surah Al-Mi'un, yaitu surah-surah Al-Qur'an yang ayatnya berjumlah seratusan karena surah ini terdiri dari 109 ayat. Namun ada juga yang berpendapat surah ini termasuk golongan surah as-Sab'ut Thiwal atau "Tujuh Surah yang Panjang".[1] Dalam mushaf Utsmani, surah ini merupakan surah ke-51 yang diturunkan setelah surah Al-Isra', surah ke-17 dalam al-Qur'an dan sebelum surah Hud, surah ke-11.[2] Seluruh isi surah ini masuk ke dalam Juz 11 dan diletakkan setelah surah At-Taubah dan sebelum surah Hud. Surah ini terdiri atas 11 ruku'. Sedangkan topik utama yang dibahas dalam surah ini meliputi masalah akidah, iman kepada Allah, kitab-kitab dan rasul-Nya, serta Hari kebangkitan dan pembalasan.

Surah Yunus diawali dengan ayat Mutasyabihat Ali Lam Ra dan diakhiri dengan ayat yang membahas perlunya mengikuti aturan Allah dan bersabar baik dalam ketaatan maupun musibah. Surah ini dinamakan Yunus merupakan sebuah simbolikal dan bukan berarti surah ini berisi kisah Yunus. Bahkan, kisah terpanjang dalam surah ini adalah kisah Musa dan Bani Israil dengan Fir'aun yaitu pada ayat 75 hingga 93. Hanya ayat ke-98 dari surah inilah yang menyebut kata "Yunus". Menurut pengamatan Khalifah, ayat 98 merupakan bagian terpenting dari surah ini.

Isi[sunting | sunting sumber]

Tanda-Tanda Kebesaran Allah Dalam Alam Semesta (1-109)
  • Wahyu dan dasar-dasar kebenarannya (1-6)
  • Pembalasan terhadap pengingkaran dan penerimaan wahyu (7-18)
  • Manusia adalah satu umat yang memeluk agama yang satu (19-20)
  • Perlakuan Allah yang penuh rahmat (21-24)
  • Seruan Allah ke Darus Salam dan penolakan terhadapnya (25-30)
  • Bukti-bukti kekuasaan Allah yang membatalkan kepercayaan orang musyrik (31-36)
  • Jaminan Allah tentang kemurnian Al-Qur'an (37-53)
  • Penyesalan manusia di akhirat kelak (54-60)
  • Segala perbuatan manusia tidak lepas dari pengawasaan Allah (61)
  • Wali-wali Allah dan berita gembira bagi mereka (62-70)
  • Kisah Nuh, Musa, dan Yunus adalah teladan bagi manusia (71-103)
  • Da'wah Islam (104-109)

Pokok-pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Alif laam raa. Inilah pesan-pesan Al-Kitab yang (mengandung) Hikmah.  (Ayat:1)
  2. apakah mengherankan bagi umat manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di tengah-tengah mereka: "peringatkan umat manusia dan gembirakan orang-orang yang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan terhormat di sisi Tuhan mereka". golongan yang kafir mengatakan: "sungguh (orang) ini adalah seorang penyihir belaka".  (Ayat:2)
  3. sungguh Tuhan kalian ialah Yang Menciptakan langit dan bumi dalam enam Hari, lalu bersemayam pada Singgasana ('Arsy) untuk mengatur segala urusan. tiada yang mengadakan perantaraan melainkan Dia yang mengizinkan. demikian itu Allah, Tuhan kalian, maka sembahlah Dia. maka tidakkah kalian mengambil pelajaran?  hanya padaNya kalian semua berpulang; sebagai janji yang sebenarnya daripada Allah, Allah yang memulai penciptaan kemudian mengulanginya, agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang memperbuat berbagai kebajikan secara adil. dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air mendidih dan siksa pedih akibat kekafiran mereka.  (Ayat:3-4)
  4. Dialah yang menjadikan matahari sebagai pelita yang menerangi dan bulan sebagai cahaya dan Dia yang menentukan bentuk-bentuk (bulan), supaya kalian mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (bulan). tidaklah Allah menciptakan yang demikian melainkan berdasar Kebenaran. Dia menjelaskan pertanda-pertanda bagi kaum yang mengetahui.  sungguh pada pergantian malam dan siang itu dan pada yang diciptakan Allah di langit dan di bumi terdapat pertanda-pertanda bagi kaum yang bertaqwa.  (Ayat:5-6)
  5. sesungguhnya orang-orang yang tidak menantikan pertemuan dengan Kami, merasa nyaman dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram terhadapnya juga orang-orang yang melalaikan pesan-pesan Kami,  itulah yang bertempat di Neraka, disebabkan yang mereka usahakan.  sungguh orang-orang yang beriman dan memperbuat berbagai kebajikan, mereka dibimbing oleh Tuhan mereka karena keimanan mereka, di bawah mereka dialiri sungai-sungai dalam surga kebaikan.  doa mereka disana ialah: "Dimuliakanlah Engkau", dan salam penghormatan bagi mereka ialah: "Salam". dan penutup doa mereka ialah: "Terpujilah Allah, Tuhannya semesta alam".  (Ayat:8-10)
  6. dan sekiranya Allah sesuaikan (membalas) kejahatan pada umat manusia seperti permintaan mereka supaya menyegerakan kebaikan, tentulah (umur) mereka berakhir. maka Kami biarkan orang-orang yang tidak menantikan pertemuan dengan Kami bergelimangan dalam kebingungan mereka.  (Ayat:11)
  7. dan apabila manusia dilanda bahaya maka dia memanggil-manggil (berseru) kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami lenyapkan bahaya itu daripadanya, dia pergi begitu saja, seolah-olah dia tidak pernah memanggil-manggil Kami tentang bahaya yang pernah melandanya. demikianlah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik yang mereka lakukan.  dan sungguh Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kalian, ketika mereka berlaku sewenang-wenang, padahal Utusan-Utusan mereka telah hadir kepada mereka beserta keterangan-keterangan jelas, tetapi mereka tidak hendak beriman, maka Kami memberi pembalasan kepada golongan yang berdosa itu.  kemudian Kami jadikan kalian pengganti-pengganti di muka bumi setelah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kalian berlaku.  (Ayat:12-14)
  8. dan apabila dibacakan kepada mereka pesan-pesan Kami yang jelas, orang-orang yang tidak menantikan pertemuan dengan Kami mengatakan: "tunjukkan Al-Quran yang lain daripada ini atau gantilah saja". katakanlah: "tidaklah patut bagiku untuk menggantinya dari pihakku sendiri. aku tidak mengikut kecuali yang diwahyukan kepadaku. sungguh aku takut jika mendurhakai Tuhanku menghadapi malapetaka pada hari yang menggemparkan".  katakanlah: "sekiranya Allah menghendaki, tidaklah aku membacakannya kepada kalian dan Dia tidak (pula) menyampaikannya kepada kalian". sungguh aku telah tinggal bersama kalian beberapa waktu sebelumnya. tidakkah kalian memikirkannya?  maka siapakah yang lebih sewenang-wenang daripada yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau mendustakan pesan-pesanNya? sungguh, golongan yang berdosa itu tidaklah menang.  dan mereka menyembah selain Allah yang tidak dapat mendatangkan kesukaran kepada mereka dan tidak (pula) mendatangkan kemanfaatan kepada mereka, dan mereka mengatakan: "itulah sebagai perantaraan kepada kami di sisi Allah". katakanlah: "Apakah kalian mengabarkan kepada Allah tentang yang tidak Dia ketahui baik di langit dan tidak (pula) di bumi?" Dimuliakanlah Dia dan Maha Luhur dibanding yang mereka persekutukan.  (Ayat:15-18)
  9. umat manusia dahulunya tidak lain satu umat, kemudian mereka berselisih. kalau tidaklah karena didahului suatu ketetapan dari Tuhanmu, tentulah telah diselesaikan (perkara) di antara mereka, tentang yang mereka perselisihkan.  (Ayat:19)
  10. dan mereka mengatakan: "ada apa tidak dikirimkan kepadanya (Muhammad) suatu pertanda (mukjizat) dari Tuhannya?" maka katakanlah: "sungguh yang ghaib itu urusan Allah, maka nantikanlah, sesungguhnya aku bersama kalian termasuk golongan yang menanti.  (Ayat:20)
  11. Dialah Tuhan yang memungkinkan kalian menempuh (perjalanan) di darat dan di lautan. sehingga apabila kalian berada di dalam bahtera, dan itu meluncur mengangkut orang-orang yang ada di dalamnya dengan angin yang bermanfaat, ketika mereka bergembira terhadapnya, angin badai menerjang dan hantaman gelombang dari berbagai arah menimpanya, dan mereka merasa telah terancam, maka mereka berdoa kepada Allah secara tulus padaNya. : "sungguh jika Engkau menyelamatkan kami dari (bahaya) ini, pastilah kami termasuk golongan yang berterimakasih".  maka tatkala Allah telah menyelamatkan mereka, seketika mereka berlaku sewenang-wenang di muka bumi secara sembarangan (tanpa kebenaran). wahai umat manusia, sungguh kecerobohan akan menimpa diri kalian sendiri; itu hanyalah kesenangan hidup duniawi, kemudian kepada Kami kalian berpulang, lalu Kami jelaskan kepada kalian yang telah kalian usahakan.  (Ayat:22-23)
  12. sungguh perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuh subur dengan itu; tanaman-tanaman di bumi, sebagian ada yang dimakan umat manusia juga hewan ternak. hingga apabila bumi itu telah menampakkan keindahan dan dipenuhi (pula) perhiasan, dan pemilik-pemiliknya menganggap bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba ketetapan Kami terjadi di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan itu laksana tanah lapang yang diterjang (badai) seolah belum pernah tumbuh. Demikianlah Kami menjelaskan pertanda-pertanda kepada kaum yang berpikir.  (Ayat:24)
  13. Allah mengundang ke Darussalam (Kediaman yang Damai) dan Dialah yang menuntun orang yang Dia perkenan menuju jalan yang tepat.  (Ayat:25)
  14. pada hari Kami himpunkan mereka semua, kemudian Kami serukan kepada orang-orang yang mempersekutukan: "Tetaplah kalian dan sekutu-sekutu kalian di tempat kalian itu". lalu Kami pisahkan mereka lalu sekutu-sekutu mereka mengatakan: "bukanlah kami yang telah kalian sembah.  dan cukuplah Allah sebagai saksi antara kami dengan kalian, bahwa kami tak berurusan (berlepas diri) tentang penyembahan kalian itu. "  di tempat itu, tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari yang telah diusahakan dan mereka berpulang kepada Allah, Pemelihara mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka yang mereka ada-adakan.  katakanlah: "siapakah yang menghidupi kalian dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa terhadap pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang menghendaki hidup dari (sesuatu) yang mati dan yang menghendaki mati dari yang hidup dan siapakah yang memperhitungkan segala urusan?" tentulah mereka akan mengatakan: "Allah". maka katakanlah "Mengapa kalian tidak bertaqwa?"  maka itulah Allah Tuhan kalian yang sebenarnya; maka tidak ada yang berbeda terhadap Kebenaran, melainkan itu adalah penyimpangan. maka bagaimanakah kalian dipalingkan?  katakanlah: "Apakah di antara sekutu-sekutu kalian ada yang dapat memulai penciptaan, kemudian mengulanginya?" katakanlah: "Allah yang memulai penciptaan, kemudian Dialah yang mengulanginya; maka bagaimanakah kalian dipalingkan?"  katakanlah: "Apakah di antara sekutu-sekutu kalian ada yang menuntun kepada Kebenaran?" katakanlah "Allah yang menuntun menuju Kebenaran". maka Yang Menuntun kepada Kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah yang tidak bisa menuntun kecuali terlebih dahulu dituntun? mengapakah kalian? Bagaimana kalian mengambil keputusan?  dan kebanyakan mereka tidak mengikuti selain dugaan semata. sungguh dugaan itu tidak sedikitpun berpengaruh terhadap Kebenaran. sungguh Allah Yang Maha Mengetahui yang mereka lakukan.  (Ayat:28-36)
  15. Tidak mungkin Al-Quran ini dibuat oleh yang selain Allah; akan tetapi yang demikian menggenapi (kitab-kitab) yang terdahulu dan menjelaskan Al-Kitab yang tiada keraguan padanya, dari Tuhannya semesta alam.  atau mereka mengatakan "dia (Muhammad) yang membuat-buatnya". katakanlah: "maka cobalah datangkan sebuah surat semacam itu dan ajaklah siapapun yang dapat kalian sanggupi, yang (demikian itu) bukanlah Allah, jika kalian golongan yang benar".  yang sebenarnya, mereka itu membantah yang belum mereka ketahui secara utuh padahal belum tersampaikan kepada mereka tentang keterangannya. demikian pula orang-orang yang sebelum mereka mendustakan. maka perhatikanlah bagaimana akhir riwayat golongan yang sewenang-wenang itu.  sebagian mereka ada yang beriman terhadap yang demikian, dan sebagian lain ada (pula) yang tidak beriman tentang yang demikian. Tuhanmu yang lebih mengetahui tentang golongan yang mengacau.  (Ayat:37-40)
  16. Jika mereka mendustakan kalian, maka katakanlah: "diriku, perilakuku sedangkan diri kalian, perilaku kalian. kalian berlepas terhadap yang kulakukan dan aku pun berlepas terhadap yang kalian lakukan".  dan sebagian mereka mendengarkan kepadamu, apakah kamu dapat memperdengarkan kepada orang-orang tuli itu ketika mereka tidak mengerti.  dan sebagian mereka yang memandang kepadamu, apakah kamu dapat membimbing orang-orang buta, ketika mereka tidak dapat memperhatikan.  sungguh Allah tidak memperlakukan umat manusia secara sewenang-wenang sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berlaku sewenang-wenang terhadap diri mereka sendiri.  dan tentang hari (ketika) Allah menghimpunkan mereka, seolah-olah mereka tidak pernah singgah melainkan sesaat di siang hari (saat) mereka saling berkenalan. betapa celaka orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah dan tidaklah mereka terbimbing  (Ayat:41-45)
  17. mereka mengatakan: "kapankah janji itu (terjadi), jika kalian memang golongan yang benar?"  katakanlah: "aku tidak kuasa mendatangkan kesukaran dan tidak (pula) mendatangkan kemanfaatan bagi diriku sendiri, melainkan yang dikehendaki Allah". tiap-tiap umat mempunyai batas. apabila batas mereka tiba, maka mereka tidak dapat menundanya sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya.  katakanlah: "terangkan kepadaku, jika melanda kepada kalian; malapetakaNya di waktu malam atau di siang hari, apakah orang-orang berdosa meminta supaya itu disegerakan?"  kemudian apakah setelah hal tersebut terjadi, maka kalian mengimaninya? apakah sekarang, padahal sebelumnya kalian meminta itu disegerakan?  kemudian dikatakan kepada orang-orang yang berlaku sewenang-wenang itu: "rasakan siksaan yang kekal; kalian tidak dibalasi melainkan atas yang telah kalian usahakan".  sedangkan mereka mempertanyakan kepadamu: "Benarkah itu? " katakanlah: "Ya, demi Tuhanku, sungguh itu adalah Kebenaran dan kalian tidaklah luput".  dan sekiranya setiap orang yang berlaku sewenang-wenang itu memiliki segala yang ada di bumi ini, tentulah dia akan menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyatakan penyesalan ketika mereka telah menyaksikan malapetaka itu. dan diselesaikan (perkara) di antara mereka secara adil, sedang mereka tidak dicurangi.  Ingatlah, sungguh milik Allah yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sungguh janji Allah adalah Kebenaran, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.  Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan dan padaNya kalian berpulang.  (Ayat:48-56)
  18. wahai umat manusia, sungguh telah hadir kepada kalian sebuah pengajaran dari Tuhan kalian dan pelipur (kesesakan) yang berada dalam dada dan Bimbingan serta Kasih bagi golongan yang beriman.  katakanlah: "terhadap karunia Allah dan KasihNya, hendaklah dengan itu mereka bersuka cita. karunia Allah dan KasihNya lebih baik dibanding yang mereka kumpulkan".  (Ayat:57-58)
  19. katakanlah: "Terangkan kepadaku tentang penghidupan yang diberikan Allah untuk kalian, maka kalian menfatwakan (memutuskan) sebagiannya menjadi haram dan halal". katakanlah: "Apakah Allah telah mengizinkan kalian atau kalian mengada-ada melawan Allah?"  Apakah pikiran orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah ketika Hari Kebangkitan? sungguh Allah yang menyediakan karunia bagi manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak berterima kasih.  (Ayat:59-60)
  20. tidaklah kalian berada dalam suatu keadaan dan tidaklah kalian membaca sebagian dari bacaan (Quran) dan tidaklah kalian mengerjakan suatu tindakan pun, melainkan Kami sebagai saksi terhadap kalian di waktu kalian sedang melakukannya. Tidak luput dari Tuhanmu biar pun sebesar zarrah di bumi ataupun di langit. Tiada yang lebih kecil dan tiada yang lebih besar, melainkan tercantum dalam kitab yang jelas.  Ingatlah, sungguh pada wali-wali Allah itu, tiada kekhawatiran terhadap mereka dan tidaklah mereka bersedih hati.  (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka yang bertaqwa.  bagi mereka berita gembira dalam kehidupan dunia dan di Akhirat. tiada perubahan pada Ketetapan-Ketetapan Allah. yang demikian itu adalah keberhasilan yang besar.  (Ayat:61-64)
  21. Janganlah perkataan mereka menggelisahkanmu. sungguh kekuasaan itu seluruhnya adalah milik Allah. Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.  (Ayat:65)
  22. Ingatlah, sesungguhnya milik Allah segala yang di langit dan yang ada di bumi. dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, mereka itu tidak lain mengikuti dugaan belaka, dan mereka hanyalah berprasangka.  (Ayat:66)
  23. mereka mengatakan: "Allah beranak". Dimuliakanlah Allah; Dialah Yang Maha Kaya; milikNya yang ada di langit dan yang di bumi. tidaklah kalian mempunyai jaminan (Kebenaran) tentang ini. pantaskah kalian mengatakan tentang Allah yang tidak kalian ketahui?  katakanlah: "sungguh orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah tidaklah menang".  kesenangan di dunia, kemudian kepada Kami mereka berpulang, kemudian Kami timpakan kepada mereka siksa yang menyakitkan, disebabkan kekafiran mereka.  (Ayat:68-70)
  24. dan bacakan kepada mereka riwayat Nuh di waktu dia berkata kepada kaumnya: "wahai kaumku, jika terasa berat bagi kalian terhadap keberadaanku dan peringatan-peringatanku tentang pesan-pesan Allah, maka kepada Allah aku menaruh kepercayaan, karena itu tegaskan keputusan kalian dan sekutu-sekutu kalian. kemudian janganlah keputusan kalian itu dirahasiakan, lakukanlah terhadap diriku, dan jangan menunda-nunda itu terhadapku.  jika kalian berpaling, aku tidak menuntut upah sedikitpun dari kalian. Upahku tidak lain dari Allah belaka, dan aku diperintah agar aku termasuk golongan yang berserah diri".  lalu mereka mendustakan Nuh, maka Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya dalam bahtera, dan Kami jadikan mereka itu para pengganti dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan pesan-pesan Kami. maka perhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang diperingatkan itu.  Kemudian sesudah Nuh, Kami utus beberapa Utusan kepada kaum mereka, maka para Utusan itu datang kepada mereka beserta keterangan-keterangan jelas, tetapi mereka tidak beriman karena mereka dahulu telah mendustakannya. demikianlah Kami mengunci kalbu golongan yang melampaui batas.  (Ayat:71-74)
  25. Kemudian sesudah para Utusan itu, Kami utus Musa dan Harun menghadap Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, beserta pertanda-pertanda Kami, maka mereka menyombongkan diri dan mereka memang kaum yang berdosa.  dan tatkala telah hadir kepada mereka Kebenaran dari sisi Kami, mereka mengatakan: "sungguh ini adalah sihir belaka".  Musa berkata: "Apakah kalian mengatakan terhadap Kebenaran itu ketika ia datang kepada kalian, sihirkah ini?" padahal para penyihir itu tidaklah menang".mereka mengatakan: "Apakah kalian menghadap kepada kami untuk memalingkan kami dari yang kami dapati telah diterapkan oleh para leluhur kami, dan supaya kalian berdua berkedudukan kuat di bumi? kami takkan mengimani kalian berdua".  Fir'aun berkata: "hadirkan kepadaku segala penyihir hebat!"  maka tatkala para penyihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: "lemparkan yang hendak kalian lemparkan".  maka setelah mereka melemparkan, Musa berkata: "Apa yang kalian lakukan itu, itulah sihir, sungguh Allah yang akan mengungkapkan kesia-siaan itu" sungguh Allah tak berkenan (terhadap) usaha golongan yang mengacau.  dan Allah akan membuktikan Kebenaran dengan ketetapanNya, walaupun orang-orang berdosa membencinya.maka tiada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya dalam keadaan khawatir bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. sungguh Fir'aun itu berlaku sewenang-wenang di bumi dan sungguh dia termasuk golongan yang keterlaluan.  Musa berkata: "wahai kaumku, jika kalian beriman kepada Allah, maka taruhlah kepercayaan kepadaNya saja, jika kalian memang golongan yang berserah diri".  lalu mereka berkata: "Kepada Allah kami menaruh kepercayaan! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran ujian (fitnah) bagi kaum yang berlaku sewenang-wenang itu,  dan selamatkanlah kami dengan KasihMu menghadapi kaum yang kafir".  dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: " dirikanlah beberapa rumah di Mesir sebagai tempat tinggal bagi kaum kalian dan jadikanlah rumah-rumah kalian itu tempat berdoa, dan dirikanlah shalat serta gembirakanlah golongan yang beriman". Musa berkata: "Ya Tuhan kami, sungguh Engkau telah memberikan Fir'aun dan pemuka-pemukanya kemewahan dan harta benda dalam kehidupan dunia, Ya Tuhan Kami, sehingga mereka menyesatkan dari jalanMu. Ya Tuhan kami, renggutlah harta benda mereka, dan keraskan kalbu mereka, supaya mereka tidak beriman hingga mereka merasakan siksa pedih".  Dia berfirman: "sungguh telah diperkenankan permohonan kalian berdua, sebab itu tetaplah kalian berdua pada jalan lurus dan janganlah kalian mengikuti jalan (cara) orang-orang yang tidak mengetahui".  (Ayat:76-89)  
  26. dan Kami memungkinkan Bani Israel menyeberangi lautan, maka mereka dikejar oleh Fir'aun dan bala tentaranya, yang hendak menganiaya dan menindas; tatkala dia hampir tenggelam dia berkata: "aku percaya bahwa tiada Tuhan terkecuali Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan aku termasuk golongan yang berserah diri".  Apakah sekarang? padahal kamu telah berlaku durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk golongan yang berlaku sewenang-wenang.  maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu menjadi pelajaran bagi orang-orang yang setelahmu dan sungguh kebanyakan manusia mengabaikan pertanda-pertanda Kami.  dan sungguh telah Kami tempatkan Bani Israel di kediaman yang baik dan Kami hidupi mereka dengan yang bermanfaat. maka tidaklah mereka berselisih, kecuali setelah Ilmu datang kepada mereka. sungguh Tuhan kalian yang akan menyelesaikan (perkara) antara mereka pada Hari Kebangkitan tentang yang mereka perselisihkan itu.  (Ayat:90-93)
  27. maka jika kamu meragu tentang yang Kami sampaikan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca Al-Kitab sebelummu. sungguh telah datang Kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, maka janganlah kamu temasuk golongan yang bimbang.  (Ayat:94)
  28. dan jangan menjadi golongan yang membantah pesan-pesan Allah yang menyebabkan kalian termasuk golongan yang celaka.  sungguh orang-orang yang telah dipastikan (dikeraskan) dengan penegasan Tuhanmu, mereka takkan percaya (beriman),  sekalipun dihadirkan kepada mereka segala macam pesan, hingga mereka mendapati siksa pedih.  (Ayat:95-97)
  29. dan mengapa tiada suatu kota yang beriman, yang iman mereka bermanfaat kepada mereka selain kaum Yunus? Tatkala mereka beriman, Kami lenyapkan dari mereka azab (siksa) yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan untuk mereka sampai waktu tertentu.  dan kalau Tuhanmu menghendaki, tentulah semua (manusia) di bumi beriman. maka apakah kamu memaksa umat manusia supaya menjadi golongan yang beriman?  dan tiada seorangpun yang beriman kecuali atas izin Allah; dan Allah menimpakan kebingungan bagi orang-orang yang tidak berpikir.  katakanlah: "Perhatikan apa yang di langit dan di bumi. tidaklah bermanfaat pertanda-pertanda Allah dan para Utusan yang memperingatkan bagi kaum yang tidak beriman".  mereka tidak menantikan kecuali yang sama dengan nasib orang-orang yang telah ditumpas sebelum mereka. katakanlah: "maka nantikanlah, sungguh aku pun termasuk golongan yang menanti bersama kalian".  kemudian Kami selamatkan para Utusan Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah, wajib atas Kami menyelamatkan golongan yang beriman.  (Ayat:98-103)
  30. katakanlah: "wahai umat manusia, jika kalian masih dalam keraguan tentang agamaku, maka aku tidaklah mengabdi kepada yang kalian sembah selain Allah, akan tetapi aku mengabdi kepada Allah yang akan mewafatkan kalian dan aku telah diperintah supaya termasuk golongan yang beriman",  dan: "hadapkan wajah kalian kepada agama yang tulus dan jangan termasuk golongan yang mempersekutukan.  dan jangan menyembah apapun yang tidak mendatangkan manfaat dan tidak (pula) mendatangkan kesukaran kepada kalian selain Allah; sebab jika kalian demikian, maka sungguh kalian termasuk golongan yang berlaku sewenang-wenang".  (Ayat:104-106)
  31. Jika Allah menimpakan sesuatu kesukaran kepada kalian, maka tiada yang dapat menghilangkan itu terkecuali Dia. dan jika Allah menghendaki kebaikan kepada kalian, maka tiada yang dapat menolak karuniaNya. Dia memberikan kebaikan kepada yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya dan Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.  katakanlah: "wahai umat manusia, sungguh teIah datang kepada kalian Kebenaran dari Tuhan kalian, sebab itu barangsiapa terbimbing maka sungguh itu membimbing dirinya sendiri. dan barangsiapa yang sesat, maka sungguh kesesatan itu mencelakakan dirinya sendiri. dan aku bukanlah seorang pengasuh terhadap kalian".  dan ikutilah yang diwahyukan kepada kalian, dan bersabarlah hingga Allah memutuskan perkara dan Dialah Hakim terbaik.  (Ayat:107-109)

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Hamzah (2003). hal 95
  2. ^ Ibid. hal 138

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • (Indonesia) Al-Qur'an dan Terjemahannya
  • (Indonesia) Muchotob Hamzah (2003). Studi Al-Qur'an Komprehensif. Yogyakarta: Gama Media ISBN 979-95526-1-3

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah At-Taubah
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Hud
Surah 10