Surah Asy-Syura

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
asy-Syura
الشّورى
Ash-shura.png
Informasi
Arti Musyawarah
Nama lain Ha Mim 'Ain Sin Qaf
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 42
Juz Juz 25
Statistik
Jumlah ruku' 5 ruku
Jumlah ayat 53 ayat

Surah Asy-Syura (bahasa Arab:الشورى) adalah surah ke-42 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 53 ayat. Dinamakan Asy-Syura yang berarti Musyawarah diambil dari kata Syuura yang terdapat pada ayat 38 pada surah ini. Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah. Surah ini kadang kala disebut juga Ha Mim 'Ain Sin Qaf karena surah ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.

Pokok-Pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Dan orang-orang yang menghendaki pelindung-pelindung selainNya, Allah yang mengawasi mereka; dan kamu bukanlah pengawas terhadap mereka. (Ayat:6)
  2. Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al-Quran yang (berbahasa) Arab, supaya kamu memperingatkan kepada ibukota (Ummul Qura) dan yang disekelilingnya serta memperingatkan tentang Hari Berkumpul yang tiada diragukan. segolongan berada dalam surga, dan segolongan berada dalam Gejolak (neraka). (Ayat:7)
  3. Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah jadikan mereka berbudaya (umat) satu, akan tetapi Dia memasukkan yang Dia kehendaki ke dalam KasihNya sementara golongan yang sewenang-wenang tiada suatu pelindung pun bagi mereka dan tiada (pula) penyelamat. ataukah mereka menghendaki pelindung-pelindung selain Dia? maka Allah, Dialah Sang Pelindung dan Dialah yang menghidupkan golongan yang mati, dan Dia adalah Kuasa atas segala sesuatu. (Ayat:8-9)
  4. apapun yang kalian perselisihkan, maka penyelesaiannya berada pada Allah. demikianlah Allah, Tuhanku, padaNya aku menaruh kepercayaan dan padaNya aku berpihak. (Ayat:10)
  5. Pencipta langit dan bumi. Dialah yang menetapkan berpasang-pasangan di antara jenis kalian sendiri untuk kalian dan berpasang-pasangan di antara jenis hewan ternak, Dia jadikan kalian berkembang biak melalui (ketetapan) itu.
  6. Tiada satupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengawasi. (Ayat:11)
  7. Dia telah mempercayakan kepada kalian tentang pedoman yang telah Dia wasiatkan kepada Nuh dan yang Kami wahyukan kepadamu serta yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa: Terapkanlah (junjunglah) pedoman itu dan jangan membagi-baginya (memecahnya). betapa sulit bagi golongan yang mempersekutukan tentang perkara yang kamu serukan ini, Allah mendekatkan pada orang-orang yang Dia kehendaki dan Dia membimbing orang yang berpihak padaNya. (Ayat:13)
  8. Dan mereka tidak terbagi-bagi, kecuali setelah Ilmu tersampaikan kepada mereka muncul rasa arogan di tengah-tengah mereka. kalau bukan karena suatu ketetapan yang telah diberlakukan oleh Tuhanmu hingga waktu tertentu, tentulah mereka ditumpas. dan sesungguhnya orang-orang yang mewarisi Al-Kitab sesudah mereka, benar-benar dalam kebingungan yang mendalam tentang (kitab) itu. (Ayat:14)
  9. Oleh karena itu serukanlah dan tetaplah sebagaimana yang diperintahkan padamu dan janganlah menuruti kecenderungan mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua kitab yang dikirimkan dari Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku seimbang terhadap kalian. Allah (adalah) Tuhan kami dan Tuhan kalian. tanggung jawab kami, tindakan-tindakan kami dan tanggung jawab kalian, tindakan-tindakan kalian. Tiada perselisihan antara kami dan kalian, Allah yang menghimpunkan kita bersama-sama dan padaNya, tempat penghabisan". dan orang-orang yang memperdebatkan tentang Allah sesudah penegasan olehNya, perdebatan mereka itu kesia-siaan bagi Tuhan mereka, kegeraman terhadap mereka dan siksa pedih bagi mereka. Allah-lah yang mengirimkan Al-Kitab beserta Kebenaran dan pertimbangan, dan apakah kamu yang mengetahui, bahwa Kemestian itu telah dekat? orang-orang yang tidak beriman terhadap demikian menuntutnya sedangkan orang-orang yang beriman waspada terhadap demikian dan mereka mengetahui bahwa Kemestian itu adalah mutlak. sungguh, orang-orang yang memperdebatkan tentang Kemestian itu benar-benar dalam kesesatan yang parah. (Ayat:15-18)
  10. Barangsiapa yang mengidamkan hasil Akhirat, Kami tambahkan hasil baginya dan barangsiapa yang mengidamkan hasil dunia, Kami berikan padanya sebagian itu dan tiada suatu hak pun baginya di Akhirat. (Ayat:20)
  11. Adakah tandingan-tandingan (para sekutu) yang mempercayakan (mengharuskan) undang-undang (agama) untuk mereka tanpa seizin Allah? sekiranya tiada Ketetapan yang telah berlaku tentulah mereka telah ditumpas. dan sesungguhnya golongan yang sewenang-wenang itu akan memperoleh siksa pedih. kamu akan melihat golongan yang sewenang-wenang itu panik akibat yang telah mereka perbuat, sedang itu menimpa pada mereka. dan orang-orang yang beriman serta memperbuat berbagai kebajikan berada dalam Taman-Taman (surga), mereka memperoleh yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah anugerah yang luar biasa. (Ayat:21-22)
  12. Akan tetapi mereka mengatakan: "dia telah mengarang kepalsuan terhadap Allah". maka jika Allah menghendaki niscaya Dia keraskan kalbumu; sebab Allah-lah yang melenyapkan kesia-siaan dan meneguhkan Kebenaran dengan keputusan-keputusanNya. sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (Ayat:24)
  13. Dan sekiranya Allah melimpah ruahkan penghidupan (rezeki) untuk hamba-hambaNya tentulah mereka akan berlaku sesuka hati (keterlaluan) di muka bumi, namun Dia mengirimkan yang Dia kehendaki dengan pertimbangan (kesesuaian). Sesungguhnya Dia Maha Memahami, Maha Mengawasi hamba-hambaNya. dan Dialah Yang Mengirimkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan KasihNya. dan Dialah Sang Pelindung, Yang Maha Terpuji. (Ayat:27-28)
  14. Dan keburukan apapun yang menimpa kalian maka itu disebabkan oleh yang diusahakan oleh tangan kalian sendiri, dan Allah memaklumkan banyak hal. (Ayat:30)
  15. Dan kalian tidak dapat bebas (meluputkan diri) di bumi, dan kalian tidak memiliki suatu pelindung pun dan tidak pula penyelamat selain Allah. (Ayat:31)
  16. Dan ketahuilah, bahwasanya orang-orang yang meremehkan pertanda-pertanda Kami takkan memperoleh jalan keluar. (Ayat:35)
  17. Maka hal-hal yang diberikan kepada kalian saat ini merupakan kilauan kehidupan dunia; dan yang di sisi Allah adalah yang terbaik dan selamanya bagi orang-orang yang beriman, dan pada Tuhan mereka, mereka itu menaruh kepercayaan.
    dan orang-orang yang menghindari dosa-dosa berlebihan juga perbuatan-perbuatan keji,
    dan (sekalipun) mereka geram, mereka mengampuni.
    serta orang-orang yang patuh terhadap Tuhan mereka serta mendirikan shalat,
    sedang urusan mereka saling mereka musyawarahkan;
    dan mereka menyisihkan sebagian yang Kami berikan kepada mereka.
    dan orang-orang yang apabila mereka diperlakukan semena-mena, mereka membela diri. dan balasan suatu kejahatan (adalah) suatu kejahatan yang setara, maka barangsiapa mengampuni dan berbuat kebaikan maka upahnya di sisi Allah.
    Sesungguhnya Dia tidak menyukai golongan yang sewenang-wenang.
    dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri akibat diperlakukan semena-mena (dicurangi), orang-orang yang demikian tiada kesalahan padanya.
    sesungguhnya kesalahan itu bagi orang-orang yang berlaku sewenang-wenang terhadap manusia dan mengatur (sembarangan) di bumi tanpa Kebenaran. mereka itulah yang memperoleh siksa pedih.
    akan tetapi orang yang memiliki pengertian dan mengampuni, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diharuskan. (Ayat:36-43)
  18. Dan siapapun yang diliarkan oleh Allah maka tiada suatu pelindung pun sesudahnya. dan kamu akan melihat golongan yang sewenang-wenang ketika mereka melihat malapetaka mengatakan: "Adakah kiranya kesempatan untuk mengulang?" dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk terhina, mereka melihat dengan pandangan meratapi. dan orang-orang yang beriman berkata: "Sesungguhnya golongan yang bangkrut adalah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri beserta keluarga mereka pada Hari Kebangkitan. ketahuilah, sesungguhnya golongan yang sewenang-wenang itu berada dalam malapetaka yang terus-menerus. dan mereka tiada mempunyai pelindung-pelindung yang menyelamatkan mereka selain Allah. dan siapa yang diliarkan oleh Allah maka tiada satu kesempatan pun baginya. (Ayat:44-46)
  19. Patuhlah terhadap Tuhan kalian sebelum suatu Hari yang tak terelakkan dari Allah. tiada bagi kalian tempat perlindungan pada hari itu dan tiada (pula) dalih. Jika mereka berpaling maka Kami tidaklah mengutusmu sebagai pengasuh mereka. tiada lain (tugas) bagimu selain untuk menyampaikan. sesungguhnya apabila Kami mendatangkan kepada manusia sebagian Kasih dari Kami dia bersuka cita terhadap itu. dan jika mereka ditimpa kemalangan akibat yang diperbuat tangan mereka sendiri maka sesungguhnya manusia itu ingkar. Milik Allah, kerajaan langit dan bumi, Dia ciptakan yang Dia kehendaki. Dia anugerahkan (anak) perempuan kepada yang Dia kehendaki dan Dia anugerahkan (anak) laki-laki kepada yang Dia kehendaki, atau Dia anugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan bagi mereka, dan Dia jadikan mandul yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa. (Ayat:48-50)
  20. Dan tidak mungkin bagi seorang manusia pun bahwa Allah berbincang dengannya kecuali (dengan) pewahyuan atau dibalik tabir atau dengan mengutus seorang utusan lalu ia mewahyukan seizinNya yang Dia kehendaki. sesungguhnya Dia Maha Luhur, Maha Bijaksana. (Ayat:51)
  21. Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu, Sang Ruh, atas perintah Kami. sebelumnya tidaklah kamu ketahui apa Al-Kitab itu dan tidak (pula) iman itu, tetapi Kami menjadikan yang demikian sebagai (sinar) terang, Kami bimbing dengan itu yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. dan sesungguhnya kamu benar-benar membimbing menuju ketentuan yang lurus (Ayat:52-53)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Fussilat
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Az-Zukhruf
Surah 42