Surah Al-Munafiqun

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
al-Munafiqun
Almonafekon.png
Al-Munafiqun.png
Informasi
Arti Orang-Orang Munafik
Klasifikasi Madaniyah
Surah ke 63
Juz Juz 28
Statistik
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 11 ayat

Surah Al-Munafiqun (bahasa Arab:المنافقون) adalah surah ke-63 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 11 ayat. Dinamakan Al Munaafiqun yang berarti Orang-orang yang munafik karena surat ini mengungkapkan sifat-sifat orang-orang munafik.

Terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Apabila golongan munafik datang kepadamu, mereka mengatakan: "Kami bersaksi bahwa kamu benar-benar seorang Rasul Allah." Dan Allah mengetahui bahwa kamu memang RasulNya. Dan Allah yang bersaksi bahwa golongan munafik benar-benar kaum pendusta, mereka itu mempergunakan ikrar-ikrar mereka sebagai tameng perisai lalu mereka itu menghalangi Ketentuan Allah, betapa jahat yang mereka perbuat itu, hal demikian disebabkan mereka beriman kemudian mengingkar lalu kalbu mereka mengeras; sehingga mereka tidaklah memahami
    dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan dirimu kagum, dan apabila mereka berkata-kata, kamu dengarkan perkataan mereka, mereka seakan-akan kayu yang tersandar, mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan keras ditujukan kepada mereka; mereka itulah golongan musuh, maka waspadalah terhadap mereka itu, semoga Allah melenyapkan mereka, bagaimanakah mereka sampai dapat dipalingkan? dan apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah supaya Rasul Allah memohonkan pengampunan untuk kalian" maka mereka memalingkan muka mereka serta kalian melihat mereka menjauh seraya mereka menyombongkan diri
    bahwa sama saja bagi mereka, baik kamu mohonkan pengampunan untuk mereka maupun tidak kamu mohonkan pengampunan untuk mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka, sungguh Allah tidaklah membimbing golongan yang fasik. (Ayat:1-6)
  2. Terdapat orang-orang yang mengatakan: "Janganlah kalian berinfaq kepada orang-orang yang ada di sisi Rasulullah supaya orang-orang itu menjauh." Padahal Milik Allah, perbendaharaan langit maupun bumi, walaupun golongan munafik tidaklah memahami; mereka berkata: "Sungguh apabila kita telah kembali ke Madinah, tentu golongan yang berwenang akan mengusir orang-orang yang lemah darisana." Padahal kewenangan hanyalah berada pada Allah, pada RasulNya, maupun pada orang-orang beriman, walaupun golongan munafik tidaklah memahami. (Ayat:7-8)
  3. Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta benda kalian maupun anak-anak kalian dapat mengalihkan kalian dibanding mengingat Allah; maka barangsiapa yang justru memperbuat demikian maka mereka itulah golongan yang celaka
    serta sisihkan sebagian hal yang telah Kami anugerahkan kepada kalian sebelum Maut menjumpai salah seorang dari kalian kalian hingga ia berkata: "Wahai Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan diriku untuk sementara waktu, supaya aku dapat bershadaqah serta aku termasuk golongan yang shaleh?" namun Allah takkan menangguhkan seseorang apabila batas yang ditetapkan telah tiba. Dan Allah Maha Memahami hal-hal yang kalian perbuat. (Ayat:9-11)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Jumu’ah
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah At-Tagabun
Surah 63