Surah Al-Mumtahanah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
al-Mumtahanah
الممتحنة
Al-Mumtahana.png
Informasi
Arti Perempuan Yang Diuji
Klasifikasi Madaniyah
Surah ke 60
Juz Juz 28
Statistik
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 13 ayat

Surah Al-Mumtahanah (bahasa Arab:الممتحنة, "Perempuan Yang Diuji") adalah surah ke-60 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 13 ayat. Dinamakan Al Mumtahanah yang berarti Wanita yang diuji di ambil dari kata "Famtahinuuhunna" yang berarti maka ujilah mereka, yang terdapat pada ayat 10 surat ini.

Terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Wahai orang-orang yang beriman, jangan menganggap musuh-musuhKu serta musuh-musuh kalian sebagai kawan, yang sebelumnya kalian sampaikan persahabatan kepada mereka; padahal mereka itu telah membantah Kebenaran yang datang kepada kalian,
    mereka mengusir Rasul bersama kalian sewaktu kalian beriman kepada Allah, Tuhan kalian, bahwasanya kalian bersedia berkorban untuk KetentuanKu serta mengharap PerkenanKu.
    Dan kalian bercakap-cakap secara rahasia dengan mereka, : "Aku lebih mengetahui tentang hal-hal yang kalian sembunyikan maupun hal-hal yang kalian ungkapkan." Dan barangsiapa di antara kalian yang melakukan hal semacam ini, sesungguhnya ia telah tersesat terhadap Ketentuan yang tepat, jika mereka menangkap kalian niscaya mereka bertindak sebagai musuh terhadap kalian serta mengulurkan tangan dan lidah mereka untuk menyakiti; serta mereka ingin supaya kalian menjadi kafir. (Ayat:1-2)
  2. Kaum kerabat maupun anak-anak kalian tidaklah berguna untuk kalian pada Hari Kebangkitan, Dialah yang akan memisahkan kalian. Dan Allah Maha Mengawasi hal-hal yang kalian perbuat. (Ayat:3)
  3. Sungguh terdapat teladan yang baik untuk kalian pada diri Ibrahim beserta orang-orang yang menyertai ia, ketika berkata kepada kaum mereka: "Sungguh kami memisahkan diri terhadap kalian maupun hal-hal yang kalian sembah selain Allah, kami mengingkari kalian serta telah terbukti diantara kami dengan kalian terdapat permusuhan juga kebencian untuk selamanya, terkecuali kalian beriman kepada Allah semata."
    terkecuali ucapan Ibrahim terhadap bapaknya: "Sungguh aku akan memohonkan ampunan untukmu walau aku sedikitpun tak kuasa terhadap hal yang Allah kehendaki kepadamu".
    : "Wahai Tuhan kami, kepada Engkau, kami menaruh kepercayaan; serta kepada Engkau, kami berpihak, dan menuju Engkau merupakan ujung perjalanan; Wahai Tuhan kami, jangan kiranya Engkau jadikan kami sebagai fitnah bagi orang-orang kafir; serta kiranya ampuni kami Wahai Tuhan kami, sungguh Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana" sungguh pada diri mereka terdapat teladan yang baik untuk kalian; orang-orang yang mengharapkan Allah beserta Hari Akhir. Dan barangsiapa yang bersikap enggan, maka sungguh Allah, Dialah Yang Maha Kaya, Maha Terpuji. (Ayat:4-6)
  4. Semoga Allah menghadirkan kerukunan antara kalian dengan orang-orang yang kalian musuhi di kalangan mereka; sebab Allah adalah Yang Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:7)
  5. Allah tidak membatasi kalian untuk berbuat baik ataupun berlaku adil kepada orang-orang yang tiada memerangi kalian atas nama agama, maupun orang-orang yang tidak mengusir kalian dari negeri kalian, sungguh Allah mengasihi orang-orang yang berperilaku santun,
    bahwasanya Allah membatasi kalian terhadap orang-orang yang memerangi kalian atas nama agama; serta yang mengusir kalian dari negeri kalian, maupun yang mengupayakan untuk mengusir kalian, serta yang memicu perkara tersebut. Dan barangsiapa yang bergaul dengan orang-orang ini, demikianlah golongan yang zalim. (Ayat:8-9)
  6. Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepada kalian, para wanita yang beriman, maka hendaklah kalian uji para wanita tersebut; Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka itu. Sekiranya kalian telah mengetahui bahwa para wanita tersebut merupakan golongan beriman maka janganlah kalian mengembalikan mereka kepada orang-orang kafir; para wanita tersebut tidaklah halal untuk orang-orang kafir itu, serta orang-orang kafir itu tidaklah halal pula untuk para wanita tersebut. Dan berikan kepada orang-orang itu, mahar yang telah diserahkan. Dan tiada dosa atas kalian mengawini para wanita tersebut apabila telah kalian serahkan mahar kepada mereka; serta janganlah kalian tetap berpegang pada ikatan perempuan-perempuan kafir, serta hendaklah kalian meminta mahar yang telah kalian serahkan, juga hendaklah orang-orang itu meminta mahar yang telah diserahkan. Demikianlah Hukum Allah yang Dia tetapkan untuk kalian. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.
    Dan jika seorang dari istri-istri kalian berpaling untuk orang-orang kafir, lalu kalian mengalahkan orang-orang itu, maka serahkan mahar kepada kalangan dari para istri yang telah berpaling itu, mahar sebanyak hal yang telah mereka serahkan. Dan bertakwalah kepada Allah, yang terhadap Dia, kalian beriman.
    Wahai Nabi, apabila datang kepada dirimu, perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa para perempuan tersebut tidak akan mempersekutukan sesuatu pun terhadap Allah, serta para perempuan tersebut tidak akan mencuri, serta para perempuan tersebut tidak akan berzina, serta para perempuan tersebut tidak akan membunuh anak-anaknya, serta para perempuan tersebut tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan juga kaki mereka, serta para perempuan tersebut tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik; maka terimalah janji setia para perempuan tersebut juga mohonkan pengampunan kepada Allah untuk mereka. Sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:10-12)
  7. Wahai orang-orang yang beriman, jangan bergaul dengan kaum yang dimurkai Allah, mereka itu benar-benar tak memiliki harapan tentang Akhirat sebagaimana orang-orang kafir dalam kubur yang tak memiliki harapan. (Ayat:13)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Hasyr
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah As-Saff
Surah 60