Surah Al-Hasyr

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
al-Hasyr
El7ashr.png
Al-Hashr.png
Informasi
Arti Pengusiran
Klasifikasi Madaniyah
Surah ke 59
Juz Juz 28
Statistik
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 24 ayat

Surah Al-Hasyr (Arab: الحشر , "Pengusiran") adalah surah ke-59 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 24 ayat. Dinamakan Al Hasyr yang berarti pengusiran diambil dari perkataan Al Hasyr yang terdapat pada ayat ke-2 surat ini. Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Pokok-Pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir dari golongan pewaris Kitab dari kediaman-kediaman mereka pada saat pengusiran pertama, kalian tidak menduga bahwa mereka terusir sekalipun mereka telah yakin bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan diri mereka terhadap Allah; maka Allah menjerat mereka dengan cara yang tidak mereka bayangkan dan Dia memenuhi kalbu mereka dengan kegelisahan; mereka menghancurkan rumah mereka dengan tangan mereka sendiri disertai tangan orang-orang beriman
    maka perhatikanlah, wahai kaum yang mengamati, dan sekiranya Allah tidak menimpakan pengusiran terhadap mereka, tentu Allah menghukum mereka di dunia beserta malpetaka Neraka menimpa mereka di Akhirat, yang demikian itu disebabkan mereka memberontak terhadap Allah dan UtusanNya, barangsiapa memberontak terhadap Allah, sungguh Allah sangat keras dalam penghukuman. (Ayat:2-4)
  2. Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara golongan pewaris Kitab: "Sungguh, jika kalian diusir niscaya kami pun akan menyertai kalian bersama-sama; dan kami tidak akan menyerahkan seorang pun diantara kalian, dan jika kalian diperangi tentu kami akan menyelamatkan kalian" dan Allah bersaksi bahwa mereka itu benar-benar pendusta; jika mereka diusir, tentulah mereka tidak akan keluar bersama orang-orang itu, dan jika mereka diperangi, niscaya mereka tidak akan menyelamatkan orang-orang itu; sungguh jika mereka menyelamatkan orang-orang itu, niscaya mereka akan berbalik mundur; kemudian mereka tidak akan diselamatkan,
    sungguh dalam kalbu mereka diri kalian lebih ditakuti daripada Allah, yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti, mereka takkan memerangi kalian dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam wilayah-wilayah yang berbenteng atau berada dibalik tembok-tembok,
    terdapat persaingan besar di antara mereka sendiri; kalian menganggap mereka bersatu namun dalam kalbu mereka berselisih, yang demikian itu karena mereka memang kaum yang tidak berpikir sebagaimana orang-orang yang belum lama mendahului mereka yang mendapat bencana akibat perbuatan mereka, dan malapetaka pedih menimpa mereka. (Ayat:11-15)
  3. Sebagaimana Setan ketika berkata kepada umat manusia: "Kafirlah kalian", maka tatkala manusia itu telah kafir, ia berkata: "sungguh aku biarkan dirimu, sebenarnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam" maka penghabisan keduanya yakni berada di Neraka untuk disana selamanya; demikian itu pembalasan golongan yang berlaku sewenang-wenang. (Ayat:16-17)
  4. Wahai orang-orang beriman, takutlah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan yang ia persiapkan untuk hari esok; dan takutlah kepada Allah, sungguh Allah Maha Memahami yang kalian perbuat
    dan jangan menyerupai orang-orang yang melupakan Allah lalu Allah menjadikan mereka lupa tentang diri mereka sendiri, mereka itulah golongan yang fasik. (Ayat:18-19)
  5. Seandainya Kami kirimkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, kamu pasti akan melihat yang demikian tunduk berguncang disebabkan rasa takut kepada Allah dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami jadikan kepada umat manusia supaya mereka merenungkan. (Ayat:21)
  6. Dialah Allah bahwa tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang tampak, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
    Dialah Allah bahwa tiada Tuhan selain Dia; Sang Raja, Yang Maha Kudus, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Agung, Dimuliakanlah Allah dibanding yang mereka persekutukan.
    Dialah Allah Sang Pencipta, Yang Mengadakan, Yang Menyusun, Yang Memiliki Nama-Nama Terbaik. apapun yang ada di langit serta di bumi memuja-muji untuk Dia; dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Ayat:22-24)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Mujadilah
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-Mumtahanah
Surah 59