Surah Al-Insan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
al-Insan
Alensan.png
Al-Insan.png
Informasi
Arti Manusia
Nama lain ad-Dahr (Masa)[1]
Hal ata[2]
Klasifikasi Madaniyah
Al-Mufassal[2]
Surah ke 76
Juz Juz 29
Statistik
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 31 ayat

Surah Al-Insan (Arab: الْاٍنسان , "Manusia") adalah surah ke-76 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 31 ayat. Dinamakan Al-Insan yang berarti Manusia diambil dari kata Al-Insaan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Pokok-Pokok terjemah[sunting | sunting sumber]

  1. Bukankah manusia muncul ke dalam ruang dan waktu, ketika (sebelumnya) ia bukanlah (apa-apa) yang dapat disebut? (Ayat:1)
  2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berbahan setetes mani yang bercampur, yang Kami hendak uji, sehingga Kami jadikan dia mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami tunjukkan padanya jalan (yang semestinya); ada yang bersyukur dan ada (pula) yang menyangkal (kafir). (Ayat:2-3)
  3. Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari piala yang campurannya adalah  (air) kafur,  sebuah mata air yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang teramat menyegarkan. mereka menepati nazar dan takut terhadap suatu hari ketika kesusahan meluas dimana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya untuk golongan yang membutuhkan, golongan (anak-anak) yatim dan orang yang menderita. "Sesungguhnya kami memberi makanan kepada kalian untuk mengharapkan perkenan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kalian dan tidak (pula) terima kasih. Sesungguhnya kami takut menghadap Tuhan kami pada suatu hari ketika terdapat kegetiran yang menyesak."  maka Allah melindungi mereka dari kesusahan hari yang demikian, dan memberi mereka kelegaan dan suka cita. (Ayat:5-11)
  4. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran kepadamu secara bertahap. Maka bersabarlah terhadap Ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu turuti orang berdosa dan orang kafir diantara mereka. dan serukanlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang. Dan pada sebagian malam, bersujudlah padaNya dan muliakanlah Dia sepanjang malam. (Ayat:23-26)
  5. Sesungguhnya mereka yang mencintai (kehidupan) yang sementara dan mereka mengabaikan penghabisan mereka, pada hari yang penting. Kamilah yang telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami menghendaki, tentu Kami gantikan dengan yang menyerupai mereka. Sesungguhnya ini adalah suatu pelajaran, maka barangsiapa menghendaki niscaya dia menempuh jalan menuju Tuhannya. dan kamu tidak bisa, kecuali Allah berkenan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. dan memasukkan yang Dia kehendaki ke dalam KasihNya. dan bagi orang-orang yang menyimpang disediakan siksa pedih. (Ayat:27-31)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Departemen Agama RI.2007.Al-Qur'an dan Terjemahannya Al-Jumanatul 'Ali Seuntai Mutiara Yang Maha Luhur.Bandung:J-Art
  2. ^ a b Muhammad Nashruddin Al-Albani. Sifat Salat Nabi. 2000. Yogyakarta: Media Hidayah

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Qiyamah
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-Mursalat
Surah 76