Surah At-Tahrim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
at-Tahrim
التّحريم
At-Tahrim.png
Informasi
Arti Mengharamkan
Klasifikasi Madaniyah
Surah ke 66
Juz Juz 28
Statistik
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 12 ayat

Surah At-Tahrim (bahasa Arab:التّحري) adalah surah ke 66 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surat Madaniyah yang terdiri atas 12 ayat. Dinamakan At-Tahrim karena pada awal surah ini terdapat kata tuharrim yang berasal dari at-Tahrim yang berarti mengharamkan.

Terjemahan[sunting | sunting sumber]

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

  • Wahai Nabi, mengapa dirimu mengharamkan hal yang telah Allah halalkan untukmu akibat kamu mencari kesenangan para istrimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat: 1)
  • Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk membebaskan diri terhadap sumpah kalian. Dan Allah adalah Pelindung kalian, serta Dialah Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Ayat: 2)
  • Dan ketika Nabi berbincang secara rahasia kepada salah seorang diantara para istrinya tentang suatu peristiwa. Tatkala wanita itu menceritakan peristiwa tersebut, kemudian Allah memberitahukan hal demikian kepada ia, lalu ia memberitahukan sebagian dari hal demikian serta menyembunyikan sebagian lain. Tatkala ia memberitahukan sebagian hal demikian, maka wanita itu berkata: "Siapa yang telah memberitahukan hal tersebut kepada dirimu?" ia menjawab: "Bahwasanya Yang Maha Mengetahui, Maha Mengenal telah memberitahukan kepada diriku." Sekiranya kalian berdua bertobat kepada Allah, maka sungguh kalbu kalian berdua telah bersikap baik, sedang jika kalian berdua saling menyusahkan Nabi, maka ketahuilah bahwa Allah merupakan Pelindungnya; demikian pula Jibril, beserta golongan shaleh yang beriman, juga terdapat para malaikat sebagai penolongnya pula. Sekiranya ia menceraikan kalian berdua, tentu Tuhannya yang akan memberi ganti untuk ia dengan para istri yang lebih baik dibanding kalian berdua, dengan para wanita yang patuh, serta yang beriman, serta yang taat, serta yang bertobat, serta yang beribadah, serta yang berpuasa, baik janda ataupun perawan. (Ayat: 3-5)
  • Wahai orang-orang beriman, hindarkan diri kalian beserta keluarga kalian terhadap Neraka yang berbahan bakar para manusia juga bebatuan, serta diawasi para malaikat yang menimpakan hukuman secara keras seraya tiada mendurhakai Allah tentang hal-hal yang Dia perintahkan kepada mereka; sebab mereka selalu melaksanakan hal-hal yang diperintahkan. (Ayat: 6)
  • Wahai orang-orang kafir, janganlah kalian memohon pemakluman pada Hari ini; sungguh kalian akan dibalas sesuai dengan perkara-perkara yang telah kalian kerjakan. (Ayat: 7)
  • Wahai orang-orang beriman, bertobatlah kepada Allah melalui pertaubatan yang seutuhnya, kiranya Tuhan kalian menghapus berbagai kesalahan kalian sehingga Dia menempatkan kalian dalam Surga yang dialiri sungai-sungai di bawahnya pada sebuah Hari ketika Allah tiada menghinakan nabi maupun orang-orang beriman yang menyertai ia, bahwa cahaya orang-orang tersebut bersinar di hadapan orang-orang tersebut maupun di sebelah kanan orang-orang tersebut; orang-orang tersebut berkata: "Wahai Tuhan kami, kiranya penuhkan cahaya kami serta ampuni diri kami, sungguh Engkaulah Yang Maha Kuasa terhadap segala sesuatu." (Ayat: 8)
  • Wahai nabi, berjuanglah melawan golongan kafir beserta golongan munafik itu, serta bersikap keraslah terhadap mereka sebab kediaman mereka adalah Jahanam, yakni tempat kesudahan terburuk. (Ayat: 9)
  • Maka Allah mengadakan perumpamaan kepada orang-orang kafir tentang istri Nuh serta istri Luth, bahwa perempuan-perempuan itu diawasi oleh dua hamba yang termasuk golongan hamba Kami yang saleh, tetapi perempuan-perempuan itu menentang keduanya maka dua laki-laki tersebut tidak sedikit pun sanggup menyelamatkan perempuan-perempuan itu terhadap Allah, lalu diserukan kepada perempuan-perempuan itu: "Masuklah kalian ke Neraka bersama golongan yang telah masuk." (Ayat: 10)
  • Maka Allah mengadakan perumpamaan kepada orang-orang beriman tentang istri Fir'aun, ketika wanita itu berkata: "Wahai Tuhanku, dirikan sebuah rumah di sisiMu dalam Surga untuk diriku, serta selamatkan diriku menghadapi Fir'aun maupun perbuatannya, serta selamatkan diriku menghadapi kaum yang zalim itu"
    demikian halnya Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya maka Kami tiupkan ke dalam dirinya sebagian dari Ruh Kami, sehingga ia menggenapi Ketetapan Tuhannya beserta Kitab-KitabNya, serta ia termasuk golongan taat. (Ayat: 11-12)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah At-Talaq
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-Mulk
Surah 66