Surah Al-Fath

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
al-Fath
الفتح
Al-fat-h.png
Informasi
Arti Kemenangan
Klasifikasi Madaniyah
Surah ke 48
Juz Juz 26
Statistik
Jumlah ruku' 3 ruku
Jumlah ayat 29 ayat

Surah Al-Fath (Arab: الفتح , "Kemenangan") adalah surah ke-48 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 29 ayat. Dinamakan Al-Fath yang berarti Kemenangan diambil dari perkataan Fat-han yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Sebagian besar dari ayat-ayat surah ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad S.A.W dalam peperangannya.

Nabi Muhammad S.A.W sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini. Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda dia yang diriwayatkan Sahih Bukhari; Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surat, yang surat itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari. Kegembiraan Nabi Muhammad S.A.W itu ialah karena ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad S.A.W dalam perjuangannya dan tentang kesempurnaan nikmat Allah kepadanya.

Pokok-Pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Dan sekiranya orang-orang kafir itu hendak memerangi kalian pastilah mereka berbalik melarikan diri kemudian mereka tiada memiliki pelindung dan tidak (pula) penyelamat. sebagai suatu Ketentuan Allah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu takkan mendapati perubahan dalam Ketentuan Allah itu. dan Dialah yang menjerat tangan mereka terhadap kalian dan tangan kalian terhadap mereka di pusat kota Mekah setelah Allah memenangkan kalian menghadapi mereka, dan Allah Memperhatikan yang kalian perbuat. (Ayat:22-24)
  2. Merekalah orang-orang yang kafir yang menghalangi kalian menuju Tempat Bersujud yang Khusus (Masjidil Haram) demikian pula hewan persembahan untuk sampai ke tempat penyembelihan dan kalau bukan karena kaum laki golongan yang beriman juga kaum perempuan golongan yang beriman yang tidak kalian ketahui, karena Allah tempatkan mereka yang Dia kehendaki ke dalam rahmatNya, yang hendak kalian perangi tentu berakibat bahwa kalian ditimpa kegelisahan tanpa disadari. Seandainya mereka tidak bercampur-baur, tentulah Kami siksa orang-orang yang kafir di antara mereka dengan siksa pedih. (Ayat:25)
  3. Dialah yang mengutus UtusanNya disertai Bimbingan dan Agama sejati agar Dia menaklukkan agama apapun, dan cukuplah Allah sebagai Saksi. (Ayat:28)
  4. Muhammad itu adalah Rasulullah (Utusan Allah) dan orang-orang yang bersama dia adalah berlaku keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka taat (ruku') dan tunduk (sujud) mengharap karunia Allah dan kebaikanNya, ciri-ciri mereka tampak pada muka mereka yaitu bekas sujud. inilah perumpamaan mereka dalam Taurat dan perumpamaan mereka dalam Injil, yaitu suatu biji tanaman yang menjadi bibit yang kokoh lalu tumbuh subur dan tegak lurus pada pokok tanaman; yang demikian itu mengagumkan bagi penanam-penanamnya, sehingga orang-orang kafir jengkel terhadap yang demikian, dan Dia telah menjanjikan pengampunan dan upah yang luar biasa bagi orang-orang yang beriman serta memperbuat berbagai kebajikan di antara mereka. (Ayat:29)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Muhammad
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-Hujurat
Surah 48