Surah Fatir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Fatir
فاطر
Fatir.png
Informasi
Arti Pencipta
Nama lain al-Mala'ikah (Malaikat)
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 35
Juz Juz 22
Statistik
Jumlah ruku' 5 ruku
Jumlah ayat 45 ayat

Surah Fatir (bahasa Arab: فاطر) adalah surah ke-35 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat. Fathir artinya Pencipta diambil dari ayat pertama surah ini. Fathir menerangkan bahwa Allah adalah pencipta langit dan bumi, manusia, dan makhluk lainnya. Surah Fatir dinamakan surat Al-Mala'ikah (Malaikat) karena pada ayat pertama Allah menerangkan bahwa Allah mengutus beberapa malaikat yang memiliki sayap.

Pokok-pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Terpujilah Allah, Sang Pencipta langit serta bumi, yang telah menjadikan para malaikat sebagai utusan-utusan yang mempunyai sayap-sayap, yang dua pasang, ataupun tiga pasang, ataupun empat pasang, Allah menambah pada ciptaanNya tentang hal yang Dia kehendaki; sungguh Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.
    Hal apapun yang Allah karuniakan untuk manusia berupa Kasih, maka tiada satu pun yang dapat menahan hal tersebut; sedangkan hal apapun yang ditahan oleh Allah maka tidak satu pun yang sanggup melepaskan hal demikian, sungguh Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Ayat:1-2)
  2. Wahai umat manusia, renungkan kebaikan Allah untuk kalian, adakah pencipta selain Allah yang mengaruniakan penghidupan untuk kalian melalui langit beserta bumi? Tiada Tuhan selain Dia, maka mengapakah kalian berpaling?
    Dan sekiranya mereka mendustakan dirimu, ketahuilah bahwa telah didustakan pula Utusan-Utusan sebelum dirimu, kemudian hanya kepada Allah, diserahkan segala perkara. (Ayat:3-4)
  3. Wahai umat manusia, sungguh janji Allah merupakan Kebenaran, maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kalian serta janganlah si penyesat memperdayakan kalian tentang Allah, sungguh setan merupakan musuh terhadap kalian maka jadikan makhluk itu sebagai musuh, sebab setan mengajak golongannya supaya termasuk penghuni Neraka yang membara, telah disediakan Malapetaka pedih untuk orang-orang yang kafir; sedangkan orang-orang yang beriman serta memperbuat berbagai kebajikan, disediakan untuk mereka, ampunan beserta pahala yang berlimpah.  (Ayat:5-7)
  4. Bagaimanakah keadaan orang yang menganggap baik perbuatannya yang buruk? ketahuilah bahwa Allah meliarkan siapa yang Dia kehendaki serta Dia membimbing siapa yang Dia perkenan, maka janganlah membinasakan diri lantaran gelisah terhadap mereka, sungguh Allah Maha Mengetahui hal-hal yang mereka perbuat. (Ayat:8)
  5. Bahwasanya Allah, Dialah Yang mendatangkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan supaya Kami menghalau awan itu ke suatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya mempergunakan hujan itu, seperti itulah Kebangkitan. (Ayat:9)
  6. Barangsiapa yang mengingini kemuliaan, ketahuilah bahwa Milik Allah, segala kemuliaan; yang kepada Dia, ditujukan perkataan-perkataan yang baik serta perbuatan-perbuatan kebajikan diangkat kepada Dia,
    bahwa orang-orang yang merancang kejahatan, telah disediakan untuk orang-orang itu, Malapetaka pedih, sementara rencana jahat orang-orang itu akan lenyap. (Ayat:10)
  7. Dan Allah menciptakan kalian berbahan debu kemudian berbahan air mani, kemudian Dia menjadikan kalian berpasang-pasangan, bahwasanya tiada perempuan yang mengandung serta tiada pula yang melahirkan tanpa sepengetahuanNya,
    bahwa tiada dipanjangkan umur bagi seseorang yang berumur panjang, serta tidak pula dikurangi umurnya, melainkan telah tertulis dalam sebuah Kitab, sungguh hal demikian itu merupakan perkara mutlak bagi Allah. (Ayat:11)
  8. Dan tidaklah sama dua jenis laut; antara yang tawar, segar, sedap diminum dibandingkan dengan yang asin, pahit; bahwa dari masing-masing laut itu, kamu dapat memakan daging segar, serta kamu dapat memperoleh perhiasan yang kamu pakai, bahwa pada masing-masingnya, kamu melihat kapal-kapal berlayar di lautan supaya kamu dapat memperoleh karuniaNya, serta supaya kamu bersyukur. (Ayat:12)
  9. Dialah yang mempergantikan malam menuju siang maupun yang mempergantikan siang menuju malam; serta yang mengendalikan matahari maupun bulan yang masing-masing bergerak dalam tempat yang ditetapkan, demikian itulah Allah, Tuhan kalian, MilikNyalah Kerajaan; sedangkan hal-hal apapun yang kalian seru selain Dia tidaklah berkuasa sedikitpun, sekiranya kalian menyeru hal-hal itu, hal-hal itu tiada mendengar seruan kalian; sekiranya hal-hal itu mendengar, hal-hal itu tidak dapat memperkenan permohonan kalian, sungguh pada Hari Kebangkitan, hal-hal itu akan mengingkari sikap persekutuan kalian; bahwa tiada yang dapat memberi keterangan kepada dirimu sebagaimana Yang Maha Mengetahui. (Ayat:13-14)
  10. Wahai umat manusia, kalian merupakan golongan yang membutuhkan Allah; sementara Allah, Dialah Yang Maha Kaya, Maha Terpuji, sekiranya Dia menghendaki niscaya Dia melenyapkan kalian untuk mendatangkan makhluk-makhluk baru, maka ketahuilah bahwa perkara demikian bukanlah perkara sulit bagi Allah. (Ayat:15-17)
  11. Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa milik yang lain, sekiranya seseorang yang terbebani meminta untuk dipikulkan tentang hal itu maka takkan dipikulkan sedikitpun untuk dirinya meskipun orang itu termasuk kaum kerabatnya. Bahwa orang-orang yang dapat kamu peringatkan hanyalah orang-orang yang takut secara ghaib terhadap Tuhan mereka; serta orang-orang yang mendirikan shalat; barangsiapa yang memurnikan diri yang sebenarnya orang tersebut memurnikan diri sendiri, bahwa kepada Allah, tempat kesudahan. (Ayat:18)
  12. Dan tidaklah sama orang yang buta dibanding orang yang melihat, serta tidaklah sama kegelapan dibanding cahaya, serta tidaklah sama yang teduh dibanding yang panas, serta tidaklah sama orang-orang yang hidup dibanding orang-orang yang mati;
    bahwa Allah memberi pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki; sungguh kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang berada dalam kubur dapat mendengar, kamu tidak lain merupakan seorang pemberi peringatan.
    Sesungguhnya Kami mengutus dirimu berdasar Kebenaran, sebagai seorang pembawa berita gembira serta sebagai pemberi peringatan, bahwa tiada suatu umat pun melainkan telah ada seorang pemberi peringatan disana,
    sekiranya mereka membantah dirimu maka ketahuilah bahwa orang-orang sebelum mereka pun membantah pula, telah hadir Utusan-Utusan kepada orang-orang itu disertai mukjizat yang nyata, Zubur, serta Kitab yang memberi penjelasan sempurna kemudian Aku tumpas orang-orang yang kafir, maka perhatikan betapa dahsyat akibat KemurkaanKu. (Ayat:19-26)
  13. Tidakkah kamu ketahui bahwasanya Allah yang menurunkan hujan dari langit? kemudian Kami hasilkan melalui hujan itu, buah-buah yang bermacam-macam; bahwa di antara gunung-gunung itu terdapat garis-garis putih serta merah yang bermacam-macam warna, maupun yang hitam pekat. (Ayat:27)
  14. Dan di antara umat manusia, serta hewan-hewan melata, maupun hewan ternak terdapat jenis yang bermacam-macam, bahwa golongan yang takut kepada Allah, di antara hamba-hambaNya adalah golongan berilmu, sungguh Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun,
    bahwasanya orang-orang yang mempelajari Kitab Allah serta mendirikan shalat, serta menyisihkan sebagian hal yang Kami karuniakan untuk mereka secara tersembunyi maupun tampak, adalah orang-orang yang mengharap pertukaran yang takkan merugikan; supaya Allah menyempurnakan upah mereka untuk diri mereka, serta melimpahkan anugerahNya untuk mereka, sungguh Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Menghargai. (Ayat:28-30)
  15. Dan hal apapun yang telah Kami singkapkan kepada dirimu, yang termasuk Al-Kitab, merupakan Kebenaran, supaya menggenapi hal-hal yang terdahulu, sungguh Allah benar-benar Maha Mengetahui, Maha Mengawasi hamba-hambaNya; kemudian Kami wariskan Al-Kitab kepada orang-orang yang Kami tentukan di antara hamba-hamba Kami; maka sebagian mereka berlaku sewenang-wenang terhadap diri sendiri, sementara sebagian lain merupakan kaum awam,
    serta sebagian lain terlebih dahulu berbuat kebaikan atas izin Allah; bahwa hal yang semacam ini merupakan anugerah luar biasa, Surga Adn yang mereka masuki, di tempat itu, mereka diberi perhiasan gelang-gelang berbahan emas beserta mutiara, sementara pakaian mereka di dalamnya adalah kain sutera, serta mereka berkata: "Terpujilah Allah yang telah menghilangkan duka cita diri kami, bahwa Tuhan kami benar-benar Yang Maha Pengampun, Maha Mensyukuri, yakni yang menempatkan diri kami dalam tempat keabadian atas karuniaNya, yang di dalamnya, kami tiada merasa letih, serta kami tiada merasa jemu."
    sedangkan orang-orang yang kafir, disediakan untuk mereka, Neraka Jahannam, mereka tidak dilenyapkan supaya mereka mati serta tiada Malapetaka yang diringankan untuk mereka, demikianlah Kami membalas setiap orang yang mengingkar, tatkala mereka berteriak disana: "Wahai Tuhan kami, bebaskan kami niscaya kami akan memperbuat kebajikan berlainan dengan hal-hal yang pernah kami lakukan" : "Maka belumkah Kami memanjangkan umur kalian yang cukup untuk digunakan mempertimbangkan bagi orang yang mau mempertimbangkan? bahwa telah hadir kepada kalian, seorang pemberi peringatan, maka rasakan hal itu!" sungguh tiada satu pun Penyelamat untuk golongan yang berlaku sewenang-wenang; bahwasanya Allah mengetahui perkara ghaib di langit maupun di bumi, sungguh Dialah Yang Maha Mengetahui segala isi kalbu. (Ayat:31-38)
  16. Dialah yang menghendaki kalian sebagai para penguasa di bumi, barangsiapa yang mengingkar, maka pengingkaran itu menimpa dirinya sendiri; bahwa pengingkaran golongan kafir tidak menambah apapun bagi Tuhan mereka selain Kemurkaan, serta pengingkaran golongan kafir tidak menambah kepada diri mereka sendiri selain celaka. (Ayat:39)
  17. Katakanlah: "Terangkan kepada diriku tentang sekutu-sekutu kalian yang kalian seru selain Allah! Perlihatkan kepada diriku, manakah bagian bumi ini yang telah mereka ciptakan! atau apakah peran mereka terhadap langit" ataukah Kami yang memberikan kepada orang-orang itu, sebuah kitab, sehingga orang-orang itu memiliki bukti jelas dengan itu? yang sebenarnya golongan yang berlaku sewenang-wenang tidak menjanjikan satu sama lain, selain tipuan belaka. (Ayat:40)
  18. Sungguh Allah Mempertahankan langit beserta bumi supaya tidak lenyap, sekiranya keduanya lenyap, tiada satu pun yang sanggup mempertahankan keduanya selain Allah, sungguh Dialah Yang Maha Mengasihani, Maha Pengampun. (Ayat:41)
  19. Dan mereka telah berikrar dengan nama Allah secara tegas; apabila sekiranya datang kepada mereka, seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih terbimbing dibanding umat apapun; tatkala seorang pemberi peringatan hadir kepada mereka, maka kehadiran orang tersebut tiada menambah apapun bagi mereka, kecuali penghindaran,  (Ayat:42)
  20. Karena keangkuhan di bumi serta karena rencana jahat, bahwa rencana jahat itu tidak akan menimpa selain kepada pihak yang merencanakan, tiada yang mereka menanti-nantikan selain Ketetapan generasi terdahulu; ketahuilah bahwa dirimu takkan mendapati perubahan pada Pedoman Allah, bahwa takkan ada penyimpangan pada Pedoman Allah. (Ayat:43)
  21. Dan apakah mereka tidak menjelajahi bumi lalu mereka memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang mendahului mereka, sedangkan orang-orang itu merupakan golongan lebih kuat dibanding diri mereka? bahwa tiada sesuatu pun yang berada di langit maupun di bumi yang sanggup melemahkan Allah, sungguh Dialah Yang Maha Mengetahui, Maha Kuasa. (Ayat:44)
  22. Dan sekiranya Allah menghukum setimpal umat manusia akibat segala hal yang telah mereka perbuat, niscaya Dia takkan menyisakan satupun makhluk di atas bumi, melainkan Allah menangguhkan mereka sampai waktu tertentu, apabila perkara yang ditetapkan menemui mereka, ketahuilah bahwa Allah Maha Mengawasi hamba-hambaNya. (Ayat:45)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Saba’
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Ya Sin
Surah 35