Surah Ya Sin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Ya Sin
يس
Ya-Sin.png
Informasi
Arti Ya Sin
Nama lain Man'amah
Rafi'ah Khafizah
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 36
Juz Juz 22 (ayat 1-21)
Juz 23 (ayat 22-83)
Statistik
Jumlah ruku' 5 ruku
Jumlah ayat 83 ayat

Surah Ya Sin (bahasa Arab:يس) adalah surah ke-36 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Jinn. Dinamai Ya Sin karena dimulai dengan huruf Ya Sin. Sebagaimana halnya arti tersembunyi huruf-huruf abjad Alif Lam Mim atau Nun yang terletak pada permulaan beberapa surat Al-Quran, maka demikian pula arti Ya Sin yang termasuk dalam kategori ayat mutasyaabihat.

Pokok-pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Demi Al-Quran yang mengandung Hikmah, bahwa kamu termasuk golongan Utusan yang berada dalam Jalan Lurus,  yang diutus oleh Yang Maha Perkasa, Maha Penyayang, supaya kamu memperingatkan kaum yang para leluhur mereka belum pernah diperingatkan oleh karena itu mereka mengabaikan diri,
    sungguh telah berlaku keputusan terhadap kebanyakan mereka, oleh karena mereka itu tidak beriman; bahwasanya Kami akan membelenggu leher mereka lalu tangan mereka ke dagu, sehingga mereka menghadap ke atas lalu Kami adakan di hadapan mereka dinding serta di belakang mereka dinding pula, bahwa Kami tutup mereka sehingga mereka tidak dapat melihat, telah dipastikan tentang keadaan mereka, baik kamu peringatkan mereka atau tidak kamu peringatkan, mereka takkan beriman. (Ayat:2-10)
  2. Sungguh kamu hanya sanggup memperingatkan orang-orang yang bersedia menuruti pengajaran beserta yang menghormati Maha Penyayang yang tersembunyi, maka gembirakan orang-orang tersebut tentang ampunan beserta upah yang mulia. (Ayat:11)
  3. Sungguh Kami menghidupkan yang mati serta Kami mencatat yang telah mereka lakukan maupun yang telah mereka tinggalkan bahwa segala sesuatu Kami simpan dalam catatan khusus. (Ayat:12)
  4. Dan berikan suatu perumpamaan kepada mereka, tentang suatu penduduk negeri ketika golongan Utusan datang kepada mereka,
    ketika Kami telah mengutus dua utusan menghadap mereka, lalu mereka menolak keduanya; kemudian Kami perkuat kedua utusan itu dengan yang ketiga, maka golongan tersebut berkata: "kami ini adalah golongan yang diutus kepada kalian"; mereka mengatakan: "kalian tidak lain hanyalah beberapa manusia yang serupa dengan kami bahwa Yang Maha Pengasih tidak menyampaikan apapun, kalian tidak lain menyatakan dusta belaka", golongan tersebut berkata: "Tuhan kami yang mengetahui bahwa kami adalah golongan yang diutus kepada kalian,  bahwa tiada kewajiban kami melainkan penyampaian secara jelas", mereka mengatakan: "kami sungguh risau menghadapi kalian, sungguh jika kalian tidak berhenti niscaya kami melempari kalian dengan batu sehingga kalian pasti akan mendapati hukuman yang keras dari kami",  golongan tersebut berkata: "kerisauan kalian itu ada pada diri kalian, apakah itu akibat kalian diperingatkan? yang sebenarnya kalian itu adalah kaum yang keras kepala",  
    dan muncul dari ujung kota, seorang laki-laki yang bergegas-gegas, ia berkata: "Wahai kaumku, ikutilah golongan utusan itu,  Ikutilah orang yang tiada meminta upah kepada kalian bahwa mereka itulah golongan yang terbimbing; 
    mengapakah aku tidak menyembah Yang telah Membentuk diriku; serta hanya menuju Dia kalian berpulang? apakah aku akan menyeru sembahan-sembahan selain Dia, sekiranya Yang Maha Pengasih menghendaki kesukaran terhadap diriku niscaya perantaraan mereka tiada berpengaruh sedikitpun terhadap diriku bahkan tidak pula mereka itu sanggup menyelamatkan diriku, jika aku bertindak demikian tentulah aku berada dalam kesesatan yang parah," 
    "bahwa aku telah beriman terhadap Tuhan kalian; maka dengarkan diriku,"  diserukan: "Masuklah ke Surga", ia berkata: "Alangkah baik sekiranya kaumku mengetahui hal yang menyebabkan Tuhanku mengampuni diriku serta yang menjadikan diriku termasuk kelompok yang diistimewakan",  maka Kami tidak mengirimkan suatu peninggalan dari langit kepada kaumnya sepeninggal ia bahwa tidaklah perlu bagi Kami untuk menghadirkan yang demikian; hanya melalui Kegemparan yang sekali saja, dan seketika mereka semua diam tak berdaya. (Ayat:13-29)
  5. Alangkah menyesal hamba-hamba itu, tiada satupun Utusan yang diterima oleh mereka melainkan mereka mencemooh yang demikian, tidakkah mereka mengetahui betapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami punahkan bahwasanya orang-orang itu tiada kembali kepada mereka, sungguh kelak mereka semua akan dihimpunkan kepada Kami. (Ayat:30-32)
  6. Dan suatu Bukti bagi mereka adalah bumi yang mati, Kamilah yang menghidupkan itu serta Kami keluarkan daripada itu, biji-bijian, yang mereka makan; serta Kami sediakan disana, kebun-kebun kurma dan anggur serta Kami pancarkan disana sumber-sumber mata air supaya mereka dapat makan buah-buah disana, maupun yang diusahakan oleh tangan mereka, lalu mengapakah mereka tidak bersyukur? (Ayat:33-35)
  7. Dimuliakan Yang Menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan, baik yang ditumbuhkan oleh bumi serta diri mereka maupun yang tidak mereka ketahui,
    dan merupakan Bukti bagi mereka adalah malam, bahwa Kamilah yang menghapuskan keadaan siang dalam malam, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan,
    dan matahari bergerak dalam jalurnya, demikianlah Ketetapan dari Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui,
    sungguh telah Kami tetapkan pada bulan, manzilah-manzilah hingga kembali dalam bentuk tandan yang tua, tidaklah matahari mengiringi bulan serta tidaklah malam mendahului siang, sebab masing-masing bergerak pada jalur tertentu. (Ayat:36-40)
  8. Dan sebuah pesan untuk mereka adalah bahwa Kami mengangkut keturunan mereka dalam suatu bahtera yang penuh muatan, maka kelak Kami ciptakan untuk mereka menyerupai ini yang akan mereka kendarai,
    sekiranya telah Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka sehingga tiada penolong untuk mereka serta tidak pula mereka diluputkan, akan tetapi sebagai Kasih dari Kami juga sebagai hiburan sampai waktu tertentu supaya diserukan kepada mereka: "Takutlah terhadap yang telah berlalu maupun yang segera menanti kalian agar kalian dikasihani", bahwa tiada hadir kepada mereka suatu pertanda-pertanda Tuhan mereka, melainkan mereka menghindar terhadap yang demikian. (Ayat:41-46)
  9. Dan apabila diserukan kepada mereka: "Sisihkan sebagian rezeki yang diberikan oleh Allah kepada kalian", maka orang-orang yang kafir itu mengatakan kepada orang-orang yang beriman: "Haruskah kami memberi makan kepada orang yang sekiranya Allah kehendaki tentulah Dia yang memberi makan kepada orang itu, kalian itu tidak lain berada dalam penyimpangan yang jelas",  
    bahkan mereka mengatakan: "Kapankah janji ini jika kalian memang golongan yang benar?",  tidaklah mereka menunggu melainkan suatu Kegemparan yang menumpas mereka sewaktu mereka masih meragu, lalu mereka tidak kuasa berwasiat serta mereka tidak pula dapat berpulang kepada keluarga mereka; tatkala sangkalala ditiup, seketika mereka muncul secara bergegas dari kubur menghadap Tuhan mereka, mereka mengatakan: "Celakalah kami! siapakah yang membangkitkan kami dari peristirahatan kami?", demikianlah bahwa yang dijanjikan oleh Yang Maha Pengasih beserta golongan Utusan itu merupakan Kebenaran, hanya melalui Kegemparan yang sekali saja, maka tiba-tiba mereka semua dihimpunkan kepada Kami;
    maka pada hari itu setiap diri tak sedikitpun dicurangi; bahwa tidaklah kalian dibalas, melainkan sesuai dengan yang telah kalian lakukan.
    Bahwasanya para penghuni Surga pada hari itu dalam keadaan bersuka cita dalam kesibukan, baik mereka dan pasangan-pasangan mereka berada dalam tempat yang teduh, duduk di atas tahta-tahta; Dalam Surga itu mereka memperoleh buah-buah serta memperoleh yang mereka minta. "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. (Ayat:47-58)
  10. "Dan berpisahlah kalian pada hari ini, wahai kalian golongan berdosa, belumkah Aku memerintahkan kepada kalian wahai Bani Adam supaya kalian tidak menyembah setan? sungguh makhluk itu merupakan musuh sejati terhadap kalian oleh sebab itu mengabdilah padaKu itulah Jalan Lurus, makhluk itu yang telah menyesatkan kebanyakan kalian, tidakkah kalian menyadari?, Inilah Jahannam yang dahulu telah diancamkan kepada kalian, masukilah pada hari ini disebabkan dahulu kalian mengingkari." Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, sehingga berbicara kepada Kami, tangan mereka, serta kaki mereka bersaksi tentang yang dahulu mereka kerjakan;
    sekiranya Kami kehendaki, tentu sebelumnya Kami lenyapkan penglihatan mata mereka sehingga mereka berada dalam kebingungan mencari jalan; maka bukankah sebelumnya mereka sanggup melihat,
    dan sekiranya Kami kehendaki pastilah Kami tahan mereka di tempat mereka berada sehingga mereka tidak sanggup bergerak dan tidak sanggup kembali; dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dirinya menuju keadaan asal maka tidakkah mereka memikirkan? (Ayat:59-68)
  11. Dan tidaklah Kami mengajarkan syair kepada ia bahwa hal itu tidaklah sesuai bagi dirinya, yang demikian tidak lain sebuah Pengajaran serta sebuah bacaan yang nyata,  supaya ia memperingatkan orang-orang yang masih hidup serta supaya mutlak Ketetapan terhadap golongan yang kafir. (Ayat:69-70)
  12. Orang-orang yang menghendaki sembahan-sembahan yang selain Allah, dengan harapan supaya mereka diselamatkan akan tetapi yang demikian tidak menyelamatkan orang-orang itu padahal yang demikian dijadikan sebagai pembela yang telah mereka rawat sendiri. (Ayat:74-75)
  13. Maka janganlah ucapan mereka itu menggelisahkan dirimu, sungguh Kami mengetahui yang mereka rahasiakan maupun yang mereka nyatakan. (Ayat:76)
  14. Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami telah menciptakan dirinya berbahan nutfah, tiba-tiba orang itu menjadi penentang yang kurang ajar! bahkan orang itu membuat perumpamaan tentang Kami sehingga orang itu lupa tentang asal mula dirinya; orang itu mengatakan: "Siapakah yang menghidupkan tulang belulang beserta yang serpihan yang remuk?" Katakanlah: "Dihidupkan oleh Yang Menyusun itu kali pertama," bahwa Dialah Yang Maha Memahami segala ciptaan, Yang menjadikan api melalui kayu yang hijau untuk kalian supaya kalian dapat menyalakan api melalui itu", maka bukankah Tuhan Yang Menciptakan langit beserta bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan diri mereka? tentu saja, sebab Dialah Yang Maha Mencipta, Maha Mengetahui. (Ayat:77-81)
  15. Sungguh perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu maka Dia berkata tentang itu: "Jadi" maka terjadi,
    maka Dimuliakanlah Yang berada di tanganNya, Kuasa atas segala sesuatu, bahwa menuju Dia kalian berpulang. (Ayat:82-83)

Tradisi[sunting | sunting sumber]

Surah ini mempunyai kedudukan tersendiri dalam tradisi kehidupan sebagian umat Islam. Meskipun keabsahan tradisi tersebut diperdebatkan, surah Ya Sin sering dibaca pada waktu-waktu tertentu seperti ketika seseorang sedang menghadapi sakratul maut, malam Jumat, malam Nisfu Sya'ban, tahlil, dan lain sebagainya.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Fatir
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah As-Saffat
Surah 36