Surah As-Sajdah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
as-Sajdah
السّجدة
As-Sajda.png
Informasi
Arti Sujud
Nama lain Alif Lam Mim As-Sajdah
Klasifikasi Makkiyyah
Surah ke 32
Juz Juz 21
Statistik
Jumlah ruku' 3 ruku
Jumlah ayat 30 ayat
Ayat Sajdah Ayat 15

Surah As-Sajdah (bahasa Arab :السّجدة) adalah surah ke-32 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 30 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Mu’minun. Dinamakan As-Sajdah berhubung pada surah ini terdapat ayat Sajdah (sujud), yaitu ayat yang kelima belas.

Pokok-Pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Sebuah Al-Kitab dikirimkan yang tidak diragukan lagi berasal dari Tuhannya semesta alam,
    sedangkan mereka mengatakan: "ia telah mengada-adakan yang semacam ini", yang sebenarnya, Ini merupakan Kebenaran dari Tuhanmu supaya kamu peringatkan kaum yang belum ditemui pemberi peringatan sebelum dirimu; supaya mereka terbimbing. (Ayat:2-3)
  2. Allah Yang Menciptakan langit beserta bumi maupun yang ada di antara keduanya dalam enam Hari kemudian bersemayam pada 'Arsy, bahwa tiada satu penyelamat pun untuk kalian serta tiada seorang perantara selain DiriNya sendiri, tidakkah kalian berpikir?
    Dialah yang mengurus segala keadaan dari langit hingga bumi kemudian semua itu sampai kepada Dia dalam satu hari yang setara dengan seribu tahun menurut perhitungan kalian, demikian itu ialah Yang Mengetahui segala yang tersembunyi maupun yang tampak, Yang Maha Perkasa, Maha Penyayang,
    Yang memperhitungkan segala sesuatu yang telah Dia ciptakan, serta Yang membentuk penciptaan manusia berbahan tanah liat, kemudian Dialah yang membuat keturunan manusia berbahan air hina, kemudian Dia menyelesaikan wujud manusia serta Dialah yang meresapkan ke dalam wujud itu; sebagian RohNya,
    bahwa Dialah yang menyediakan pendengaran, penglihatan beserta kalbu untuk kalian; betapa sedikit kalian bersyukur. (Ayat:4-9)
  3. Dan mereka mengatakan: "Apakah ketika kami telah terpendam dalam tanah, kami akan berada dalam wujud makhluk yang baru?" yang sebenarnya mereka itu mengingkari pertemuan dengan Tuhan mereka, Katakanlah: "Malaikat Maut yang merenggut kalian, kemudian menuju Tuhan kalian, kalian akan berpulang", sekiranya kalian melihat ketika golongan yang berdosa itu tertunduk di hadapan Tuhan mereka,: "Wahai Tuhan kami, kami telah melihat serta mendengar, maka kembalikan kami niscaya kami akan memperbuat berbagai kebajikan, sungguh kami adalah golongan yang meyakini". (Ayat:10-12)
  4. Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami membimbing setiap jiwa, akan tetapi telah mutlak sebuah Firman dari DiriKu: "bahwa kelak Aku akan memenuhi Jahannam dengan golongan jin serta golongan manusia bersama-sama". (Ayat:13)
  5. Maka rasakan akibat kalian telah melupakan pertemuan pada Hari kalian yang semacam ini, oleh sebab itu sekarang Kami pun melupakan kalian serta rasakan Malapetaka yang abadi, akibat yang telah kalian perbuat itu. (Ayat:14)
  6. Sungguh golongan yang benar-benar beriman terhadap pesan-pesan Kami merupakan mereka yang ketika diperingatkan dengan pesan-pesan itu mereka segera bersujud seraya memuliakan dengan memuji Tuhan mereka, sebab mereka tidak berlaku angkuh; perut mereka berada jauh dari tempat tidur serta mereka berdoa kepada Tuhan mereka dengan kesungguhan maupun pengharapan serta mereka menyisihkan penghidupan yang Kami berikan, tak seorang pun yang mengetahui yang disediakan untuk mereka, segala yang sedap dipandang mata sebagai upah mereka, atas segala yang telah mereka usahakan. (Ayat:15-17)
  7. Apakah kelompok yang beriman itu setara dengan golongan yang fasik? mereka tidak setara,
    adapun orang-orang yang beriman serta memperbuat berbagai kebajikan, maka disediakan Surga untuk mereka sebagai tempat kesudahan, yang menjadi upah atas yang telah mereka usahakan 
    sedangkan orang-orang yang fasik maka kurungan mereka adalah Jahannam, setiap kali mereka ingin keluar darisana, mereka dikembalikan ke sana maka diserukan kepada mereka: "Rasakan Malapetaka Neraka yang dahulu kalian dustakan". (Ayat:18-20)
  8. Dan sungguh Kami timpakan mereka dengan sebagian bencana yang dekat sebelum Bencana yang lebih dahsyat supaya mereka bertaubat. (Ayat:21)
  9. Dan siapakah yang lebih sewenang-wenang dibanding orang yang telah diperingatkan tentang Tuhannya, kemudian ia berpaling terhadap yang demikian? sungguh Kamilah yang akan menghukum golongan yang berdosa itu. (Ayat:22)
  10. Dan sungguh Kamilah yang telah menyerahkan kepada Musa; Al-Kitab, maka janganlah meragu untuk menerima itu bahwa Kami jadikan itu sebagai Bimbingan untuk Bani Israel, serta Kami jadikan di tengah-tengah mereka itu para Imam yang membimbing atas perintah Kami ketika orang-orang tersebut bersabar serta orang-orang tersebut meyakini pesan-pesan Kami,
    bahwasanya Tuhanmu, Dialah yang memberikan keputusan terhadap mereka pada Hari Kebangkitan tentang perkara yang mereka perselisihkan; maka tidakkah menyadarkan mereka, berapa banyak negeri sebelum mereka yang telah Kami tumpas sementara mereka sendiri tinggal di tempat-tempat yang dahulu adalah kediaman kaum-kaum itu, sungguh dalam hal yang demikian terdapat pertanda-pertanda, tidakkah mereka mendengarkan?  (Ayat:23-26)
  11. Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Kamilah yang menghalau air ke tanah yang tandus, lalu Kamilah yang menumbuhkan dengan itu tumbuhan bermanfaat yang hasilnya dinikmati hewan ternak mereka maupun diri mereka sendiri, tidakkah mereka memperhatikan?  (Ayat:27)
  12. Dan mereka bertanya: "Kapankah kejayaan itu jika kalian memang golongan yang benar?"  katakanlah: "Pada hari kejayaan itu tidaklah berguna untuk orang-orang kafir tentang keimanan mereka serta mereka tidak ditangguhkan",  maka berpalinglah terhadap mereka serta nantikanlah, sungguh mereka pun menanti. (Ayat:28-30)


Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Mukaddimah terjemahan Al Qur'an versi Depag RI

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Luqman
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-Ahzab
Surah 32