Surah An-Naba’

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
an-Naba'
Alnba.png
An-Nabaa.png
Informasi
Arti Berita Besar
Nama lain 'Amma Yatasa'alun
(Tentang Apakah Mereka Saling Bertanya-Tanya)[1]
Klasifikasi Makkiyah
Al-Mufassal[2]
Surah ke 78
Juz Juz 30
Statistik
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 40 ayat

Surah An-Naba’ (Arab: النّبا , "Berita Besar") adalah surah ke-78 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 40 ayat. Dinamakan An Naba’ yang berarti berita besar di ambil dari kata An Naba´ yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Dinamai juga Amma yatasaa aluun diambil dari perkataan Amma yatasaa aluun yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Terjemahan[sunting | sunting sumber]

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

  1. Perkara apakah yang mereka pertanyakan?
  2. Tentang kabar yang menggemparkan,
  3. Suatu perkara yang mereka perdebatkan.
  4. Jangan demikian; kelak mereka mengetahui,
  5. Maka jangan demikian; kelak mereka mengetahui.
  6. Bukankah Kami yang telah menjadikan bumi terhampar?,
  7. serta gunung-gunung sebagai pasak?,
  8. dan Kamilah yang menjadikan kalian berpasang-pasangan,
  9. dan Kamilah yang menjadikan tidur kalian sebagai istirahat,
  10. dan Kamilah yang menjadikan masa malam sebagai penutup,
  11. dan Kamilah yang menjadikan masa siang untuk menjalani hidup,
  12. dan Kamilah yang mendirikan di atas kalian tujuh yang kukuh
  13. dan Kamilah yang menempatkan pelita yang bersinar,
  14. dan Kamilah yang mengirimkan dari awan, air yang melimpah,
  15. kemudian Kamilah yang menghasilkan dengan itu, biji-bijian dan tanam-tanaman,
  16. serta kebun-kebun yang lebat?
  17. Sungguh Hari Penghabisan adalah suatu ketetapan,
  18. Hari ketika sangkakala ditiup lalu kalian datang berkerumun,
  19. dan disingkapkan langit, maka terdapat gerbang-gerbang,
  20. dan gunung-gunung dilenyapkan seperti uap.
  21. Sungguh Jahanam merupakan suatu kurungan,
  22. untuk orang-orang berdosa merupakan pemberhentian akhir,
  23. mereka menghuni tempat itu hingga zaman-zaman berganti,
  24. disana mereka tiada merasakan kesejukan dan tiada minuman,
  25. selain air mendidih dan air yang membeku,
  26. suatu balasan setimpal,
  27. sungguh orang-orang tersebut tidak mempedulikan tentang penghitungan,
  28. dan orang-orang tersebut yang mendusta pesan-pesan Kami sebagai dusta belaka
  29. sementara segala sesuatu telah Kami cantumkan ke dalam suatu Kitab,
  30. maka rasakanlah! dan Kami takkan menambah selain malapetaka untuk kalian.
  31. Sungguh golongan bertaqwa akan terpuaskan,
  32. Taman-taman rindang beserta buah-buah anggur,
  33. dan bidadari-bidadari yang sebaya,
  34. dan gelas-gelas yang penuh;
  35. mereka tiada mendengar ocehan dan tiada dusta,
  36. suatu upah dari Tuhanmu, hadiah yang berkenan,
  37. Tuhannya langit maupun bumi beserta yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih, tiada yang bisa membela diri terhadap Dia,
  38. Pada hari ketika roh-roh serta para malaikat berada pada kedudukan tertentu, mereka tidak bicara, melainkan pada siapa yang diizinkan Yang Maha Pengasih; dan ia berterus terang,
  39. Itulah hari yang ‘benar-benar nyata’ maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia bertaubat pada Tuhannya,
  40. Sungguh, telah Kami peringatkan kepada kalian mengenai malapetaka yang segera terlaksana, hari ketika manusia menyaksikan apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang yang kafir berkata: " seandainya dahulu aku hanyalah debu".

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Departemen Agama RI.2007.Al-Qur'an dan Terjemahannya Al-Jumanatul 'Ali Seuntai Mutiara Yang Maha Luhur.Bandung:J-Art
  2. ^ Muhammad Nashruddin Al-Albani. Sifat Salat Nabi. 2000. Yogyakarta: Media Hidayah

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Mursalat
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah An-Nazi’at
Surah 78