Surah Al-Furqan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
al-Furqan
الفرقان
Al-Furqan.png
Informasi
Arti Pembeda
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 25
Juz Juz 18 (ayat 1-20)
Juz 19 (ayat 21-77)
Statistik
Jumlah ruku' 6 ruku
Jumlah ayat 77 ayat
Ayat Sajdah Ayat 60

Surah Al-Furqan (Arab: الفرقان ,"Pembeda") adalah surah ke-25 dari al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kata al-Furqan yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Quran (lihat nama lain Al-Qur'an). Al-Quran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil. Maka pada surat ini pun terdapat ayat-ayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t. dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Pokok-pokok Surah[sunting | sunting sumber]

  1. Dimuliakanlah Dia, Yang telah menganugerahkan Pemisah kepada hamba-Nya, supaya itu menjadi pedoman bagi seluruh alam, bahwa milikNya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak beranak, dan tiada yang bersanding disisiNya dalam Berkuasa, dan Dialah Yang telah menciptakan segala sesuatu, dan Dialah yang menentukan perhitungan-perhitungan yang sesuai. Kemudian mereka mengada-adakan tandingan-tandingan terhadapNya yang itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan, dan tidak kuasa untuk menimpakan keburukan kepada dirinya sendiri dan tidak pula mendatangkan keberuntungan pada dirinya sendiri juga tidak kuasa untuk mematikan, menghidupkan juga membangkitkan. (Ayat: 1-2)
  2. Dan berkata, orang-orang yang tidak takut tentang pertemuan dengan Kami: "Mengapakah tidak dikirimkan kepada kami, malaikat-malaikat atau kami melihat Tuhan kami?" Sebenarnya mereka melebih-lebihkan diri mereka dan mereka teramat sangat keterlaluan". Hari (ketika) mereka melihat para malaikat tidak ada penghiburan pada hari itu bagi orang-orang berdosa tentu mereka berkata: Kiranya dijauhkan sejauh-jauhnya. Dan Kami hadapkan segala perbuatan yang telah mereka kerjakan, lalu kami jadikan itu lenyap habis. (Ayat: 21-23)
  3. Apakah kamu memperhatikan orang yang menjadikan kecenderungan kalbunya sendiri sebagai sembahan. Maka bisakah kamu mengendalikan dirinya?, atau mungkin kamu anggap bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka tidak lain seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih tersesat. (Ayat: 43-44)
  4. Berkata: "Aku tidak meminta imbalan kepada kalian untuk (risalah) itu, melainkan orang-orang yang berkenan berbalik pada Tuhannya. Dan berserahlah kepada Yang kekal, Yang tidak mati, dan semarakkanlah dengan memuja-mujiNya.
    Dan hanya Dia, Yang Mengerti tentang kesalahan-kesalahan hamba-hamba-Nya.
    Yang menciptakan langit dan bumi serta yang ada antara keduanya dalam enam Hari,
    kemudian Dia bersemayam pada Singgasana,
    Yang Maha Pengasih, maka bertanyalah kepada yang mengerti tentang Dia
    . (Ayat: 57-59)
  5. Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi secara santun dan apabila orang-orang jahat mencela mereka, mereka mengucapkan 'damailah'.
    Dan orang-orang yang menghabiskan malam untuk menyenangkan Tuhan mereka dengan bersujud atau berdiri.
    Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, hindarkan siksa Jahannam dari kami, sesungguhnya siksaan itu adalah penderitaan yang mutlak". Sesungguhnya itu tempat menetap dan kediaman terburuk.
    Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, tidak (pula) kikir, dan adalah diantara keduanya.
    Dan orang-orang yang tidak menyeru tuhan yang lain beserta Allah
    Dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan tujuan yang haq,
    Dan tidak berzina, siapapun yang sengaja melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat pembalasan buruk, (yakni) akan dilipatgandakan siksa untuknya pada hari kiamat dan dia berada disana dalam keadaan terhina,
    Terkecuali orang-orang yang meratap (dosa) itu, dan beriman serta mengerjakan kebajikan; maka kejahatan-kejahatan mereka diganti Allah dengan berbagai kebaikan. dan tentulah Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
    Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan kebajikan, sehingga dia sepenuhnya bertaubat kepada Allah.
    Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka menghadapi gangguan-gangguan, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya.
    Dan orang-orang yang apabila diperingatkan tentang pesan-pesan Tuhan mereka, mereka tidak menerimanya sebagai orang-orang tuli dan buta.
    Dan orang orang yang berkata: "Wahai Penguasa, anugrahkanlah isteri dan keturunan yang menyejukkan hati, dan jadikan kami panutan bagi golongan bertakwa.
    Merekalah orang yang dianugerahi derajat yang mulia karena keteguhan mereka dan mereka disambut secara terhormat disertai kesejahteraan di surga, mereka kekal disana. kediaman dan negeri yang sangat indah. (Ayat: 63-76)
  6. Berkata "Tidaklah Tuhanku berkenan terhadap kalian oleh karena ketiadaan simpati kalian, Atau bahkan kalian bersungguh-sungguh memberontak padaNya? Maka kelak Ketetapan itu pasti terlaksana". (Ayat: 77)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Mukaddimah Al Qur'an versi terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah An-Nur
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Asy-Syu'ara'
Surah 25