Surah Asy-Syu'ara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
asy-Syu'ara
الشّعراء
Informasi
Arti Para Penyair
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 26
Juz Juz 19
Statistik
Jumlah ruku' 11 ruku
Jumlah ayat 227 ayat

Surah Asy-Syu'ara atau Asy-Syu'ara' adalah surah ke-26 dari Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surah-surah Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'ara (kata jamak dari Asy Sya'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuara yang terdapat pada ayat 224. Banyak nilai-nilai yang berharga dari bebagai kisah-kisah para Nabi yang umat mereka dipunahkan serta sebagian riwayat tiga hamba Allah yang dimuliakan Musa, Harun dan Ibrahim.

Pokok-Pokok Surah[sunting | sunting sumber]

  1. Dan kabarkanlah kepada mereka riwayat Ibrahim. Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya
    : "Apakah yang kalian sembah?"
    Mereka menjawab: "Kami menyembah berhala-berhala dan kami selalu bertekun mendekat kepada mereka".
    Berkata Ibrahim: "Apakah berhala-berhala itu mendengar kalian sewaktu kalian berseru-seru?, atau mereka berperan penting kepada kalian atau mengancam kalian?"
    Mereka menjawab: "Tidak demikian, kami hanya meneruskan para leluhur kami yang memperbuat hal semacam demikian".
    Ibrahim berkata: "Maka apakah kalian memahami apa yang selalu kalian sembah, kalian dan orang-orang yang mendahului kalian ?, sebab benar-benar yang kalian sembah itu adalah musuhku, kecuali,

    Sang Penguasa Alam Semesta,
    Yang Menciptakanku,
    Dialah yang Membimbingku,
    Yang Menganugerahkan makanan dan minuman untukku,
    dan apabila aku sakit, Dia Menyembuhkanku,
    dan Yang akan Mematikan aku kemudian membangkitkanku
    dan Yang kuharap, mengampuni kesalahan-kesalahanku pada hari Penghakiman."


    (Ibrahim berdoa): " Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku, Hikmah
    dan golongkanlah aku ke dalam golongan orang-orang terpuji,
    dan perkenankan aku sebagai sosok yang baik bagi orang-orang setelahku,
    dan perkenankan aku tergolong para pewaris surga kesejahteraan,
    dan ampunilah bapakku, sebab sebenarnya ia termasuk golongan orang-orang tersesat,
    dan jangan kiranya Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan
    ," (Ayat: 69-87)
  2. Dan sesungguhnya (Al-Quran) itu diturunkan oleh Sang Penguasa semesta alam, besertanya Ruh Terpercaya, ke dalam kalbumu (Muhammad) supaya kamu menjadi salah seorang di antara para pemberi peringatan, dengan logat Arab murni. (Ayat: 192-195)
  3. Dan sesungguhnya yang demikian itu (Al-Quran) tercantum dalam Kitab-kitab terdahulu. Dan apakah tidak cukup sebagai bukti bagi mereka, bahwa para cendekiawan Bani Israel mengetahui itu? Dan kalau (Al-Quran) itu Kami turunkan kepada laki-laki bukan dari golongan Arab, lalu ia menyebarkan itu kepada mereka; niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. Demikianlah Kami masukkan Al-Quran ke dalam kalbu orang-orang durhaka. Mereka tidak percaya terhadap itu, hingga mereka melihat siksa yang mengerikan, maka datanglah bencana kepada mereka secara tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadari. ketika mereka berkata: "Apakah sekarang kami masih diberi kesempatan?" apakah mereka bermaksud meminta supaya siksaan Kami disegerakan? (Ayat: 196-204)
  4. Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan bertahun-tahun, Kemudian ditimpakan apa yang telah diancamkan kepada mereka, niscaya tak berguna segala yang telah mereka nikmati. (Ayat: 205-207)
  5. Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan setelah ditemui golongan yang memperingatkan; sebagai pertanda dan ancaman. Dan Kami tidak berlaku sewenang-wenang. (Ayat: 208-209)
  6. Maka janganlah kamu menyeru sambil mempersamakan Allah dengan pujaan yang lain, yang mengakibatkan kalian termasuk orang-orang yang dihancurkan. Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, Jika mereka mencercamu maka katakan: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kalian perbuat" (Ayat: 214-215)
  7. Apakah akan Aku kabarkan kepada kalian, kepada siapa setan-setan itu mendekat? Mereka bersemayam kepada tiap-tiap pendusta, keji, mereka cenderung kepada bisikan-bisikan (kalbu) dan kebanyakan mereka adalah para penghasut. (Ayat: 221-223)

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Furqan
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah An-Naml
Surah 26