Surah Al-Ahqaf

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
al-Ahqaf
Ela7kaf.png
Al-Ahqaf.png
Informasi
Arti Bukit-Bukit Pasir
Klasifikasi Makkiyah
Surah ke 46
Juz Juz 26
Statistik
Jumlah ruku' 4 ruku
Jumlah ayat 35 ayat

Surah Al-Ahqaf (Arab: الأحقاف ,"Bukit-Bukit Pasir") adalah surah ke-46 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 35 ayat. Dinamakan al-Ahqaf yang berarti Bukit-Bukit Pasir diambil dari kata al-Ahqaf yang terdapat pada ayat 21 surah ini. Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hud telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di al-Ahqaf yang sekarang dikenal dengan ar-Rab'ul Khali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya. Hingga akhirnya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang. Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Pokok-Pokok terjemahan[sunting | sunting sumber]

  1. Ha Mim, Kitab ini dikirimkan dari Allah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana,
    Kami tiada menciptakan langit serta bumi maupun yang berada antara keduanya melainkan berdasar Kebenaran serta dalam waktu yang telah ditentukan; sedangkan orang-orang yang kafir berpaling tentang hal yang diperingatkan kepada mereka. (Ayat:1-3)
  2. Katakanlah: "Tunjukkan padaku tentang hal-hal yang kalian seru selain Allah; perlihatkan kepada diriku apa yang telah mereka ciptakan di bumi ini atau apakah peran mereka terhadap langit? Bawalah kepada diriku kitab yang sebelum ini atau peninggalan Ilmu, jika kalian memang golongan yang benar" 
    maka siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang menyembah berbagai sembahan yang bukan Allah, berbagai sembahan yang tiada dapat memperkenankan orang-orang tersebut sampai Hari Kebangkitan bahkan membiarkan seruan-seruan orang-orang tersebut? bahwasanya ketika umat manusia dihimpunkan niscaya berbagai sembahan itu menjadi musuh orang-orang tersebut serta membantah berbagai ibadah orang-orang tersebut. (Ayat:4-6)
  3. Dan ketika ayat-ayat Kami yang jelas disampaikan kepada mereka, berkatalah orang-orang yang kafir, tatkala Kebenaran tersampaikan kepada mereka: "Ini adalah dusta yang jelas", bahkan mereka mengatakan: "ia yang telah mengarang itu", Katakanlah: "Jika aku yang mengada-adakan itu, maka kalian tiada kuasa sedikitpun melindungi diriku terhadap Allah, Dialah yang paling mengetahui tentang hal yang kalian permasalahkan itu, cukuplah Dia sebagai Saksi antara diriku dengan diri kalian, bahwa Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang",  Katakanlah: "aku bukanlah yang merombak di antara para Utusan serta aku tidak mengetahui apa yang akan ditimpakan terhadap diriku ataupun tidak pula terhadap diri kalian, aku tidak lain mengikuti hal-hal yang diwahyukan kepadaku serta aku tidak lain seorang pemberi peringatan yang jelas".
    Katakanlah: "Sadarkah kalian bahwa hal yang demikian datang dari sisi Allah, sedangkan kalian ingkari padanya padahal seorang saksi dari Bani Israel mengakui hal yang serupa dengan ini maka ia telah beriman, sedangkan kalian berlaku angkuh, ketahuilah bahwa Allah tiada membimbing kaum yang berlaku sewenang-wenang". (Ayat:7-10)
  4. Bahwa orang-orang yang kafir mengatakan kepada orang-orang yang beriman: "Kalaupun yang demikian adalah suatu kebaikan, semestinya mereka tiada mendahului kami terhadap itu,” lalu orang-orang itu tidak mau dibimbing dengan itu sehingga mereka mengatakan: "Ini adalah dusta yang sudah lama". (Ayat:11)
  5. Dan sebelum ini telah ada Kitab Musa sebagai sebuah pedoman serta Kasih, sungguh ini merupakan kitab yang menggenapi itu dalam bahasa Arab, supaya memperingatkan orang-orang yang sewenang-wenang serta menggembirakan golongan yang berperilaku baik. (Ayat:12)
  6. Sungguh orang-orang yang berkata: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian orang-orang tersebut tetap setia, maka tiada kegelisahan pada diri orang-orang tersebut bahwa tidaklah orang-orang tersebut berduka cita, orang-orang tersebut merupakan golongan penghuni Surga-Surga, orang-orang tersebut disana selamanya; sebagai upah atas hal-hal yang telah mereka usahakan. (Ayat:13-14)
  7. Kami perintahkan umat manusia supaya memperlakukan kedua orang tuanya secara baik, bahwa ibunya yang berada dalam kegetiran telah mengandungnya serta dalam kesukaran wanita itu bersalin, serta menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga ketika ia telah kuat serta dewasa berumur empat puluh tahun, ia berkata: "Wahai Tuhanku, ajarilah aku untuk berterima kasih atas anugerahMu yang telah Engkau berikan kepada diriku beserta kepada orang tuaku serta supaya aku dapat memperbuat berbagai kebajikan yang Engkau perkenan; berilah kebaikan kepadaku melalui keturunanku, sungguh aku berpihak kepadaMu bahwa sungguh aku termasuk golongan yang berserah diri",  semacam itulah orang-orang yang Kami terima kebajikan-kebajikan yang telah mereka kerjakan maka Kami perbaiki kesalahan-kesalahan mereka, beserta para penghuni Surga, sebagai ikrar yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka, 
    sedangkan orang yang berkata kepada dua orang tuanya: "Betapa mengherankan kalian berdua, apakah kalian berdua memberi nasehat kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal berapa banyak generasi yang telah berlalu sebelumku?" lalu kedua orang tua itu memohon bantuan Allah: "Celakalah kamu, hendaklah beriman! sungguh janji Allah adalah Kebenaran", maka ia berkata: "Ini tidak lain riwayat orang-orang dahulu",  semacam itulah orang-orang yang telah dipastikan Ketetapan atas orang-orang itu beserta umat-umat yang telah berlalu sebelum orang-orang itu yang termasuk golongan jin serta manusia, sungguh orang-orang itu merupakan golongan yang celaka
    dan bagi masing-masing mereka berada dalam kedudukan tertentu sesuai hal-hal yang telah mereka kerjakan dan supaya Allah mengupahi secara setimpal untuk mereka, usaha-usaha mereka, sedang mereka tiada dirugikan. (Ayat:15-19)
  8. Bahwa pada suatu hari, ketika orang-orang kafir dihadapkan ke neraka: "kalian telah menikmati kemewahan kalian dalam kehidupan duniawi kalian, terlebih kalian telah memuaskan diri dengan itu; maka pada hari ini kalian dibalas dengan Malapetaka menghinakan akibat kalian telah berlaku angkuh di muka bumi tanpa berpegang pada Kebenaran, serta karena kalian memang golongan fasik". (Ayat:20)
  9. Dan ingatlah saudara 'Ad tatkala ia memperingatkan kaumnya tentang angin keras yang membinasakan serta sungguh telah didahului oleh para pemberi peringatan itu maupun sesudahnya: "Janganlah kalian menyembah kepada hal yang selain Allah, sungguh aku mengkhawatirkan kalian ditimpa Malapetaka pada hari yang menggemparkan",  orang-orang itu berkata: "Apakah kamu menemui kepada kami untuk mengusir kami dari sembahan-sembahan kami? maka datangkan hal yang telah kamu ancamkan kepada kami apabila kamu termasuk golongan yang benar" ia berkata: "sungguh Ilmu tentang hal itu hanya berada pada sisi Allah bahwa aku telah menyampaikan kepada kalian tentang perkara yang aku diutus untuk membawanya tetapi aku menganggap kalian merupakan golongan yang bodoh", tatkala orang-orang itu mendapati Malapetaka tersebut berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, orang-orang itu berkata: "Inilah awan yang akan menurunkan hujan untuk kami", : "Tidak demikian! itu adalah yang kalian tuntut supaya disegerakan; angin yang mengandung Malapetaka pedih, yang membinasakan segala sesuatu atas perintah Tuhannya" lalu jadilah orang-orang itu tidak berbekas lagi kecuali tempat tinggal mereka, demikianlah Kami menghukum golongan yang berdosa. (Ayat:21-25)
  10. Bahwa sungguh Kami telah memperkuat kedudukan orang-orang itu dengan hal yang belum pernah Kami perkuat kedudukan kalian yang sedemikian itu bahwa Kami telah menganugerahi orang-orang itu, pendengaran, penglihatan serta kalbu; akan tetapi pendengaran, penglihatan maupun kalbu orang-orang itu tidak sedikit pun bermanfaat untuk orang-orang itu akibat orang-orang itu telah ingkar terhadap ayat-ayat Allah, sehingga orang-orang itu ditumpas Malapetaka yang dahulu orang-orang itu remehkan;
    Ketahuilah bahwa telah Kami lenyapkan negeri-negeri di sekitar kalian serta telah Kami datangkan Bukti-Bukti kebesaran Kami secara berulang-ulang supaya orang-orang itu tersadar. (Ayat:26-27)
  11. Lalu mengapakah hal-hal yang telah dikehendaki sebagai sembahan-sembahan selain Allah, tidak menyelamatkan orang-orang itu jika mereka memang selalu menyertai, bahkan berbagai sembahan tersebut mengabaikan orang-orang itu? hal yang demikian itu akibat dugaan orang-orang itu maupun hal yang telah orang-orang itu ada-adakan. (Ayat:28)
  12. Bahwa ketika Kami hadapkan sekelompok jin kepadamu yang memperhatikan Al-Quran, maka tatkala mereka hadir maka mereka berkata: "simaklah", ketika telah terselesaikan mereka kembali kepada kaumnya untuk memperingatkan,  mereka berkata: "Wahai kaum kami, sungguh kami telah mendengarkan sebuah kitab yang dikirimkan sesudah Musa, supaya menggenapi hal-hal yang sebelumnya, untuk menuntun menuju Kebenaran serta menuju Jalan Lurus,  Wahai kaum kami, terimalah orang yang menyeru kepada Allah maka berimanlah kepada Dia niscaya Dia akan mengampuni kesalahan-kesalahan kalian juga menghindarkan kalian terhadap Malapetaka pedih," sedangkan orang yang tidak menerima penyeru untuk Allah maka orang itu takkan sanggup meluputkan diri terhadap Hukuman Allah di bumi serta tiada pelindung untuk dirinya selain Dia, demikianlah orang yang berada dalam kesesatan parah". (Ayat:29-31)
  13. Bahwa barangsiapa yang tidak menyambut penyeru kepada Allah, ketahuilah bahwa orang itu takkan sanggup meluputkan diri baik di muka bumi serta tiada pelindung selain Allah; orang itu berada dalam kesesatan yang jelas." (Ayat:32)
  14. Maka tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah yang telah menciptakan langit beserta bumi, serta Dia tidak merasa lelah karena menciptakan hal demikian itu, serta Dialah yang berkuasa menghidupkan golongan yang mati? Ya, sebab Dialah Yang Maha Kuasa terhadap segala sesuatu, bahwa sebuah Hari ketika orang-orang kafir dihadapkan kepada Neraka: "Bukankah ini nyata?" mereka menjawab: "Ya benar, demi Tuhan kami." Allah berfirman, "Maka rasakan Malapetaka ini akibat sebelumnya kalian selalu mengingkar." (Ayat:33-34)
  15. Maka bersabarlah, sebagaimana kelompok yang berkemampuan untuk memantapkan diri dalam kalangan Utusan yang memiliki kesabaran, serta janganlah kamu meminta disegerakan untuk mereka, pada hari mereka melihat Malapetaka yang telah diancamkan kepada mereka, seolah-olah mereka tidak tinggal melainkan singgah sejenak di siang hari, sebagai sebuah pelajaran bahwa tiada ditumpas selain kaum yang fasik. (Ayat:35)


Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Jasiyah
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Muhammad
Surah 46