Hijrah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Hijrah
Nama lainHijrahnya Nabi Muhammad;[1][2] Migrasi Nabi Muhammad; Migrasi; Hijrah; Hegira
Tanggal622
LokasiSemenanjung Arab
PartisipanNabi Muhammad dan Pengikut
HasilPenggantian nama Yatsrib sebagai "Kota Nabi" (Madinah); Perdamaian antara Bani Aus dan Bani Khazraj (kedua suku beragama Islam); Nabi Muhammad sebagai pemimpin dan menyatukan kaum Muslim

Hijrah (bahasa Arab: هِجْرَة) adalah perpindahan/migrasi Nabi Muhammad dan pengikutnya dari Makkah ke Madinah pada bulan Juni tahun 622.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Awalnya dalam menyebarkan agamanya di Makkah, Nabi Muhammad kerap melakukannya dengan mencaci maki sesembahannya orang-orang Quraisy. Namun rakyat Quraisy bersabar dan hanya mengancam bahwa mereka akan menghina balik sesembahan Nabi Muhammad bila beliau tetap melakukannya. Sehingga turunlah ayat [Quran 6:108].[3]

Seorang sahabat Nabi, Abdullah bin Amru melaporkan, ketika dirinya sedang bersama orang-orang musyrik di Hijr, mereka menyebut-nyebut soal Rasulullah, mereka berkata: "Kita tidak pernah bersabar menghadapi seseorang seperti kesabaran kita terhadap lelaki ini. Ia merendahkan kita, mencela nenek moyang kita, mencerca agama kita, memecah-belah kita, dan menghina sesembahan kita. Sungguh, kita sudah sangat bersabar terhadapnya dalam menghadapi perkara besar ini."[4][5]

Tiba-tiba Rasulullah datang berjalan menghampiri Hajar Aswad dan menciumnya, kemudian beliau melakukan thawaf melewati mereka. Saat beliau melintas, beberapa dari mereka menggunakan kata-kata Sang Rasul untuk memperolok beliau. Ibnu Amru melihat ketidaksenangan di wajah Rasulullah. Ketika Rasulullah melintasi mereka untuk kedua kalinya, mereka kembali melakukan hal yang sama. Dan di saat ketiga kalinya melewati mereka, Rasululah berhenti dan berkata: "Maukah kalian mendengarkan perkataanku, wahai orang-orang Quraisy? Demi jiwaku dalam genggaman-Nya, sungguh aku akan menyembelih kalian."[6][7]

Kata-kata Rasulullah ini begitu menohok sehingga mereka semua yang hadir pun langsung berdiri terdiam. Bahkan orang yang awalnya paling keras olokannya berusaha bersikap sopan dan berkata-kata dengan baik: "Pergilah, Abul Qasim (julukan Sang Rasul), demi Tuhan kau bukanlah orang yang kasar." Rasulullah pun beranjak pergi.[7]

Keesokan harinya, para tokoh Quraisy berkumpul kembali di Hijr. Beberapa dari mereka yang tidak datang di hari sebelumnya marah mengetahui kalau teman-teman mereka diam saja ketika Rasulullah berkata seperti itu. Maka mereka mendatangi Rasulullah dan menanyakan apakah benar Rasulullah telah mengatakan hal-hal yang mereka dengar.

Rasulullah menjawab: "Ya, aku yang mengatakan itu."

Salah seorang dari mereka pun menarik pakaian Rasulullah. Melihat itu, Abu Bakar bangkit untuk membela beliau. Dengan bercucuran air mata, ia berkata: "Apakah kalian akan membunuh seseorang yang mengatakan 'Tuhanku adalah Allah'?!"

Akhirnya mereka pun meninggalkannya.[8][7]

Beberapa orang Quraisy melapor kepada Abu Thalib, paman dari Rasulullah. Mereka meminta supaya dirinya menasihati keponakannya agar berhenti bersikap kurang ajar kepada mereka. Abu Thalib pun menasihati Nabi Muhammad. Namun itu tidak menghentikan Nabi Muhammad dari melecehkan mereka. Orang-orang Quraisy pun mendatangi lagi Abu Thalib. Kali ini mereka mengancam kalau Nabi Muhammad tidak segera berhenti dari perbuatannya maka mereka pun akan turun tangan. Abu Thalib pun mengirimkan surat kepada Nabi Muhammad yang berisi:

Yang mana, Nabi Muhammad pun mendatangi Abu Thalib, dan menjawab:

Nabi Muhammad pun menangis dan pergi.[9]

Hijrah Nabi Muhammad[sunting | sunting sumber]

Setelah kematian Abu Thalib, dan perselisihan dengan orang-orang Quraisy makin meningkat. Pada September 622, Nabi Muhammad pun membawa pengikutnya berhijrah ke Yatsrib, 320 kilometer (200 mi) utara Mekkah. Yatsrib kemudian berubah nama menjadi Madinat an-Nabi, yang berarti "kota Nabi", tetapi kata an-Nabi menghilang, dan hanya disebut Madinah, yang berarti "kota". Penanggalan Islam yang disebut Hijriah dicetuskan oleh Ali bin Abi Thalib pada tahun 638 atau 17 tahun setelah peristiwa hijrah. Kota tempat tinggal Nabi Muhammad disebut Madinah dan wilayah sekitarnya disebut Yatsrib.

Hari Tanggal Catatan
Hari 1
Kamis
26 Safar SH 1
(17 Juni 622)
Meninggalkan rumah di Mekkah. Tinggal tiga hari di Gua Tsur di dekat Mekkah.
Hari 5
Senin
1 Rabiul awal SH 1
(21 Juni 622)
Meninggalkan Mekkah. Perjalanan ke Madinah.
Hari 16
Jumat
12 Rabiul awal SH 1
(2 Juli 622)
Tiba di Masjid Quba dekat Madinah.
Hari 20
Jumat
16 Rabiul awal SH 1
(6 Juli 622)
Tiba di Madinah untuk salat Jumat.
Hari 30
Jumat
26 Rabiul awal SH 1
(16 Juli 622)
Pindah dari Masjid Quba ke Madinah.

Hijrah pertama[sunting | sunting sumber]

Sebelumnya, pada tahun 9 Sebelum Tarikh Hijriah (613 M) atau tahun 7 Sebelum Tarikh Hijriah (615 M) telah ada peristiwa hijrah pertama dari kaum Muslim yang disarankan Nabi Muhammad untuk menghindari penindasan dari kaum Quraisy di mekkah dengan hijrah ke Ethiopia (Habasyah pada waktu itu), yang dipimpin oleh seorang Raja kristiani, Najasyi. Muhammad sendiri tidak ikut dalam hijrah tersebut. Pada tahun itu, pengikutnya melarikan diri dari suku Quraisy, yang mengirim utusan ke Ethiopia untuk menjemput pulang ke jazirah Arab. Perpindahan baru yang dihadapi berkembang menjadi pertentangan dan penganiayaan. Ketika Muhammad dan para pengikutnya menerima undangan dari orang-orang Yatsrib, mereka memutuskan untuk meninggalkan Mekkah.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Dates of Epoch-Making Events", The Nuttall Encyclopaedia. (Gutenberg version Diarsipkan 2004-10-11 di Wayback Machine.)
  2. ^ Mahomet is an archaism used for Muhammad. See Medieval Christian view of Muhammad for more information.
  3. ^ Tafsir Ibnu Katsir - Qur'an 6:108. hlm. 272. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Agustus 2021. 
  4. ^ Ibnu Hisyam. Sirah Nabawiyah-Ibnu Hisyam. Diterjemahkan oleh Ikhlas Hikmatiar. Qisthi Press. hlm. 128. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Agustus 2021. 
  5. ^ عبد الملك بن هشام. "سيرة ابن هشام ت السقا". app.turath.io. hlm. 289–290. Diakses tanggal 19 Agustus 2021. 
  6. ^ "إسلام ويب - السيرة النبوية (ابن هشام) - ذكر ما لقى رسول الله صلى الله عليه وسلم من قومه - حديث ابن العاص عن أكثر ما رأى قريشا نالته من رسول الله صلى الله عليه وسلم- الجزء رقم1". islamweb.net (dalam bahasa Arab). Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Agustus 2021. Diakses tanggal 2021-08-19. 
  7. ^ a b c Ibn Ishaq. Sirat Rasul Allah - The Life of Muhammad. hlm. 131. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Agustus 2021. 
  8. ^ Ibnu Hisyam. Sirah Nabawiyah-Ibnu Hisyam. Diterjemahkan oleh Ikhlas Hikmatiar. Qisthi Press. hlm. 128–129. 
  9. ^ Ibn Kathir. Al Sira Al Nabawiyya - The Life of the Prophet Muhammad vol. 1. hlm. 344. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Agustus 2021.