Semenanjung Sinai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Peta semenanjung Sinai dengan batas-batas negara

Semenanjung Sinai (bahasa Arab: شبه جزيرة سيناء, singkatnya: "سيناء", sīnā' ; bahasa Ibrani: סיני, sinei; bahasa Inggris: Sinai Peninsula) adalah sebuah semenanjung berbentuk segitiga yang terletak di Asia Barat namun menjadi bagian dari Mesir di Afrika. Daratan seluas 60.000 km2 (23,000 mil²) ini dibatasi oleh Laut Tengah di utara, Laut Merah di selatan, Terusan Suez di barat, dan perbatasan dengan Israel di timur laut. Daerah ini menjadi penghubung antara benua Asia dan Afrika.

Semenanjung Sinai hampir seluruhnya terdiri dari padang pasir namun ada penduduk di pesisir Sabah di Taba (dekat kota Eilat, Israel) dimana terdapat hotel dan kasino. Lebih ke selatan lagi, terdapat Nuweiba, Dahab, serta Sharm el-Sheikh. Di pesisir utara, ada penduduk di dekat Jalur Gaza yaitu di El-Arish.

Wilayah semenanjung ini secara administratif dibagi menjadi 2 dari 27 governorate Mesir (dengan 3 lagi di sekitar Terusan Suez), dihuni oleh sekitar 500.000 orang penduduk. Di samping nama resminya, orang Mesir menamakannya "Tanah Fayrouz" ("Land of Fayrouz") berdasarkan bahasa Mesir kuno "Dumafkat", yang bermakna sama.

Gunung Sinai terletak di sebelah selatan semenanjung ini, dianggap sama dengan gunung Sinai di Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, meskipun masih diperdebatkan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Daerah ini kerap menjadi pusat sengketa antara berbagai negara, karena lokasi geopolitik yang strategis. Sebelum berada di bawah pemerintahan langsung negara Mesir (termasuk wangsa Ayyubid, kesultanan Mamluk, wangsa Muhammad Ali, dan republik Mesir di zaman modern), tanah ini dikuasai oleh kekaisaran Ottoman, sekaligus dengan seluruh tanah Mesir, dan kemudian oleh negara Britania Raya yang memerintah di Mesir dari tahun 1882 sampai 1956. Israel menyerang dan menduduki Sinai selama Krisis Suez (dikenal di Mesir sebagai Tripartite Aggression) pada tahun 1956, dan selama Perang Enam Hari pada tahun 1967. Pada tanggal 6 Oktober 1973, Mesir melakukan serangan mendadak untuk menguasai semenanjung ini dalam Perang Yom Kippur, dan daerah ini menjadi ajang pertempuran sengit antara tentara Mesir dan Israel. Pada tahun 1982, sesuai Perjanjian Damai Israel-Mesir tahun 1979, Israel menarik mundur tentaranya dari seluruh semenanjung Sinai. Sekarang, Sinai menjadi obyek turis karena keindahan alamnya, kekayaan batu-batuan karang di laut, serta sejarah Alkitab.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Gambar sebagian tanah Mesir dan semenanjung Sinai di latar depan dan Levant di latar belakang dari pesawat luar angkasa Gemini 11 
Semenanjung Sinai dari Space Shuttle STS-40. 
Tentara perdamaian PBB dari Canada dan Panama di Sinai tahun 1974. 
Bukit pasir dan batu-batu karang di Semenanjung Sinai 
Gunung Sinai ("Gabal Musa") 
Penyelam laut dalam di Sharm el-Sheikh 
Badai pasir di Semenanjung Sinai