Surah An-Nisa'

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
An-Nisa'
Alnesa2.png
Ayah 1 s.d. Ayah 2
Ayah 1 s.d. Ayah 2
Informasi
Arti Wanita
Nama lain an-Nisa'ul Kubra
(an-Nisa yang Besar)[1]
Klasifikasi Madaniyah
Surah ke 4
Juz Juz 4 (ayat 1-23)
Juz 5 (ayat 24-147)
Juz 6 (ayat 148-176)
Statistik
Jumlah ayat 176 ayat

Surah An-Nisa' (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, "Wanita") terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah. Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain. Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Terjemahan[sunting | sunting sumber]

Dengan Nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

  1. wahai umat manusia, bertaqwalah kepada Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah menyebarkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah, yang dengan (namaNya) kalian meminta satu sama lain, dan (ikatan) kalian yang berasal dari rahim (silaturrahim). sesungguhnya Allah memperhatikan kalian. (Ayat:1)
  2. dan berikan kepada anak-anak yatim, harta benda mereka, janganlah kalian menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan menghabiskan harta mereka bersama harta kalian. sungguh tindakan-tindakan itu, adalah dosa besar.
    dan jika kalian takut tidak dapat berlaku wajar terhadap perempuan yang yatim, maka nikahilah wanita-wanita yang kalian pilih: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kalian khawatir tidak dapat berlaku seimbang (adil), maka seorang saja, atau (budak) yang dimliki pada tangan kalian. yang demikian itu supaya tidak cenderung berbuat curang. Berikanlah mahar nikah kepada perempuan sebagai pemberian yang layak. kemudian jika mereka mengembalikan sebagian (mahar) itu kepada kalian karena dirinya sendiri, maka terimalah (pemberian) itu yang berguna, bermanfaat. (Ayat:2-4)
  3. dan janganlah kalian serahkan urusan harta benda kepada golongan yang belum pandai (mengelola), yang Allah jadikan itu sebagai urusan di (tangan) kalian. nafkahilah mereka dengan itu dan pakaikanlah dan ucapkanlah kepada mereka ucapan yang baik. dan ujilah (kemandirian) anak-anak yatim itu sampai mereka dewasa untuk menikah. kemudian jika menurut kalian mereka sanggup berlaku bijak, maka serahkan kepada mereka harta benda milik mereka.
    dan janganlah kalian menghabiskan (harta benda anak yatim) secara boros dan secara tergesa-gesa sebelum mereka telah dewasa. barangsiapa kaya, maka hendaklah ia menahan diri dan barangsiapa yang membutuhkan (miskin), maka bolehlah ia mempergunakan harta itu secara patut. kemudian apabila kalian menyerahkan harta benda kepada mereka, maka hendaklah kalian menjadi saksi-saksi bagi mereka dan cukuplah Allah sebagai Pengawas.
    untuk orang laki-laki ada bagian dari yang ditinggalkan kedua orang tua dan kerabatnya, dan untuk orang wanita ada bagian (pula) dari yang ditinggalkan kedua orang tua dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak bagian yang telah ditentukan itu. dan apabila sewaktu pembagian itu terdapat kaum kerabat, anak yatim dan golongan peminta-minta hadir, maka dermakanlah harta benda itu kepada mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.
    dan hendaklah khawatir (orang-orang) yang sekiranya meninggalkan keturunan yang lemah meneruskan mereka. oleh karena itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. sungguh golongan yang menghabiskan harta benda (milik) anak yatim secara sewenang-wenang, sebenarnya mereka itu menelan api ke dalam perut mereka dan mereka akan terjerumus ke dalam Gejolak (Neraka). (Ayat:5-10)
  4. Allah mengatur bagi kalian tentang (pewarisan) anak-anak kalian. yaitu: jumlah bagian seorang lelaki sama dengan jumlah bagian dua orang perempuan;
    dan apabila jumlah saudara perempuan lebih dari dua orang, maka bagi mereka itu adalah dua per tiga dari harta benda yang ditinggalkan;
    jika perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh setengah harta itu.
    dan untuk kedua orang tua, bagi masing-masing seperenam dari harta itu, jika orang (yang meninggal) itu mempunyai anak-anak.
    apabila orang (yang meninggal) itu tidak mempunyai anak dan ia diwariskan kepada kedua orang tua, maka ibunya mendapat sepertiga; apabila orang itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. sesudah wasiat dibuat atau sesudah hutang dilunasi. orang tua kalian dan anak-anak kalian, tidak kalian ketahui siapa di antara mereka yang lebih bermanfaat bagi kalian. suatu ketetapan dari Allah. sungguh Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. dan bagi kalian adalah setengah dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istri kalian, jika mereka tidak mempunyai anak. apabila istri-istri kalian itu mempunyai anak, maka kalian mendapat seperempat dari yang ditinggalkan sesudah wasiat dibuat atau sesudah hutang dilunasi. Para istri memperoleh seperempat yang kalian tinggalkan jika kalian tidak mempunyai anak. apabila kalian mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari yang kalian tinggalkan sesudah wasiat dibuat atau sesudah hutang dilunasi. apabila seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan orang tua dan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki atau seorang saudara perempuan, maka bagian masing-masing dari kedua saudara itu adalah seperenam harta, Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari (jumlah) yang demikian, maka mereka bersepakat tentang sepertiga harta itu, sesudah wasiat dibuat atau sesudah hutang dilunasi dengan tanpa ada keberatan. Sebuah wasiat dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun. (Ayat:11-12)
  5. demikianlah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan para UtusanNya, maka Allah memasukkan orang itu ke dalam surga yang dialiri sungai-sungai di bawahnya, untuk disana selamanya; dan demikianlah pencapaian yang dahsyat. dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan UtusanNya dan melanggar ketentuan-ketentuanNya, maka Allah memasukkannya ke dalam Neraka untuk disana selamanya; dan siksa yang menghinakan untuknya. (Ayat:13-14)
  6. dan terhadap wanita-wanita yang melakukan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang di antara kalian yang bersaksi. kemudian apabila mereka telah mempersaksikan, maka kurunglah mereka dalam rumah sampai mereka direnggut Maut, atau sampai Allah menyediakan jalan lain kepada mereka. dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kalian, maka hukumlah keduanya, kemudian jika keduanya terlebih dahulu bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkan mereka itu. sungguh Allah Maha Berbelas kasihan, Maha Penyayang. (Ayat:15-16)
  7. sungguh taubat menurut Allah hanyalah taubat bagi golongan yang mengerjakan kejahatan secara ceroboh, kemudian mereka bersegera bertaubat, maka itulah taubat yang diterima Allah; dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.
    dan bukanlah taubat, dari golongan yang melakukan kejahatan hingga mencapai pada batas (waktu) orang itu, (barulah) dia mengatakan: "sungguh aku bertaubat sekarang". dan bukan (pula) dari golongan yang mati sedang mereka dalam keadaan kafir. bagi golongan itu telah Kami sediakan siksa pedih. (Ayat:17-18)
  8. wahai golongan yang beriman, tidak halal bagi kalian mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kalian menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian yang telah kalian berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang jelas. dan perlakukan mereka secara baik. kemudian jika kalian tidak menyukai mereka, mungkin saja kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah mengadakan kebaikan yang banyak padanya. dan apabila kalian ingin mengganti istri kalian dengan istri yang lain, sedang kalian telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta benda yang banyak, maka janganlah kalian mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kalian akan mengambilnya kembali dengan tuduhan dusta dan dengan kejahatan yang jelas? Bagaimanakah kalian akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kalian telah saling bersama. dan mereka telah mengadakan penegasan (janji) yang sah kepada kalian. (Ayat:19-21)
  9. dan janganlah kalian mengawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayah kalian, terkecuali (yang telah terjadi) pada masa lampau. sungguh perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan. Diharamkan atas kalian (mengawini) ibu-ibu kalian; putri-putri kalian; saudara-saudara kalian yang perempuan, bibi-bibi (dari ibu) kalian; bibi-bibi (dari bapak) kalian; putri-putri dari saudara-saudara kalian yang laki-laki; putri-putri dari saudara-saudara kalian yang perempuan; ibu-ibu yang menyusui kalian; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu dari istri kalian; putri-putri tiri yang dalam pemeliharaan kalian dari istri yang telah kalian campuri, namun jika kalian belum campur dengan istri kalian itu, maka tidaklah berdosa untuk mengawini yang demikian; istri-istri dari putra-putra kandung kalian; mengawini dua perempuan yang bersaudara di saat yang sama, terkecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. perempuan-perempuan yang bersuami, kecuali yang dimiliki tangan kalian sebagai ketetapan Allah atas kalian. maka dihalalkan bagi kalian selain yang demikian, mencari istri-istri dengan harta benda kalian untuk dikawini bukan untuk berbuat keji. sebab kamu memperoleh sesuatu dari mereka, berilah kepada mereka maharnya, sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah berhalangan bagi kalian tentang sesuatu yang saling kalian relakan. sungguh Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. dan barangsiapa di antara kalian yang tidak cukup perbekalan untuk mengawini wanita merdeka yang beriman, orang itu boleh mengawini wanita yang beriman, dari (budak-budak) yang kalian miliki. Allah mengetahui keimanan kalian; sebagian kalian berasal dari sebagian lain, karena itu kawinilah mereka seizin tuan mereka, dan berilah mahar mereka secara layak, sedang mereka pun wanita-wanita yang santun, bukan pezina dan bukan menjadikan kekasih (piaraan); dan apabila mereka telah mengadakan tunangan, kemudian mereka melakukan perbuatan keji, maka hukuman atas mereka adalah setengah dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. demikianlah adalah bagi golongan yang menjaga diri dari perbuatan dosa di antara kalian, dan kesabaran kalian itu lebih baik bagi kalian dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Allah hendak menjelaskan kepada kalian dan membimbing kalian tentang ketetapan (generasi) yang sebelum kalian dan Dia mengasihani kalian dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. dan Allah ingin berpihak kepada kalian, sedangkan orang yang menuruti syahwat (berahi) bermaksud supaya kalian terpisah (dari Allah) sejauh mungkin. Dia ingin memudahkan kalian, dan manusia diciptakan dalam keadaan rapuh. (Ayat:22-28)
  10. wahai golongan yang beriman, janganlah kalian menghabiskan harta benda sesama kalian secara batil, kecuali dengan cara perniagaan yang berlaku dengan kerelaan di antara kalian dan jangan membunuh diri kalian sendiri; sungguh Allah Maha Penyayang terhadap kalian. dan barangsiapa berbuat demikian secara melanggar dan sewenang-wenang, maka kelak Kami akan memasukkannya ke dalam Neraka. yang demikian itu adalah wajar bagi Allah.
    Jika kalian menghindari tindakan yang teramat keji di antara (perkara-perkara) yang telah dilarang bagi kalian, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan kalian dan Kami masukkan kalian ke tempat yang terhormat.
    dan jangan iri terhadap yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kalian yang lebih banyak dibanding sebagian lain. bagi orang laki-laki ada bagian dari pada yang mereka usahakan dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karuniaNya. sungguh Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
    Bagi setiap (harta) yang ditinggalkan kedua orang tua dan karib kerabat, Kami yang mengatur penerima-penerimanya (pewaris) dan orang-orang yang telah bersumpah setia dengan kalian, maka berilah mereka bagian. sungguh Allah menyaksikan segala sesuatu. (Ayat:28-33)
  11. laki-laki itu adalah pengatur (pemimpin) perempuan, oleh sebab Allah yang memuliakan (martabat) sebagian mereka dibanding sebagian lain dan karena mereka telah menafkahkan sebagian harta benda milik mereka. sebab itu perempuan-perempuan yang berperilaku baik adalah patuh menjaga diri ketika tanpa pengawasan, oleh karena dipelihara (diawasi) Allah.
    Perempuan-perempuan yang kalian khawatirkan keburukan mereka, maka nasehati mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur, dan pukul mereka. kemudian jika mereka mematuhi kalian, maka janganlah kalian mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. sungguh Allah Maha Luhur, Maha Dahsyat.
    dan jika kalian khawatirkan perselisihan antara keduanya, maka hadirkan seorang penengah dari keluarga laki-laki dan seorang penengah dari keluarga perempuan. jika keduanya menginginkan perbaikan, niscaya Allah yang menyatukan keduanya. sungguh Allah Maha Mengetahui, Maha Mengawasi. (Ayat:34-35)
  12. Sembahlah Allah dan jangan mempersekutukan Dia dengan sesuatupun
    dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, golongan peminta-minta, tetangga terdekat dan tetangga jauh, dan teman karib, para pengembara dan yang dimiliki pada tangan kalian,
    sungguh Allah tidak menyukai golongan yang angkuh dan membangga-banggakan diri, golongan yang kikir, dan yang menyuruh orang lain berlaku kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada mereka dan Kami telah sediakan siksa yang menghinakan untuk golongan kafir. dan (juga) golongan yang menyisihkan harta benda mereka untuk menampak-nampakkan (riya) kepada manusia, dan golongan yang tidak beriman kepada Allah dan kepada Hari Akhir.
    Barangsiapa yang menjadikan setan itu menjadi kawan, maka setan itu adalah kawan terburuk. (Ayat:36-38)
  13. Apakah (kesalahan) pada mereka, jika mereka beriman kepada Allah dan Hari Akhir dan menyisihkan sebagian penghidupan yang telah Allah berikan kepada mereka? dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.
    sungguh Allah tidak memperlakukan seseorang secara sewenang-wenang walau sekecil zarrah pun dan jika terdapat kebajikan seukuran itu pun, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan upah yang besar dari sisiNya.
    maka bagaimanakah apabila Kami datangkan seseorang saksi (Utusan) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (umatmu). pada hari orang-orang yang kafir dan yang mendurhakai Utusan berharap supaya mereka disamakan dengan tanah dan mereka tidak dapat menyembunyikan sesuatu kejadian pun. (Ayat:39-42)
  14. wahai golongan yang beriman, jangan mendekati shalat sewaktu kalian dalam keadaan tidak sadar sampai kalian mengerti yang kalian ucapkan,
    jangan pula dalam keadaan junub terkecuali ketika kalian hendak mandi
    dan apabila kalian sakit atau dalam perjalanan atau datang dari tempat buang air atau kalian menyentuh perempuan, lalu kalian tidak mendapati air, maka hendaklah bertayamum dengan tanah yang suci; usaplah ke muka kalian dan tangan kalian. sungguh Allah Maha Memaklumi, Maha Pengampun. (Ayat:43)
  15. Apakah kamu tidak memperhatikan golongan yang telah diberi suatu bagian dari Al Kitab? Mereka itu menghendaki pembelotan dan mereka bermaksud supaya kalian membelot dari jalan (ketentuan).
    dan Allah lebih mengetahui tentang musuh-musuh kalian dan cukuplah Allah sebagai Pelindung dan cukuplah Allah sebagai Penyelamat.
    di antara orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari keadaan semula. mereka mengatakan: "kami mendengar, tetapi kami tidak menuruti (menolak)." dan (mengatakan) : "dengarkan yang tidak terdengar". dan (mengatakan) : "pandanglah kami", dengan memutar-mutar lidah dan mencela Hukum (Din). sekiranya mereka mengatakan: "kami mendengar, mematuhi, dan dengarlah, dan perhatikan kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka atas kekafiran mereka. tidaklah mereka itu beriman selain sedikit. (Ayat:44-46)
  16. wahai golongan yang telah diserahi Al-Kitab, berimanlah kepada yang telah Kami kirimkan sebagai penggenapan yang ada pada kalian sebelum Kami memalingkan (pandangan) muka, lalu Kami biarkan ke belakang atau Kami kutuki mereka sebagaimana Kami mengutuki sekelompok orang (pada) Sabat dan ketetapan Allah pasti berlaku.
    sungguh Allah takkan mengampuni sikap persekutuan terhadap Dia dan Dia mengampuni segala (dosa) yang selain itu, terhadap siapa yang Dia perkenan. siapapun yang mempersekutukan Allah maka sungguh dia telah mengada-adakan hal yang keterlaluan.
    Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang memurnikan dirinya sendiri? sesungguhnya Allah yang memurnikan siapa yang Dia kehendaki dan tidaklah mereka diperlakukan sewenang-wenang sedikitpun. perhatikan bagaimanakah mereka mengada-adakan dusta tentang Allah? dan cukuplah itu sebagai bukti. (Ayat:47-50)
  17. tidakkah kalian memperhatikan golongan yang diserahi suatu bagian Al-Kitab? mereka percaya kepada Jibt dan Thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang yang kafir, bahwa mereka itu lebih tepat dibanding orang-orang yang beriman dalam jalan hidup. itulah orang yang dikutuki Allah. barangsiapa yang dikutuki Allah, niscaya kalian takkan mendapati penyelamat baginya.
    ataukah ada bagian kerajaan (kuasa) pada mereka? sekalipun ada, mereka takkan menyerahkan (kuasa) pada sedikit pun manusia (lain).
    ataukah mereka mendengki terhadap manusia (lain) lantaran yang telah Allah anugerahkan kepadanya? sungguh Kami yang telah memberikan Al-Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim dan Kami telah memberikan kepada mereka kerajaan yang besar.
    maka di antara mereka ada golongan yang beriman padanya dan di antara mereka ada yang menghalangi untuk beriman terhadapnya, dan cukuplah Jahannam yang membara.
    sungguh golongan yang kafir terhadap pesan-pesan Kami, kelak Kami masukkan mereka ke dalam Neraka. setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan malapetaka. sungguh Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Ayat:51-56)
  18. dan orang-orang yang beriman dan memperbuat berbagai kebajikan, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang dialiri sungai-sungai di bawahnya; mereka disana selamanya; mereka di dalamnya mempunyai istri-istri yang suci dan Kami masukkan mereka ke (tempat) teduh yang menaungi.
    sungguh Allah menyuruh kalian menyampaikan kepercayaan (amanat) kepada penerimanya
    dan apabila kalian menghakimi umat manusia supaya kalian menghakimi secara adil. sungguh Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kalian. sungguh Allah Maha Mendengar, Maha Mengawasi. (Ayat:57-58)
  19. wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Utusan serta taatilah pihak yang memiliki kewenangan (pemimpin) terhadap kalian.
    kemudian apabila kalian berlainan pendapat tentang suatu (perkara), maka serahkan itu kepada Allah dan Utusan, jika kalian memang beriman kepada Allah dan Hari Akhir. yang demikian itu adalah yang terbaik dan paling sesuai untuk diberlakukan. (Ayat:59)
  20. tidakkah kamu memperhatikan golongan yang mengaku mengimani tentang yang dikirimkan kepadamu serta yang dikirimkan sebelum kamu? mereka hendak berhakim kepada Thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari Thaghut itu. dan setan yang ingin menyesatkan mereka sejauh-jauhnya.
    Apabila diserukan kepada mereka: "ikutilah kepada yang telah Allah kirimkan dan kepada Utusan", pasti kamu mendapati golongan munafik menjauh dengan rasa enggan. dan apabila kesengsaraan menimpa mereka disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, tentu mereka menemuimu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami tidak lain menghendaki (penyelesaian) yang baik dan kerukunan". Allah lebih memahami golongan seperti itu tentang yang ada di kalbu mereka. maka tinggalkan mereka, dan nasehati mereka dan ucapkan kepada mereka perkataan yang mengguncangkan jiwa mereka.
    dan tidaklah Kami mengutus seseorang Utusan untuk ditaati melainkan dengan izin Allah. sungguh jika kelompok yang berlaku sewenang-wenang terhadap diri sendiri menemuimu, lalu memohon ampun kepada Allah, maka Utusan pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Mengasihani, Maha Penyayang. maka demi Tuhanmu, mereka tidaklah beriman hingga mereka menjadikan kamu menghakimi mereka terhadap yang mereka perkarakan, kemudian mereka tidak merasa suatu keberatan dalam diri mereka terhadap putusan yang kamu beri, dan mereka sepenuhnya menerima.
    dan sekiranya Kami perintahkan kepada mereka: "Bunuhlah diri kalian atau tinggalkan negeri kalian", niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka dan sekiranya mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan, dan kalau demikian, pastilah Kami berikan mereka upah yang besar dari sisi Kami, dan tentulah Kami membimbing mereka menuju jalan lurus.
    dan siapapun yang menaati Allah dan Utusan, mereka itu bersama-sama dengan golongan yang dianugerahi kebaikan dari Allah, yaitu para nabi, para shiddiiqiin, syuhadaa (para saksi) dan golongan yang berperilaku baik. dan mereka itulah kelompok yang berkenan. yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah, Yang Maha Mengetahui. (Ayat:60-70)
  21. wahai orang-orang yang beriman, bersiaplah, dan majulah berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama! dan sungguh di antara kalian ada yang enggan serta berlambat-lambat. maka jika kalian ditimpa musibah dia berkata: "sungguh Tuhan telah menganugerahkan kebaikan kepadaku karena aku tidak ikut bersama mereka. " dan sungguh jika kalian memperoleh karunia dari Allah, tentulah dia mengatakan seolah-oleh dia belum pernah mengenal kalian: "kiranya aku berada bersama-sama mereka, tentulah aku memperoleh kemenangan yang besar (pula)". (Ayat:71-73)
  22. karena itu hendaklah golongan yang menukar kehidupan dunia untuk Akhirat berperang untuk jalan (kehendak) Allah.
    siapapun yang berperang untuk jalan (kehendak) Allah, lalu terbunuh (gugur) atau memperoleh kemenangan maka kelak Kami berikan kepadanya upah yang besar.
    Mengapakah kalian tidak mau berperang untuk jalan (kehendak) Allah sementara golongan yang tertindas baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang penduduknya berlaku sewenang-wenang dan hadirkanlah untuk kami pelindung dari sisiMu, dan hadirkanlah kepada kami penolong dari sisi Engkau!".
    golongan yang beriman berperang untuk jalan (kehendak) Allah sedangkan golongan yang kafir berperang untuk jalan Thaghut (setan), sebab itu bunuhlah kawan-kawan setan itu, karena sungguh tipu daya setan itu adalah kesia-siaan. (Ayat:74-76)
  23. tidakkah kalian perhatikan golongan yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah tangan kalian, dirikan shalat dan tunaikan zakat!" setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebagian mereka takut kepada manusia, sebagaimana mereka takut kepada Allah, bahkan teramat takut.
    mereka mengatakan: "Ya Tuhan kami, mengapakah Engkau wajibkan berperang kepada kami? mengapakah tidak Engkau tangguhkan kepada kami sampai beberapa waktu lagi?" katakanlah: "Kesenangan dunia ini hanya sebentar dan Akhirat itu lebih baik untuk golongan yang bertaqwa, dan kalian takkan sedikitpun diperlakukan sewenang-wenang.
    Di mana pun kalian berada, Maut akan mendapati kalian, sekalipun kalian di dalam benteng yang menjulang kokoh, dan ketika mereka memperoleh keberuntungan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka keburukan menimpa mereka, mereka mengatakan: "Ini dari sisi kamu". katakanlah: "masing-masing itu dari sisi Allah". maka mengapakah golongan itu tidak memahami penjelasan? kebaikan apapun yang kalian peroleh berasal dari Allah dan bencana apapun yang menyusahkan kamu berasal dari dirimu sendiri.
    Kami mengutusmu sebagai Utusan kepada umat manusia. dan cukuplah Allah sebagai saksi. barangsiapa yang menaati Utusan itu, sungguh ia telah menaati Allah. dan barangsiapa yang berpaling, maka Kami tidak mengutusmu sebagai pengasuh mereka. dan mereka mengatakan: "taat". tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebagian mereka di malam hari menganggap lain dari yang telah dikatakan mereka dan Allah menulis yang mereka anggap itu, maka berpalinglah dari mereka dan taruhlah kepercayaan kepada Allah. cukuplah Allah sebagai Pengatur. tidakkah mereka memperhatikan Al-Quran? sekiranya itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapati banyak pertentangan di dalamnya. (Ayat:77-82)
  24. dan apabila datang kepada mereka suatu perkara tentang keamanan ataupun ketakutan, maka mereka menyiarkannya. sekiranya mereka menyerahkan itu kepada Utusan dan pihak yang memiliki kewenangan terhadap mereka, tentulah penyelesaian diberitahukan di tengah-tengah mereka.
    kalau bukan berasal dari karunia Allah dan KasihNya kepada kalian, tentulah kalian mengikut setan, kecuali sebagian kecil saja. (Ayat:83)
  25. maka berperanglah kalian untuk jalan (kehendak) Allah, tidaklah kalian dibebani melainkan atas kewajiban kalian sendiri. semangatilah golongan yang beriman. mudah-mudahan Allah menolak serangan golongan yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras HantamanNya. (Ayat:84)
  26. Barangsiapa yang mengadakan perantaraan (syafa'at) untuk kebaikan, niscaya ia akan memperoleh keuntungan daripadanya dan barangsiapa mengadakan perantaraan (syafa'at) untuk kejahatan, niscaya ia akan menanggung beban daripadanya. Allah Maha Mengendalikan segala sesuatu.
    Apabila kalian dihormati dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah dengan yang lebih baik daripadanya, atau seimbangkan itu. sungguh Allah memperhitungkan segala sesuatu.
    Allah, tiada Tuhan terkecuali Dia. Dialah yang akan menghimpunkan kalian di Hari Kebangkitan, yang tiada keraguan tentangnya. dan siapakah orang yang lebih benar dalam hal pernyataan daripada Allah? (Ayat:85-87)
  27. mengapakah kalian menjadi dua pihak terhadap golongan munafik, padahal Allah yang menghancurkan mereka, disebabkan usaha mereka sendiri,
    apakah kalian ingin membimbing golongan yang diliarkan Allah? siapapun yang diliarkan Allah, kalian takkan dapati kesempatan (berbalik) kepadanya.
    mereka itu berupaya supaya kalian menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kalian menjadi sama. maka jangan jadikan mereka sebagai penolong, hingga mereka berpindah (hijrah) pada jalan (kehendak) Allah.
    jika mereka berpaling, tangkaplah dan bunuhlah mereka di mana pun kalian temui, dan janganlah kalian jadikan seorang pun dari mereka sebagai pemimpin, dan jangan (pula) sebagai penolong,
    terkecuali golongan yang telah meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang telah ada perjanjian dengan kalian atau golongan yang datang kepada kalian sedang kalbu mereka enggan untuk memerangi kalian dan memerangi kaumnya.
    sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia memberi kesempatan kepada mereka terhadap kalian untuk memerangi kalian. tetapi jika mereka membiarkan kalian, dan tidak memerangi kalian serta mengemukakan perdamaian kepada kalian maka Allah tidak memberi alasan bagi kalian terhadap mereka.
    kelak kalian akan dapati golongan lain, yang bermaksud supaya mereka aman dari pada kalian dan aman dari kaum mereka. setiap mereka diajak untuk mengacau (fitnah), mereka pun terlibat kedalamnya.
    oleh karena itu, jika mereka tidak membiarkan kalian juga tidak mengemukakan perdamaian kepada kalian dan tidak menahan tangan mereka, maka tawanlah dan bunuhlah mereka dan mereka itulah golongan yang Kami berikan alasan yang jelas kepada kalian. (Ayat:88-91)
  28. dan tidaklah wajar bagi orang yang beriman membunuh orang beriman lain, kecuali karena tersalah (tak sengaja) dan barangsiapa membunuh seorang yang beriman karena tersalah, haruslah ia memerdekakan seorang budak yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarga yang berduka, kecuali jika mereka bersedekah.
    jika orang (yang terbunuh) dari kaum yang ada perjanjian dengan kalian, maka hendaklah dia membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan seorang budak yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah dia berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai pertaubatan kepada Allah dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Ayat:92)
  29. dan barangsiapa yang membunuh orang beriman secara sengaja maka balasannya ialah Jahannam, dia disana selamanya dan Allah murka terhadapnya, dan mengutuki serta menyediakan siksa yang besar baginya.
    wahai golongan yang beriman, apabila kalian berangkat untuk jalan Allah, maka telitilah dan jangan mengatakan kepada orang yang mengucap "salam" kepada kalian: "kamu bukan orang yang beriman", dengan maksud mencari harta benda dunia, sebab di sisi Allah ada kebaikan yang banyak.
    demikian juga keadaan kalian dahulu, lalu Allah menganugerahkan kebaikanNya untuk kalian, maka telitilah. sungguh Allah Maha Mengawasi yang kalian lakukan. (Ayat:93-94)
  30. Tidaklah sama orang beriman yang duduk diam tanpa mempunyai halangan dengan golongan yang berkorban untuk jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka. Allah melebihkan golongan yang mengorbankan harta dan jiwa mereka dengan golongan yang duduk, satu keutamaan.
    Allah menjanjikan pahala yang baik untuk masing-masing dan Allah melebihkan golongan yang berkorban dibanding golongan yang duduk dengan anugerah yang melimpah. kedudukan (bertingkat-bertingkat) daripadaNya, ampunan serta Kasih dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:95-96)
  31. sungguh golongan yang direnggut malaikat dalam keadaan berlaku sewenang-wenang terhadap diri sendiri, para malaikat bertanya: "ada apa kalian ini?". mereka berkata: "kami ini golongan yang tunduk tak berdaya di suatu negeri". para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu terbentang luas, sehingga kalian dapat berpindah (hijrah) di bumi itu?". golongan itu bertempat di Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak berdaya dan tidak dibimbing ke suatu agama, kiranya Allah memaafkan mereka itu. dan Allah Maha Memaklumi, Maha Pengampun. (Ayat:97-99)
  32. Barangsiapa berpindah untuk Allah, niscaya mereka mendapati di bumi sebagai tempat yang membentang luas dan (penghidupan) yang banyak. barangsiapa meninggalkan dari rumahnya dengan maksud berpindah untuk Allah dan UtusanNya, kemudian Maut menjumpainya, maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:100)
  33. dan apabila kalian bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kalian mempersingkat sembahyang, ketika kalian waspada diserang orang-orang kafir. sungguh golongan kafir itu adalah musuh yang jelas bagi kalian. dan apabila kalian berada di tengah-tengah mereka lalu kalian hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan berdiri di dekat kalian dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka selesai bersujud, hendaklah mereka pindah dari belakang kalian dan hendaklah golongan yang kedua yang belum bersembahyang waspada, lalu bersembahyanglah,
    dan hendaklah mereka waspada dan menyandang senjata. golongan kafir ingin supaya kalian lengah terhadap senjata kalian dan perbekalan kalian, lalu mereka menyerbu secara sekaligus. dan tiada dosa bagi kalian meletakkan senjata-senjata kalian, jika kalian mendapat halangan karena hujan atau karena kalian sedang sakit; dan bersiaplah. sungguh Allah telah menyediakan siksa yang menghinakan bagi golongan kafir itu.
    ketika kalian telah menyelesaikan shalat, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. kemudian apabila kalian telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu. sungguh shalat itu ditetapkan (kewajiban) dalam waktu tertentu atas golongan yang beriman.
    Jangan berhati lemah dalam menghadapi mereka (musuhmu). Jika kalian menderita kesakitan, maka sungguh mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kalian menderitanya, sedang kalian dapat mengharap kepada Allah yang tidak dapat mereka harapkan. dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.
    sungguh Kami telah menurunkan Al-Kitab kepadamu beserta Kebenaran, supaya kamu menghakimi umat manusia berdasarkan yang diarahkan oleh Allah kepadamu, dan jangan menjadi pembela bagi golongan yang berkhianat, dan mohonlah ampun kepada Allah. sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:101-106)
  34. dan jangan memperdebatkan golongan yang mengkhianati dirinya sendiri. sungguh Allah tidak menyukai golongan yang berkhianat, bergelimang dosa, mereka menyembunyikan diri dari manusia, tetapi mereka tiada tersembunyi bagi Allah, padahal Dia mengawasi mereka, ketika mereka merencanakan tentang yang tidak Allah perkenan dan adalah Allah Maha Meliputi yang mereka lakukan. demikialah kalian, kalian adalah golongan yang memperkarakan tentang mereka dalam kehidupan dunia. maka siapakah yang memperdebatkan Allah untuk mereka pada Hari Kebangkitan? atau siapakah pelindung mereka? (Ayat:107-109)
  35. dan barangsiapa yang memperbuat kejahatan atau menganiaya diri, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. siapapun yang memperbuat dosa, maka sungguh ia melakukan itu terhadap dirinya sendiri dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.
    dan barangsiapa yang melakukan kesalahan atau dosa, kemudian itu diserahkan (tuduhan) kepada orang yang tidak bersalah, maka sungguh ia telah memperbuat suatu dusta dan dosa yang jelas.
    sekiranya bukan karena karunia Allah dan KasihNya kepadamu, tentulah segolongan mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. tetapi mereka tidaklah menyesatkan melainkan diri mereka sendiri, dan mereka tidak sedikitpun dapat membahayakanmu.
    dan Allah telah mengirimkan Al-Kitab dan Hikmah kepadamu, dan mengajarkan kepadamu tentang yang belum kamu ketahui. Karunia Allah amat besar terhadap kamu.
    Tiada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan, kecuali bisikan-bisikan yang menyuruh memberi sedekah, atau berlaku adil, atau mengadakan perdamaian di antara umat manusia. dan barangsiapa yang berbuat demikian untuk mengharap perkenan Allah, maka kelak Kami memberi upah yang besar. (Ayat:110-114)
  36. dan barangsiapa yang membantah Utusan sesudah bimbingan dijelaskan kepadanya dan menempuh yang bukan jalan golongan yang beriman, Kami biarkan dia dengan yang dia kehendaki itu dan Kami tempatkan dia ke dalam Jahannam, dan tempat tujuan terburuk. (Ayat:115)
  37. sungguh Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan Dia, dan Dia mengampuni yang selain (dosa) demikian bagi yang Dia kehendaki.
    barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah tersesat sejauh-jauhnya. yang mereka seru selain Dia tidak lain berhala, dan mereka tidak lain menyeru setan yang durhaka, yang dikutuk oleh Allah
    dan setan itu mengatakan: "aku pasti akan mengambil hamba-hambaMu dengan bagian yang sudah ditentukan, dan aku akan menjerumuskan mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka memotong telinga-telinga hewan ternak dan aku yang menyuruh mereka, lalu mereka yang merusak kesesuaian ciptaan Allah". Barangsiapa yang menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh ia teramat celaka. ia memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan tidak menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka. mereka itu ditempatkan pada Jahannam dan mereka tidaklah memperoleh tempat lari daripadanya. (Ayat:116-121)
  38. dan orang-orang yang beriman dan memperbuat berbagai kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang dialiri sungai-sungai di bawahnya, mereka untuk selamanya disana. Allah telah menjanjikan Kebenaran
    dan siapakah yang lebih terjamin dalam hal pernyataan dibanding Allah? (Ayat:122)
  39. bukanlah menurut angan-angan kalian yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. bahwa siapapun yang melakukan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan (kejahatan) itu pula dan ia tidak mendapati pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain Allah.
    Barangsiapa yang memperbuat berbagai kebajikan, baik laki-laki atau perempuan, dalam keadaan beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan tidaklah mereka dicurangi walau sedikitpun. (Ayat:123-124)
  40. dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang berserah diri kepada Allah, sedang dia pun orang baik, dan ia mengikuti Pendirian Ibrahim yang lurus?
    dan Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kesayanganNya. milik Allah yang di langit dan yang di bumi dan Allah Maha Meliputi segala sesuatu. (Ayat:125-126)
  41. dan mereka minta fatwa kepadamu tentang kaum wanita. katakanlah: "Allah memberi fatwa kepada kalian tentang mereka, dan yang dibacakan kepada kalian dalam Al-Kitab tentang para perempuan yatim yang tidak memberi yang ditetapkan untuk mereka, sedang kalian ingin mengawini mereka juga mengenai anak-anak yang masih dipandang lemah. supaya kalian mengurus anak-anak yatim secara pantas. dan kebajikan apapun yang kalian lakukan, maka sungguh Allah Maha Mengetahui itu. dan jika seorang wanita khawatir tentang nusyuz atau pengabaian dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan kesepakatan secara baik, dan kesepakatan itu lebih baik walaupun manusia itu memang kikir dan jika kalian bergaul dengan istri kalian secara baik dan memelihara diri kalian, maka sungguh Allah Maha Mengetahui yang kalian lakukan. dan kalian takkan dapat berlaku seimbang terhadap istri-istri itu, walaupun kalian ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kalian cenderung, sehingga kalian membiarkan yang lain dan jika kalian memperbaiki diri dan memelihara diri, maka sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Jika keduanya bercerai, maka Allah yang akan memperkaya masing-masingnya dari limpahan karuniaNya dan Allah Maha Menaungi, Maha Bijaksana.. (Ayat:127-130)
  42. dan milik Allah yang ada di langit dan yang ada di bumi,
    dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada golongan yang diserahi Al-Kitab sebelum kalian dan (juga) kepada kalian; takutlah (taqwa) kepada Allah. tetapi jika kalian kafir maka sungguh yang di langit dan apa yang di bumi milik Allah dan Allah Maha Kaya, Maha Terpuji. dan milik Allah yang di langit dan yang di bumi. cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
    sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia punahkan kalian wahai umat manusia, dan Dia hadirkan umat yang lain dan Allah Maha Kuasa berbuat demikian. (Ayat:131-133)
  43. Barangsiapa yang menghendaki hadiah di dunia saja, maka di sisi Allah ada hadiah dunia dan Akhirat dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengawasi. (Ayat:134)
  44. wahai orang-orang yang beriman jadilah orang yang menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap diri kalian sendiri atau kedua orang tua dan kaum kerabat. Jika ia kaya ataupun miskin, (sebenarnya) Allah yang menganugerahkan itu.
    maka janganlah kalian menuruti kecenderungan diri karena ingin menyimpang dari Kebenaran dan jika kalian menyeleweng atau enggan menjadi saksi, maka sungguh Allah adalah Maha Mengetahui segala yang kalian lakukan. (Ayat:135)
  45. Wahai golongan yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan UtusanNya dan kepada kitab yang Allah kirimkan kepada UtusanNya serta Kitab yang Allah kirimkan sebelumnya.
    Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, Utusan-UtusanNya, dan Hari Akhir, maka sungguh orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. sungguh golongan yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman, kemudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka Allah takkan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) membimbing mereka menuju jalan lurus. (Ayat:136-137)
  46. beritahukan kepada golongan munafik bahwa mereka akan memperoleh siksa pedih; golongan yang menjadikan golongan kafir sebagai kawan dibandingkan golongan yang beriman.
    apakah mereka mencari kehormatan pada sisi orang kafir itu? maka sungguh segala kehormatan adalah milik Allah. (Ayat:138-139)
  47. dan sungguh Allah yang menyampaikan kepada kalian di dalam Al-Kitab bahwa apabila kalian mendapati pesan-pesan Allah diingkari dan dilecehkan, maka jangan kalian duduk beserta mereka, hingga mereka memasuki pembicaraan lain. sebab jika kalian tetap (beserta mereka) tentulah kalian serupa dengan mereka. sungguh Allah akan menghimpunkan golongan munafik dan golongan kafir di dalam Jahannam, (yaitu) golongan yang menanti-nanti akan terjadi sesuatu pada kalian. maka jika Allah mendatangkan kemenangan bagi kalian, mereka berkata: "Bukankah kami beserta kalian?" dan jika golongan kafir mendapat keberuntungan mereka berkata: "Bukankah kami turut memenangkan kalian dan membela kalian dari golongan yang beriman?" maka Allah akan memberi keputusan kepada kalian pada Hari Kebangkitan dan Allah takkan memberi kesempatan bagi golongan kafir terhadap golongan yang beriman. (Ayat:140-141)
  48. sesungguhnya golongan munafik itu berpura-pura terhadap Allah dan Dialah yang akan membalas kepura-puraan mereka. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri secara malas.
    mereka bermaksud menampak-nampakkan di hadapan umat manusia.
    dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit.
    mereka dalam keadaan meragu antara yang demikian: tidak termasuk kepada golongan ini dan tidak (pula) kepada golongan itu,
    dan barangsiapa diliarkan oleh Allah, maka kalian takkan mendapat jalan (membimbing) mereka.
    wahai golongan yang beriman, janganlah menghendaki golongan kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan golongan yang beriman. Inginkah Allah mengadakan bukti yang jelas terhadap kalian? (Ayat:142-144)
  49. sungguh golongan munafik itu berada pada tingkatan terendah dalam Neraka. dan kalian takkan mendapati seorang penolong pun bagi mereka. kecuali orang-orang yang bertaubat dan memperbaiki diri dan berpegang teguh kepada Allah dan secara tulus terhadap agama mereka untuk Allah. maka mereka bersama-sama dengan golongan yang beriman dan kelak Allah akan memberikan upah yang besar untuk golongan yang beriman. (Ayat:145-146)
  50. apakah Allah akan menghukum kalian, jika kalian berterimakasih dan beriman? dan Allah adalah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.
    Allah tidak menyukai ucapan serapah yang kasar kecuali dari orang yang diperlakukan sewenang-wenang. Allah adalah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
    Jika kalian menampakkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikannya atau memaafkan suatu kesalahan, maka sungguh Allah Maha Memaklumi, Maha Kuasa. (Ayat:147-149)
  51. sungguh golongan yang kafir kepada Allah dan Utusan-UtusanNya, bermaksud memperbedakan antara Allah dan Utusan-UtusanNya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (lain)", serta bermaksud mengada-ada jalan (tengah) di antara yang demikian, mereka itulah golongan kafir yang sebenar-benarnya. Kami telah sediakan untuk golongan kafir itu siksaan yang menghinakan.
    golongan yang beriman kepada Allah dan para UtusanNya tidak memperbeda-bedakan seorang pun di antara mereka, kelak Allah akan memberi upah kepada mereka. dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:150-152)
  52. golongan pewaris Kitab menuntut kepadamu supaya kamu menurunkan sebuah Kitab dari langit untuk mereka. maka sungguh mereka pernah menuntut yang lebih dahsyat dari itu kepada Musa. mereka berkata: "Perlihatkan Allah kepada kami secara nyata". maka mereka disambar petir karena kesewenang-wenangan mereka, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang jelas, lalu Kami maklumi terhadap yang demikian. dan telah Kami serahkan kepada Musa keterangan yang jelas. dan telah Kami angkat ke atas mereka; Gunung (Sinai) untuk penegasan mereka. dan kami perintahkan kepada mereka: "Masuklah pintu gerbang itu sambil tunduk", dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka: "Janganlah kalian melanggar perkara tentang Sabat", dan Kami telah mengikat perjanjian yang kuat dari mereka. lalu mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh para nabi tanpa Kebenaran dan mengatakan: "kalbu kami mengeras". maka Allah yang mengunci kalbu mereka atas kekafiran mereka, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil.
    juga karena kekafiran mereka dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kepalsuan besar, dan karena ucapan mereka: "sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa, putra Maryam, Utusan Allah (Rasulullah)", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, akan tetapi itu seorang yang diserupakan bagi mereka dan sebenarnya golongan yang memperdebatkan tentang ini dalam kebimbangan tentang yang dibunuh itu. mereka tidak mempunyai jaminan (Ilmu) tentang (perkara) ini, kecuali menuruti dugaan belaka, tidaklah mereka yakin (mengimani) tentang yang mereka bunuh itu. akan tetapi, Allah telah mengangkat Isa padaNya dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.
    Tiada seorangpun dari golongan pewaris Kitab itu melainkan mereka beriman kepadanya ketika belum mati. dan di Hari Kebangkitan nanti dia akan menjadi saksi terhadap mereka.
    maka disebabkan kesewenang-wenangan segolongan Yahudi, Kami haramkan atas yang baik-baik yang sebelumnya dihalalkan bagi mereka, karena mereka amat menghalang-halangi dari jalan Allah, dan disebabkan mereka mengambil riba, padahal telah dilarang bagi mereka dan karena mereka menghabiskan harta benda orang lain secara sembarangan. Kami telah sediakan untuk golongan kafir di antara mereka itu siksa pedih.
    Tetapi ada golongan yang berilmu mendalam di antara mereka dan golongan yang beriman, mereka mengimani terhadap yang telah dikirimkan kepadamu, dan apa yang telah dikirimkan sebelummu dan golongan yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir. golongan itulah yang akan Kami berikan kepada mereka upah yang besar. (Ayat:153-162)
  53. sungguh Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan para nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan Suku-Suku (Israel), Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. dan Kami serahkan Zabur kepada Daud. dan sungguh telah Kami kisahkan tentang para Utusan kepadamu dahulu, dan ada (riwayat) para Utusan yang tidak Kami kisahkan kepadamu dan Allah telah berbincang dengan Musa secara langsung. para Utusan (merupakan) pembawa berita gembira dan pemberi peringatan supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah para Utusan itu dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.
    Akan tetapi Allah mengakui yang Dia kirimkan kepadamu. Dia telah mengirimkannya dengan IlmuNya; dan para malaikat pun sebagai saksi (pula). cukuplah Allah yang mengakui.
    sungguh golongan yang kafir serta menghalang-halangi dari jalan Allah benar-benar golongan menyimpang. sungguh golongan yang kafir dan berlaku sewenang-wenang, Allah takkan mengampuni mereka dan takkan membimbing mereka kepada jalan (semestinya), selain ketentuan menuju Jahannam; mereka  disana selamanya. dan yang demikian itu adalah wajar bagi Allah.. (Ayat:163-169)
  54. Wahai umat manusia, sungguh telah datang Utusan (Muhammad) kepada kalian beserta Kebenaran dari Tuhan kalian, maka berimanlah, itu lebih baik bagi kalian. dan jika kalian kafir, karena sungguh yang di langit dan di bumi itu adalah milik Allah dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Ayat:170)
  55. Wahai golongan pewaris Kitab, jangan melampaui batas dalam agama kalian dan jangan mengatakan tentang Allah kecuali Kebenaran. sesungguhnya Al Masih, Isa, putra Maryam itu, adalah seorang Utusan Allah dan ketetapanNya pada Maryam dan Ruh dariNya. maka berimanlah kepada Allah dan Utusan-UtusanNya dan janganlah kalian mengatakan: "yang tiga", menghentikan semacam ini lebih baik bagi kalian. sesungguhnya Allah, Tuhan Yang Tunggal, Dimuliakanlah Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah milikNya. cukuplah Allah menjadi Pemelihara. Al Masih tidaklah enggan menjadi seorang hamba kepada Allah, demikian juga malaikat-malaikat yang terdekat.
    Barangsiapa yang enggan menghamba kepadaNya dan menyombongkan diri, kelak Allah akan menghimpunkan mereka semua kepadaNya.
    Adapun golongan yang beriman dan berbuat berbagai kebajikan, maka Allah akan menyempurnakan upah mereka dan menambah untuk mereka sebagian karuniaNya.
    Adapun golongan yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah menyiksa mereka dengan siksa pedih, dan mereka takkan mendapati bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain Allah. (Ayat:171-173)
  56. wahai umat manusia, sungguh telah datang kepada kalian bukti Kebenaran dari Tuhan kalian dan telah Kami kirimkan kepada kalian sinar yang menerangi.
    Adapun golongan yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh padaNya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam Kasih yang besar dariNya dan limpahan karuniaNya dan mengarahkan mereka kepada jalan yang semestinya kepadaNya. (Ayat:174-175)
  57. Mereka meminta fatwa kepadamu. katakanlah: "Allah memberi fatwa kepada kalian tentang kalalah: jika seorang meninggal dunia dan dia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu setengah dari harta yang ditinggalkan dan saudaranya yang laki-laki mempusakai jika dia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. dan jika mereka terdiri seorang saudara yang laki dan seorang yang perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sebanyak bagian dua orang saudara perempuan. Allah menjelaskan kepada kalian, supaya kalian tidak sesat. dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.. (Ayat:176)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Departemen Agama RI.2007.Al-Qur'an dan Terjemahannya Al-Jumanatul 'Ali Seuntai Mutiara Yang Maha Luhur.Bandung:J-Art

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-'Imran
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah Al-Ma'idah
Surah 4