Surah Al-Imran

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Al-'Imran
Alemran.png
Ayah 1 s.d. Ayah 5
Ayah 1 s.d. Ayah 5
Informasi
Arti Keluarga 'Imran
Nama lain az-Zahrawan
(Dua yang Cemerlang)[1]
Klasifikasi Madaniyah
Surah ke 3
Juz Juz 3 (ayat 1-91)
Juz 4 (ayat 92-200)
Statistik
Jumlah ayat 200 ayat

Surah Al-'Imran (Arab: آل عمران , Āl-'Imrān, "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah. Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran. Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad. Pada ayat 7 terdapat keterangan tentang "Pedoman Cara Memahami isi Al-Kitab."

Terjemahan[sunting | sunting sumber]

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

  • Alif Laam Miim, Allah, tiada Tuhan selain Dia, Yang Hidup, Yang Mutlak; Dialah yang mengirim Al-Kitab kepada dirimu berdasar Kebenaran, supaya menggenapi hal-hal yang sebelumnya telah dikirim, bahwasanya Dialah yang telah mengirim Taurat serta Injil yang semenjak dahulu merupakan pedoman untuk umat manusia; serta Dialah yang mengirim Al-Furqan;
    ketahuilah bahwa orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, ditimpakan kepada orang-orang itu, Azab pedih; sungguh Allah Maha Perkasa, berhak membalaskan. (Ayat:1-4)
  • Ketahuilah bahwa bagi Allah, tiada perkara yang tersembunyi di bumi, tidak pula di langit; Dialah yang telah membentuk kalian dalam rahim dalam keadaan yang Dia Kehendaki, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Ayat:5-6)
  • Dialah yang telah mewahyukan Al-Kitab kepada dirimu, bahwa pada isinya terdapat ayat-ayat yang tersurat, maka itulah pokok-pokok Al-Kitab, sementara sebagian lain merupakan bagian tersirat, adapun orang-orang yang memiliki kalbu cenderung menyimpang maka orang-orang itu menyelidik hal yang tersirat supaya memicu kekacauan maupun memicu penafsiran makna, padahal tiada yang mengetahui makna hal tersebut selain Allah; bahwa orang-orang yang berilmu mendalam berkata: "Kami beriman terhadap ayat-ayat tersebut bahwa semua itu berasal dari sisi Tuhan kami." bahwa tiada yang dapat mengambil pelajaran melainkan golongan yang berpemahaman baik. : "Wahai Tuhan kami, jangan kiranya Engkau menjerumuskan kalbu kami sesudah Engkau membimbing kami, serta kasihanilah kami dengan Kasih dari sisiMu; sungguh Engkaulah Yang Maha Melindungi. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah yang kelak menghimpunkan umat manusia pada sebuah Hari yang tiada disangsikan, sungguh Allah tiada menyalahi JanjiNya." (Ayat:7-9)
  • Sesungguhnya orang-orang yang kafir, baik harta benda mereka maupun anak-anak mereka takkan berguna sedikitpun terhadap Allah, sebab orang-orang itu merupakan bahan bakar Neraka, keadaan orang-orang itu adalah serupa kaum Fir'aun serta kaum-kaum yang terdahulu; yakni orang-orang telah mendustakan ayat-ayat Kami sehingga Allah menghukum orang-orang tersebut disebabkan berbagai dosa orang-orang tersebut; sungguh Allah menyiksa secara pedih. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Kalian pasti akan dikalahkan serta kalian akan dikumpulkan ke dalam Jahanam sebagai tempat kediaman yang terburuk." (Ayat:10-12)
  • Ketahuilah bahwa telah ada Bukti bagi kalian tentang dua golongan yang saling berhadapan, segolongan berperang untuk Kehendak Allah; sedangkan segolongan lain berlaku kafir sehingga mata mereka melihat golongan tersebut berjumlah dua kali jumlah mereka; bahwasanya Allah menguatkan melalui PertolonganNya untuk pihak yang Dia Kehendaki; ketahuilah bahwa dalam hal demikian mengandung pelajaran bagi orang-orang yang memperhatikan. (Ayat:13)
  • Tampak berharga bagi umat manusia tentang kecintaan terhadap hasrat yang diidam-idamkan; yakni wanita-wanita, serta putra-putra, serta kelimpahan harta dari jenis emas serta perak, serta kuda-kuda pilihan, serta hewan-hewan ternak maupun ladang yang subur, bahwa hal-hal demikian itu merupakan hiburan kehidupan duniawi, sementara di sisi Allah merupakan tempat kesudahan terbaik.
    Katakanlah: "Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang hal yang lebih baik daripada hal-hal yang demikian itu? bahwa untuk orang-orang yang bertakwa telah disediakan Surga yang dialiri sungai-sungai dibawahnya pada sisi Tuhan mereka; orang-orang tersebut disana selamanya bersama pendamping-pendamping yang suci disertai perkenan Allah, sungguh Allah Maha Mengawasi hamba-hambaNya. (Ayat:14-15)
  • Orang-orang yang berdo'a: "Wahai Tuhan kami, sungguh kami telah beriman, maka kiranya ampuni segala dosa kami, serta hindarkan kami terhadap Azab Neraka," golongan yang bersabar, golongan yang benar, golongan yang tetap taat, golongan yang berinfaq, serta golongan yang memohon pengampunan di permulaan pagi. (Ayat:16-17)
  • Allah menegaskan bahwa tiada Tuhan selain Dia, sehingga para malaikat beserta orang-orang menguasai Ilmu turut menegaskan bahwa Tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.
    Sesungguhnya agama bagi Allah hanyalah berserah diri; sementara orang-orang yang telah diserahi Al-Kitab tiada berselisih melainkan ketika sudah sampai bukti-bukti jelas kepada orang-orang itu, terdapat keengganan di antara orang-orang itu, sungguh barangsiapa mengingkari ayat-ayat Allah maka ketahuilah bahwa Allah memperhitungkan perkara itu secara teliti; kemudian apabila mereka mendebat dirimu, maka katakanlah: "Aku beserta golongan yang mengikuti diriku berserah diri kepada Allah." serta katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab maupun kepada orang-orang yang tak mengetahui: "Maukah kalian berserah diri?" apabila mereka berserah diri, sungguh mereka telah menerima bimbingan, apabila mereka berpaling maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan, ketahuilah bahwa Allah Maha Mengawasi hamba-hambaNya. (Ayat:18-20)
  • Maka ketahuilah bahwa orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, serta orang-orang yang membunuh para nabi tanpa berdasar Kebenaran, serta orang-orang yang membunuh golongan yang menyuruh berbuat keadilan, maka sampaikan kepada orang-orang itu tentang Azab pedih; sebab orang-orang itu merupakan orang-orang yang amal mereka menjadi sia-sia di dunia maupun di akhirat, serta orang-orang itu tidak memperoleh penyelamat. (Ayat:21-22)
  • Sudahkah kamu mengamati orang-orang yang telah diberi suatu bagian Al-Kitab, orang-orang itu dihimbau agar Kitab Allah menghakimi perkara-perkara mereka kemudian sebagian mereka melalaikan diri sehingga mereka selalu menghindar, hal yang demikian itu akibat mereka mengatakan: "kami tidak akan disentuh oleh Neraka selain beberapa hari saja" mereka itu tertipu dalam agama mereka yang telah mereka buat-buat sendiri, bagaimanakah apabila kelak Kami himpunkan mereka pada sebuah Hari yang tidak diragukan adanya lalu tiap-tiap diri memperoleh hasil atas segala hal yang telah diperbuat, bahwa mereka tidak diperlakukan zalim. (Ayat:23-25)
  • Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang memiliki Kerajaan, Engkaulah yang mengaruniakan kerajaan untuk pihak yang Engkau Kehendaki serta Engkaulah yang merenggut kerajaan dari pihak yang Engkau kehendaki; Engkaulah yang muliakan pihak yang Engkau kehendaki, serta Engkaulah yang hinakan pihak yang Engkau kehendaki; bahwa berada di TanganMulah segala kebajikan; sungguh Engkaulah Yang Maha Kuasa terhadap segala sesuatu, Engkaulah yang mempergilirkan malam ke dalam siang, serta Engkaulah yang mempergilirkan siang ke dalam malam; Engkaulah yang menjadikan hidup pada suatu yang mati, serta Engkaulah menjadikan mati pada suatu yang hidup, serta Engkaulah yang mengaruniakan rezeki untuk pihak yang Engkau kehendaki tanpa batas." (Ayat:26-27)
  • Janganlah orang-orang beriman memilih pemimpin dari golongan kafir dibanding golongan beriman; bahwa barangsiapa melakukan hal demikian niscaya orang-orang itu berlepas diri terhadap Allah; hal demikian tidak lain agar menjaga kalian terhadap perkara-perkara yang dikhawatirkan dari mereka; bahwa Allah memperingatkan kalian terhadap DiriNya, sungguh kepada Allah sebagai tempat kesudahan. Katakanlah: "Baik kalian menyembunyikan hal yang berada dalam kalbu kalian maupun kalian menyatakan hal itu, sungguh Allah mengetahui hal itu sebab Dialah Yang Maha Mengetahui segala hal yang berada di langit maupun yang berada di bumi, ketahuilah bahwa Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu." (Ayat:28-29)
  • Pada Hari ketika setiap diri mendapati segala kebajikan dihadirkan maupun segala kejahatan yang pernah diperbuat, orang itu ingin kalau kiranya antara orang itu dengan Hari tersebut terdapat jarak waktu yang lama; sungguh Allah yang memperingatkan kalian terhadap DiriNya, sungguh Allah sangat Mengasihani hamba-hambaNya. (Ayat:30)
  • Katakanlah: "Jika kalian mengasihi Allah, maka ikutilah aku niscaya Allah mengasihi serta mengampuni dosa-dosa kalian." ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Katakanlah: "Taatilah Allah beserta RasulNya! apabila kalian berpaling, ketahuilah bahwa Allah tiada menyukai golongan yang kafir." (Ayat:31-32)
  • Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim serta keluarga 'Imran melebihi alam semesta, yang merupakan keturunan antara satu dengan yang lain, sungguh Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Ayat:33-34)
  • Tatkala istri 'Imran berkata: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan untuk Engkau, anak yang berada dalam kandunganku, menjadi seorang yang berkhidmat. Oleh sebab itu kiranya Engkau terima daripada diriku; sungguh Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui." Sewaktu wanita itu melahirkan anak, wanita itu berkata: "Wahai Tuhanku, sungguh aku telah melahirkan seorang anak perempuan" sementara Allah lebih mengetahui tentang anak yang dilahirkan itu; " bahwa tidaklah anak laki-laki serupa dengan anak perempuan, sungguh aku telah menamai anak perempuan ini, Maryam, serta aku memohon perlindungan kepada Engkau tentang dirinya beserta keturunannya terhadap setan yang terkutuk." maka Tuhannya mengabulkan permohonan wanita itu melalui penerimaan yang berkenan, serta Dia mendidik anak perempuan itu dalam keadaan yang baik; serta Allah menjadikan anak perempuan itu dalam pengawasan Zakaria; setiap kali Zakaria datang menjumpai Maryam di sebuah mihrab, ia mendapati karunia rezeki di sisi perempuan itu; ia berkata: "Wahai Maryam, dari mana dirimu memperoleh hal ini?" perempuan itu menjawab: "Hal ini berasal dari sisi Allah." sungguh Allah mengaruniakan rezeki untuk orang yang Dia Kehendaki tanpa batas. (Ayat:35-37)
  • Tatkala Zakaria berdoa kepada Tuhannya, ia berkata: "Wahai Tuhanku, karuniakan untuk diriku; seorang keturunan yang suci dari sisiMu, sungguh Engkau Maha Memperkenan doa" kemudian sesosok malaikat memanggil ia sewaktu ia sedang berdiri untuk beribadah di dalam mihrab: "Sesungguhnya Allah menggembirakan dirimu tentang Yahya, supaya menggenapi sebuah Ketetapan dari Allah yakni seorang yang terhormat, santun serta seorang nabi yang termasuk golongan saleh". ia berseru: "Wahai Tuhanku, mungkinkah aku memperoleh seorang anak ketika aku telah tua renta sementara istriku pun mandul?" Dia berfirman: "Tentu saja, Allah mewujudkan hal yang Dia kehendaki" ia berkata: "Berilah aku suatu pertanda." Dia berfirman: "Sebuah pertanda untuk dirimu bahwa kamu tiada berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali melalui isyarat; maka ingatlah Tuhanmu sebanyak mungkin serta memuja-mujilah sewaktu petang serta pagi". (Ayat:38-41)
  • Dan ketika malaikat berseru: "Wahai Maryam, ketahuilah bahwa Allah telah memilih dirimu, menyucikan dirimu serta melebihkan dirimu dibanding segala wanita di alam semesta; Wahai Maryam, patuhi Tuhanmu, bersujudlah serta rukuklah dirimu bersama golongan yang rukuk." Hal demikian itu merupakan sebagian dari berita-berita ghaib yang telah Kami wahyukan kepada dirimu padahal dirimu tidak hadir beserta mereka, ketika orang-orang itu mengadakan perundian tentang seorang dalam kalangan mereka yang akan membesarkan Maryam; tidak pula dirimu hadir di sisi mereka ketika orang-orang itu bersengketa; ketika sesosok malaikat berkata: "Wahai Maryam, sungguh Allah menggembirakan dirimu tentang sebuah Ketetapan dari Dia; tentang seorang yang kelak bernama Al-Masih Isa putra Maryam yakni seorang yang terkemuka di dunia maupun di Akhirat, serta termasuk golongan didekatkan, serta orang yang berbicara kepada manusia sewaktu kanak-kanak maupun dewasa, serta ia termasuk golongan saleh". perempuan itu berseru: "Wahai Tuhanku, mungkinkah aku mempunyai seorang anak? padahal tiada seorang laki-laki yang pernah menjamah diriku" diserukan: "Tentu saja, Allah mewujudkan hal yang Dia kehendaki; apabila Dia menetapkan sesuatu, maka Dia berkata tentang hal itu: "Jadi!" maka terjadi, sebab Dialah yang akan mengajarkan kepada ia, Al-Kitab, Hikmah, Taurat beserta Injil; serta seorang Rasul kepada Bani Israel: "Sungguh aku telah datang kepada kalian disertai bukti dari Tuhan kalian, bahwa aku membuat tanah berbentuk burung untuk kalian kemudian aku meniup itu sehingga itu menjadi seekor burung dengan izin Allah; serta aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahir maupun orang yang berpenyakit kusta; serta aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah; bahwa aku kabarkan kepada kalian tentang hal-hal yang kalian makan maupun hal-hal yang kalian simpan dalam rumah kalian; tentulah dalam hal tersebut terdapat suatu bukti bagi kalian jika kalian memang golongan beriman, serta untuk menggenapi Taurat yang sebelumku, serta menghalalkan kepada kalian, sebagian perkara yang sebelumnya terlarang untuk kalian, sungguh aku menemui kalian disertai bukti dari Tuhan kalian maka bertakwalah kepada Allah, serta taatlah kepada diriku; Sungguh Allah adalah Tuhanku maupun Tuhan kalian, oleh sebab itu sembahlah Dia; Inilah Pedoman yang hakiki."
    Tatkala Isa mendapati perselisihan di tengah-tengah mereka, ia mengatakan: "Siapakah yang akan membelaku untuk Allah?" para sahabat sejati menjawab: "Kamilah pembela-pembela Allah, kami beriman kepada Allah; serta bersaksilah bahwa kami ini adalah golongan yang berserah diri" : "Wahai Tuhan kami, kami telah beriman terhadap hal yang telah Engkau kirimkan, serta telah kami ikuti seorang Rasul; kiranya catatlah kami sebagai golongan yang memiliki kesaksian" sewaktu suatu golongan menyusun siasat, sungguh Allah menyusun siasat pula, maka ketahuilah bahwa Allah adalah Sang Pengatur siasat terbaik.
    ketika Allah berfirman: "Wahai Isa, Akulah yang akan merenggut dirimu serta mengangkat dirimu kepada Aku, serta untuk membebaskan dirimu terhadap orang-orang kafir, supaya menjadikan orang-orang yang mengikuti dirimu mengungguli orang-orang kafir hingga Hari Kiamat, kemudian hanya kepada Aku, kalian berpulang; lalu Aku akan mengadili kalian mengenai perkara-perkara yang kalian perdebatkan; adapun orang-orang yang kafir, maka akan Kuhukum orang-orang itu dengan Azab pedih di dunia maupun di Akhirat, serta tiada penyelamat untuk mereka." adapun orang-orang yang beriman serta mengerjakan berbagai kebajikan, maka Allah yang akan menghadiahi orang-orang tersebut atas perbuatan orang-orang tersebut, namun Allah tidak menyukai golongan yang zalim. Demikianlah, Kami yang membacakan hal ini kepada dirimu tentang bukti-bukti serta sebuah peringatan yang penuh Hikmah. (Ayat:42-58)
  • Sesungguhnya permisalan Isa bagi Allah, adalah sebagaimana Adam; Dia telah menciptakan ia berbahan debu, kemudian Allah berfirman kepada itu: "Jadi!" maka terjadi, sungguh Kebenaran berasal dari Tuhanmu maka janganlah kamu termasuk golongan yang meragu; barangsiapa yang membantah dirimu tentang perkara ini sesudah Ilmu tersampaikan kepada dirimu, maka katakanlah: "Marilah kita hadirkan anak-anak kami dan anak-anak kalian, istri-istri kami dan istri-istri kalian, diri kami dan diri kalian; kemudian hendaklah kita saling berikrar lalu kita memohon supaya kutukan Allah menimpa golongan yang berdusta; bahwa perkara demikian merupakan kisah yang sebenarnya, bahwa tiada Tuhan selain Allah; sungguh Allah, Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana." kemudian apabila orang-orang itu menghindar maka ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui siapa yang mengadakan kekacauan. (Ayat:59-63)
  • Katakanlah: "Wahai golongan pewaris Kitab, bersepakatlah tentang suatu penegasan yang tiada perselisihan antara kami dengan kalian, bahwasanya kita tidak mengabdi kepada sesuatu yang selain Allah; bahwa kita tidak mempersekutukan Dia dengan apapun, serta kita tidak saling menjadikan junjungan selain Allah" Apabila golongan tersebut berpaling maka katakan kepada golongan tersebut: "Ketahuilah bahwa kami adalah golongan yang berserah diri." : "Wahai golongan pewaris Kitab, mengapa kalian saling berbantah-bantahan tentang Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak dihadirkan melainkan sepeninggal ia; apakah kalian tidak memahami? Demikianlah kalian yang memperdebatkan tentang hal-hal yang kalian miliki Ilmu, namun mengapakah kalian memperdebatkan hal-hal yang tidak kalian memiliki Ilmu? bahwa Allah mengetahui sedang kalian tidak mengetahui" Ibrahim bukanlah seorang Yahudi, serta bukan pula seorang Nasharani akan tetapi ia adalah seorang yang lurus; seorang yang berserah diri serta ia tidak termasuk golongan yang mempersekutukan.
    bahwa umat yang paling serupa terhadap Ibrahim merupakan orang-orang yang meneladani dirinya, maupun nabi ini beserta orang-orang yang beriman, sungguh Allah merupakan Pelindung semua orang beriman. (Ayat:64-68)
  • Dan merupakan keinginan sebagian golongan pewaris Kitab untuk menyesatkan kalian, padahal mereka tidak menyesatkan selain terhadap diri mereka sendiri sementara mereka tidak menyadari itu.
    : "Wahai golongan pewaris Kitab, mengapa kalian mengingkari ayat-ayat Allah ketika kalian memahami itu;
    Wahai golongan pewaris Kitab, mengapa kalian membaurkan kebenaran dengan kesia-siaan, serta menyembunyikan Kebenaran sedang kalian menyadari? (Ayat:69-71)
  • Sebagian dari golongan pewaris Kitab berkata: "Percayailah tentang hal yang dikirimkan kepada orang-orang beriman di permulaan siang kemudian ingkarilah hal yang demikian supaya mereka berbalik; serta janganlah kalian percaya melainkan terhadap orang yang mengikuti agama kalian." Katakanlah: "Sesungguhnya Bimbingan merupakan Bimbingan Allah, bahwasanya hal yang diberikan kepada seseorang dapat menyerupai hal yang disampaikan kepada kalian, ataupun hal yang dapat memperdebatkan kalian di sisi Tuhan kalian" Katakanlah: "Sesungguhnya Anugerah itu berada di Tangan Allah; Dia karuniakan itu kepada orang yang Dia perkenan; sungguh Allah Maha Menaungi, Maha Mengetahui" Dialah yang menentukan KasihNya untuk orang-orang yang Dia perkenan; sungguh Allah menguasai Anugerah yang sangat berlimpah. (Ayat:72-74)
  • Dan dalam golongan pewaris Kitab, terdapat orang yang jika kalian mempercayakan kepada orang itu tentang harta benda yang banyak maka orang itu mengembalikan hal demikian kepadamu; sedang di antara mereka terdapat orang-orang yang apabila kalian mempercayakan kepada orang itu; satu dinar, tidaklah hal tersebut dikembalikan kepadamu, kecuali jika dirimu selalu menagih hal tersebut; perkara demikian itu lantaran orang-orang itu mengatakan: "Tiada ketentuan bagi kami terhadap golongan ummi." orang-orang itu berkata dusta terhadap Allah, padahal orang-orang itu mengetahui; yang sebenarnya barangsiapa yang menepati janjinya serta bertakwa, maka ketahuilah bahwa Allah mengasihi golongan yang bertakwa. (Ayat:75-76)
  • Sesungguhnya orang-orang yang menukar perjanjian Allah beserta ikrar-ikrar mereka untuk barang duniawi yang rendah, orang-orang itu tidak akan disambut di Akhirat, sementara pada Hari Kiamat, Allah tidak akan berbicara kepada orang-orang itu, serta Dia tidak akan mempedulikan orang-orang itu, serta Dia tidak akan memurnikan orang-orang itu; Azab pedih menimpa orang-orang itu. (Ayat:77)
  • Dan sungguh di antara mereka ada segolongan yang bermulut menyimpang terhadap Al-Kitab, supaya kamu menganggap yang dibaca itu termasuk Al-Kitab, padahal itu bukan dari Al-Kitab; serta mereka mengatakan: "Itu dari sisi Allah" padahal bukan dari sisi Allah; bahwa orang-orang tersebut berkata zalim terhadap Allah sementara mereka menyadari. (Ayat:78)
  • Tidak patut seorang manusia yang Allah anugerahi Al-Kitab, Hikmah serta Nubuat, lalu orang itu berkata kepada umat manusia: "Jadilah kalian hamba-hamba terhadap diriku selain terhadap Allah" yang semestinya: "Jadilah kalian golongan yang bertuhan sebab kalian telah mempelajari Al-Kitab, serta kalian bertekun padanya" serta tidak menyuruh kalian menghendaki para malaikat maupun para nabi sebagai pujaan; apakah orang itu menyuruh kalian berbuat kafir ketika kalian telah berserah diri ?". (Ayat:79-80)
  • Dan ketika Allah mengadakan ikrar perjanjian kepada para nabi: "Hal-hal yang Aku berikan kepada kalian berupa Kitab serta Hikmah, kemudian datang kepada kalian, seorang Rasul yang membenarkan hal-hal yang berada pada kalian, niscaya kalian akan sungguh-sungguh beriman kepada orang tersebut serta menolong orang tersebut." Dia berfirman: "Apakah kalian mengakui serta kalian menerima IkrarKu terhadap hal demikian?" mereka menjawab: "Kami mengakui." Allah berfirman: "Maka bersaksilah, serta Aku menjadi Saksi bersama kalian." barangsiapa yang berpaling terhadap hal demikian, tentu orang-orang itu merupakan golongan fasik. (Ayat:81-82)
  • Maka apakah mereka menghendaki selain agama Allah padahal apapun yang berada di langit maupun di bumi berserah diri kepada Dia, baik secara sukarela maupun enggan, sehingga mereka semua berpulang kepada Dia, Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah beserta hal yang dikirimkan kepada kami maupun hal yang dikirimkan pada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, serta Suku-Suku; juga hal yang diterima Musa, Isa serta para nabi dari Tuhan mereka; kami tidak memperbedakan seorang pun dari mereka bahwa kami berserah diri kepada Dia." barangsiapa yang menghendaki agama selain berserah diri, maka takkan diterima daripada itu; serta di Akhirat orang itu termasuk golongan yang celaka. (Ayat:83-84)
  • Barangsiapa menghendaki selain Islam sebagai agama, maka takkan diterima daripada orang itu, sedang orang itu di Akhirat termasuk golongan yang celaka. (Ayat:85)
  • Bagaimana Allah hendak membimbing suatu kaum yang mereka kafir setelah mereka beriman; sementara golongan itu telah bersaksi bahwa Rasul itu benar adanya, serta keterangan-keterangan jelas telah tersampaikan kepada golongan itu? namun Allah tiada membimbing golongan yang zalim; balasan untuk golongan tersebut adalah Kutukan dari Allah serta para malaikat maupun seluruh manusia terhadap mereka, golongan tersebut berada dalam keadaan tersebut untuk selamanya, Azab tidak diringankan terhadap golongan itu, serta golongan itu tidak ditangguhkan; terkecuali orang-orang yang kemudian bertaubat terhadap hal demikian serta memperbaiki diri, sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang;
    bahwasanya orang-orang yang kafir setelah beriman kemudian semakin kafir, pertaubatan orang-orang itu takkan diakui; bahwa orang-orang itu merupakan golongan yang sesat. (Ayat:86-90)
  • Ketahuilah bahwa orang-orang yang kafir serta orang-orang itu mati dalam keadaan kafir, maka takkan diterima dari siapapun di antara orang-orang itu, emas sepenuh bumi, walaupun orang tersebut menjadikan hal itu sebagai tebusan; bahwa untuk orang-orang itu telah disediakan Azab pedih; serta orang-orang itu takkan memperoleh penolong. (Ayat:91)
  • Belumlah kalian mencapai tingkat berbuat kebajikan, hingga kalian mendermakan hal-hal yang kalian cintai; bahwa apapun yang kalian dermakan, maka sungguh Allah Maha Mengetahui. (Ayat:92)
  • Semua makanan adalah halal untuk Bani Israel melainkan hal yang diharamkan oleh Israel untuk dirinya sendiri sebelum Taurat dihadirkan; Katakanlah: "Maka bawalah Taurat itu, lalu pelajarilah hal itu sekiranya kalian merupakan golongan yang benar." maka barangsiapa mengada-adakan dusta terhadap Allah sesudah hal demikian, maka orang-orang itu merupakan golongan zalim. (Ayat:93-94)
  • Katakanlah: "Kebenaran Allah." maka ikuti agama Ibrahim yang lurus, bahwa ia bukanlah golongan musyrik; ketahuilah bahwa Rumah yang mula-mula disediakan untuk umat manusia, berada di Bakkah yang memberkahi serta menjadi Bimbingan untuk semesta alam; di tempat tersebut terdapat Bukti-Bukti yang jelas, maqam Ibrahim; barangsiapa memasuki tempat itu maka amanlah orang tersebut berada dalam keadaan aman. Bahwa terhadap Allah, tugas umat manusia tentang Haji Al-Bait bagi orang-orang yang berkesanggupan ke tempat itu; barangsiapa mengingkari maka ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya terhadap alam semesta. (Ayat:95-97)
  • Katakanlah: "Wahai golongan pewaris Kitab, mengapa kalian mengingkari ayat-ayat Allah? padahal Allah Maha Mengawasi hal-hal yang kalian lakukan." Katakanlah: "Wahai golongan pewaris Kitab, mengapa kalian menghalangi orang-orang yang beriman menuju Kehendak Allah, sementara kalian menghendaki hal demikian menyimpang sewaktu kalian menyadari itu? Allah tiada berlaku lalai terhadap hal-hal yang kalian perbuat.
    Wahai orang-orang beriman, jika kalian mengikuti sebagian pihak dari golongan yang diserahi Al-Kitab niscaya mereka akan menuntun kalian menjadi seorang murtad setelah kalian beriman; maka bagaimanakah kalian berlaku kafir padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, serta RasulNya berada di tengah-tengah kalian? barangsiapa yang setia terhadap Allah maka orang itu benar-benar telah dibimbing menuju Ketentuan Yang Tepat.
    Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, secara ketakwaan yang seutuhnya kepada Dia; oleh sebab itu janganlah sekali-kali kalian mati terkecuali kalian berada dalam keadaan berserah diri." (Ayat:98-102)
  • Dan berpeganglah kalian semua kepada tali Allah, serta janganlah kalian bercerai-berai, Ingatlah karunia Allah kepada kalian sewaktu dahulu kalian saling bermusuhan, maka Allah yang mempersatukan kalbu kalian, jadilah karena karunia Allah bahwa kalian merupakan orang-orang yang bersaudara; bahwa kalian telah berada di tepi jurang Neraka, lalu Allah yang menyelamatkan kalian daripada tempat itu; Demikianlah Allah yang menerangkan ayat-ayatNya kepada kalian, supaya kalian memperoleh Bimbingan. (Ayat:103)
  • Dan kiranya tergugah segolongan umat dari kalian yang mengajak tentang hal-hal berguna, golongan yang menyuruh perkara kebaikan, serta golongan yang mencegah perkara keburukan; demikian itu merupakan golongan yang beruntung; oleh sebab itu janganlah kalian menyerupai orang-orang yang berpecah belah serta berselisih setelah tersampaikan bukti jelas kepada mereka, orang-orang itulah golongan yang ditimpa Azab pedih. (Ayat:104-105)
  • Pada sebuah Hari ketika terdapat wajah yang putih berseri, ada pula wajah yang hitam pekat; adapun orang-orang yang berwajah hitam: "Mengapakah kalian kafir sesudah kalian beriman? oleh sebab itu rasakan azab disebabkan kekafiran kalian." adapun orang-orang yang berwajah putih berseri, maka orang-orang tersebut berada dalam Karunia Allah; orang-orang tersebut disana selamanya. (Ayat:106-107)
  • Demikianlah ayat-ayat Allah, Kami bacakan ayat-ayat itu kepada kalian disertai Kebenaran; dan tidaklah Allah berkehendak untuk berlaku zalim di alam semesta; Milik Allah, segala yang berada di langit maupun di bumi; bahwa kepada Allah diserahkan segala perkara. (Ayat:108-109)
  • Kalian adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk umat manusia, supaya menyuruh perkara kebaikan serta mencegah perkara keburukan, juga supaya beriman kepada Allah; sekiranya golongan pewaris Kitab memang beriman, tentulah hal demikian lebih baik untuk mereka; ketahuilah bahwa diantara mereka terdapat orang-orang yang beriman, sedangkan sebagian besar dari mereka merupakan golongan fasik; golongan tersebut takkan menimpakan keburukan terhadap kalian, selain ejekan-ejekan saja bahwa apabila golongan tersebut berperang melawan kalian, pasti golongan tersebut berbalik melarikan diri kemudian golongan tersebut tiada diselamatkan; golongan tersebut dipenuhi rasa hina di mana saja mereka berada kecuali jika mereka berpegang kepada perjanjian dengan Allah maupun perjanjian dengan manusia, namun golongan tersebut memicu murka dari Allah sehingga golongan tersebut diliputi kerendahan, hal demikian itu akibat golongan tersebut mengingkar terhadap ayat-ayat Allah, serta golongan tersebut membunuh para nabi tanpa alasan benar; hal yang demikian itu disebabkan golongan tersebut berlaku durhaka, juga berlaku melampaui batas. (Ayat:110-112)
  • Orang-orang itu tidaklah setara; bahwa di antara golongan pewaris Kitab terdapat sebagian orang yang berlaku lurus, orang-orang tersebut mempelajari ayat-ayat Allah selama malam hari, sedang orang-orang tersebut juga bersujud; orang-orang yang beriman kepada Allah maupun Hari Akhir, serta orang-orang menyuruh kebajikan juga mencegah kemungkaran, serta orang-orang bersegera kepada berbagai kebajikan; orang-orang itu termasuk golongan yang saleh; sementara kebajikan apapun yang golongan tersebut kerjakan, maka mereka takkan diingkari; bahwa Allah Maha Mengetahui golongan yang bertakwa. (Ayat:113-115)
  • Ketahuilah bahwa orang-orang yang kafir, bahwa harta benda mereka maupun anak-anak mereka takkan sedikitpun berpengaruh terhadap Allah; bahwa orang-orang itu merupakan golongan penghuni neraka; golongan itu berada disana selamanya; perumpamaan harta yang golongan itu infaqkan dalam kehidupan dunia adalah serupa angin yang mengandung hawa dingin, yang melanda kebun milik kaum yang zalim terhadap diri sendiri, lalu angin tersebut merusak kebun itu. tidaklah Allah menzalimi diri golongan itu, melainkan golongan itu yang menzalimi diri sendiri. (Ayat:116-117)
  • Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan sahabat dari golongan yang bukan kalangan kalian; yakni orang-orang yang tidak berhenti mencela kalian, mereka gemar menyusahkan kalian, kebencian telah jelas dari mulut mereka, sedangkan hal yang disembunyikan dalam kalbu mereka merupakan hal yang lebih buruk, sungguh Kamilah yang telah menjelaskan ayat-ayat ini kepada kalian, sekiranya kalian memahami itu.
    Beginilah kalian, kalian menyukai mereka padahal mereka tidak menyukai kalian meskipun kalian beriman terhadap isi Al-Kitab, tatkala mereka menjumpai kalian, mereka mengatakan: "Kami beriman" sementara sewaktu mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran jengkel bercampur benci terhadap kalian, Katakanlah: "Binasalah dalam kejengkelan kalian itu." sungguh Allah Maha Mengetahui segala isi kalbu.
    jika kalian memperoleh kebaikan niscaya mereka bersedih, tetapi jika kalian mendapat bencana, mereka bergembira tentang hal itu; Apabila kalian bersabar serta bertakwa, niscaya tipu daya mereka tidak sedikit pun mencelakakan kalian; sungguh Allah Maha Mengetahui segala hal yang mereka kerjakan. (Ayat:118-120)
  • Dan ketika kalian berangkat meninggalkan keluarga kalian di sebuah pagi hari, supaya menempatkan orang-orang beriman pada beberapa kedudukan untuk berperang; bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui; ketika dua golongan daripada kalian ingin mundur karena ketakutan, padahal Allah merupakan penolong bagi kedua golongan itu; oleh sebab itu hendaklah kepada Allah; orang-orang beriman menaruh kepercayaan. ungguh Allah telah menolong diri kalian dalam peperangan Badar, sewaktu kalian merupakan orang-orang yang lemah; oleh karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kalian bersyukur kepada Dia; ketika dirimu mengatakan kepada golongan yang beriman: "Tidakkah cukup bagi diri kalian bahwa Allah yang membantu kalian dengan tiga ribu malaikat yang dihadirkan?" Demikianlah, apabila kalian bersabar serta bertakwa; sekalipun orang-orang itu datang melawan kalian maka seketika itu juga Tuhan kalian yang menolong kalian dengan lima ribu malaikat yang maju bertempur; bahwa Allah tidak menjadikan hal demikian melainkan sebagai kabar gembira untuk diri kalian, serta agar kalbu kalian merasa tentram karena hal demikian bahwa tiada kemenangan melainkan berasal dari sisi Allah, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana; supaya Dia membinasakan segolongan orang-orang yang kafir, ataupun untuk menjadikan orang-orang itu tunduk terhina, kemudian orang-orang itu kembali secara tak berdaya, Tiada sedikit pun campur tangan kalian dalam perkara demikian apabila Allah menerima pertobatan orang-orang itu atau mengazab orang-orang itu, karena sungguh orang-orang itu merupakan golongan yang zalim; Milik Allah, segala hal yang berada di langit maupun yang berada di bumi; Dia mengampuni pihak yang Dia kehendaki; serta Dia mengazab pihak yang Dia kehendaki; bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ayat:121-129)
  • Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan riba dengan berlipat ganda, serta bertakwalah kepada Allah supaya kalian memperoleh keberuntungan, serta jagalah diri kalian sendiri terhadap Neraka, yang disediakan untuk golongan yang kafir, serta taatilah Allah beserta Rasul, supaya kalian dikasihi; serta bersegeralah untuk pengampunan Tuhan kalian beserta Surga yang seluas langit maupun bumi, yakni tempat yang telah dipersiapkan untuk orang-orang bertakwa, orang-orang yang berderma, baik sewaktu berkecukupan maupun berkekurangan, serta orang-orang yang menahan dorongan amarah juga memaafkan orang lain, Allah berkenan terhadap golongan yang berbuat baik; maupun orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau bersalah terhadap diri sendiri, mereka mengingat Allah lalu mereka memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, maka siapa yang mengampuni dosa-dosa selain Allah? sehingga mereka tidak melanjutkan perbuatan keji itu secara sadar; mereka itu dianugerahi pengampunan dari Tuhan mereka, beserta Surga yang dibawahnya dialiri sungai-sungai supaya berada disana selamanya; sungguh demikianlah sebaik-baik upah untuk golongan yang bekerja. (Ayat:130-136)
  • Bahwasanya telah berlalu sebelum diri kalian, berbagai Ketetapan; maka jelajahilah muka bumi serta perhatikan bagaimana kesudahan golongan yang membantah; hal ini merupakan keterangan untuk umat manusia, serta bimbingan, serta pelajaran bagi golongan yang bertakwa; janganlah kalian bersikap lemah, serta janganlah kalian undur diri, padahal kalian merupakan golongan yang unggul apabila kalian memang golongan yang beriman; jika kalian mendapat luka, maka ketahuilah bahwa kaum itu pun mendapat luka yang serupa; bahwa dalam masa-masa itu, Kami mempergilirkan di antara orang-orang tersebut supaya Allah mendapati orang-orang yang beriman serta supaya Dia menjadikan para syuhada; bahwa Allah tidak menyukai golongan yang zalim; dan supaya Allah membersihkan orang-orang yang beriman serta Dia melenyapkan golongan yang kafir. (Ayat:137-141)
  • Apakah kalian berpikir bahwa kalian kelak masuk Surga, padahal Allah belum mendapati orang-orang yang mengorbankan diri di tengah-tengah kalian, serta belum mendapati golongan yang sabar. (Ayat:142-143)
  • Muhammad tidak lain seorang Rasul yang telah didahului oleh para Rasul sebelumnya; apakah jika ia wafat atau terbunuh, kalian berbalik ke belakang? barangsiapa berbalik ke belakang, ketahuilah bahwa orang itu tidak sedikit pun merugikan Allah; sungguh kelak Allah mengupahi golongan yang bersyukur; sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan melalui izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditakdirkan;
    barangsiapa menghendaki karunia dunia, niscaya Kami akan berikan hal tersebut kepada orang itu, sementara barangsiapa menghendaki karunia Akhirat, Kami akan berikan hal tersebut kepada orang itu; serta Kami akan memberi upah untuk golongan yang bersyukur. (Ayat: 144-145)
  • Ketahuilah bahwa betapa banyak nabi yang berperang bersama-sama sejumlah besar orang yang bertakwa; kemudian orang-orang tersebut tidak berputus asa menghadap kesukaran yang menimpa mereka untuk Kehendak Allah, serta orang-orang tersebut tidak menjadi lemah, serta orang-orang tersebut tidak menyerah, bahwa Allah menyukai golongan yang sabar; tiada doa orang-orang tersebut selain ucapan: "Wahai Tuhan kami, ampuni kiranya dosa-dosa kami maupun kecerobohan-kecerobohan kami dalam tindakan kami, serta teguhkan kiranya pendirian kami, serta tolonglah kami menghadapi kaum yang kafir." sehingga Allah mengaruniakan kepada orang-orang tersebut, karunia di dunia beserta karunia yang berkenan di Ahirat; sungguh Allah menyukai golongan yang berbuat baik. (Ayat:146-148)
  • Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian menaati orang-orang kafir itu niscaya mereka mengembalikan kalian ke belakang lalu kalian menjadi golongan yang celaka; ketahuilah bahwa Allah adalah Pelindung kalian, serta Dialah Penolong terbaik. (Ayat:149-150)
  • Kami akan resapkan kegelisahan ke dalam kalbu orang-orang kafir disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan perkara yang tidak Dia kirimkan perintah jelas tentang perkara tersebut, tempat kesudahan orang-orang itu adalah Neraka; demikianlah kediaman terburuk untuk golongan yang zalim. (Ayat:151)
  • Dan sungguh Allah telah memenuhi janjiNya kepada kalian, ketika kalian membinasakan mereka melalui izinNya sampai pada saat kalian lemah serta berselisih dalam sebuah urusan juga mendurhakai perintah setelah Dia memperlihatkan kepada kalian tentang hal-hal yang kalian sukai; di antara kalian terdapat orang-orang yang menghendaki dunia sedang di antara kalian terdapat sebagian orang yang menghendaki Akhirat; kemudian Dia menyebarkan diri kalian terhadap kaum itu agar menguji diri kalian; dan sungguh Allah telah memaklumi kalian. Dan Allah yang mangatur karunia untuk golongan yang beriman; ketika diri kalian menjauh serta tidak menoleh kepada seorang pun, sementara Rasul berada di sekitar kalian sedang memanggil kalian, sehingga Dia menimpakan kesedihan atas kesedihan terhadap diri kalian, supaya kalian jangan bersedih terhadap hal-hal yang luput daripada kalian maupun hal-hal yang menimpa kalian. Dan Allah Maha Memahami hal-hal yang kalian kerjakan; kemudian setelah kalian berduka cita; Allah menghadirkan kepada kalian, ketenangan berupa kantuk yang meliputi segolongan daripada kalian, sedang segolongan lain telah dicemaskan oleh diri sendiri, golongan itu menyangka hal-hal yang tidak benar terhadap Allah; hal-hal yang serupa sangkaan jahiliyah; golongan itu berkata: "Adakah keharusan bagi kita dalam perkara ini?" Katakanlah: "Maka ketahuilah bahwa perkara ini merupakan Milik Allah." golongan itu menyembunyikan dalam kalbu mereka tentang hal-hal yang tidak disampaikan kepada dirimu; golongan itu berkata: "Sekiranya ada bagi kami tentang suatu keharusan dalam perkara ini, niscaya kami tidak mungkin dibunuh di sini." Katakanlah: "Sekalipun kalian berada dalam rumah kalian niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan mati terbunuh tentu akan menuju ke tempat mereka terbunuh." bahwa Allah hendak menguji hal-hal yang berada dalam dada kalian serta supaya membersihkan hal-hal yang berada dalam kalbu kalian; bahwa Allah Maha Mengetahui segala isi dada, bahwasanya orang-orang yang berpaling di antara kalian pada hari ketika kedua pasukan itu bertemu merupakan orang-orang digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian hal yang pernah mereka perbuat; serta sungguh Allah telah memberi maaf kepada mereka; sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.
    Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menyerupai orang-orang kafir, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka sewaktu mengadakan perjalanan di muka bumi atau berangkat berperang: "Sekiranya mereka tetap bersama-sama dengan kita tentulah mereka tidak mati serta mereka tidak terbunuh." lantaran hal demikian, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam kalbu mereka; ketahuilah bahwa Allah Yang Menghidupkan maupun Yang Mematikan; serta Allah Maha Mengawasi hal-hal yang kalian kerjakan. (Ayat:152-156)
  • Dan sungguh apabila kalian dibunuh atau mati untuk Kehendak Allah, tentulah pengampunan dari Allah beserta KasihNya merupakan hal yang terbaik dibanding hal-hal yang mereka tumpuk, apabila kalian semua meninggal atau gugur, tentulah kepada Allah; kelak diri kalian dihimpun; maka disebabkan Kasih dari Allah sehingga dirimu berlaku lemah lembut terhadap mereka; sekiranya dirimu bersikap keras, berhati kasar, tentu mereka menjauhkan diri dari sekitarmu; oleh karena itu maafkan mereka serta mohonkan pengampunan untuk mereka, serta bermusyawarahlah dengan mereka dalam berbagai urusan; kemudian apabila dirimu telah menegaskan diri, maka hendaklah menaruh kepercayaan kepada Allah; sungguh Allah mengasihi golongan yang menaruh kepercayaan kepada Dia. (Ayat:157-159)
  • Apabila Allah yang membela kalian, tentulah tiada yang dapat mengalahkan kalian; sedangkan jika Allah membiarkan kalian, lalu siapa gerangan yang sanggup menyelamatkan diri kalian sesudah itu? oleh sebab itu, hendaknya kepada Allah; golongan beriman menaruh kepercayaan. (Ayat:160)
  • Dan tidaklah seorang nabi berkhianat; barangsiapa yang berkhianat maka pada Hari Kiamat orang itu akan datang membawa perkara yang ia khianati; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan setimpal dengan segala hal yang telah dikerjakan, sedang mereka tidak dizalimi.
    Apakah orang yang mengikuti hal-hal yang perkenan Allah, sama dengan orang yang menjadikan diri ditimpa murka dari Allah serta tempat kesudahan orang itu merupakan Jahanam? bahwa demikian itulah merupakan tempat kembali terburuk; orang-orang itu berada dalam kedudukan tertentu di sisi Allah, serta Allah Maha Mengawasi hal-hal yang mereka kerjakan.
    Sungguh Allah telah memberi karunia untuk orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus kepada orang-orang tersebut, seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada orang-orang tersebut tentang ayat-ayat Allah, supaya memurnikan orang-orang tersebut, serta mengajarkan kepada orang-orang tersebut tentang Al-Kitab serta Hikmah; bahwasanya sebelum itu, orang-orang tersebut berada dalam kesesatan yang nyata; dan mengapa ketika kalian ditimpa musibah, padahal kalian telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuh kalian, serta kalian berkata: "Dari mana datangnya hal ini?" Katakanlah: "Hal yang demikian berasal dari diri kalian sendiri." ketahuilah bahwa Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu; dan hal apapun yang menimpa dirimu pada hari ketika dua pasukan bertemu merupakan dengan izin Allah, serta supaya Allah mengetahui golongan yang beriman. (Ayat:161-166)
  • Bahwa hal-hal yang menimpa dirimu pada hari bertemunya dua pasukan, maka hal itu adalah atas izin Allah, serta supaya Allah mengetahui orang-orang yang beriman; serta supaya Allah mengetahui orang-orang yang munafik; apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah berperang untuk Kehendak Allah atau majulah." orang-orang itu mengatakan: "Sekiranya kami telah mengetahui cara berperang, tentulah kami mengikuti kalian" pada hari itu diri mereka lebih cenderung dengan kekafiran dibanding keimanan; bahwa orang-orang itu mengatakan melalui mulut orang-orang itu tentang perkara yang tidak terkandung dalam kalbu orang-orang itu; sungguh Allah lebih mengetahui perkara yang orang-orang itu sembunyikan; orang-orang itu mengatakan kepada saudara-saudara mereka: "Sekiranya mereka meniru tindakan kami tentulah mereka tidak terbunuh." Katakanlah: "Hindarilah kematian terhadap diri kalian, apabila kalian memang golongan yang sanggup!" (Ayat:167-168)
  • Jangan kamu menganggap orang-orang yang gugur untuk Kehendak Allah, bahwa orang-orang itu telah mati; yang sebenarnya orang-orang tersebut itu hidup dengan mendapat karunia di sisi Tuhan mereka, orang-orang tersebut berada dalam keadaan bersuka cita disebabkan karunia Allah yang Dia anugerahkan untuk mereka, serta orang-orang tersebut berbahagia terhadap golongan yang masih tinggal di belakang, yang golongan itu belum menyusul orang-orang tersebut, bahwasanya takkan ada kekhawatiran terhadap orang-orang tersebut serta orang-orang tersebut takkan bersedih hati; sebab orang-orang tersebut bersukacita terhadap anugerah serta karunia berlimpah dari Allah, ketahuilah bahwa Allah tidak menyia-nyiakan upah golongan beriman. (Ayat:169-171)
  • Orang-orang yang menaati perintah Allah beserta RasulNya sesudah orang-orang itu mendapat luka; bahwa untuk orang-orang yang berbuat kebaikan maupun yang bertakwa di antara mereka telah disediakan upah yang besar; orang-orang yang apabila ada yang mengatakan kepada mereka: "Sungguh terdapat segolongan orang telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang dirimu, oleh karena itu takutlah terhadap mereka", maka perkataan itu menambah keimanan pada diri orang-orang tersebut sehingga orang-orang tersebut menjawab: "Cukuplah Allah sebagai Pelindung Terbaik." sehingga orang-orang tersebut kembali disertai karunia dari Allah, demikian pula anugerah, tiada musibah yang menimpa orang-orang tersebut, orang-orang tersebut mengikuti hal-hal yang diperkenan Allah; serta Allah menguasai karunia yang berlimpah. (Ayat:172-174)
  • Sesungguhnya tak lain setan beserta golongan pengikutnya yang mempertakuti kalian, oleh karena itu janganlah kalian takut terhadap mereka melainkan takutlah terhadap Aku jika kalian memang golongan beriman. (Ayat:175)
  • Janganlah kamu berduka cita terhadap orang-orang yang lebih menghendaki kekafiran; ketahuilah bahwa orang-orang itu tidak sedikit pun merugikan Allah, kelak Allah takkan memberi suatu bagian untuk orang-orang itu di Akhirat, serta untuk orang-orang itu telah disediakan Azab yang pedih. (Ayat:176)
  • Sesungguhnya orang-orang yang menghendaki kekafiran dibanding keimanan, orang-orang itu takkan sedikitpun merugikan Allah; sebab Azab pedih menimpa orang-orang itu maka janganlah orang-orang kafir menyangka bahwa penangguhan Kami terhadap mereka bermakna kebaikan untuk mereka, sesungguhnya penangguhan Kami terhadap mereka hanyalah agar dosa mereka bertambah-tambah; sehingga Azab yang menghinakan menimpa mereka. (Ayat:177-178)
  • Allah tidak akan membiarkan golongan yang beriman dalam keadaan kalian saat ini, sehingga Dia menyisihkan keburukan dari kebaikan; bahwa Allah tidak memperlihatkan kepada dirimu tentang perkara-perkara ghaib, melainkan Allah memilih orang-orang yang Dia Kehendaki di kalangan RasulNya; oleh karena itu berimanlah kepada Allah beserta para RasulNya; sekiranya dirimu beriman dan bertakwa, maka untuk kalian terdapat upah yang besar, dan janganlah menganggap orang-orang yang berlaku kikir tentang harta benda yang telah Allah beri kepada orang-orang itu dari karuniaNya, bahwa kekikiran merupakan hal baik untuk orang-orang itu; melainkan kekikiran merupakan hal buruk untuk diri mereka; harta benda yang orang-orang itu kikirkan kelak dikalungkan di leher orang-orang itu pada Hari Kiamat; bahwa Milik Allah, segala warisan di langit maupun di bumi; serta Allah Maha Memahami hal-hal yang kalian kerjakan. (Ayat:179-180)
  • Sesungguhnya Allah telah mendengar ucapan dari orang-orang yang berkata: "Sungguh Allah miskin sedang kami kaya." kelak Kami memperkarakan perkataan mereka itu serta perbuatan mereka membunuh para nabi tanpa Kebenaran, serta akan Kami serukan: "Rasakan Azab yang membakar! hal demikian disebabkan perbuatan tangan kalian sendiri, ketahuilah bahwa Allah tidak berlaku zalim terhadap hamba-hambaNya." Terdapat orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah telah memerintahkan kepada kami, supaya kami jangan beriman kepada seorang Rasul, sebelum orang tersebut menampakkan kepada kami tentang kurban yang dimakan api." Katakanlah: "Sungguh telah datang kepada kalian, beberapa Rasul sebelum diriku yang membawa keterangan-keterangan jelas serta menghadirkan hal yang kalian tuntut, lalu mengapakah kalian membunuh mereka apabila kalian merupakan golongan yang benar; apabila mereka membantah dirimu, maka ketahuilah bahwa para rasul sebelum dirimu pun telah dibantah, rasul-rasul itu membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur serta Al-Kitab yang memberi penjelasan yang utuh. (Ayat:181-184)
  • Tiap-tiap jiwa pasti akan mati, bahwa upah kalian dipenuhi pada Hari Kiamat; barangsiapa diluputkan dari Neraka supaya diterima ke dalam Surga maka demikianlah kesuksesan, sedangkan kehidupan dunia ini tidak lain kebahagiaan yang semu. (Ayat:185)
  • Kalian pasti akan diuji melalui harta benda kalian, maupun diri kalian sendiri; bahwa kalian pasti akan mendengar berbagai gangguan dari orang-orang yang diserahi Al-Kitab sebelum kalian maupun dari orang-orang yang mempersekutukan; apabila kalian bersabar serta bertakwa maka sungguh hal yang demikian itu termasuk hal yang diutamakan. (Ayat:186)
  • Dan ketika Allah mengadakan perjanjian dengan orang-orang yang diserahi Al-Kitab supaya menjelaskan kitab tersebut kepada umat manusia, serta jangan menutupi hal tersebut, kemudian orang-orang itu melempar hal tersebut di balik punggung mereka serta menukar hal-hal tersebut untuk barang duniawi yang rendah, maka betapa jahat tindakan yang dikehendaki orang-orang itu. (Ayat:187)
  • Jangan menyangka bahwa orang-orang yang menyombongkan hal-hal yang telah mereka berikan maupun gemar dipuji terhadap hal-hal yang belum orang-orang itu kerjakan; jangan menyangka bahwa orang-orang itu terluput terhadap Azab, sungguh Azab pedih akan menimpa orang-orang itu. (Ayat: 188)
  • Milik Allah, kerajaan langit maupun bumi, sungguh Allah Maha Perkasa terhadap segala sesuatu. (Ayat: 189)
  • Bahwasanya dalam penciptaan langit maupun bumi, beserta silih berganti malam serta siang terdapat bukti-bukti bagi golongan yang berpemahaman baik; yakni orang-orang yang mengingat Allah sewaktu orang-orang tersebut berdiri, atau sewaktu duduk, atau sewaktu berbaring sehingga orang-orang tersebut merenung tentang penciptaan langit beserta bumi : "Wahai Tuhan kami, tentulah bukan secara sia-sia telah Engkau ciptakan hal demikian ini, Dipermuliakanlah Engkau, maka kiranya luputkan kami terhadap Azab Neraka;
    Wahai Tuhan kami, sungguh barangsiapa yang Engkau tempatkan ke dalam Neraka, tentulah telah Engkau hinakan orang itu, sungguh tiada satupun penolong pun untuk golongan yang zalim.
    Wahai Tuhan kami, sungguh kami mendengar seorang penyeru kepada iman: "Berimanlah kalian kepada Tuhan kalian" sehingga kami pun beriman;
    Wahai Tuhan kami, kiranya ampuni kami tentang dosa-dosa kami, serta hapuskan kiranya dari kami tentang kesalahan-kesalahan kami, serta wafatkan kiranya diri kami beserta golongan yang berbakti.
    Wahai Tuhan kami, karuniakan kami tentang hal-hal yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui perantaraan Rasul-RasulMu; serta jangan kiranya Engkau hinakan kami pada Hari Kiamat, sungguh Engkau tidak menyalahi janji" kemudian Tuhan mereka memperkenankan permohonan orang-orang tersebut: "Sungguh Aku takkan menyia-nyiakan perbuatan golongan yang beramal di antara kalian, baik laki-laki atau perempuan, sebagian kalian merupakan keturunan sebagian lain; sesungguhnya orang-orang yang berhijrah, maupun yang diusir dari kampung halaman mereka, maupun yang disakiti demi Aku, ataupun yang berperang beserta yang dibunuh, pasti akan Aku hapuskan kesalahan-kesalahan mereka, serta pasti Aku akan menempatkan mereka ke dalam Surga yang dialiri sungai-sungai di bawahnya." sebagai karunia di sisi Allah; sungguh Allah yang di sisiNya terdapat karunia terbaik. (Ayat: 190-195)
  • Janganlah sekali-kali kamu terperdaya terhadap kemewahan orang-orang kafir di dalam negeri yang merupakan hiburan yang sedikit kemudian tempat kesudahan orang-orang itu merupakan Jahanam, serta tempat kediaman terburuk; sedangkan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka disediakan Surga dibawahnya yang dialiri sungai-sungai untuk mereka, bahwa mereka disana selamanya sebagai tempat kediaman di sisi Allah; bahwa hal berada yang di sisi Allah merupakan hal-hal yang terbaik bagi golongan berbakti. (Ayat:196-198)
  • Maka ketahuilah bahwa di golongan pewaris Kitab terdapat orang-orang yang beriman kepada Allah beserta terhadap hal yang dikirim kepada kalian maupun hal yang dikirimkan kepada orang-orang tersebut; orang-orang tersebut merendah diri terhadap Allah, serta orang-orang tersebut tidak menukar ayat-ayat Allah untuk barang duniawi yang rendah; sehingga orang-orang tersebut memperoleh upah di sisi Tuhan mereka; sungguh Allah sangat cermat dalam Memperhitungkan. (Ayat:199)
  • Wahai orang-orang beriman, bersabarlah, serta tetapkan kesabaran kalian itu, serta perkuatkan diri kalian, juga hendaklah kalian bertakwa kepada Allah supaya kalian berhasil. (Ayat:200)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Departemen Agama RI.2007.Al-Qur'an dan Terjemahannya Al-Jumanatul 'Ali Seuntai Mutiara Yang Maha Luhur.Bandung:J-Art

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Baqarah
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah An-Nisa'
Surah 3