Surah Al-'Imran

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Al-'Imran
Alemran.png
Ayah 1 s.d. Ayah 5
Ayah 1 s.d. Ayah 5
Informasi
Arti Keluarga 'Imran
Nama lain az-Zahrawan
(Dua yang Cemerlang)[1]
Klasifikasi Madaniyah
Surah ke 3
Juz Juz 3 (ayat 1-91)
Juz 4 (ayat 92-200)
Statistik
Jumlah ayat 200 ayat

Surah Al-'Imran (Arab: آل عمران , Āl-'Imrān, "Keluarga 'Imran") adalah surah ke-3 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah. Dinamakan Al-'Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiran Nabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran, ibu Nabi Isa. Surah Al-Baqarah dan Al-'Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut apa yang disampaikan Al-Qur'an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad dan sebagainya. Pada ayat 7 terdapat "Pedoman Memahami Al Quran."

Pokok-Pokok Surah[sunting | sunting sumber]

  1. Dialah yang telah menurunkan Al-Kitab padamu dengan sebenarnya; membenarkan yang sebelumnya diturunkan dan Dialah yang menurunkan Taurat dan Injil, sejak dahulu sebagai pedoman bagi umat manusia, dan Dia menurunkan Pemisah (Al Furqan). Sesungguhnya orang-orang yang menyangkal pesan-pesan Allah bagi mereka siksa pedih; dan Allah Maha Perkasa, berhak membalaskan. (Ayat:3-4)
  2. Dialah yang menurunkan Al-Kitab kepadamu. Pada isinya terdapat pesan-pesan tersurat, penting, maka itulah pokok-pokok isi Al-Quran sementara yang lain tersirat, rumit. Adapun orang-orang yang memiliki kalbu condong menyimpang, maka mereka mengejar bagian ini yang memicu sumber kekacauan dan memicu penafsiran makna terhadap yang demikian, padahal tiada yang mengetahui maksud (misteri) tersebut kecuali Allah. Dan orang-orang berilmu mendalam berkata: "Kami beriman kepada pesan-pesan itu, semua itu dari sisi Tuhan kami". Dan tiada yang dapat mengambil pelajaran (dari hal ini) melainkan yang berpemahaman baik. berkata: "Wahai Tuhan kami, jangan kiranya Engkau menjerumuskan kalbu kami sesudah Engkau membimbing kami, dan kasihanilah dengan Kasih dari sisiMu; sesungguhnya Engkau Maha Melindungi". "Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan umat manusia pada hari yang tak disangsikan". Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janjiNya. (Ayat:7-9)
  3. Allah menegaskan bahwa tiada Tuhan melainkan Dia. para malaikat dan orang-orang menguasai ilmu membenarkan secara yakin, Tiada Tuhan kecuali Dia, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama bagi Allah hanyalah berserah diri. Tiada berselisih orang-orang yang telah diserahi Al-Kitab melainkan sesudah sampai pengetahuan pada mereka, timbul rasa arogan diantara mereka. dan barangsiapa yang menyangkal pesan-pesan Allah maka sesungguhnya Allah memperhitungkan itu secara teliti. Kemudian jika mereka mendebatmu, maka katakanlah : "Aku serta yang mengikutiku berpasrah diri pada Allah". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan kepada orang-orang yang tak mengetahui (Al-Kitab): "Maukah kamu berserah diri?". Jika mereka berserah diri, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan. Dan Allah Maha Mengawasi hamba-hambaNya. (Ayat:18-20)
  4. Sudahkah kamu mengamati orang-orang yang telah diberi suatu bagian dari Al-Kitab, mereka dihimbau pada Kitab Allah agar menjadi undang-undang di tengah-tengah mereka; kemudian sebagian mereka lalai, dan mereka selalu menghindar. Hal itu adalah karena mereka mengaku: "Kami tidak akan disentuh oleh Api (Neraka) kecuali beberapa hari saja". Mereka tertipu dalam agama mereka yang mereka buat-buat. Bagaimanakah apabila kelak mereka Kami himpunkan di hari yang tidak diragukan adanya. Dan digenapkan kepada tiap-tiap diri (pada) yang telah diperbuatnya sedang mereka tidak dicurangi. (Ayat:23-25)
  5. Pada hari ketika setiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan, begitu juga segala kejahatan yang pernah diperbuat; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada jarak waktu yang lama; dan Allah memperingatkan kalian terhadap DiriNya. Dan Allah adalah Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya. (Ayat:30)
  6. Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala (umat) yang memiliki garis keturunan antara satu dengan yang lain. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (Ayat:33-34)
  7. Disana Zakaria memohon kepada Tuhannya, dia berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisiMu seorang keturunan yang suci. Sungguh Engkau Maha Mendengar doa". Kemudian sesosok malaikat memanggilnya, sementara ia sedang berdiri untuk beribadah di mihrab: "Sesungguhnya Allah menggembirakanmu (tentang) Yahya, menggenapi Ketetapan dari Allah, sebagai orang yang terhormat, santun dan nabi yang termasuk golongan yang saleh". Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, Mungkinkah aku memperoleh seorang anak sedang aku tua renta dan isteriku pun mandul?". Berfirman Allah: "Tentu saja, Allah mewujudkan yang dikehendakiNya". Zakaria berkata: "Berilah aku suatu pertanda." Allah berfirman: "sebuah pertanda bagimu bahwa kamu tidak berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali melalui isyarat. Dan ingatlah Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah ketika petang dan pagi". (Ayat:38-41)
  8. Ketika sesosok malaikat berkata: "wahai Maryam, sungguh Allah menggembirakanmu dengan Ketetapan dariNya, namanya kelak Al-Masih, Isa, putera Maryam, seorang yang terkemuka di dunia serta di akhirat dan termasuk golongan yang dekat (pada Allah), dan dia berbicara kepada manusia sewaktu kanak-kanak serta dewasa dan dia termasuk golongan yang saleh". dia berkata: "Ya Tuhan, Mungkinkah aku mempunyai seorang anak, padahal tiada seorang laki-laki yang pernah menjamahku". ia berkata: "Tentu saja, Allah menciptakan yang dikehendakiNya. Apabila Dia menetapkan sesuatu, maka Dia berseru tentang hal itu: "Jadi!", maka terjadi. Dan Dialah yang akan mengajarkan padanya Al-Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. (Ayat:45-48)
  9. Dan menggenapkan Taurat yang sebelumku, dan menghalalkan bagi kalian sebagian hal yang terlarang bagi kalian, dan aku menemui kalian disertai suatu pertanda dari Tuhan kalian. maka takutlah kepada Allah dan taatlah padaku. Sungguh, Allah (adalah) Tuhanku dan Tuhan kalian, maka sembahlah Dia. Inilah pedoman yang hakiki". Maka tatkala Isa mendapati penyangkalan di tengah-tengah mereka, dia berkata: "Siapakah yang akan membelaku untuk Allah?" Para sahabat sejati menjawab: "Kamilah pembela-pembela Allah, kami beriman pada Allah; dan bersaksilah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri." Ya Tuhan kami, kami telah beriman terhadap yang telah Engkau turunkan dan telah kami mengikuti seorang Utusan, maka catatlah kami sebagai golongan yang memiliki kesaksian". (maka) suatu golongan menyusun siasat dan Allah pula menyusun siasat, dan Allah adalah perencana terbaik. ketika Allah berfirman: "Wahai Isa, sesungguhnya Akulah yang akan mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku serta menyucikanmu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu mengungguli orang-orang kafir hingga Hari Kebangkitan. Maka hanya padaKu kalian berpulang, lalu Aku akan mengadili diantara kalian mengenai hal-hal yang kalian perdebatkan". (Ayat:50-55)
  10. Sesungguhnya permisalan Isa bagi Allah, adalah sebagaimana Adam. Dia telah menciptakannya yang berbahan debu, maka Allah berfirman pada (debu) itu: "Jadi!", maka terjadi. Kebenaran berasal dari Tuhanmu, maka janganlah kamu termasuk golongan yang meragu. (Ayat:59-60)
  11. Bukanlah Ibrahim, seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nashrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus, seorang yang berserah diri dan dia tidak termasuk golongan yang mempersamakan (Tuhan). (Ayat:67)
  12. Dan merupakan keinginan sekelompok diantara golongan pewaris Al-Kitab untuk menyesatkan kalian, padahal mereka tidaklah menyesatkan selain pada diri mereka sendiri sementara mereka tidak menyadarinya. Wahai golongan pewaris Al-Kitab, mengapa kalian menyangkal pesan-pesan Allah ketika kalian memahami itu. wahai golongan pewaris Al-Kitab, mengapa kalian membaurkan kebenaran dengan kepalsuan, dan memendam kebenaran, padahal kalian mengetahui ? (Ayat:69-71)
  13. Sesungguhnya orang-orang yang memandang rendah kepercayaan Allah dan perjanjian-perjanjian mereka, kelak mereka tidak disambut di Akhirat, dan Allah tidak akan berbicara dengan mereka dan Allah tidak akan mempedulikan mereka pada Hari Kebangkitan dan tidak (pula) akan menyucikan mereka. Bagi mereka siksa pedih. (Ayat:77)
  14. Dan sungguh diantara mereka ada segolongan yang bermulut menyimpang terhadap Al-Kitab, supaya kamu menganggap yang dibaca itu termasuk Al-Kitab, padahal itu bukan dari Al-Kitab dan mereka mengatakan: "Itu dari sisi Allah", padahal bukan dari sisi Allah. Mereka berkata sewenang-wenang mengenai Allah sementara mereka menyadari. (Ayat:78)
  15. Tidak patut seorang manusia yang Allah anugerahi Al-Kitab, Hikmah dan Nubuat, lalu dia berkata kepada umat manusia: "Jadilah kalian hamba-hamba padaku selain pada Allah". Semestinya: "Jadilah kalian golongan yang bertuhan, karena kalian telah mempelajari Al-Kitab dan kalian bertekun padanya" dan tidak menyuruh kalian menghendaki para malaikat dan para nabi sebagai pujaan (junjungan). Apakah orang itu menyuruh kalian menyangkal ketika kalian telah berserah (pada Allah) ?". (Ayat:79-80)
  16. Maka apakah mereka menghendaki selain agama Allah, padahal padaNya bergantung (berserah diri) yang di langit dan di bumi, sukarela maupun enggan. dan padaNya mereka berpulang. Katakanlah: "Kami beriman pada Allah dan apa yang diturunkan pada kami dan yang diturunkan pada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan Suku-Suku (Israel), serta yang diterima Musa, Isa serta para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak memperbedakan seorangpun diantara mereka dan kepadaNya kami berserah diri". (Ayat:83-84)
  17. Bagaimana Allah hendak membimbing suatu kaum yang menyangkal setelah mereka beriman, sementara mereka telah bersaksi bahwa rasul itu benar adanya, dan sampai pada mereka, keterangan-keterangan jelas? dan Allah tiada membimbing golongan yang menyeleweng. Untuk mereka, kutukan Allah serta (kutukan) para malaikat dan (kutukan) seluruh manusia menimpa mereka, kekal mereka disana, tidak diringankan siksaan pada mereka, dan tidak pula mereka ditangguhkan, terkecuali orang-orang yang bertaubat, terhadap yang demikian dan memperbaiki diri. Maka sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Sesungguhnya orang-orang yang menyangkal setelah beriman, kemudian semakin menyangkal, takkan diakui taubat mereka; dan mereka itulah golongan yang sesat. (Ayat:86-90)
  18. Belumlah kalian mencapai tingkat kebajikan (yang utuh), hingga kalian mendermakan (harta) yang kalian cintai. Dan apa saja yang kalian dermakan maka sesungguhnya Allah mengetahui. (Ayat:92)
  19. Katakanlah: "Hai golongan pewaris Al-Kitab, mengapa kamu menyangkal terhadap pesan-pesan Allah, padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kalian kerjakan?". Katakanlah: "Hai golongan pewaris Al-Kitab, mengapakah kalian menghalangi orang-orang yang beriman menuju jalan Allah, sementara kalian menghendakinya menjadi menyimpang, padahal kalian menyadari (tindakan) itu?". Allah tidak lalai terhadap yang kalian perbuat. Wahai orang-orang beriman, jika kalian mengikuti sebagian pihak diantara golongan yang diserahi Al-Kitab, niscaya mereka akan menuntun kalian menjadi seorang murtad setelah kalian beriman. (Ayat:98-100)
  20. Dan kiranya tergugah diantara kalian segolongan umat yang mengajak kepada kebaikan, menyuruh kepada hal yang benar dan mencegah hal terlarang; merekalah golongan yang beruntung. Dan janganlah kalian menyerupai orang-orang yang berpecah-pecah dan berselisih setelah tersampaikan bukti yang jelas pada mereka. Mereka itulah yang ditimpa siksa yang mengerikan, (Ayat:104-105)
  21. Dan bersegeralah untuk ampunan dari Tuhan kalian dan untuk surga yang seluas langit dan bumi yang dipersiapkan bagi orang-orang yang bertakwa, orang-orang yang berderma baik ketika berkecukupan maupun berkekurangan, dan orang-orang yang menahan dorongan amarah dan memaafkan orang-orang lain. Allah berkenan kepada golongan yang berbuat baik. Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau bersalah pada diri sendiri, mereka ingat pada Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? sementara mereka tidak melanjutkan perbuatan kejinya dan mereka menyadari. Mereka itu dianugerahi ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya untuk selamanya disana; dan itulah sebaik-baik upah bagi orang yang bekerja keras. (Ayat:133-136)
  22. Akan Kami resapkan ke dalam kalbu para penyangkal, rasa gelisah, disebabkan mereka memperhubungkan Allah dengan sesuatu yang Dia tidak menurunkan perintah jelas tentang itu. Tempat kembali mereka ialah Neraka; dan itulah kediaman terburuk bagi golongan yang menyimpang. (Ayat:151)
  23. Dan sungguh apabila kalian dibunuh atau mati demi (membela kehendak) Allah, tentulah pengampunan dari Allah dan rahmatNya adalah yang terbaik dibanding yang mereka tumpuk. Dan sungguh jika kalian semua meninggal atau gugur, tentulah kepada Allah kalian dihimpun. (Ayat:157-158)
  24. Jika Allah membela kalian, maka tiada yang dapat mengalahkan kalian; jika Allah membiarkan kalian (tanpa pelindung), maka siapa gerangan yang dapat menyelamatkan kalian sesudah itu? Maka pada Allah saja, orang-orang beriman menaruh kepercayaan. (Ayat:160)
  25. Sesungguhnya tak lain setan beserta pengikut-pengikutnya yang mempertakuti kalian, karena itu janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah padaKu, jika kalian benar-benar golongan yang beriman. (Ayat:175)
  26. Tiap-tiap jiwa pasti akan mati. Dan sungguh disempurnakan balasan kalian pada Hari Kebangkitan. Barangsiapa diluputkan dari Neraka dan diterima ke dalam Taman (surga) (itulah) kesuksesan. Dan tidaklah kehidupan dunia ini selain kesenangan yang palsu. (Ayat:185)
  27. Dan ketika Allah mengambil perjanjian dari orang-orang yang diserahi Al-Kitab untuk menjelaskan (kitab itu) kepada umat manusia, dan jangan kamu menutupinya," lalu mereka membuang itu di balik punggung mereka dan mereka memandang buruk (itu) pula. Jahatlah yang mereka kehendaki. (Ayat:187)

Hubungan surah Al-Imran dengan Surah An-Nisa[sunting | sunting sumber]

  1. Surah Al-Imran disudahi dengan perintah bertakwa, sesuai dengan permulaan surah An-Nisa.
  2. Dalam surah Al-Imran disebutkan peperangan Badar dan Uhud dengan sempurna, keterangan mana sebahagiannya diulangi dalam surat An-Nisa.
  3. Dalam surah Al-Imran dikisahkan peperangan Hamraa-ul Asad yang terjadi setelah perang Uhud, dan peperangan itu disinggung pula dalam surah An-Nisa.
  4. Dalam surah Al-Imran disebutkan bahwa banyak yang gugur di kalangan kaum muslimin sebagai Syuhada, yang berarti mereka meninggalkan anak-anak dan isteri-isteri mereka, maka dalam bahagian permulaan surah An-Nisa disebutkan perintah memelihara anak yatim serta pembahagian harta pusaka.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Departemen Agama RI.2007.Al-Qur'an dan Terjemahannya Al-Jumanatul 'Ali Seuntai Mutiara Yang Maha Luhur.Bandung:J-Art

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Surah Sebelumnya:
Surah Al-Baqarah
Al-Qur'an Surah Berikutnya:
Surah An-Nisa'
Surah 3