Josef Stalin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Stalin)
Lompat ke: navigasi, cari
Generalissimo
Iosif Vissarionovich Stalin
Ио́сиф Виссарио́нович Ста́лин
Stalin, dalam citra publisitas yang diambil sebelum 1935
Sekretaris Jenderal
Partai Komunis Uni Soviet Ke-1
Masa jabatan
3 April 1922 – 5 Maret 1953
Didahului oleh Jabatan baru
Digantikan oleh Georgy Malenkov
Ketua Dewan Komisar Rakyat Uni Soviet
Masa jabatan
6 Mei 1941 – 5 Maret 1953
Didahului oleh Vyacheslav Molotov
Digantikan oleh Georgy Malenkov
Komisar Rakyat untuk Urusan Pertahanan
Masa jabatan
19 Juli 1941 – 25 Februari 1946
Perdana Menteri Diri sendiri
Didahului oleh Semyon Timoshenko
Digantikan oleh Posisi dialihkan ke Komisar Rakyat untuk Urusan Angkatan Bersenjata
Komisaris Rakyat untuk Urusan Angkatan Bersenjata
Masa jabatan
25 Februari 1946 – 3 Maret 1947
Perdana Menteri Diri sendiri
Didahului oleh Jabatan baru
Digantikan oleh Nikolay Bulganin (sebagai Menteri Angkatan Bersenjata Uni Soviet)
Komisar Rakyat untuk Urusan Kewarganegaraan RSFS Rusia
Masa jabatan
8 November 1917 – 7 Juli 1923
Perdana Menteri Vladimir Lenin
Didahului oleh Jabatan baru
Digantikan oleh Jabatan dihapus
Informasi pribadi
Lahir Iosef Besarionis dze Jughashvili
18 Desember 1878
Gori, Tiflis, Kekaisaran Rusia
Meninggal 5 Maret 1953 (umur 74)
Kuntsevo, dekat Moskwa, RSFS Rusia, Uni Soviet
Kebangsaan  Uni Soviet
Partai politik Partai Komunis Uni Soviet
Agama Ateisme
Tanda tangan
Nama julukan Koba

Joseph Vissarionovich Stalin[a] (lahir 18 Desember 1878 – meninggal 5 Maret 1953 pada umur 74 tahun) adalah pemimpin Uni Soviet dari pertengahan 1920-an sampai kematiannya pada tahun 1953. Dengan jabatannya sebagai Sekretaris Jendral Komite Pusat Partai Komunis Uni Soviet, ia secara efektif merupakan seorang diktator.

Stalin adalah salah satu dari tujuh anggota pertama Politbiro, yang didirikan pada tahun 1917 untuk mengelola Revolusi Bolshevik bersama dengan Lenin, Zinoviev, Kamenev, Trotsky, Sokolnikov dan Bubnov.[2] Di antara kaum revolusioner Bolshevik yang mengambil bagian dalam Revolusi Rusia 1917, Stalin diangkat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral partai pada tahun 1922. Ia kemudian berhasil mengkonsolidasikan kekuasaan setelah kematian Vladimir Lenin tahun 1924 melalui kritik Lenin (dalam postscript wasiat) dan memperluas fungsi perannya, sementara juga menghilangkan para oposisi. Dia tetap menjadi sekjen sampai jabatan tersebut dihapuskan pada tahun 1952, merangkap Perdana Menteri Uni Soviet dari tahun 1941 dan seterusnya.

Di bawah pemerintahan Stalin, konsep "Sosialisme di Satu Negara" menjadi prinsip utama masyarakat Soviet; hal ini bertentangan dengan pandangan Leon Trotsky bahwa sosialisme harus menyebar melalui revolusi internasional secara terus menerus. Dia menggantikan Kebijakan Ekonomi Baru yang diperkenalkan oleh Lenin pada awal tahun 1920 dengan ekonomi komando yang sangat terpusat, melancarkan periode industrialisasi dan kolektivisasi yang mengakibatkan transformasi besar-besaran Uni Soviet, dari masyarakat agraris menjadi kekuatan industri.[3] Namun, perubahan ekonomi juga beriringan dengan pemenjaraan jutaan orang di kamp kerja paksa Gulag.[4] pergolakan awal dalam pertanian menggangu produksi pangan dan turut andil terhadap bencana kelaparan Soviet 1932-1933, yang dikenal dengan sebutan "Holodomor" di Ukraina. Antara 1934 dan 1939 ia melancarkan pembersihan besar-besaran partai, pemerintah, angkatan bersenjata dan kaum intelektual Soviet; jutaan orang dituduh sebagai "musuh kelas pekerja" dan mereka dipenjarakan, diasingkan atau dieksekusi, sering tanpa melalui proses hukum. Tokoh utama dalam Partai Komunis dan pemerintah, dan banyak komandan tinggi Tentara Merah, tewas setelah dihukum atas tuduhan pengkhianatan.[5]

Pada bulan Agustus 1939, setelah usaha yang gagal untuk membuat pakta anti-Hitler dengan negara besar Eropa lainnya, Stalin menandatangani pakta non-agresi dengan Nazi Jerman yang membagi-bagi wilayah dan lingkup pengaruh mereka di Eropa Timur, yang membuka jalan bagi mereka untuk menyerbu Polandia pada bulan September, tetapi Jerman kemudian melanggar perjanjian dan melancarkan invasi besar-besaran ke Uni Soviet pada bulan Juni 1941. Meskipun mengalami korban jiwa dan kerugian yang besar, pasukan Soviet berhasil menghentikan serangan Nazi setelah pertempuran yang menentukan di Moskow dan Stalingrad. Setelah mengalahkan kekuatan Poros di Front Timur, Tentara Merah merebut Berlin pada Mei 1945 dan secara efektif mengakhiri perang di Eropa untuk Sekutu.[6][7] Uni Soviet kemudian menjadi salah satu dari dua negara yang diakui sebagai negara adidaya dunia selain Amerika Serikat.[8] Pemerintah Komunis yang setia kepada Uni Soviet didirikan di sebagian besar negara yang dibebaskan dari pendudukan Jerman oleh Tentara Merah, yang kemudian membentuk Blok Timur. Stalin juga membina hubungan dekat dengan Mao Zedong di Cina dan Kim Il-sung di Korea Utara.

Ketika Perang Dunia II (1939-1945) meletus, Uni Soviet berperang bersama Inggris serta Amerika Serikat melawan Nazi Jerman. Tetapi seusai perang, Stalin memasang "Tirai Besi" antara sekutu Barat dan Soviet dan sebagian besar negara di Eropa Timur dijadikan negara Komunis. Stalin berkuasa sampai saat kematiannya pada usia 74 tahun. Kematiannya ini diduga kuat karena diracun oleh komplotan pimpinan Lavrenty Beria. Pada masa pemerintahannya ia tidak hanya mengawasi seluruh negara Soviet, melainkan juga negara-negara di luar Uni Soviet.

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Masa kecil: 1878–1899[sunting | sunting sumber]

Stalin lahir dengan nama Ioseb Jughashvili di Gori[9] pada 18 Desember [K.J.: 6 Desember] 1878.[10][b] Ia adalah putra dari pasangan Besarion "Beso" Jughashvili dan Ekaterina "Keke" Geladze,[11] yang menikah pada Mei 1872,[12] dan kehilangan dua putra saat bayi sebelum kelahiran Stalin.[13] Mereka beretnis Georgia dan Stalin dibesarkan dengan menggunakan bahasa Georgia.[14] Gori saat itu adalah bagian dari Kekaisaran Rusia dan merupakan rumah dari populasi sejumlah 20,000 orang, kebanyakan adalah orang Georgia selain minoritas Armenia, Rusia dan Yahudi.[15] Stalin dibaptis pada 17 Desember.[16] Ia meraih julukan masa kecil Soso, sebuah kata ganti dari Iosif (Joseph).[17] Beso adalah seorang tukang sepatu[18] dan pada tahun-tahun awal pernikahan mereka, pasangan tersebut makmur.[19] Namun, ia tak dapat mengadaptasi perubahan gaya alas kaki dan bisnisnya mulai jatuh.[20] Keluarga tersebut kemudian menemukan diri mereka sendiri hidup dalam kemiskinan,[21] berpindah sembilan tempat sewa berbeda selama sepuluh tahun.[22] Karena keadaan tersebut, sejarawan Robert Conquest kemudian menganggap bahwa latar belakang kelas Stalin "tak menentu dan indeterminat".[23]

Stalin pada 1894, di usia 15 tahun

Beso juga merupakan seorang pemabuk,[24] dan menghajar istri dan anaknya dalam keadaan mabuk.[25] Untuk melarikan diri dari hubungan abusif, Keke membawa Stalin dan pindah ke rumah teman keluarganya, Romo Christopher Charkviani.[26] Ia bekerja sebagai pembersih rumah dan pencuci baju untuk beberapa keluarga lokal yang bersimpati dengan keadaannya.[27] Keke memutuskan untuk mengirim putranya ke sekolah, suatu hal yang tak keluarganya raih sebelumnya.[28] Pada akhir 1888, di usia 10 tahun, ia masuk Sekolah Gereja Gori.[29] Sekolah tersebut biasanya ditujukan untuk anak-anak rohaniwan, meskipun Charkviani menyadari bahwa Stalin meraih sebuah tempat.[30] Stalin baik dalam bidang akademik,[31] menyimpan bakat dalam melukis dan drama,[32] menulis puisinya sendiri,[33] dan menyanyi sebagai anggota paduan suara.[34] Ia sering berkelahi,[35] dan seorang teman masa kecilnya kemudian menyatakan bahwa Stalin "adalah murid terbaik namun juga ternakal" di kelas.[36] Stalin menghadapi beberapa masalah kesehatan; pada 1884, ia terserang campak dan membuat wajahnya berbintik.[37] Pada usia 12 tahun, ia terluka berat setelah tertabrak oleh sebuah delman, mengakibatkan cacat seumur hidup pada lengan kirinya.[38]

Atas rekomendasi para gurunya, Stalin dipindahkan ke Seminari Spiritual di Tiflis.[39] Ia masuk sekolah tersebut pada Agustus 1894,[40] dibantu oleh beasiswa yang membolehkannya belajar di tingkat semestinya.[41] Disana, ia bergabung dengan 600 pendeta magang yang berasrama di seminari tersebut.[42] Stalin kembali sukses secara akademik dan meraih peringkat tinggi.[43] Ia melanjutkan penulisan puisi; lima puisinya diterbitkan dengan pseudonim "Soselo" dalam surat kabar Ilia Chavchavadze Iveria ("Georgia").[44] Secara tematik, mereka menyoroti topik-topik seperti alam, tanah, dan kepahlawanan.[45] Menurut biografer Stalin Simon Sebag Montefiore, mereka menjadi karya "klasik Georgia kecil",[46] dan masuk dalam berbagai antologi puisi Georgia pada tahun-tahun mendatang.[46] Saat ia makin dewasa, Stalin kehilangan minat dalam pembelajarannya; peringkatnya turun,[47] dan ia berulangkali dimasukkan ke sebuah sel karena perilaku pemberontaknya.[48] Para guru menyatakan bahwa ia menyatakan dirinya sendiri menjadi seorang ateis, berbicara di kelas dan menolak mengangkat topinya kepada para biarawan.[49]

Stalin bergabung dengan sebuah klub buku terlarang yang aktif di sekolah[50] dan terlebih dipengaruhi oleh novel-pro-revolusioner tahun 1863 Nikolay Chernyshevsky Apa Yang Harus Dilakukan?.[51] Teks berpengaruh lainnya adalah Patrisida karya Alexander Kazbegi, dengan Stalin mengadopsi julukan "Koba" yang berasal dari karakteri protagonis bandit dari buku tersebut.[52] Ia juga membaca Kapital, buku tahun 1867 karya pakar teori sosiologi Jerman Karl Marx.[53] Stalin mencurahkan dirinya sendiri kepada teori sosio-politik Marx, Marxisme,[54] yang saat itu sedang bangkit di Georgia, salah satu bentuk ragam dari sosialisme yang menentang otoritas pemerintahan Tsaris.[55] Pada malam hari, ia menghadiri pertemuan-pertemuan buruh rahasia,[56] dan berkenalan dengan Silibistro "Silva" Jibladze, pendiri Marxis dari Mesame Dasi ('Grup Ketiga'), sebuah grup sosialis Georgia.[57] Pada April 1899, Stalin meninggalkan seminari dan tak pernah kembali,[58] meskipun sekolah tersebut membujuknya untuk kembali.[59]

Partai Buruh Sosial-Demokrat Rusia: 1899–1904[sunting | sunting sumber]

Stalin pada tahun 1902

Pada Oktober 1899, Stalin mulai bekerja sebagai meteorolog di sebuah observatorium Tiflis,[60] sebuah jabatan yang membolehkannya untuk membaca saat bertugas.[61] Stalin mengambil kelas dalam bidang teori sosialis dan mengajak sekelompok pemuda di sekitarnya.[62] Ia menghimpun sebuah pertemuan massa buruh rahasia untuk Hari Buruh 1900,[63] dimana ia berhasil mendorong beberapa pria untuk mengambil aksi serangan.[64] Pada titik ini, kepolisian rahasia kekaisaran—Okhrana—menyadari kegiatan Stalin dalam gerakan revolusioner Tiflis.[64] Mereka berniat untuk menangkapnya pada Maret 1901, namun ia lari dan bersembunyi,[65] hidup dengan sumbangan para teman dan simpatisan.[66] Masih secara rahasia, ia mempati perencanaan unjuk rasa untuk Hari Buruh tahun 1901, dimana 3,000 pengunjuk rasa bentrok dengan otoritas.[67] Ia masih menghindari penangkapan dengan memakai nama samaran dan tidur di apartemen-apartemen berbeda.[68] Pada November 1901, ia terpilih dalam Komite Tiflis dari Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia (PBSDR), sebuah partai Marxis yang didirikan pada tahun 1898.[69]

Selama sebulan, ia berkunjung ke kota pelabuhan Batumi.[70] Retorika militannya menimbulkan divisif di kalangan Marxis di kota tersebut, dengan beberapa orang menduga bahwa ia adalah seorang agent provocateur.[71] Ia mendapatkan pekerjaan di ruko penyulingan Rothschild, dimana ia menghimpun dua serangan buruh.[72] Setelah beberapa pemimpin serangan ditangkap, ia menghimpun unjuk rasa publik massal yang berujung pada kerusuhan di penjara; para pasukan menembaki para pengunjuk rasa, 13 orang diantaranya tewas.[73] Stalin menghimpun unjuk rasa massal kedua pada hari pemakaman mereka,[74] sebelum ditangkap pada April 1902.[75] Ia awalnya dibawa ke Penjara Batumi,[76] dan kemudian dipindahkan ke Penjara Kutaisi yang lebih aman.[77] Pada pertengahan 1903, Stalin dihukum tiga tahun pengasingan di timur Siberia.[78]

Stalin meninggalkan Batumi pada bulan Oktober, datang ke kota Siberia kecil Novaya Uda pada akhir November.[79] Disana, ia tinggal di sebuah rumah dua kamar dari seorang petani lokal, tidur di tempat penyimpanan makanan dari bangunan tersebut.[80] Stalin membuat beberapa upaya pelarian diri; mula-mula ia pergi ke Balagansk sebelum kembali karena frostbite.[81] Upaya keduanya berhasil dan ia pergi ke Tiflis.[82] Disana, ia bekerjasama menyunting sebuah surat kabar Marxis Georgia, Proletariatis Brdzola ("Perjuangan Proletarian"), dengan Philip Makharadze.[83] Seruannya untuk gerakan Marxis Georgia terpisah membuat beberapa anggota PBSDR yang menyerukan pengusirannya, mengklaim bahwa pandangannya berseberangan dengan etos internasionalisme Marxis.[84] Di bawah pengaruh Mikha Tskhakaya, Stalin mengecam pandangan tersebut.[85] Pada masa pengasingannya, PBSDR telah terpecah antara Bolshevik pimpinan Vladimir Lenin dan Menshevik pimpinan Julius Martov.[86] Stalin dibenci beberapa anggota Menshevik di Georgia dan menyekutukan dirinya sendiri dengan Bolshevik.[87] Meskipun Stalin menghimpun kekuatan Bolshevik di kota pertambangan Chiatura,[88] Bolshevisme masih menjadi pasukan minoritas di wilayah revolusioner Georgia yang didominasi Menshevik.[89]

Revolusi tahun 1905 dan akibatnya: 1905–1912[sunting | sunting sumber]

Pada Januari 1905, pasukan pemerintah membantai para pengunjuk rasa di Saint Petersburg.[90] Kerusukan merebak di seluruh Kekaisaran Rusia yang kemudian dikenal sebagai Revolusi 1905.[90] Georgia adalah salah satu wilayah yang terkena dampaknya.[91] Pada Februari, Stalin berada di Baku saat kekerasan etnis pecah antara orang Armenia dan orang Azerbaijan; sekitar 2,000 orang tewas.[92] Stalin secara terbuka menyerukan "pogrom melawan Yahudi dan Armenia" sebagai bagian dari upaya Tsar Nicholas II untuk "merebut tahta kesayangannya".[93] Ia menghimpun Skuat Tempur Bolshevik yang ia pakai untuk mengupayakan dan menjaga faksi-faksi etnis yang berperang di Baku, selain juga memakai kerusuhan tersebut untuk menjarah alat cetak.[93] Saat kekerasan menyebar ke seluruh Georgia, Stalin membentuk Skuat-Skuat Tempur tambahan, dengan kaum Menshevik melakukan hal yang sama.[94] Skuat-skuat Stalin menyerang kepolisian dan pasukan lokal,[95] menyerbu galangan-galangan pemerintahan,[96] dan mengumpulkan dana melalui jaminan perlindungan pada usaha-usaha dan pertambangan-pertambangan lokal besar.[97] Mereka meluncurkan serangan-serangan terhadap pasukan Cossack pemerintah dan Ratusan Hitam pro-Tsaris,[98] yang bekerja sama dengan beberapa militan Menshevik.[99]

Stalin pertama kali bertemu Vladimir Lenin (gambar) di konferensi tahun 1905 di Tammerfors

Pada November 1905, kaum Bolshevik Georgia memilih Stalin sebagai salah satu delegasi mereka ke sebuah konferensi Bolshevik di Saint Petersburg.[100] Saat datang, ia bertemu istri Lenin Nadezhda Krupskaya, yang memberitahukan bahwa tempat acaranya dipindah ke Tammerfors di Keharyapatihan Finlandia.[101] Di konferensi tersebut, Stalin pertama kali bertemu dengan Lenin.[102] Meskipun Stalin memegang rasa hormat yang mendalam terhadap Lenin, ia vokal dalam ketidaksepakatan dengan pandangan Lenin bahwa kaum Bolshevik harus menempatkan para kandidat dalam pemilihan mendatang untuk Duma Negara; Stalin memandang proses parlementer tersebut membuang-buang waktu.[103] Pada April 1906, Stalin menghadiri Kongres PBSDR ke-4 di Stockholm; ini adalah perjalanan pertama di luar Kekaisaran Rusia.[104] Di konferensi tersebut, PBSDR—saat itu dipimpin oleh mayoritas Mensheviknya—sepakat untuk tidak akan mengumpulkan dana memakai perampokan bersenjata.[105] Lenin dan Stalin tak sepakat dengan keputusan ini,[106] dan kemudian diam-diam mendiskusikan cara agar mereka dapat melanjutkan perampokan-perampokan untuk kepentingan Bolshevik.[107]

Stalin menikahi Kato Svanidze di sebuah upacara gereja di Tskhakaya pada Juli 1906.[108] Pada Maret 1907, ia melahirkan seorang putra, Yakov.[109] Pada tahun tersebut—menurut sejarawan Robert Service—Stalin menjadikan dirinya sendiri "Bolshevik utama dari Georgia".[110] Ia menghadiri Kongres PBSDR Kelima, yang diadakan di London pada Mei–Juni 1907.[111] Setelah pulang ke Tiflis, Stalin melakukan perampokan pengiriman besar uang ke Bank Kekaisaran pada Juni 1907. Kelompoknya melakukan konvoi bersenjata di Lapangan Yerevan dengan senjata api dan bom buatan rumah. Sekitar 40 orang tewas, namun seluruh kelompoknya melarikan diri hidup-hidup.[112]

Setelah itu, Stalin menetap di Baku dengan istri dan putranya.[113] Disana, kaum Menshevik bertikai dengan Stalin soal perampokan tersebut dan menginginkan agar ia keluar dari PBSDR, namun ia tak menghiraukan mereka.[114] Di Baku, Stalin mengamankan dominasi Bolshevik atas cabang PBSDR lokal,[115] dan menyunting dua surat kabar Bolshevik, Bakinsky Proletary dan Gudok ("Peluit").[116] Pada Agustus 1907, ia menghadiri Kongres Ketujuh Internasional Kedua di Stuttgart, Jerman.[117] Pada November 1907, istrinya meninggal akibat tifus,[118] dan ia meninggalkan putranya dengan keluarga istrinya di Tiflis.[119] Di Baku, ia menghimpun kembali kelompoknya, Outfit,[120] yang masih menyerang Ratusan Hitam dan mengumpulkan uang dengan menjalankan jaminan perlindungan, memalsukan uang, dan melakukan perampokan.[121] Mereka juga menculik anak dari beberapa orang kaya dalam rangka meminta uang tebusan.[122] Pada awal 1908, ia datang ke kota Jenewa, Swiss untuk bertemu dengan Lenin dan Marxis Rusia terkenal Georgi Plekhanov, meskipun Plekhanov menjengkelkannya.[123]

Pada Maret 1908, Stalin ditangkap dan dibawa ke Penjara Bailov,[124] dimana ia memimpin para Bolshevik yang ditahan, menghimpun kelompok diskusi, dan memerintahkan pembunuhan para terduga pengadu.[125] Ia kemudian dihukum dua tahun pengasingan di desa Solvychegodsk, Provinsi Vologda, datang kesana pada Februari 1909.[126] Pada Juni, ia lari dari desa tersebut dan pergi ke Kotlas dengan menyamar menjadi wanita dan kemudian ke Saint Petersburg.[127] Pada Maret 1910, ia ditangkap lagi,[128] dan dikirim lagi ke Solvychegodsk.[129] Disana, ia menjalin hubungan dengan setidaknya dua wanita; nyonya tanahnya, Maria Kuzakova, kemudian melahirkan putra keduanya, Konstantin.[130] Pada Juni 1911, Stalin diberi ijin untuk pindah ke Vologda, dimana ia bermukim selama dua bulan,[131] menjalin hubungan dengan Pelageya Onufrieva.[132] Ia pergi ke Saint Petersburg,[133] dimana ia ditangkap pada September 1911,[134] dan dihukum tiga tahun pengasingan tambahan di Vologda.[134]

Menyunting Pravda dan Komite Pusat: 1912–1917[sunting | sunting sumber]

Stalin dalam foto tahanan tahun 1911 yang diambil oleh kepolisian rahasia Tsaris.

Komite Pusat Bolshevik pertama dipilih di Konferensi Praha, dimana Lenin dan Grigory Zinoviev mengundang Stalin untuk ikut serta.[135] Masih di Vologda, Stalin setuju, menjadi anggota Komite Pusat sepanjang masa hidupnya.[136] Lenin percaya bahwa Stalin akan berguna dalam membantu mengamankan dukungan untuk kaum Bolshevik dari kelompok etnis minoritas Kekaisaran tersebut.[136] Pada Februari 1912, Stalin lari ke Saint Petersburg,[137] ditugaskan mengubah surat kabar mingguan Bolshevik, Zvezda ("Bintang") menjadi harian, Pravda ("Kebenaran").[138] Surat kabar baru tersebut diluncurkan pada April 1912,[139] meskipun peran Stalin sebagai penyunting masih rahasia.[139] Pada Mei 1912, ia ditangkap lagi dan dipenjara di Penjara Shpalerhy, sebelum dihukum tiga tahun pengasingan di Siberia.[140] Pada Juli, ia datang ke desa Narym, Siberia,[141] dimana ia berbagi kamar dengan Bolshevik sejawatnya Yakov Sverdlov.[142] Setelah dua bulan, Stalin dan Sverdlov kabur ke Saint Petersburg.[143]

Pada periode singkat di Tiflis, Stalin dan Outfit merencanakan perebutan kantor pos, dimana sebagian besar kelompok tersebut—meskipun tidak dengan Stalin—ditangkapi oleh otoritas.[144] Stalin kembali ke Saint Petersburg, dimana ia melanjutkan penulisan dan penyuntingan artikel-artikel untuk Pravda.[145] Setelah pemilihan Duma Oktober 1912 memilih enam Bolshevik dan enam Menshevik, Stalin menulis artikel-artikel yang menyerukan rekonsiliasi antara dua faksi Marxis tersebut,[146] yang membuatnya dikritik oleh Lenin.[146] Pada akhir 1912, ia dua kali melintasi Kekaisaran Austria-Hongaria untuk mengunjungi Lenin di Kraków,[147] kemudian memanah perlawanan Lenin kepada reunifikasi dengan Menshevik.[148]

Kelompok Bolshevik pengasingan di Siberia, 1915. Salah satu diantara mereka adalah Stalin, Lev Kamenev dan Yakov Sverdlov.

Pada Januari 1913, Stalin datang ke Wina,[149] berfokus pada perhatiannya terhadap 'pertanyaan nasional' tentang cara Bolshevik memandang minoritas etnis dan nasional Kekaisaran Rusia.[150] Lenin ingin memasukkan kelompok tersebut ke sebab Bolshevik dengan menawarkan mereka hak khusus dari negara Rusia, namun di saat yang sama, ia mengharapkan agar mereka masih menjadi bagian dari Rusia yang diperintah oleh Bolshevik pada masa mendatang.[151] Stalin membuat artikel berjudul Marxisme dan Pertanyaan Nasional;[152] Lenin sangat senang dengan ini.[153] Menurut Montefiore, ini adalah "karya paling terkenal Stalin".[151] Artikel tersebut diterbitkan dengan pseudonim "K. Stalin",[153] sebuah nama yang ia pakai sejak 1912.[154] Nama ini datang dari kata bahasa Rusia untuk baja (stal),[155] dan diterjemahkan menjadi "Pria Baja".[156] Stalin memakai nama tersebut sepanjang masa hidupnya, karena ini dipakai pada artikel yang menghimpun reputasinya di kalangan Bolshevik.[157]

Pada Februari 1913, Stalin ditangkap saat kembali ke Saint Petersburg.[158] Ia dihukum empat tahun pengasingan di Turukhansk, sebuah bagian terpencil dari Siberia dimana pelarian sangat sulit.[159] Pada Agustus, ia datang ke desa Monastyrskoe, meskipun setelah empat pekan berpindah ke pinggiran Kostino.[160] Pada Maret 1914, menyoroti upaya pelarian potensial, otoritas memindahkan Stalin ke pinggiran Kureika di tepi Lingkar Arktik.[161] Di tempat tersebut, Stalin menjalin hubungan dengan Lidia Pereprygia, yang berusia tiga belas tahun pada waktu itu dan sehingga setahun di bawah usia dewasa yang sah di Tsaris Rusia.[162] Sekitar Desember 1914, Pereprygia melahirkan anak Stalin, meskipun meninggal saat bayi.[163] Ia melahirkan anak lainnya, Alexander, sekitar April 1917.[164] Di Kureika, Stalin tinggal berdekatan dengan pribumi Tunguses dan Ostyak,[165] dan menjalani sebagian besar waktunya dengan memancing.[166]

Revolusi Rusia: 1917[sunting | sunting sumber]

Saat Stalin berada di pengasingan, Rusia memasuki Perang Dunia Pertama, dan pada Oktober 1916, Stalin dan para Bolshevik lain yang berada di pengasingan ditugaskan ke Tentara Rusia, pergi ke Monastyrskoe.[167] Mereka datang ke Krasnoyarsk pada Februari 1917,[168] dimana pakar medis menyatakan bahwa ia kurang layak untuk penugasan militer karena masalah lengannya.[169] Stalin diwajibkan untuk bertugas selama empat bulan lebih di pengasingannya, dan ia berhasil meminta agar ia ditugaskan di dekat Achinsk.[169] Stalin berada di kota tersebut saat Revolusi Februari terjadi; kebangkitan pecah di Petrograd—saat Saint Petersburg telah berganti nama—dan Tsar Nicholas II mengundurkan diri, untuk digantikan oleh Pemerintahan Sementara.[170] Dalam rasa tersanjung, Stalin berjalan menuju Petrograd memakai kereta pada bulan Maret.[171] Disana, Stalin dan Bolshevik sejawatnya Lev Kamenev memegang kontrol Pravda,[172] dan Stalin diangkat menjadi perwakilan Bolshevik untuk Komite Eksekutif dari Petrograd Soviet, sebuah dewan berpengaruh dari kaum buruh di kota tersebut.[173] Pada April, Stalin meraih peringkat ketiga pada pemilihan Bolshevik untuk Komite Pusat partai tersebut; Lenin meraih peringkat pertama dan Zinoviev meraih peringkat kedua.[174] Ini merefleksikan pendirian seniornya dalam partai tersebut pada waktu itu.[175]

Pemerintahan tuan tanah dan kapitalis yang ada harus digantikan oleh pemerintahan baru, pemerintahan buruh dan petani.
Pemerintahan palsu yang ada tak dipilih oleh rakyat dan yang tak sejalan dengan rakyat harus diganti oleh pemerintahan yang diakui oleh rakyat, dipilih oleh para perwakilan buruh, prajurit dan petani dan sejalan dengan para perwakilan mereka.

—Editorial Stalin, Oktober 1917[176]

Stalin membantu menghimpun kebangkitan Hari-hari Juli, sebuah pengerahan bersenjata oleh para pendukung Bolshevik.[177] Setelah unjuk rasa bersenjata timbul, Pemerintahan Sementara melakukan penindakan terhadap Bolshevik, menyerbu Pravda.[27] Saat penyerbuan tersebut, Stalin menyeludupkan Lenin keluar dari kantor surat kabar tersebut dan mengambil alih keamanan pemimpin Bolshevik tersebut, memindahkannya di antara rumah-rumah pengamanan Petrograd sebelum menyeludupkannya ke Razliv.[178] Dalam ketiadaan Lenin, Stalin masih menyunting Pravda dan menjabat sebagai pelaksana jabatan pemimpin Bolshevik, menghimpun Kongres Keenam partai tersebut, yang diadakan diam-diam.[179] Lenin mulai menyerukan agar kaum Bolshevik untuk merebut kekuasaan dengan melengserkan Pemerintahan Sementara dalam sebuah kudeta. Stalin dan Bolshevik senior sejawatnya Leon Trotsky menyanjung rencana aksi Lenin, namun kemudian ditentang oleh Kamenev dan para anggota partai lainnya.[180] Lenin kembali ke Petrograd dan di sebuah pertemuan Komite Pusat pada 10 Oktober, ia meraih suara mayoritas dalam rangka sebuah kudeta.[181]

Pada 24 Oktober, kepolisian menyerbu kantor-kantor surat kabar Bolshevik, menghujam mesin dan pers; Stalin mengamankan beberapa peralatan tersebut dalam rangka melanjutkan kegiatannya.[182] Pada jam-jam awal 25 Oktober, Stalin bergabung dengan Lenin di sebuah pertemuan Komite Pusat di Institut Smolny, dimana kudeta Bolshevik—Revolusi Oktober—diarahkan.[183] Militia Bolshevik merebut stasiun pembangkit listrik Petrograd, kantor pos utama, bank negara, wartel, dan beberapa jembatan.[184] Sebuah kapal yang dikontrol Bolshevik, Aurora, menembak ke arah Istana Musim Dingin; para delegasi terhimpun dari Pemerintahan Sementara menyerah dan ditangkap oleh Bolshevik.[185] Meskipun ia telah ditugaskan dengan pernyataan para delegasi Bolshevik dari Kongres Kedua Soviet tentang keadaan yang berkembang,[186] peran Stalin dalam kudeta tersebut tak terlihat secara terbuka.[187] Trotsky dan para lawan Bolshevik lainnya dari Stalin memakai hal ini sebagai bukti bahwa perannya dalam kudeta tersebut bersifat insignifikan, meskipun beberapa sejarawan menyangkal hal ini.[188] Menurut sejarawan Oleg Khlevniuk, Stalin "mengisi sebuah peran penting [dalam Revolusi Oktober]... sebagai seorang Bolshevik senior, anggota Komite Pusat partai, dan penyunting surat kabar utamanya".[189]

Dalam pemerintahan Lenin[sunting | sunting sumber]

Mengkonsolidasikan kekuatan: 1917–1918[sunting | sunting sumber]

Pada 26 Oktober, Lenin membentuk pemerintahan baru, Dewan Komisar Rakyat ("Sovnarkom"),[190] yang ia pimpin sebagai Ketua.[191] Stalin menjadi salah satu Bolshevik yang membekingi keputusan Lenin untuk tidak membentuk sebuah koalisi dengan Menshevik dan Partai Sosialis Revolusioner, meskipun mereka membentuk pemerintahan koalisi dengan Revolusioner Sosialis Kiri.[192] Stalin kemudian menjadi bagian dari empat kelompok tak resmi yang memimpin pemerintahan, bersama dengan Lenin, Trotsky, dan Sverdlov; dari empat diantaranya, Sverdlov yang paling sering absen,[193] dan wafat pada Maret 1919.[194] Kantor Stalin berada di dekat kantor Lenin di Institut Smolny,[193] dan ia dan Trotsky adalah satu-satunya orang yang diijinkan untuk mengakses kajian Lenin tanpa perijinan.[195] Meskipun tak secara terbuka seterkenal Lenin atau Trotsky,[196] pengaruh Stalin di kalangan Bolshevik bertumbuh.[197] Ia sama-sama menandatangani dekrit Lenin dalam menutup surat-surat kabar yang berseberangan,[198] dan dengan Sverdlov mengetuai sesi-sesi komite yang merancang sebuah konstitusi untuk Republik Sosialis Federatif Soviet Rusia yang baru.[199] Ia sangat mendukung pembentukan layanan keamanan Cheka buatan Lenin dan kemudian Teror Merah yang diinisiasikan; menyatakan bahwa kekerasan negara menghimpun alat efektif untuk kekuatan kapitalis, ia meyakini bahwa ini akan menghimpun hal yang sama bagi pemerintahan Soviet.[200] Tak seperti para Bolshevik senior seperti Kamenev dan Nikolai Bukharin, Stalin tak pernah mengekspresikan perhatian tentang pertumbuhan cepat dan ekspansi Cheka dan Teror.[200]

Kremlin Moskwa, dimana Stalin berpindah pada 1918

Menghentikan penyuntingannya pada Pravda,[201] Stalin diangkat menjadi Komisar Rakyat untuk Kebangsaan.[202] Pada November, ia menandatangani Dekrit tentang Kebangsaan, yang mengatur hak khusus dan penentuan nasib sendiri terhadap kaum minoritas nasional dan etnis yang tinggal di Rusia.[193] Keperluan dari dekrit ini utamanya bersifat strategis, dirancang untuk mendapatkan dukungan dari etnis minoritas untuk sebab Bolshevik; Bolshevik berharap agar minoritas tak benar-benar akan menginginkan kemerdekaan.[203] Sebulan kemudian, ia pergi ke Helsinki untuk berbicara dengan Sosial-Demokrat Finlandia, yang ia janjikan kemerdekaan, yang kemudian diraih pada bulan Desember.[203] Departemennya mengalokasikan dana untuk pendirian pers dan sekolah dalam bahasa berbagai etnis minoritas.[204] Sosialis Revolusioner menuduh Stalin memakai perbincangan federalisme dan penentuan nasib sendiri nasional sebagai sebagai garis depan untuk kebijakan-kebijakan imperialis dan tersentralisasi Sovnarkom.[199]

Akibat Perang Dunia Pertama yang sedang berlangsung, dimana Rusia bertarung dengan Blok Sentral, pemerintahan Lenin berpindah dari Petrograd ke Moskwa pada Maret 1918.[205] Stalin membawa Nadezhda Alliluyeva dengannya sebagai sekretarisnya;[206] ia telah menjadi teman lama dari orangtuanya.[207] Pada beberapa titik, pasangan tersebut menikah, meskipun tanggal pasti dari perkawinan mereka tidak diketahui.[208] Lenin ingin menandatangani gencatan senjata dengan Blok Sentral tanpa mengorbankan wilayah, dan didukung oleh Stalin.[209] Stalin menganggapnya perlu karena ia tak yakin bahwa Eropa sendiri akan berada pada revolusi proletarian, sebuah pandangan yang berseberangan dengan Lenin.[210] Lenin kemudian mendorong para Bolshevik senior lain terhadap kebutuhan akan traktat perdamaian, yang menghasilkan penandatanganan Traktat Brest-Litovsk pada Maret 1918.[211] Traktat tersebut memberikan sebagian besar wilayah dan sumber daya kepada Blok Sentral dan memurkai beberapa orang di Rusia; Sosialis Revolusioner Kiri membubarkan pemerintahan koalisi atas masalah tersebut.[212]

Komando Militer: 1918–1921[sunting | sunting sumber]

Setelah Bolshevik meraih kekuasaan, tentara saya kiri dan kanan berpawai melawan mereka, menimbulkan Perang Saudara Rusia.[213] Untuk mengamankan akses ke suplai pangan, pada Mei 1918, Sovnarkom mengirim Stalin ke Tsaritsyn untuk menangani pengiriman pangan ke selatan Rusia.[214] Membuat dirinya sendiri menjadi komandan,[215] disana ia sempat mengkontrol operasi-operasi militer regional.[216] Ia berteman dengan dua figur militer, Kliment Voroshilov dan Semyon Budyonny, yang akan membentuk nukleus basis dukungan militer dan politiknya.[217] Menyadari bahwa kemenangan ditunjang oleh superioritas numerik, ia mengirim sejumlah besar pasukan Tentara Merah dalam pertempuran melawan tentara putih anti-Bolshevik di kawasan tersebut, menghasilkan kekalahan besar; Lenin menyorotinya dengan taktik berbiaya ini.[218] Di Tsaritsyn, Stalin mengeksekusi sejumlah terduga kontra-revolusioner, terkadang tanpa pengadilan,[219] dan—berseberangan dengan perintah pemerintah—menyerbu agensi-agensi pengumpulan pangan dan militer dari spesialis kelas menengah, beberapa orang diantaranya juga ia eksekusi.[220] Pemakaian kekerasan dan terornya melebihi kebanyakan pemimpin Bolshevik yang menyepakatinya.[221] Selain itu, ia memerintahkan beberapa desa untuk ikut dalam program perwujudan pangannya.[222]

Joseph Stalin, Lenin, dan Mikhail Kalinin bertemu pada 1919. Seluruh tiga orang tersebut adalah "Bolshevik Lama"—para anggota partai Bolshevik sebelum Revolusi Rusia 1917.

Pada Desember 1918, Stalin dikirim ke Perm untuk memimpin penyidikan soal cara pasukan Tentara Merah yang berbasis disana menangkis serangan dari pasukan putih pimpinan Alexander Kolchak.[223] Ia pulang ke Moskwa antara Januari dan Maret 1919,[224] sebelum ditempatkan ke Front Barat di Petrograd.[225] Saat Resimen Ketiga membangkang, ia memerintahkan para pembangkang yang ditangkap untuk ditembak secara terbuka.[224] Pada September, ia kembali ke Front Selatan.[224] Saat perang tersebut, ia memajukan kekhawatirannya kepada Komite Pusat, menyimpan keinginan, penentuan dan kehendak untuk mengambil alih tanggung jawab dalam keadaan konflik.[215] Pada masa yang sama, ia menolak perintah dan saat berulang kali ia mengancam untuk mengundurkan diri, Lenin terpaksa melakukan rekondisi kepadanya.[226] Pada November 1919, pemerintah menganugerahinya Ordo Spanduk Merah atas jasanya dalam perang tersebut.[227]

Perang saudara terjadi sampai akhir 1919, dengan hasil kemenangan Bolshevik.[228] Sovnarkom mengalihkan perhatiannya ke perebakan revolusi proletarian di luar negeri, dengan membentuk Komunis Internasional pada Maret 1919; Stalin hadir di acara pembukaannya.[229] Meskipun Stalin tak berbagi keyakinan Lenin bahwa proletariat Eropa berada pada kemungkinan revolusi, ia menyadari bahwa selama itu berdiri sendiri, Rusia Soviet masih bersemayam.[230] Pada Desember 1918, ia merancang dekrit-dekrit yang mengakui republik-republik Soviet yang diperintah Marxis di Estonia, Lithuania, dan Latvia,[231] namun, pemerintahan-pemerintahan Marxis tersebut telah dilengserkan dan negara-negara Baltik menjadi merdeka secara penuh dari Rusia, sebuah tindakan yang ia anggap sebagai tak sah.[232] Pada Februari 1920, Stalin diangkat menjadi kepala Inspektorat Buruh dan Petani;[233] pada bulan yang sama, ia juga ditransfer ke Front Kaukasia.[234]

Setelah pertikaian awal antara pasukan Polandia dan Rusia, Perang Polandia-Rusia pecah pada musim semi 1920.[230] Stalin pindah ke Ukraina, di Front Barat Daya.[235] Tentara Merah memaksa pasukan Polandia kembali ke Polandia.[236] Lenin meyakini bahwa proletariat Polandia akan membangkitkan dukungan Rusia melawan pemerintahan Polandia Józef Piłsudski. Stalin menentang hal tersebut; ia meyakini bahwa nasionalis akan membuat kelas buruh Polandia mendukung upaya perang pemerintah mereka. Ia juga meyakini bahwa Tentara Merah belum siap untuk mengadakan perang ofensif dan akan memberikan sebuah kesempatan bagi Tentara Putih untuk merebut kembali Krimea, secara potensial menimbulkan kembali perang saudara.[237] Stalin mengalah, setelah ia menerima keputusan Lenin dan mendukungnya.[234] Bersama Front Barat Daya, ia memutuskan untuk merebut Lwów; dalam berfokus pada tujuan ini, ia memerintahkan pasukannya untuk membantu pasukan Mikhail Tukhachevsky.[238] Pada Agustus, pasukan Polandia memukul mundur laju Rusia dan Stalin pulang ke Moskwa.[239] Sebuah traktat perdamaian antar dua negara tersebut ditandatangani, yang membuat Stalin mengecam Trotsky.[240] Stalin merasa ditarik dan kurang diapresiasi; ia murka atas bagaimana perang tersebut terjadi dan pada Setepmber, memutuskan lepas tugas dari militer, yang diberikan.[241] Di Konferensi Bolshevik ke-9, Stalin dituduh tak kompak dan tak cekatan saat perang dengan Polandia, dengan Trotsky menuduhnya membuat "kesalahan strategi".[242]

Tahun-tahun akhir Lenin: 1921–1923[sunting | sunting sumber]

Stalin meyakini bahwa setiap negara dan kelompok etnis harus memiliki hak ekspresi diri,[243] memfasilitasinya melalui "republik-republik otonom" di negara Rusia dimana etnis minoritas dapat memegang berbagai urusan regional.[244] Beberapa Komunis menuduhnya terlalu memegang nasionalisme "petit-burjois", sementara yang lainnya menuduhnya terlalu sentris Rusia dengan mengambil hati suku-suku bangsa tersebut dalam negara Rusia.[243] Kaukasus tempat asal Stalin menghadapi masalah karena percampuran multi-kebudayaannya yang tinggi.[245] Stalin menentang gagasan pemisahan republik otonom Georgia, Armenia, dan Azerbaijan, berpendapat bahwa itu akan tampak menekan beberapa minoritas dalam kawasan mereka; sebagai gantinya, ia menyerukan pembentukan Republik Soviet Federatif Sosialis Transkaukasia.[246] Partai Komunis Georgia menentang gagasan tersebut, menimbulkan Urusan Georgia.[247] Pada musim panas 1921, ia pulang ke selatan Kaukasus, dimana ia menyerukan para Komunis Georgia untuk menghindari nasionalisme Georgia chauvinistik yang ia yakini menyudutkan minoritas orang Abkhazia, orang Ossetia dan orang Adjaria.[248] Saat kunjungan ini, Stalin bertemu putranya Yakov, dan membawanya kembali ke Moskwa dengan mereka;[249] Nadya melahirkan putra Stalin yang lain, Vasily, pada Maret 1921.[249]

Setelah perang saudara, serangan buruh dan kebangkitan petani pecah di seluruh Rusia, sebagian besar menentang proyek penagihan pangan Sovnarkom; akibatnya, Lenin mengenalkan reformasi berorientasi pasar dengan sebutan Kebijakan Ekonomi Baru (KEB).[250] Terdapat juga ketegangan internal dalam Partai Komunis, saat Trotsky memimpin sebuah faksi yang menyerukan pembubaran serikat-serikat dagang; Lenin menentangnya dan Stalin membantunya untuk menggalang dukungan melawan posisi Trotsky.[251] Stalin juga sepakat untuk menaungi Departemen Agitasi dan Propaganda di Sekretariat Komite Pusat.[252] Di Kongres Partai ke-11 pada 1922, Lenin menominasikan Stalin sebagai Sekjen baru partai. Meskipun perhatian mengekspresikan bahwa pengadopsian jabatan baru ini di atas para anggota lainnya akan memperkuat lingkup kerjanya dan memberikannya kekuasaan yang lebih besar, Stalin diangkat pada jabatan tersebut.[253] Bagi Lenin, ini adalah kemajuan untuk memiliki salah satu sekutunya dalam sebuah jabatan yang krusial bagi pengutamaan kebijakan-kebijakannya.[254]

Pada Mei 1922, Lenin mengalami stroke masif dan mengalami lumpuh sebagian.[255] Dimukim di dacha Gorki miliknya, hubungan utama Lenin dengan Sovnarkom adalah melalui Stalin, yang giat berkunjung.[256] Lenin dua kali membujuk Stalin untuk memberikannya racun agar ia dapat bunuh diri, namun Stalin tak pernah melakukannya.[257] Disamping pengkomandanan ini, Lenin tak menyukai apa yang ia sebut perilaku "Asiatik" Stalin, dan berkata kepada saudarinya Maria bahwa Stalin "tidak cerdas".[258] Lenin dan Stalin beradu pendapat soal masalah perdagangan asing; Lenin meyakini bahwa negara Soviet harus memiliki monopoli atas perdagangan luar negeri, namun Stalin mendukung pandangan Grigori Sokolnikov bahwa hal ini tak dapat dipraktikkan pada saat itu.[259] Ketidaksepakatan lainnya datang atas Urusan Georgia, dengan Lenin membekingi keputusan Komite Pusat Georgia untuk Republik Soviet Georgia atas gagasan Stalin terhadap negara Transkaukasia tersebut.[260]

Mereka juga tak sepakat pada alam negara Soviet. Lenin menyerukan agar negara tersebut berganti nama menjadi "Uni Republik Soviet Eropa dan Asia", merefleksikan keinginannya untuk ekspansi di dua benua tersebut. Stalin meyakini bahwa ini akan mendorong sentimen kemerdekaan terhadap non-Rusia, sebagai gantinya berpendapat bahwa etnis minoritas akan diberi "republik otonom" di Republik Sosialis Federatif Soviet Rusia.[261] Lenin menuduh Stalin "chauvinisme Rusia Raya"; Stalin menuduh Lenin "liberalisme nasional".[262] Sebuah kesepakatan diraih, dimana negara tersebut akan dinamai "Uni Republik Sosialis Soviet" (USSR).[263] Pembentukan USSR diratifikasi pada Desember 1922; meskipun secara resmi bersistem federal, seluruh keputusan besar diambil oleh Politbiro di Moskwa.[264] Perbedaan mereka tak hanya berdasarkan pada kebijakan namun juga menjadi kepribadian; Lenin menjadi murka setelah Stalin memberitahukannya kepada istrinya Krupskaya saat berhubungan telepon.[265] Pada tahun-tahun terakhir kehidupannya, Lenin makin sering membuat catatan-catatan tentang Stalin yang menjadi perjanjiannya. Ia mengkritik perilaku dan kekuasaan Stalin, berpendapat bahwa Stalin seharusnya dicabut dari jabatan Sekjen.[266]

Kenaikan kekuasaan[sunting | sunting sumber]

Menggantikan Lenin: 1924–1927[sunting | sunting sumber]

Anastas Mikoyan, Stalin dan Sergo Ordzhonikidze di Tiflis (sekarang Tbilisi), pada 1925

Lenin meninggal pada Januari 1924.[267] Stalin menghadiri pemakamannya dan menjadi salah satu pengangkut jenazahnya; melawan keinginan janda Lenin, Politbiro membalsen jasadnya dan menempatkannya di sebuah mausoleum di Lapangan Merah Moskwa.[268] Ini terinkorporasi dalam kultus personalitas yang dicurahkan kepada Lenin, dengan Petrograd berganti nama menjadi "Leningrad" pada tahun tersebut.[269] Untuk mengangkat citranya sebagai Leninis yang tercurahkan, Stalin menghadirkan dirinya sendiri sebagai pakar teori, memberikan sembilan ceramah di Universitas Sverdlov tentang "Pendirian Leninisme"; ini kemudian diterbitkan sebagai ikhtisar dari gagasan-gagasan Lenin.[270] Di Kongres Partai ke-13, Perjanjian Lenin dibacakan kepada para figur senior. Terhina oleh isinya, Stalin menawarkan pengunduran dirinya dari jabatan Sekjen; tindakan humilitas ini menyelamatkannya dan ia masih menjabat dalam jabatan tersebut.[271] Dalam kehidupan pribadinya, ia membagi waktunya antara rumah susun Kremlinnya dan sebuah dacha yang ia tempatkan di Zubalova.[272] Istrinya melahirkan seorang putri, Svetlana, pada Februari 1926.[273]

Stalin memandang Trotsky sebagai rintangan utama untuk kenaikan dominasinya dalam Partai Komunis,[195] dan meskipun Lenin saat sakit telah melupakan aliansi anti-Trotsky dengan Kamenev dan Grigory Zinoviev.[274] Meskipun Zinoviev telah mengekspresikan perhatian terhadap pertumbuhan otoritas Stalin, ia berpawai di belakangnya di Kongres ke-13 sebagai orang yang berseberangan dengan Trotsky, yang sekarang memimpin faksi partai yang dikenal sebagai Oposisi Kiri.[275] Oposisi Kiri meyakini bahwa terlalu dini kapitalisme dihimpun dalam KEB; Stalin dianggap "sayap kanan" dalam partai tersebut karena dukungannya terhadap kebijakan tersebut.[276] Stalin menghimpun para pendukungnya dalam Komite Pusat,[277] sementara Oposisi Kiri secara bertahap dihapuskan dari jabatan berpengaruh mereka.[278] Ia didukung dalam hal ini oleh Bukharin, yang seperti yang Syalin yakini bahwa penerapan proporsal Oposisi Kiri akan menerjunkan Uni Soviet ke dalam ketidakstabilan.[279]

Leon Trotsky dan Stalin mengangkat peti Felix Dzerzhinsky pada 30 Juli 1926

Pada musim gugur 1924, Stalin juga melepas para pendukung Kamenev dan Zinoviev dari jabatan-jabatan penting.[279] Pada 1925, Kamenev dan Zinoviev pindah ke oposisi terbuka Stalin dan Bukharin.[280] Mereka menyerang satu sama lain di Kongres Partai ke-14, dimana Stalin mendukung Kamenev dan Zinoviev mengenalkan kembali faksionalisme—dan kemudian ketidakstabilan—dalam partai tersebut.[281] Pada musim panas 1926, Kamenev dan Zinoviev bergabung dengan para pengikut Trotsky untuk membentuk Oposisi Bersatu melawan Stalin;[282] pada bulan Oktober, mereka sepakat untuk menghentikan kegiatan faksional di bawah ancaman pengusiran, dan kemudian secara terbuka menarik pandangan mereka di bawah komando Stalin.[283] Adu pendapat faksionalis berlanjut, dengan Stalin diancam untuk mengundurkan diri pada Desember 1926 dan Desember 1927.[284] Pada Oktober 1927, Zinoviev dan Trotsky dikeluarkan dari Komite Pusat;[285] Trotsky diasingkan ke Kazakhstan dan kemudian dideportasi dari negara tersebut pada 1929.[286] Beberapa anggota Oposisi Bersatu yang berbalik kemudian direhabilitasi dan diijinkan untuk kembali ke pemerintahan.[287] Stalin menjadikan dirinya sendiri sebagai pemimpin tertinggi partai,[288] meskipun bukan kepala pemerintahan, sebuah tugas yang ia percayakan kepada sekutu penting Vyacheslav Molotov.[289] Para pendukung penting lainnya di Politbiro adalah Voroshilov, Lazar Kaganovich, dan Sergo Ordzhonikidze,[290] dengan Stalin mewujudkan agar para sekutunya menjalankan berbagai lembaga negara.[291]

Pada 1924, para nasionalis Georgia yang menuntut kemerdekaan meluncurkan Kebangkitan Agustus; ini dikejutkan oleh Tentara Merah.[292] Pada April 1925, Tsaritsyn berganti nama menjadi Stalingrad.[293] Pada 1926, Stalin menerbitkan Tentang Pertanyaan-pertanyaan Leninisme.[294] Ini dijadikan buku yang mengenalkan konsep "Sosialisme dalam Satu Negara", yang ia klaim merupakan sudut pandang Leninis ortodoks. Ini bukannya tak berbenturan dengan pandangan Bolshevik yang berdiri bahwa sosialisme tidak harus berdiri di satu negara namun baru dapat diraih secara global melalui proses revolusi dunia.[294] Pada 1927, terdapat beberapa adu pendapat dalam partai tersebut soal hubungan USSR dengan keadaan di Tiongkok. Stalin menyerukan Partai Komunis Tiongkok untuk mengaliansikan dirinya sendiri dengan nasionalis Kuomintang (KMT), memandang aliansi Komunis-Kuomintang sebagai jalan terbaik melawan ekspansionisme kekaisaran Jepang di Asia Timur.[295] Namun, KMT menanggapinya dengan mengadakan pembantaian Shanghai 1927 dimana para anggota Partai Komunis di Shanghai dibantai di tengah jalan melalui Ekspedisi Utara.[296]

Dekulakisasi, kolektivisasi, dan industrialisasi: 1927–1931[sunting | sunting sumber]

Kebijakan ekonomi[sunting | sunting sumber]

Kita berada di bawah negara-negara maju selama lima puluh sampai seratus tahun. Kita harus menutup ketimpangan ini dalam sepuluh tahun. Kita melakukannya atau kita hancur.
Ini adalah apa yang menjadi obligasi-obligasi kami sebelum para buruh dan petani USSR mendikte kita.

—Stalin, Februari 1931[297]

Pada paruh akhir 1920an, Uni Soviet masih berada di bawah kemajuan industrial negara-negara Barat,[298] dan pemerintah Stalin mengkhawatirkan serangan militer dari Jepang, Perancis, atau Britania Raya.[299] Beberapa Bolshevik, termasuk di Komsomol, OGPU, dan Tentara Merah murka terhadap KEB dan kesepakatan berorientasi pasarnya, menginginkan sebuah penekanan terhadap sosialisme.[300] Terdapat perhatian soal pertumbuhan sektor masyarakat—'kulak' dan Nepmen—yang meraih laba dari kebijakan tersebut dan menjadi lebih kaya ketimbang warga negara lainnya.[298] Terdapat juga penipisan suplai bahan pokok; tahun 1927 hanya memproduksi 70% bahan pokok yang diproduksi pada 1926.[301] Pada titik ini, Stalin berbalik melawan KEB, memegang pandangan yang lebih "kiri" dari Trotsky atau Zinoviev.[302]

Pada awal 1928, Stalin datang ke Novosibirsk, mengklaim bahwa para kulak merampas bahan-bahan pokok mereka. Ia memerintahkan agar para kulak ditangkap dan bahan pokok mereka dirampas, dengan Stalin mengirim sebagian besar bahan pokok di kawasan tersebut kembali ke Moskwa bersama dengannya pada bulan Februari.[303] Atas komandonya, skuat pengambilan bahn pokok dikerahkan di sepanjang Siberia Barat dan Pegunungan Ural, dengan pertikaian pecah antara skuat tersebut dan kaum petani.[304] Stalin mengumumkan bahwa baik kulak maupun "petani menengah" harus dilucuti dari pembebasan panen mereka.[305] Bukharin dan beberapa anggota Komite Pusat lainnya murka karena tidak dikonsultasikan soal ukurannya, yang mereka anggap mengaret.[306] Pada Januari 1930, Politbiro menyepakati sebuah ukuran untuk mencairkan keberadaan kulak sebagai sebuah kelas; mereka membariskan dan mengasingkan mereka ke tempat yang lain di wilayah mereka sendiri, ke bagian lain dari negara tersebut, atau ke kamp-kamp konsentrasi.[307] Sejumlah besar diantaranya tewas saat perjalanan.[308] Pada Juli 1930, lebih dari 320,000 rumah tangga terkena dampak kebijakan de-kulakisasi.[307]

Aleksei Grigorievich Stakhanov dengan seorang penambang sejawat; pemerintah Stalin menghimpun gerakan Stakhanovite untuk mendorong kerja keras. Ini sebagian besar bertanggung jawab atas kebangkitan substansial dalam produksi pada 1930an.[309]

Pada 1929, Politbiro mengumumkan kolektivisasi pertanian massal,[310] menghimpun kebun-kebun kolektif kolkhozy dan kebun-kebun negara sovkhoz.[311] Stalin menganggap bahwa para kulak akan dilarang ikut dalam kolektivitas tersebut.[312] Meskipun secara resmi sukarela, beberapa petani bergabung dengan kolektivitas tersebut karena mereka khawatir akan menghadapi nasib para kulak; yang lainnya bergabung karena intimedasi dan kekerasan dari para loyalis partai.[313] Pada 1932, sekitar 62% rumah tangga yang terlibat dalam pertanian adalah bagian dari kolektivitas, dan pada 1936, ini meningkat menjadi 90%.[314] Beberapa petani yang dikolektivitasisasi kehilangan kebun pribadi mereka,[315] dan produktivitas merosot.[316] Bencana kelaparan terjadi di beberapa wilayah,[317] dengan Politburo kemudian memerintahkan pengiriman pemulihan pangan darurat ke kawasan-kawasan tersebut.[318] Kebangkitan petani bersenjata melawan dekulakisasi dan kolektivisasi terjadi di Ukraina, utara Kaukasus, selatan Rusia, dan Asia Tengah, yang mencapai puncaknya pada Maret 1930; sehingga Tentara Merah diterjunkan.[319] Stalin menanggapi kebangkitan tersebut dengan sebuah artikel yang menyatakan bahwa kolektivisasi bersifat sukarela dan mengecam kekerasan dan tindakan tak menyenangkan lainnya dari para pejabat lokal.[320] Bukharin mengekspresikan perhatian terhadap kebijakan tersebut; ia menganggap mereka sebagai pengembalian kebijakan "komunisme perang" lama Lenin dan meyakini bahwa ini akan gagal. Namun, pada musim panas 1928, ia tak dapat mendorong dukungan dalam partai untuk menentang reformasi tersebut.[321] Pada November 1929, Stalin mengeluarkannya dari Politbiro.[322]

Secara resmi, Uni Soviet telah mengganti irasionalitas dan pembuang-buangan dari ekonomi pasar dengan ekonomi berencana yang dihimpun bersama dengan wadah saintifik, presise dan berjangka panjang; pada kenyataannya, ekonomi Soviet berbasis pada komandemen ad hoc yang dikeluarkan dari pusat, seringkali untuk membuat target-target jangka pendek.[323] Pada 1928, rencana lima tahun pertama diluncurkan, fokus utamanya adalah menggelembungkan industri berat;[324] ini terselesaikan setahun di atas jadwal, pada 1932.[325] USSR mengalami transformasi ekonomi masif.[326] Tambang-tambang baru dibuka, kota-kota baru seperti Magnitogorsk dibangun, dan pengerjaan Bendungan Laut Putih-Baltik dimulai.[326] Jutaan petani pindah ke kota dan menjadi proletariat, meskipun bangunan rumah desa tak terjaga dengan tuntutan tersebut.[326] Utang-utang besar dipenuhi sesambil membeli mesin buatan luar negeri.[327] Beberapa proyek pembangunan besar, termasuk Bendungan Laut Putih-Baltik dan Metro Moskwa, dibangun sebagian besar melalui buruh paksa.[328] Unsur-unsur terakhir dari kontrol para tenaga kerja atas industri dihapuskan, dengan para manajer pabrik meningkatkan otoritas mereka dan meraih hak dan pemegangan;[329] Stalin membela disparitas dengan menekankan argumen Marx bahwa ini dibutuhkan saat tahap-tahap rendah dari sosialisme.[330] Untuk mempromosikan intensifikasi buruh, serangkaian medali dan penghargaan serta gerakan Stakhanovite diperkenalkan.[309] Pesan Stalin adalah bahwa sosialisme dihimpun di USSR sementara kapitalisme menimbulkan Keruntuhan Wall Street 1929.[331] Pidato-pidato dan artikel-artikelnya merefleksikan pandangan utopianya terhadap Uni Soviet bangkit pada puncak pembangunan manusia tak berbanding, menciptakan "orang Soviet baru".[332]

Kebijakan budaya dan luar negeri[sunting | sunting sumber]

Foto yang diambil dari penghancuran Katedral Kristus sang Juruselamat pada tahun 1931 di Moskwa dalam rangka membuat jalan untuk Istana Soviet

Pada 1928, Stalin mendeklarasikan bahwa perang kelas antara proletariat dan musuh-musuh mereka akan diintensifikasikan saat sosialisme dikembangkan.[333] Ia memperingkatkan sebuah "bahaya dari sayap kanan", termasuk dalam Partai Komunis itu sendiri.[334] Pengadilan besar pertama di USSR adalah Pengadilan Shakhty tahun 1928, dimana beberapa "spesialis industrial" kelas menengah didakwa melakukan sabotase.[335] Dari 1929 sampai 1930, pengadilan lainnya diadakan terhadap oposisi intimidasi:[336] ini meliputi Pengadilan Partai Industrial, Pengadilan Menshevik, dan Pengadilan Metro-Vickers.[337] Menyadari bahwa mayoritas etnis Rusia mengetahui bahwa mereka diperintah oleh orang Georgia,[338] ia mempromosikan etnis Rusia di sepanjang hierarki negara tersebut dan membuat bahasa Rusia menjadi bahasa pengantar di seluruh sekolah dan kantor, disamping memakai bahasa-bahasa lokal di wilayah dengan mayoritas non-Rusia.[339] Sentimen nasionalis terhadap etnis minoritas ditekan.[340] Kebijakan-kebijakan sosial konservatif dipromosikan untuk mendorong disiplin sosial dan menggelembungkan pertumbuhan penduduk; ini meliputi fokus pada unit keluarga yang kuat dan keibuan, re-kriminalisasi homoseksualitas, pelarangan aborsi dan perceraian, dan peniadaan Zhenotdel.[341]

Stalin menginginkan "revolusi kebudayaan",[342] mengikat penciptaan budaya untuk "massa" dan penyingkiran yang lebih besar dari budaya elit yang ada pada masa sebelum.[343] Ia mendorong keuntungan dari sekolah-sekolah, surat-surat kabar, dan perpustakaan, serta kemajuan melek huruf dan melek angka.[344] "Realisme sosialis" dipromosikan di seluruh bidang seni rupa,[345] sementara ia secara pribadi menyingkirkan para penulis berpengaruh, yakni Maxim Gorky, Mikhail Sholokhov, dan Aleksey Nikolayevich Tolstoy.[346] Ia juga mengekspresikan perlindungan terhadap para ilmuwan yang penelitiannya diisi dengan penafsiran dari Marxisme; ia juga mendorong riset agrobiologis Trofim Lysenko meskipun pada kenyataannya ini disangkal oleh kebanyakan badan saintifiknya sebagai ilmu semu.[347] Kampanye anti-agama pemerintah direintensifikasi,[348] dengan meningkatkan pendanaan yang diberikan kepada Liga Ateis Militan.[340] Rohaniwan Kristen, Muslim, Yahudi, dan Buddhis menghadapi penindasan.[336] Beberapa bangunan keagamaan dihancurkan, terutama Katedral Kristus sang Juruselamat di Moskwa yang dihancurkan pada 1931 untuk membuat jalan untuk Istana Soviet (yang tak pernah rampung).[349] Agama masih memiliki pengaruh pada sebagian besar penduduk; dalam sensus 1937, 57% responden diidentifikasikan beragama.[350]

Sepanjang 1920an dan seterusnya, Stalion menempatkan prioritas tinggi atas kebijakan luar negeri.[351] Ia secara pribadi bertemu dengan sejumlah pengunjung Barat, termasuk George Bernard Shaw dan H. G. Wells, yang sama-sama menyanjungnya.[352] Melalui Komunis Internasional, pemerintahan Stalin memberikan pengaruh yang kuat atas partai-partai Marxis di belahan dunia lainnya;[287] pada awalnya, Stalin meninggalkan penjalanan organisasi tersebut sebagian besar kepada Bukharin.[353] Di Kongres ke-6nya pada Juli 1928, Stalin memberitahukan para delegasi bahwa ancaman utama sosialisme tak datang dari sayap kanan namun dari para sosialis dan sosial demokrat non-Marxis, yang ia sebut "fasis sosial";[354] Stalin menyadari bahwa kaum sosial demokrat adalah pesaing utama Marxis-Leninis untuk dukungan kelas tenaga kerja di beberapa negara.[355] Pra-pendudukan dengan sayap kiri pesaing yang melawan diperhatikan Bukharin, yang sangat mengkhawatirkan pertumbuhan fasisme dan sayap kanan jauh di belahan Eropa.[353] Setelah kepergian Bukharin, Stalin menempatkan Komunis Internasional di bawah pemerintahan Dmitry Manuilsky dan Osip Piatnitsky.[287]

Stalin menghadapi masalah dalam kehidupan keluarganya. Pada 1929, putranya Yakov gagal melakukan bunuh diri; kegagalannya mendapatkan perhatian Stalin.[356] Hubungannya dengan Nadya juga merenggang akibat adu pendapat mereka dan masalah kesehatan mentalnya.[356] Pada November 1932, setelah makan malam bersama di Kremlin dimana Stalin berdekatan dengan wanita lainnya, Nadya menembak dirinya sendiri.[357] Secara publik, Nadya diklaim meninggal akibat appendicitis; Stalin juga menutup-nutupi soal sebab kematian sebenarnya dari anak-anaknya.[358] Teman-teman Stalin menyatakan bahwa ia mengalami perubahan signifikan setelah istrinya bunuh diri, menjadikannya makin emosional.[359]

Bencana kelaparan dan Teror Besar: 1932–1939[sunting | sunting sumber]

Bencana kelaparan di Ukraina[sunting | sunting sumber]

Di Uni Soviet, terdapat ketegangan sipil melawan pemerintahan Stalin.[360] Ketegangan sosial, yang sebelumnya sebagian besar terbatas di pinggiran negara, merambah ke wilayah kota, membuat Stalin memudahkan beberapa kebijakan ekonominya pada 1932.[361] Pada Mei1932, ia mengenalkan sistem pasar kolkhoz dimana kaum petani dapat memperdagangkan surplus yang mereka produksi.[361] Pada waktu yang sama, sanksi-sanksi akhir menjadi makin berat; dalam sorotan Stalin, pada Agustus 1932, sebuah ukuran memperkenalkan pengartian bahwa pencuri yang bahkan mengambil bahan pokok dapat menjadi sebuah serangan kapital.[362] Rencana lima tahun kemudian memiliki kuota produksi yang kurang dari tahun pertama, dengan tujuan utama sekarang menunjang kondisi hidup.[361] Sehingga, ini mendorong perluasan lingkup perumahan dan produksi barang-barang konsumen.[361] Seperti pendahulunya, Rencana ini berulang kali diamandemenkan untuk menemui perubahan situasi; selain itu, terdapat peningkatan tujuan yang ditempatkan pada produksi senjata setelah Adolf Hitler menjadi Kanselir Jerman pada 1933.[363]

Bencana kelaparan di USSR, 1933. Wilayah yang terkena bencana kelaparan paling parah ditandai dengan warna hitam

Sehingga, kebijakan-kebijakan tersebut gagal menghentikan bencana kelaparan yang berpuncak pada musim dingin 1932–33.[364] Antara lima dan tujuh juta orang meninggal;[365] beberapa orang selamat dengan memakan orang-orang mati untuk bertahan hidup.[366] Keburukan terjadi di Ukraina dan Kaukasus Utara, meskipun bencana kelaparan tersebut berdampak pada Kazakhstan dan beberapa provinsi Rusia.[366] Panen tahun 1932 mengalami penurunan,[365] dan disusul dengan produktivitas menurun selama beberapa tahun yang menghasilkan penurunan pengeluaran bertahap.[365] Stalin menuduh bencana kelaparan tersebut berunsur kesengajaan dan merundungkan kaum petani.[367] Menurut sejarawan Inggris Alan Bullock, "total tanaman bahan Soviet tak lebih buruk ketimbang tahun 1931 ... ini bukanlah kegagalan tanam namun tuntutan berlebihan dari negara, yang memaksa pembiayaan hidup sekitar lima juta petani Ukraina." Stalin menolak mengeluarkan cadangan bahan pokok besar yang dapat menuntaskan bencana kelaparan tersebut, sementara tetap mengekspor bahan pokok, dan ia sangat memaksa hukum anti-pencurian drakonian baru pada kebun kolektif.[368][369] Para sejarawan lainnya memandang bahwa sebagian besar hasil panen tak semestinya dari tahun 1931 dan 1932 yang disebabkan oleh berbagai bencana alam yang diakibatkan dalam bencana kelaparan, dengan panen sukses tahun 1933 mengakhiri bencana kelaparan tersebut.[370] Bencana kelaparan Ukraina terkadang disebut sebagai Genosida Ukraina, karena dianggap didalangi oleh pemerintah Soviet, yang secara khusus mentargetkan rakyat Ukraina dalam rangka menghancurkan bangsa Ukraina atas alasan politik dan entitas sosial.[371][372] Keberadaan bencana kelaparan tersebut disanggah para pengamat asing.[373]

Stalinisme[sunting | sunting sumber]

Pada 1935–36, Stalin mendorong pemberlakuan konstitusi baru.[374] Ini mencantumkan berbagai fitur pembebasan, termasuk pengenalan pemungutan suara rahasia saat pemilihan.[375] Mengenalkan konstitusi ini, ia mendeklarasikan bahwa "sosialisme, yang merupakan fase pertama komunisme, pada dasarnya telah dicapai di negara ini".[374] Pada 1938, Sejarah Partai Komunis Uni Soviet (Bolshevik), yang lebih dikenal sebagai Kursus Pendek, dirilis;[376] Conquest kemudian menyebutnya sebagai "teks utama Stalinisme".[377] Sejumlah biografi Stalin terotorisasi juga diterbitkan,[378] meskipun Stalin pada umumnya ingin digambarkan sebagai perwujudan dari Partai Komunis ketimbang cerita hidupnya dieksplorasi.[379] Pada 1930an, Stalin membatasi pemujaan pribadi yang berkembang terhadapnya,[379] dan menganggapnya sebagai penghinaan terhadap dirinya sendiri, disamping menjadikannya humor yang ditujukan kepada diri sendiri.[380] Ini diyakini untuk alasan-alasan pragmatis, mengakui bahwa penampilan sederhana akan menjadikannya lebih sepadan.[381] Pada 1938, lingkar dalam Stalin meraih tingkat stabilitas, berisi orang-orang yang bertahan disana sampai Stalin wafat.[382]

Urusan luar negeri[sunting | sunting sumber]

Dalam rangka menunjang hubungan internasional, pada 1934 Uni Soviet memegang keanggotaan di Liga Bangsa-Bangsa, dimana negara tersebut dikecualikan pada masa sebelumnya.[383] Stalin mengadakan komunikasi konfidensial dengan Hitler pada Oktober 1933, tak lama setelah Hilter berkuasa di Jerman.[384] Stalin menasehati Hitler, terutama manuver Hitler untuk menyingkirkan para pesaing dalam Partai Nazi pada Malam Pisau-Pisau Panjang.[385] Meskipun demikian, ia menyadari ancaman yang dihimpun oleh fasisme dan berniat untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan kalangan demokrat liberal dari Eropa Barat;[386] pada Mei 1935, Soviet menandatangani traktat bantuan saling menguntungkan dengan Perancis dan Cekoslowakia.[387] Di Kongres ke-7 Komunis Internasional, yang diadakan pada Juli-Agustus 1935, pemerintah Soviet mendorong kaum Marxis-Leninis untuk bersatu dengan kaum sayap kiri lainnya sebagai bagian dari front populer melawan fasisme.[388] Sebaliknya, pemerintahan anti-komunis Jerman Fasis Italia dan Jepang menandatangani Pakta Anti-Comintern pada tahun 1936.[389] Saat Perang Saudara Spanyol pecah pada tahun yang sama, Soviet mengirim 648 perawat dan 407 tank ke faksi Republikan sayap kiri; ini disertai dengan 3000 pasukan Soviet dan 42,000 anggota Brigade Internasional yang dihimpin oleh Komunis Internasional.[390] Stalin memegang keterlibatan pribadi yang kuat dalam situasi Spanyol tersebut.[391] Jerman dan Italia membekingi faksi Nasionalis. yang meraih kemenangan mutlak pada Maret 1939.[392] Stalin juga memberi bantuan kepada Tiongkok setelah Perang Tiongkok-Jepang Kedua pecah pada Juli 1937, KMT dan Komunis membentuk Front Persatuan yang diinginkan Stalin.[393]

Teror Besar[sunting | sunting sumber]

Stalin di bangunan Bendungan Moskwa-Volga. Ini dibangun dari 1932 sampai 1937 oleh para tahanan Gulag.

Terkait penekanan negara, Stalin sering memberika isyarat yang berseberangan.[394] Pada Mei 1933, ia memerintahkan pembebasan beberapa penjabat yang didakwa atas kejahatan kecil dari penjara yang penuh sesak dan memerintahkan petugas keamanan agar tidak melakukan penangkapan dan deportasi massal secara berlebihan.[395] Pada September 1934, ia memerintahkan Politbiro mendirikan sebuah komisi untuk menyelidiki penahanan palsu; namun, pada bulan yang sama, ia menyerukan eksekusi para tenaga kerja di Pabrik Metalurgi Stalin atas tuduhan menjadi mata-mata Jepang.[394] Ini mulai berubah pada Desember 1934, saat anggota partai berpengaruh Sergey Kirov dibunuh.[396] Setelah pembunuhan Kirov, Stalin menjadi makin atentif terhadap kemungkinan pembunuhan dan kemudian menunjang keamanan pribadinya sendiri, termasuk penjagaan besar sepanjang waktu dan jarang ke tempat umum.[397]

Pembunuhan tersebut disusul oleh intensifikasi penekanan negara;[398] Stalin mengeluarkan sebuah dekrit yang menghimpun NKVD troika yang memberikan aturan tanpa melibatkan pemerintahan.[399] Seperti halnya kebijakan de-kulakisasi yang telah menimbulkan pasukan anti-pemerintah di wilayah pedesaan, Stalin melakukan hal yang sama di kota-kota. Pada 1935, NKVD diperintahkan untuk mengusir para terduga kontra-revolusioner, terutama orang-orang yang telah menjadi aristokrat, tuan tanah, atau pengusaha sebelum Revolusi Oktober.[363] Pada bulan-bulan awal 1935, lebih dari 11,000 orang diusir dari Leningrad, untuk ditempatkan di wilayah pedesaan terisolasi.[363] Pada 1936, Nikolai Yezhov menjadi kepala NKVD dan menaungi intensifikasinya.[400] Stalin menginstigasikan intensifikasi penekanan ini, yang berakar dalam dasar psikologinya sendiri dan logika dari sistem yang ia buat, suatu hal yang diprioritaskan di atas pengkondisian lainnya.[401]

Dalam gambar terkenal, Nikolai Yezhov tampil dengan Voroshilov, Molotov, dan Stalin saat sedang memeriksa Bendungan Laut Putih. Gambar tersebut kemudian menghapus Yezhov secara keseluruhan.

Stalin mengadakan penangkapan beberapa bekas lawan dalam Partai Komunis: mengecam para pedagang bekingan Barat, beberapa ditahan atau diasingkan secara internal.[402] Pengadilan Moskwa pertama diadakan pada Agustus 1936; Kamenev dan Zinoviev adalah beberapa orang yang didakwa merencanakan pembunuha, dinyatakan bersalah dalam pengadilan, dan dieksekusi.[403] Pengadilan Acara Moskwa kedua diadakan pada Januari 1937,[404] dan ketiga pada Maret 1938, dimana Bukharin dan Rykov dituduh atas keterlibatan dalam tuduhan rencana teroris Trotskyite-Zinovievite dan dihukum mati.[405] Pada akhir 1937, seluruh sisa kepemimpinan kolektif datang dari Politbiro, yang dikontrol secara bulat oleh Stalin.[406] Terdapat pengusiran massal dari partai tersebut,[407] dengan Stalin mengkomandoi partai-partai komunis luar negeri agar juga membersihkan unsur-unsur anti-Stalinis.[408] Pada 1930an dan 1940an, kelompok NKVD membunuh para pembangkang dan lawan di luar negeri;[409][410] pada Agustus 1940, Trotsky dibunuh di Meksiko, mengeliminasi lawan terakhir Stalin di kalangan bekas kepemimpinan Partai.[411] Pada bulan Mei, ini disusul oleh penangkapan sebagian besar anggota Komando Tertinggi militer dan penangkapan massal di seluruh militer, seringkali pada perubahan terfabrikasi.[412] Pembersihan tersebut mengganti sebagian besar penjaga lama partai dengan para pejabat yang lebih muda yang tidak mengingat masa sebelum kepemimpinan Stalin dan yang dianggap lebih setia dengannya.[413] Fungsioner-fungsioner partai menyiapkan komando mereka dan mengingratiasi diri mereka sendiri dengan Stalin agar terhindar menjadi korban pembersihan.[414]

Penekanan lanjutan dintensifikasikan pada Desember 1936 dan masih bertingkat tinggi sampai November 1938, sebuah periode yang dikenal sebagai Pembersihan Besar-Besaran.[401] Pada paruh akhir 1937, pembersihan tersebut bergerak keluar partai dan berdampak pada sebagian besar penduduk.[415] Pada Juli 1937, Politbiro memerintahkan pembersihan "unsur-unsur anti-Soviet" dalam masyarakat, yang berdampak pada kaum Bolshevik yang menentang Stalin, mantan Menshevik, dan Sosialis Revolusioner, pendeta, bekas prajurit dalam Tentara Putih, dan penjahat umum .[416] Pada bulan tersebut, Stalin dan Yezhov menandatangani Perintah No. 00447, mendaftarkan 268,950 orang untuk ditangkap, 75,950 orang diantaranya dieksekusi.[417] Ia juga menginisiasikan "operasi-operasi nasional", pembersihan etnis terhadap kelompok etnis non-Soviet—beberapa diantaranya adalah orang Polandia, Jerman, Latvia, Finlandia, Yunani, Korea, dan Tionghoa—melalui pengasingan internal atau eksternal.[418] Pada tahun0tahun tersebut, sekitar 1.6 juta orang ditangkap.[419] 700,000 orang ditembak, dan sejumlah korban tewas yang tidak diketahui jumlahnya berada di bawah penyiksaan NKVD.[419][420]

Stalin menginisiasikan seluruh keputusan penting pada masa Teror tersebut, secara pribadi mengarahkan beberapa operasinya dan memegang kepentingan dalam detail-detail implementasi mereka.[421] Motif-motifnya diperdebatkan di kalangan sejarawan.[419] Tulisan-tulisan pribadinya dari masa itu adalah—menurut Khlevniuk—"inkoheren dan terkonvolusi secara tak lazim" diisi dengan klaim-klaim tentang persekongkolan dan musuh-musuh yang mengelilinginya.[422] Ia sangat menyoroti kesuksesan pasukan sayap kanan yang telah melengserkan pemerintahan sayap kiri Spanyol,[423] yang menjadikannya khawatir terhadap unsur-unsur anti-Stalinis domestik yang akan menjadi kolom kelima dalam peristiwa perang mendatang dengan Jepang dan Jerman.[424] Teror Besar tersebut berakhir saat Yezhov dilepaskan dari jabatan kepala NKVD, untuk digantikan oleh Lavrentiy Beria.[425] Yezhov ditangkap pada April 1939 dan dieksekusi pada 1940.[426] Teror tersebut telah merusak reputasi Uni Soviet di luar negeri, terutama di kalangan sayap kiri yang sebelumnya menjadi simpatisan,[427] dan sebagai Teror yang menyayat, sehingga Stalin menghindarkan pertanggungjawaban dari dirinya sendiri.[428] Ia kemudian mengklaim bahwa "kesalahan" dan "pelanggaran hukum" Teror tersebut adalah salah Yezhov.[429]

Perang Dunia II[sunting | sunting sumber]

Pakta dengan Hitler: 1939–1941[sunting | sunting sumber]

Sebagai seorang Marxist–Leninis, Stalin menyanjung Perang Dunia Kedua antar kekuatan-kekuatan kapitalis; saat Jerman Nazi menganeksasi Austria dan kemudian bagian dari Cekoslowakia pada 1938, Stalin mengakui bahwa perang tersebut melebar. Ia menyatakan bahwa Soviet bersikap netral dalam konflik tersebut, berharap agar perang Jerman melawan Perancis dan Inggris akan meninggalkan Soviet menjadi pasukan dominan di Eropa.[430] Dalam militer, Soviet juga menghadapi ancaman dari timur, dengan pasukan Soviet bertikai dengan ekspansionis Jepang pada paruh akhir 1930an.[431] Stalin mengadakan penghimpunan militer, dengan Tentara Merah digandakan antara Januari 1939 dan Juni 1941, meskipun pada kenyataannya sejumlah perwira yang ditambah kurang terlatih.[432]

Stalin menyambut menteri luar negeri Jerman Joachim von Ribbentrop di Kremlin, 1939

Saat Inggris dan Perancis nampak tak mengkehendaki niat untuk beraliansi dengan Uni Soviet, Stalin melihat kesepakatan bagus dengan Jerman.[433] Pada Mei 1939, Jerman memulai negosiasi dengan Soviet, memproporsalkan agar Eropa Timur terbagi antara dua kekuatan tersebut.[434] Stalin memandang ini sebagai kesempatan untuk perluasan wilayah dan perdamaian temporer dengan Jerman.[435] Pada Agustus 1939, Uni Soviet menandatangani pakta non-aggresi dengan Jerman, yang dinegosiasikan oleh menteri luar negeri Soviet Vyacheslav Molotov dan menteri luar negeri Jerman Joachim von Ribbentrop.[436] Sepekan kemudian, Jerman menginvasi Polandia, membuat Inggris dan Perancis mendeklarasikan perang terhadapnya.[437] Pada 17 September, Tentara Merah memasuki timur Polandia, secara resmi merestorasikan sejumlah keruntuhan negara Polandia; eksplanasi tersebut juga dirancang agar tak memurkai Inggris dan Perancis.[438]

Stalin menyarankan pertukaran wilayah dengan Jerman, memberikan mereka wilayah dominasi Polandia di Provinsi Lublin dan bagian dari Provinsi Warsawa, dan sebagai balasannya diberi Lithuania; Stalin menginginkan reintegrasi tiga negara Baltik ke Uni Soviet. Ini disepakati pada 28 September.[439] Sebuah Traktat Frontier Jerman–Soviet ditandatangani tak lama setelahnya, dalam naungan Stalin.[440] Dua negara tersebut masih berdagang, di bawah blokade Inggris di Jerman.[441]

Tentara Merah memasuki negara-negara Baltik, yang dipaksa bergabung dengan Uni Soviet pada bulan Agustus.[442] Soviet juga mengklaim Finlandia, namun pemerintah Finlandia menolak tuntutan mereka. Soviet menginvasi Finlandia pada November; meskipun kalah jumlah, Finlandia bertahan dari Tentara Merah.[443] Opini internasional membekingi Finlandia, dengan Soviet dikeluarkan dari Liga Bangsa-Bangsa.[444] Diwarnai oleh ketidakmampuan mereka untuk mengalahkan Finlandia, Soviet menandatangani traktat perdamaian sementara, dimana mereka meraih konkesi teritorial dari Finlandia.[445] Pada Juni 1940, Bessarabiadan utara Bukovina—bagian-bagian Romania—juga dianeksasi ke Uni Soviet.[446] Otoritas Soviet mendorong pengerahan ke wilayah-wilayah Eropa Timur yang baru.[447] Salah satu peristiwa terkenalnya adalah pembantaian Katyn pada April dan Mei 1940, dimana sekitar 22,000 anggota pasukan bersenajta, polisi dan intelijensia Polandia dieksekusi.[448]

Kesepatan kemenangan Jerman dan pendudukan Perancis pada musim panas 1940 membuat Stalin terkejut.[449] Ia makin berfokus pada penghadapan dengan Jerman untuk menunda konflik apapun dengan mereka.[450] Setelah Pakta Tripartit yang ditandatangani oleh Blok Poros Jerman, Jepang dan Italia, pada Oktober 1940, Stalin bersepakat dengan Jerman dengan menyatakan bahwa negara tersebut juga beraliansi dengan Blok Poros.[451] Untuk mendemonstrasikan tujuan damai terhadap Jerman, pada April 1941, Soviet menandatangani sebuah pakta netralitas dengan Jepang.[452] Pada 6 Mei, Stalin menggantikan Molotov pada jabatan Perdana Menteri Uni Soviet. Meskipun menjadi kepala pemerintahan de facto selama satu setengah dekade, Stalin menyatakan bahwa hubungan dengan Jerman membuatnya juga perlu menjadi kepala pemerintahan de jure.[453]

Invasi Jerman: 1941–1942[sunting | sunting sumber]

Dengan seluruh pria di garis depan, wanita Moskwa merangkaki parit-parit anti-tank di sekitaran Moskwa pada 1941

Pada Juni 1941, Jerman menginvasi Uni Soviet, menginisiasikan perang terhadap Front Timur.[454] Meskipun sebelumnya diperingatkan, Stalin menjadi terkejut.[455] Ia menghimpun sebuah Komando Tertinggi militer (Stavka),[456] serta Komite Pertahanan Negara, yang ia kepalai sebagai Komandan Tertinggi.[457] Taktik Jerman blitzkrieg awalnya sangat efektif; angkatan udara Soviet di perbatasan darat barat dihancurkan dalam dua hari.[458] Wehrmacht Jerman bergerak ke teritorial Soviet;[459] kemudian, Ukraina, Belarusia, dan negara-negara Baltik menjadi berada di bawah pendudukan Jerman.[460] Para pengungsi Soviet membanjiri Moskwa dan Leningrad untuk lari dari Wehrmacht,[461] meskipun terdapat warga Soviet lainnya—yakni orang-orang yang beretnis Rusia dan Yahudi—yang menyambut Tentara Jerman sebagai pembebas; mereka kemudian menyadari bahwa Nazi menganggap mereka sebagai Untermensch, hanya dimanfaatkan untuk eksploitasi ekonomi.[460] Pada Juli, Luftwaffe mengebom Moskwa,[460] dan pada Oktober, Wehrmacht mengadakan serangan penuh ke ibukota tersebut.[462] Rencana-rencana dibuat bagi pemerintah Soviet untuk melakukan evakuasi ke Kuibyshev, meskipun Stalin memutuskan untuk tetap di Moskwa, meyakini bahwa pelariannya akan merusak moral pasukan.[463] Laju Jerman ke Moskwa dihalangi oleh kedatangan musim dingin.[464]

Melawan nasehat para jenderalnya, Stalin melakukan serangan untuk pertahanan.[465] Pada Juni 1941, ia memerintahkan kebijakan bumi hangus dengan menghancurkan infrastruktur dan suplai pangan sebelum pasukan Jerman merebutnya,[466] selain juga memerintahkan NKVD untuk membunuh sekitar 100,000 tahanan politik di wilayah Wehrmacht.[467] Ia merombak komando militer; beberapa figur berpangkat tinggi dilepas atau ditempatkan ulang namun beberapa ditangkap dan dieksekusi.[468] Dengan Perintah No. 270, Stalin mengkomandoi penangkapan para prajurit yang berniat bunuh diri atau lari dari kematian, dan bahwa orang-orang yang diperbolehkan untuk diangkap adalah pengkhianat;[469] salah satu orang yang djadikan tahanan perang oleh Jerman adalah putra Stalin, Yakov, yang meninggal saat ditahan.[470] Stalin mengeluarkan Perintah No. 227 pada Juli 1942, yang mengarahkan bahwa orang-orang yang beretret akan ditempatkan dalam "batalion-batalion penal" yang dipakai sebagai pengerah meriam di garis depan.[471] Saat pertempuran, pasukan Jerman Soviet sama-sama melucuti hukum perang yang ditentukan dalam Konvensi Jenewa;[472] pasukan Soviet sangat mempublikasikan pembantaian-pembantaian Nazi terhadap kaum komunis, Yahudi dan orang Romani.[473]

Pusat Stalingrad setelah pembebasan, 2 Februari 1943.

Pasukan Soviet bersekutu dengan Britania Raya dan Amerika Serikat;[474] meskipun AS bergabung dalam perang tersebut melawan Jerman pada 1941, Soviet hanya meraih sedikit bantuan langsung sampai akhir 1942.[472] Menanggapi invasi tersebut, pasukan Sovit mengintensifikasikan wirausaha-wirausaha industrial mereka di tengah Rusia, yang hampir secara keseluruhan berfokus pada produksi untuk militer.[475] Mereka meraih tingkat produktivitas industrial yang tinggi, melampaui Jerman.[473] Saat perang, Stalin lebih toleran dengan Gereja Ortodoks Rusia, mengijinkannya untuk melanjutkan beberapa kegiatannya dan bertemu dengan Patriark Sergius pada September 1943.[476] Ia juga mengijinkan serangkaian besar ekspresi kebudayaan, terutama mengijinkan para penulis dan artis yang sebelumnya ditekan seperti Anna Akhmatova dan Dmitri Shostakovich untuk meluncurkan karya mereka secara lebih luas.[477] The Internationale diturunkan dari status lagu kebangsaan negara tersebut, dan digantikan dengan sebuah lagu yang lebih bernuansa kepahlawanan.[478] Terdapat peningkatan kritikan kosmopolitanisme, terutama gagasan "kosmopolitanisme tak berakar", sebuah pandangan yang yang pegang Yahudi Soviet[479] Comintern dibubarkan pada 1943,[480] dan Stalin mendorong partai-partai Marxis–Leninis luar negeri untuk memegang nasionalisme atas internasionalisme untuk membesarkan banding domestik mereka.[481] Pemerintah Soviet juga mulai meningkatkan promosi sentimen Pan-Slavis.[481] Stalin mengeksploitasi anti-Semitisme Nazi, dan pada April 1942, ia mensponsori Komite Anti-Fasis Yahudi untuk mengumpulkan dukungan Yahudi dan luar negeri untuk upaya perang Soviet.[482]

Pada April 1942, Stalin memerintahkan Stavka untuk mengadakan serangan balasan serius pertama Soviet, sebuah upaya untuk merebut Kharkov yang dikuasai Jerman di timur Ukraina. Serangan tersebut meraih kegagalan.[483] Pada tahun tersebut, Hitler mengalihkan tujuan utamanya dari sebuah kemenangan di wilayah Timur, ke tujuan berjangka lebih penjang mengamankan selatan Uni Soviet untuk merebut ladang-ladang minyak yang penting untuk upaya perang Jerman jangka panjang.[484] Saat para jenderal Tentara Merah menemukan bukti bahwa Hitler akan beralih ke selatan, Stalin menganggap ini menjadi sebuah kesempatan untuk merebut kembali Moskwa.[485] Pada Juni 1942, Tentara Jerman menyerang Stalingrad; Stalin memerintahkan Tentara Merah untuk merebut kota tersebut dengan seluruh tenaga yang ada.[486] Ini menimbulkan Pertempuran Stalingrad.[487] Pada Desember 1942, ia menempatkan Konstantin Rokossovski untuk menangani kota tersebut.[488] Pada Februari 1943, pasukan Jerman yang menyerang Stalingrad menyerah.[489] Kemenangan Soviet menandai titik balik besar dalam perang tersebut;[490] dalam memperingatinya, Stalin mendeklarasikan dirinya sendiri menjadi Marsekal Uni Soviet.[491]

Serangan balasan Soviet: 1942–1945[sunting | sunting sumber]

Pada November 1942, pasukan Soviet mulai menekan ulang kampanye selatan strategis Jerman penting dan, meskipun 2.5 juta pasukan Soviet tewas, ini membolehkan pasukan Soviet untuk mengambil serangan untuk sebagian besar perang di Front Timur.[492] Jerman mengupayakan sebuah serangan melingkar di Kursk, yang berhasil ditekan kembali oleh Soviet.[493] Pada akhir 1943, pasukan Soviet menduduki setengah wilayah yang diambil oleh Jerman dari 1941 sampai 1942.[494] Pengeluaran industrial militer Soviet juga meningkat secara substansial dari akhir 1941 sampai awal 1943 setelah Stalin memindahkan pabrik-pabrik ke Timur front, selamat dari invasi dan serangan udara Jerman.[495]

Di negara-negara Sekutu, Stalin meningkatkan penggambaran dalam sorotan positif sepanjang perang tersebut.[496] Pada 1941, London Philharmonic Orchestra mementaskan sebuah konser untuk merayakan hari ulang tahunnya,[497] dan pada 1942, majalah Time mengangkatnya menjadi "Man of the Year".[496] Saat Stalin menyadari masyarakat di negara-negara Barat menyebutnya "Paman Joe", ia awalnya mengecamnya, menganggapnya tak sopan.[498] Masih ada naungan saling menguntungkan antara Stalin, Perdana Menteri Inggris Winston Churchill, dan presiden AS Franklin D. Roosevelt, yang secara bersamaan dikenal sebagai "Tiga Besar".[499] Churchill trbang ke Moskwa untuk mengunjungi Stalin pada Agustus 1942 dan kembali pada Oktober 1944.[500] Stalin jarang meninggalkan Moskwa sepanjang perang,[501] dengan Roosevelt dan Churchill menyayangkan jarangnya ia bertemu dengan mereka.[502]

Pada November 1943, Stalin bertemu dengan Churchill dan Roosevelt di Tehran, sebuah lokasi pilihan Stalin.[503] Disana, Stalin dan Roosevelt saling menyambut, dengan keduanya ingin pelucutan Kekaisaran Britania pada masa setelah perang.[504] Di Tehran, ketiganya sepakat untuk mengjindari kebangkitan Jerman dalam proses militer lagi, negara Jerman harus dihancurkan.[505] Roosevelt dan Churchill juga menyepakati tuntutan Stalin agar kota Jerman Konigsberg dideklarasikan menjadi teritorial Soviet.[505] Stalin bersikap impaten dengan Inggris dan AS untuk membuka Front Barat untuk mengambil tekanan dari Timur; mereka kemudian melakukannya pada musim panas 1944.[506] Stalin menganggap bahwa, setelah perang, Uni Soviet harus menginkorporasikan bagian-bagian Polandia yang diduduki untuk mewujudkan Pakta Molotov-Ribbentrop dengan Jerman, yang Churchill tentang.[507] Mendiskusikan soal nasib Balkan, pada 1944, Churchill sepakat dengan saran Stalin bahwa setelah perang, Bulgaria, Rumania, Hongaria, dan Yugoslavia akan berada di bawah lingkup pengaruh Soviet sementara Yunani akan berada di bawah Barat.[508]

Para prajurit Soviet di Polotsk, 4 Juli 1944

Pada 1944, Uni Soviet membuat laju signifikan ke Eropa Timur menuju Jerman,[509] termasuk Operasi Bagration, sebuah serangan masif di RSS Belarusia melawan Pusat Kelompok Tentara Jerman.[510] Pada 1944, pasukan Jerman dipukul mundur ke negara-negara Baltik, yang saat itu dianeksasi kembali ke Uni Soviet.[511] Saat Tentara Merah merebut kembali Kaukasus dan Krimea, berbagai kelompok etnis yang tinggal di wilayah tersebut—Kalmyk, Chechen, Ingushi, Karachai, Balkar, dan Tatar Krimea—dituduh berkolaborasi dengan Jerman. Memakai gagasan pertanggungjawaban kolektif sebagai dasarnya, pemerintah Stalin meniadakan republik otonomi mereka dan antara akhir 1943 an 1944 mendeportasi mayoritas populasi mereka ke Asia Tengah dan Siberia.[512] Lebih dari satu juta orang dideportasi akibat kebijakan tersebut.[513]

Pada Februari 1945, tiga pemimpin tersebut bertemu di Konferensi Yalta.[514] Roosevelt dan Churchill memajukan tawaran Stalin agar Jerman membayar ganti rugi senilai 20 miliar dolar kepada Uni Soviet, dan agar negaranya diijinkan untuk menganeksasi Sakhalin dan Kepulauan Kuril dalam pertukaran untuk memasuki perang melawan Jepang.[515] Sebuah perjanjian juga dibuat agar pemerintah Polandia pada masa setelah perang harus menjadi sebuah koalisi yang terdiri dari unsur-unsur komunis dan konservatif.[516] Secara pribadi, Stalin mendorong agar Polandia berada di bawah pengaruh Soviet sepenuhnya.[517] Tentara Merah memberikan bantuan kepada pejuang pemberontak Polandia dalam bertarung dengan pasukan Jerman dalam Kebangkitan Warsawa, dengan Stalin meyakini bahwa para militan Polandia apapun yang menang dapat ikut campur dengan aspirasi-aspirasinya untuk mendominasi Polandia melalui sebuah pemerintahan Marxis masa mendatang.[518] Meskipun menyelaraskan keinginan-keinginannya dari para pemimpin Sekutu lainnya, Stalin mula-mula menempatkan tujuan besar untuk merebut Berlin, meyakini bahwa ini akan membolehkannya untuk membuat Eropa berada di bawah kekuasaan Soviet selama jangka panjang. Churchill menyadari bahwa ini adalah kasus, dan gagal berniat untuk mendorong AS agar Sekut-Sekutu Barat harus mendorong tujuan yang sama.[519]

Kemenangan: 1945[sunting | sunting sumber]

Pada April 1945, Tentara Merah merebut Berlin, Hitler bunuh diri, dan Jerman menyerah secara tak kondisional.[520] Stalin menyayangkan Hitler meninggal, ingin menangkapnya hidup-hidup.[521] Ia memerintahkan badan0badan intelijensinya untuk diam-diam mengirim jasad Hitler ke Moskwa, dalam rangka menghindari jasad fisik apapun menjadi sebuah relik untuk para simpatisan Nazi.[522] Saat Tentara Merah menduduki wilayah Jerman, mereka menemukan kamp-kamp eksterminasi yang pemerintah Nazi jalankan.[519] Beberapa prajurit Soviet melakukan penjarahan, perampokan, dan pemerkosaan, baik di Jerman dan sebagian Eropa Timur.[523] Stalin menolak untuk menghukum para pelaku.[519] Setelah meraih sebuah aduan soal hal ini dari komunis Yugoslavia Milovan Djilas, Stalin bertanya soal bagaimana setelah mengalami trauma perang, seorang prajurit dapat "bertindak secara normal? Dan apa mengerikannya ia bersenang-senang dengan seorang wanita, setelah kehororan semacam itu?"[524]

Dengan kekalahan Jerman, Stalin mengalihkan fokusnya ke perang yang terjadi dengan Jepang, mentransfer satu setengah juta pasukan ke timur jauh.[525] Stalin menyadari bahwa Amerika Serikat telah mengembangkan senjata nuklir, yang ditujukan untuk melumpuhkan Jepang, dan cepat-cepat memasuki perang tersebut sebelum ia dapat menyangkali teritorial yang dijanjikan kepadanya.[526] Pada 8 Agustus, terjadilah serangan bom atom Hiroshima dan Nagasaki, tentara Soviet menginvasi Manchuria yang diduduki Jepang dan kekalahan Tentara Kwantung.[527] Peristiwa-peristiwa tersebut berujung pada menyerahnya Jepang dan mengakhiri penuh Perang Dunia II.[528] Pasukan Soviet masih meluaskan seluruh wilayah penduduk mereka, namun AS menolak keinginan Stalin agar Tentara Merah mengambil peran dalam pendudukan Jepang oleh pasukan Sekutu.[529]

Stalin menghadiri Konferensi Potsdam pada Juli–Agustus 1945, bersama dengan mitra Inggris dan AS barunya, Perdana Menteri Clement Attlee dan Presiden Harry Truman.[530] Pada permulaan konfernesi tersebut, Stalin mengulang janji-janji sebelumnya kepada Churchill bahwa ia akan meraih kembali "Sovietisasi" Eropa Timur.[531] Stalin menekankan ganti rugi dari Jerman tanpa syarat suplai minimum dasar bagi para korban selamat Jerman, yang mengkhawatirkan Truman dan Churchill yang menganggap bahwa Jerman akan menjadi penunjang keuangan untuk kekuatan-kekuatan Barat.[532] Ia juga menekankan "rampasan perang", yang akan mengijinkan Uni Soviet untuk langsung merebut properti dari negara-negara yang dikuasai tanpa pembatasan kuantitatif atau kualitatif, dan sebuah klausa menampahkan pengijinan ini untuk dilakukan dengan beberapa batasan.[532] Jerman terbagi menjadi empat zona: Soviet, AS, Inggris dan Perancis, dengan Berlin itu sendiri—yang terletak di area Soviet—juga kemudian terbagi.[533]

Era pasca-perang[sunting | sunting sumber]

Rekonstruksi pasca-perang dan bencana kelaparan: 1945–1947[sunting | sunting sumber]

Setelah perang, Stalin—menurut Service—berada di "puncak karirnya".[534] Di Uni Soviet, ia banyak dianggap sebagai perwujudan dari kemenangan dan kepahlawanan.[535] Tentaranya menguasai Eropa tengah dan timur sampai Sungai Elbe.[534] Pada Juni 1945, Stalin mengadopsi gelar Generalissimus,[536] dan berdiri di atas Mausoleum Lenin untuk menonton pawai peringatan pimpinan Zhukov di sepanjang Lapangan Merah.[537] Di acara makan besar yang diadakan para komandan tentara, ia menyebut rakyat Rusia sebagai "bangsa yang menonjol" dan "pasukan utama" di Uni Soviet, pertama kalinya ia menyanjung rakyat Rusia di antara suku bangsa Rusia lainnya.[521] Pada 1946, negara menerbitkan Karya-karya Koleksi karya Stalin.[538] Pada 1947, ia menjadi edisi kedua dari biografi resminya, yang memberikan penjelasan yang lebih besar ketimbang pendahulunya.[539] Ia dikutip dalam Pravda pada basis harian dan gambar-gambarnya masih tercantum pada tembok-tembok lokakarya dan rumah-rumah.[540]

Spanduk Stalin di Budapest pada tahun 1949

Meskipun posisi internasionalnya menguat, Stalin mengalami tekanan internal dan ingin mengubah masyarakat.[541] Ia juga menyoroti pasukannya yang baru kembali, yang telah membawa sejumlah besar barang-barang konsumen di Jerman, kebanyakan telah dijarah dan dipulangkan. Dalam hal ini, ia teringat pada Pemberontakan Decembrist tahun 1825 oleh para prajurit Rusia yang kembali setelah mengalahkan Perancis dalam Perang era Napoleon.[542] Ia memerintahkan agar para tahanan perang Soviet yang datang melewatu kamp-kamp "karantina" saat mereka datang ke Uni Soviet, dimana 2,775,700 orang diinterogasi untuk memeriksa apakah mereka menjadi pengkhianat. Sekitar setengah dari mereka kemudian ditahan di kamp-kamp buruh.[543] Di negara-negara Baltik, dimana terdapat banyak orang yang menentang pemerintahan Soviet, program-program de-kulakisasi dan de-klerikalisasi diinisiasikan, membuat 142,000 orang dideportasi antara 1945 dan 1949.[511]

NKVD memerintahkan penentuan skala penghancuran pada masa perang.[544] Ini membuat 1,710 kota dan 70,000 desa di Soviet dihancurkan.[545] Mereka mencatat bahwa antara 26 dan 27 juta warga Soviet telah tewas, dengan jutaan orang lainnya mengalami luka-luka, malnutrisi, atau menjadi yatim piatu.[546] Setelah perang, beberapa rekan Stalin menyarankan perombakan kebijakan pemerintah.[547] Masyarakat Soviet pasca-perang lebih toleran ketimbang masa sebelum perang dalam berbagai hal. Stalin mengijinkan Gereja Ortodoks Rusia untuk memulihkan gereja-gereja yang telah dibuka pada masa perang.[548] Akademia dan senir upa juga diberi kebebasan yang lebih besar ketimbang sebelum tahun 1941.[549] Menyadari kebutuhan untuk langkah-langkah drastis yang diambil untuk melawan infalsi dan mempromosikan regenerasi ekonomi, pada Desember 1947, pemerintah Stalin mendevaluasikan rubel dan meniadakan sistem ratio pembukuan.[550] Hukuman mati ditiadakan pada 1947 namun dihimpun ulang pada 1950.[551]

Kesehatan Stalin menurun, dan masalah jantung memaksanya berlibur selama dua bulan pada paruh akhir 1945.[552] Ia makin menumbuhkan sorotan bahwa para figur politik dan militer senior berniat untuk menggulingkannya; ia menghindari hal apapun yang membuat pesaingnya menjadi kuat dan apartemen-apartemennya ditempatkan dengan alat-alat rekam.[553] Ia memecat Molotov,[554] dan memberikan jabatan-jabatan penting kepada Beria dan Malenkov.[555] Pada 1949, ia membawa Nikita Khrushchev dari Ukraina ke Moskwa, mengangkatnya menjadi sekretaris Komite Pusat dan kepala cabang partai di kota tersebut.[556] Dalam Urusan Leningrad, kepemimpinan kota tersebut terjerumus dalam tuduhan pengkhianatan; eksekusi beberapa terduga terjadi pada 1950.[557]

USSR mengalami bencana kelaparan besar dari 1946 sampai 1947.[558] Sekitar 1.5 juta orang tewas akibat malnutrisi atau penyakit sebagai akibatnya.[559] Kondisi tersebut disebabkan oleh efek yang disebabkan oleh devastasi yang disebabkan oleh Perang Dunia II. Ekonom Inggris Michael Ellman berpendapat bahwa ini dapat dihindari jika pemerintah tak salah mengurusi penyimpanan bahan pokoknya. Kerugian bencana kelaparan tersebut berkisar 1 sampai 1.5 juta nyawa serta kehilangan populasi sekunder karena kesuburan yang menurun.[560] Pada periode pasca-perang, penipisan pangan sering terjadi di kota-kota Soviet.[561] Meskipun produksi pertanian bergejolak, Stalin berfokus pada serangkaian proyek infranstruktur besar, yang meliputi pembangunan pembangkit listrik tenaga air, bendungan, dan jalur kereta api yang membentang sampai kutub utara.[562] Kebanyakan dari hal ini dibangun oleh buruh tahanan.[562]

Kebijakan Perang Dingin: 1947–1950[sunting | sunting sumber]

Stalin di perayaan ulang tahun ketujuh belasnya dengan (kiri ke kanan) Mao Zedong, Nikolai Bulganin, Walter Ulbricht dan Yumjaagiin Tsedenbal

Akibat Perang Dunia Kedua, Kekaisaran Britania menurun, meninggalkan AS dan USSR sebagai kekuatan dunia yang dominan.[563] Ketegangan antar bekas Sekutu tersebut bertumbuh,[535] menimbulkan Perang Dingin.[564] Meskipun secara terbuka menyebut apa yang Stalin anggap sebagai alam agresif dari pemerintah Inggris dan AS, ia tak berpikir bahwa sebuah perang antar mereka akan timbul, meyakini bahwa beberapa dekade sepertinya akan berlangsung damai.[565] Ia diam-diam menghimpun riset senjata nuklir Soviet, dengan tujuan membuat bom atom.[534] Ia secara pribadi memegang peminatan kuat dalam pengembangan senjata tersebut.[566] Pada Agustus 1949, bom tersebut berhasil dites di gurun luar Semipalatinsk di Kazakhstan.[567] Stalin juga mengadakan penghimpunan militer baru; tentara Soviet ditambah dari 2.9 juta prajurit pada 1949 menjadi 5.8 juta pada 1953.[568]

AS mulai menekan kepentingannya pada setiap benua, menghimpun pangkalan-pangkalan angkatan udara di Afrika dan Asia dan mendorong rezim-rezim pro-AS mengambil kekuasaan di Amerika Latin.[569] Ini meluncurkan Rencana Marshall pada Juni 1947, yang menekan hegemoni Soviet di timur Eropa. AS juga menawarkan bantuan keuangan sebagai bagian dari Rencana Marshall pada kondisi tersebut agar mereka membuka pasar-pasar mereka untuk perdagangan, menyadari bahwa Soviet tak akan pernah sepakat.[570] Sekutu menuntut agar Stalin menarik Tentara Merah dari utara Iran, yang ia lakukan pada April 1947.[571] Stalin juga berniat untuk memaksimalkan pengaruh Soviet di pentas dunia, gagal membuat Libya—yang saat itu dibebaskan dari pendudukan Italia—untuk menjadi protektorat Soviet.[572] Ia mengirim Molotov sebagai perwakilannya ke San Francisco untuk mengambil bagian dalam negosiasi untuk membentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan tujuan agar Soviet memiliki tempat pada Dewan Keamanan.[564] Pada April 1949, blok-blok Barat mendirikan Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organisation, NATO), seorang aliansi militer internasional dari negara-negara kapitalis.[573] Di negara-negara Barat, Stalin makin digambarkan sebagai "diktator paling jahat yang hidup" dan dibanding-bandingkan dengan Hitler.[574]

Pada 1948, Stalin menyunting dan menulis ulang bagian-bagian dari Para Pemalsu Sejarah, menerbitkan serangkaian artikel Pravda pada Februari 1948 dan kemudian dalam bentuk buku. Menulis dalam menanggapi bocornya aliansi Soviet dengan Jerman tahun 1939 ke ranah publik, karya tersebut berfokus pada pembersalahan blok-blok Barat untuk perang tersebut.[575] Ia mengklaim bahwa laju awal Jerman pada bagian awal perang bukan akibat keberadaan militer Soviet, namun lebih kepada retret strategis Soviet.[576] Pada 1949, perayaan-perayaan diadakan untuk menandai hari ulang tahun Stalin (bukan tahun yang sebenarnya) dimana Stalin menghadiri sebuah acara di Teater Bolshoi bersama dengan para pemimpin komunis dari Eropa dan Asia.[577]

Blok Timur[sunting | sunting sumber]

Blok Timur sampai 1989

Setelah perang, Stalin berniat untuk menghimpun kembali dominasi Soviet di sepanjang Eropa Timur sesambil meluaskan pengaruhnya di Asia.[511] Mengingat tanggapan dari Sekutu Barat, Stalin menghindari penghimpunan pemerintahan Partai Komunis secara langsung di Eropa Timur, dengan sebagai gantinya pada awalnya mendorong agar kaum Marxis-Leninis ditempatkan di kementerian koalisi.[572] Berseberangan dengan kesepakatannya dengan negara-negara Baltik, ia menolak proposal penggabungan negara-negara tersebut dengan Uni Sovet, sehingga mengakui mereka sebagai negara-negara independen.[578] Ia menghadapi masalah dimana beberapa Marxis meninggalkan Eropa Timur, dengan kebanyakan dibunuh oleh Nazi.[579] Ia menuntut agar perbaikan perang dibayar oleh Jerman dan sekutu-sekutu Blok Poros-nya, Hongaria, Rumania dan Republik Slowakia.[535] Menyadari bahwa negara-negara tersebut menekankan sosialisme melalui invasi ketimbang revolusi proletarian, Stalin menyebut mereka bukanlah "kediktatoran proletariat" namun "demokrasi rakyat", menyarankan agar negara-negara tersebut menjadi sebuah aliansi pro-sosialis yang memadukan proletariat, petani dan kelas menengah ke bawah.[580]

Churchill mengamati bahwa "Tirai Besi" telah terhimpun di Eropa, memisahkan timur dari barat.[581] Pada September 1947, sebuah pertemuan para pemimpin Eropa Timur diadakan di Szklarska Poręba, Polandia, dimana terbentuk Cominform untuk mengkoordinasikan Partai-Partai Komunis di sepanjang Eropa Timur dan juga di Perancis dan Italia.[582] Stalin tak secara pribadi menghadari pertemuan tersebut, mengirim Zhdanov pada tempatnya.[533] Berbagai komunis Eropa Timur juga mengunjungi Stalin di Moskwa.[583] Disana, ia menawarkan nasehat atas gagasan-gagasan mereka; selain itu, ia dituduh melawan gagasan Yugoslavia untuk federasi Balkan yang memasukkan Bulgaria dan Albania.[583] Stalin memiliki hubungan yang renggang dengan pemimpin Yugoslavia Josip Broz Tito karena serial berkelanjutan Tito untuk federasi Balkan dan bantuan Soviet untuk pasukan komunis di Perang Saudara Yunani yang sedang berlangsung.[584] Pada Maret 1948, Stalin meluncurkan kampanye anti-Tito, menuduh para komunis Yugoslavia bersifat adventurisme dan jauh dari doktrin Marxis-Leninis.[585] Di konferensi Cominform kedua, yang diadakan di Bucharest pada Juni 1948, para pemimpin komunis Eropa Timur semuanya mengecam pemerintahan Tito, menuduhnya fasis dan agen kapitalisme Barat.[586] Stalin memerintahkan beberapa upaya pembunuhan terhadap nyawa Tito dan berniat menginvasi Yugoslavia.[587]

Stalin menyarankan agar negara Jerman terunifikasi, namun terdemiliterisasi didirikan, berharap agar negara tersebut menjadi berada di bawah pengaruh Soviet atau masih netral.[588] Saat AS dan Inggris masih menentang hal ini, Stalin berusaha untuk memaksa penanganan mereka dengan memblokade Berlin pada Juni 1948.[589] Ia menganggap bahwa pihak lainnya tak akan meletuskan perang, namun mereka menerjunkan suplai-suplai ke Berlin Barat sampai Mei 1949, saat Stalin menarik dan mengakhiri blokade tersebut.[573] Pada September 1949, blok-blok Barat mengubah Jerman Barat menjadi Republik Federal Jerman independen; tanggapannya, pasukan Soviet membuat Jerman Timur menjadi Republik Demokratik Jerman pada bulan Oktober.[588] Sejalan dengan perjanjian-perjanjian mereka pada masa sebelumnya, blok-blok Barat mendorong Polandia untuk menjadi negara merdeka dengan pemilihan demokratis bebas.[590] Di Polandia, Soviet menggabung berbagai partai sosialis ke dalam Partai Buruh Bersatu Polandia, dan kecurangan pemilihan dipakai untuk mewujudkan agar partai tersebut meraih tempat.[585] Pemilihan Hongaria tahun 1947 juga dicurangi, dengan Partai Rakyat Buruh Hongaria meraih kekuasaan.[585] Di Cekoslowakia, dimana kaum komunis memiliki tingkat dukungan populer, mereka terpilih menjadi partai terbesar pada 1946.[591] Di sepanjang Eropa Timur, model Rusia ditegakkan, dengan terminasi dari pluralisme politik, kolektivisasi pertanian, dan investasi dalam industri berat.[586] Ini ditujukan untuk autarki ekonomi di Blok Timur.[586] Monarki-monarki digulingkan dari kekuasaan di Rumania dan Bulgaria.[592]

Asia[sunting | sunting sumber]

Stalin dan Mao Zedong digambarkan pada sebuah perangko pos Tiongkok dari tahun 1950

Pada Oktober 1949, Partai Komunis Tiongkok pimpinan Mao Zedong meraih kekuasaan di Tiongkok.[593] Sejalan dengan itu, pemerintah Marxis sekarang mengkontrol sepertiga wilayah darat dunia.[594] Secara pribadi, Stalin menyatakan bahwa ia tak mengira Komunis Tiongkok dan kemampuan mereka untuk memenangkan Perang Saudara Tiongkok, disamping mendorong mereka untuk membuat perdamaian lain dengan Chiang Kai-shek dan KMT.[595] Pada Desember 1949, Mao mengunjungi Stalin. Awalnya, Stalin menolak untuk mengulang Traktat Tiongkok-Soviet tahun 1945, yang secara signfikan menguntungkan Uni Soviet atas Tiongkok, meskipun pada Januari 1950, ia menyinggungnya kembali dan sepakat untuk menandatangani perjanjian baru antar dua negara tersebut.[596] Stalin menyoroti bahwa Mao akan mengikuti contoh Tito dengan mendorong sebuah wadah yang terpisah dari pengaruh Soviet, dan mengetahui bahwa jika itu terjadi, ia akan menarik bantuan dari Tiongkok; Tiongkok sendiri dikatakan membutuhkan bantuan setelah berdekade-dekade perang saudara.[597]

Setelah Perang Dunia Kedua, Uni Soviet dan Amerika Serikat membagi Semenanjung Korea, dulunya wilayah jajahan Jepang, di sepanjang paralel ke-38, menghimpun pemerintah komunis di utara dan pemerintah pro-Barat di selatan.[598] Pemimpin Korea Utara Kim Il-Sung mengunjungi Stalin pada Maret 1949 dan kembali pada Maret 1950; ia ingin menginvasi selatan dan meskipun Stalin awalnya enggah memberikan dukungan, ia kemudian sepakat pada Mei 1950.[599] Tentara Korea Utara meluncurkan Perang Korea dengan menginvasi selatan pada Juni 1950, membuat pembalikan keadaan dan merebut Seoul.[600] Stalin dan Mao meyakini bahwa pembalikan kemenangan akan terjadi.[600] AS mendatangkan Dewan Keamanan PBB—yang Soviet boikot atas penolakannya untuk mengakui pemerintahan Mao—dan memberikan dukungan militer untuk Korea Selatan. Pasukan pimpinan AS memukul mundur pasukan Korea Utara.[601] Stalin ingin menghindari konflik Soviet langsung dengan AS, membujuk Tiongkok untuk memegang Paralel ke-38.[602]

Kebijakan terhadap Yahudi dan Israel[sunting | sunting sumber]

Uni Soviet adalah salah satu negara pertama yang menyatakan pengakuan diplomatik kepada negara Israel yang baru dibuat pada 1948.[603] Namun, saat duta besar Israel Golda Meir datang ke USSR, Stalin dimurkai oleh kerumunan Yahudi yang menyambutnya.[603] Ia makin dimurkai oleh pertumbuhan aliansi Israel dengan AS.[604] Setelah Stalin retak dengan Israel, ia meluncurkan kampanye anti-Yahudi di Uni Soviet dan Blok Barat.[580] Pada November 1948, ia meniadakan JAC,[605] dan pengadilan acara diadakan untuk beberapa anggotanya.[606] Pers Soviet melakukan serangan terhadap Zionisme, budaya Yahudi, dan "kosmopolitanisme tak berakar",[607] dengan peningkatan pertumbuhan anti-Semitisme yang terekspresi di masyarakat Soviet.[608]

Peningkatan toleransi Stalin terhadap anti-Semitisme ditimbulkan dari peningkatan nasionalisme Rusia-nya atau dari pengakuan bahwa anti-Semitisme dianggap menjadi alat mobilisasi yang berguna bagi Hitler dan bahwa ia dapat melakukan hal yang sama;[609] ia makin memandang orang Yahudi sebagai sebuah bangsa "kontra-revolusioner" yang para anggotanya setia dengan AS.[610] Meskipun tak pernah tersubstansiasikan, terdapat rumor bahwa Stalin berencana untuk mendeportasi seluruh Yahudi Soviet ke Wilayah Otonomi Yahudi di Birobidzhan, timur Siberia.[611]

Tahun-tahun terakhir: 1950–1953[sunting | sunting sumber]

20 Januari 1953. Ukaz Soviet menganugerahi Lydia Timashuk dengan Ordo Lenin untuk "para dokter-pembunuh tak bertopeng." Ini dilakukan setelah kematian Stalin pada tahun berikutnya.

Pada tahun-tahun berikutnya, kesehatan Stalin makin menurun.[612] Ia makin mengambil liburan panjang; pada 1950 dan lagi pada 1951, ia menjalani hampir lima bulan berlibur di dacha Abkhazian-nya.[613] Stalin makin tak percaya dengan para dokternya; pada Januari 1952, ia menahan salah satunya setelah mereka menyarankan agar ia pensiun untuk menunjang kesehatannya.[612] Pada September 1952, beberapa dokter Kremlin ditangkap atas tuduhan berencana membunuh para politikus senior dalam apa yang dikenal sebagai Rencana Para Dokter; kebanyakan dituduh Yahudi.[614][615] Ia memerintahkan para dokter yang ditangkap untuk disiksa sampai minta ampun.[616] Pada November, pengadilan Slánský diadakan di Cekoslowakia dimana 13 figur Partai Komunis senior, 11 diantaranya Yahudi, dituduh dan didakwa menjadi bagian dari persekongkolan Zionis-Amerika untuk menggulingkan pemerintahan-pemerintahan Blok Timur.[617] Pada bulan yang sama, sebagian besar pengadilan yang dipublikasikan dari para pemilik industri Yahudi diadakan di Ukraina.[618] Pada 1951, ia menginisiasikan Urusan Mingrelian, sebuah ketegangan cabang Georgia dari Partai Komunis yang membuat lebih dari 11,000 orang dideportasi.[619]

Dari 1946 sampai kematiannya, Stalin hanya memberi tiga pidato publik, dua diantaranya hanya berlangsung beberapa menit.[620] Jumlah material tertulis yang ia buat juga menurun.[620] Pada 1950, Stalin mengeluarkan artikel "Marxisme dan Masalah-masalah Linguistik", yang merefleksikan peminatannya dalam pertanyaan-pertanyaan kebangsaan Rusia.[621] Pada 1952, buku terakhir Stalin, Masalah-masalah Ekonomi dari Sosialisme di USSR, diterbitkan. Ini didorong untuk menyediakan panduan untuk memimpin negara tersebut setelah kematiannya.[622] Pada Oktober 1952, Stalin memberi pidato satu setengah jam di plenum Komite Pusat.[623] Disana, ia mendorong apa yang ia anggap kebutuhan kualitas kepemimpin pada masa mendatang dan menyoroti kesadaran dari berbagai penerus potensial, terutama Molotov dan Mikoyan.[624] Pada 1952, ia juga mengeliminasi Politbiro dan menggantikannya dengan versi yang lebih besar yang ia sebut Presidium.[625]

Kematian dan pemakaman: 1953[sunting | sunting sumber]

Sebuah pawai berkabung untuk Stalin di Dresden, Jerman Timur

Pada 1 Maret 1953, staf Stalin menemukannya tak sadarkan diri di lantai kamar tidurnya di dacha Volynskoe-nya,[626] dalam keadaan mengompol.[627] Ia terserang stroke.[628] Ia dipindahkan ke sofa dan bertahan disana selama tiga hari.[629] Ia disuapi memakai sendok, diberi berbagai pengobatan dan injeksi, dan pengobatan lintah diterapkan kepadanya.[628] Svetlana dan Vasily dipanggil ke dacha tersebut pada 2 Maret; Vasily berada dalam keadaan mabuk dan memarahi para dokter, membuatnya dikirim pulang.[630] Stalin meninggal pada 5 Maret 1953.[631] Menurut Svetlana, ini telah menjadi "kematian yang sulit dan mengerikan".[632]

Sebuah otopsi dilakukan dua setengah bulan kemudian.[633] Ia dinyatakan meninggal akibat stroke dan ia juga mengalami kerusakan pada arteri otaknya karena aterosklerosis.[634] Stalin diyakini dibunuh.[635] Beria menjadi terduga atas pembunuhan tersebut, meskipun tak ada bukti sah yang pernah dimunculkan.[628] Memoir-memoir politik Vyacheslav Molotov, yang diterbitkan pada 1993, mengklaim bahwa Beria mengaku kepada Molotov bahwa ia meracuni Stalin: "Aku melengserkannya."[636] Serangan lambung biasanya tak disebabkan oleh tekanan darah tinggi, namun, bersamaan dengan stroke, konsisten dengan kelebihan warfarin, sebuah obat tak berwarna, tak berasa, antikoagulan.[637]

Kematian Stalin diumumkan pada 6 Maret.[638] Jasadnya dibalsem untuk pengawetan jangka panjang,[639] dan kemudian ditempatkan di Balai Uni Moskwa selama tiga hari.[640] Kerumunan saling berdesak-desakan dan menewaskan sekitar 100 orang.[641] Pemakaman selanjutnya membaringkan jasadnya di Mausoleum Lenin di Lapangan Merah pada 9 Maret. Ratusan ribu orang hadir.[642] Pad tahun tersebut, serangkaian penangkapan untuk "tindakan anti-Soviet" kepada orang-orang yang menelebrasikan kematian Stalin dilakukan oleh kepolisian.[643] Pemerintah Tiongkok juga mengadakan masa berkabung resmi untuk kematian Stalin.[644]

Masa setelahnya: 1953–1961[sunting | sunting sumber]

Stalin tak meninggalkan penerus terpilih atau wadah kerja agar peralihan kekuasaan dapat dilakukan.[645] Komite Pusat bertemu pada hari kematiannya, dengan Malenkov, Beria, dan Khruschev diangkat menjadi figur-figur penting dari partai tersebut.[646] Sistem kepemimpinan kolektif direstorasi, dan ukuran diperkenalkan untuk menghindari satu anggota manapun memegang dominasi otokratik lagi.[647] Reformasi-reformasi sistem Soviet langsung diterapkan.[648] Reformasi ekonomi dihimpun dalam proyek-proyek pembangunan massal, menempatkan tujuan baru pada pembangunan rumah, dan memudahkan tingkat-tingkat perpajakan pada kaum petani untuk menggenjot produksi.[649] Para pemimpin baru mendorong kesepakatan ulang dengan Yugoslavia dan memiliki hubungan yang tak terlalu retak dengan AS,[650] mendorong akhir negosiasi untuk Perang Korea pada Juli 1953.[651] Para dokter yang ditahan dibebaskan dan ketegangan anti-Semitik dihentikan.[652] Amnesti massal bagi orang-orang yang ditahan untuk kejahatan-kejahatan non-politik dibebaskan, menunjang masyarakat di negara tersebut, sementara keamanan negara dan sistem-sistem Gulag direformasi, dengan penyiksaan dicekal pada April 1953.[649]

Pada bulan Maret, Malenkov mengecam penyembahan pribadi Stalin.[653] Pravda menarik pujiannya kepada Stalin dan mulai mengkritik penyembahan pribadinya.[654] Stalingrad diganti nama menjadi Volgograd,[655] sementara Svetlana mengubah marganya dari Stalin menjadi Allilueva.[650] Pada 1956, Khruschev memberi "Pidato Rahasia"-nya, berjudul "Tentang Penyembahan Pribadi dan Akibat-akibatnya", pada sebuah sesi tertutup dari Kongres ke-20 Partai. Disana, Khrushchev mengecam Stalin atas penindasan massalnya dan penyembahan pribadinya.[656] Ia mengulang pengecaman tersebut di Kongres ke-22 Partai pada Oktober 1962.[657] Pada Oktober 1961, jasad Stalin diambil dari mausoleum tersebut dan dikebumikan di Nekropolis Tembok Kremlin yang bersebelahan dengan tembok Kremlin, letaknya hanya ditandai oleh patung dada sederhana.[657]

Ideologi politik[sunting | sunting sumber]

Para Marxis Tiongkok merayakan hari ulang tahun ketujuh puluh Stalin

Stalin diklaim menghayati Marxisme pada usia lima belas tahun,[658] dan ini dijadikan sebagai panduan filsafat sepanjang masa dewasanya;[659] menurut Montefiore, ini memegang sebuah nilai "quasi-relijius" bagi Stalin.[660] Meskipun ia tak pernah menjadi seorang nasionalis Georgia,[661] pada kehidupan awalnya, unsur-unsur dari pemikiran nasionalis Georgia berpadu dengan Marxisme dalam pandangannya.[662] Sejarawan Alfred J. Rieber menyatakan bahwa ia dibesarkan dalam "sebuah masyarakat dimana pemberontakan sangat berakar dalam cerita rakyat dan ritual-ritual populer".[661] Pada 1917, Stalin menulis bahwa "terdapat Marxisme dogmatik dan terdapat Marxisme kreatif. Aku berdiri pada landasan dari yang terakhir".[663] Namun, Volkogonov meyakini bahwa Marxisme Stalin dibentuk oleh "penurunan dogmatik dari pikiran"nya, mensugestikan bahwa ini telah ternstilasi dalam pemimpin Soviet tersebut saat ia belajar di lembaga-lembaga pendidikan.[664] Menurut cendekiawan Robert Service, "beberapa inovasi Stalin dalam ideologi adalah pengembangan mentah dan meragukan dari Marxisme".[659] Beberapa diantaranya datang dari pencurahan politik ketimbang komitmen intelektual apapun yang terhimpun;[659] Stalin seringkali menjadi post hoc ideologi untuk membenarkan keputusan-keputusannya.[665] Stalin menyebut dirinya sebagai sebuah praktik, artinya bahwa ia lebih merupakan seorang revolusioner praktikal ketimbang seorang pakar teori.[666]

Sebagai seorang Marxis, Stalin percaya akan sebuah perang kelas antara kelas menengah dan buruh di dunia.[667] Ia meyakini bahwa kelas buruh dapat berhasil dalam perjuangan ini dan akan mendirikan kediktatoran proletariat,[667] menganggap Uni Soviet sebagai sebuah contoh dari negara semacam itu.[668] Ia juga meyakini bahwa negara proletarian ini akan membutuhkan pengenalan ukuran-ukuran represif untuk mewujudkan penghancuran penuh dari kelas-kelas berproperti,[669] dan sehingga perang kelas akan terintensifikasikan dengan kemajuan sosialisme.[670] Negara baru tersebut kemudian akan dapat mewujudkan bahwa seluruh warga negara memiliki akses untuk pekerjaan, pangan, tempat berlindung, perawatan kesehatan dan pendidikan, dengan pembuang-buangan kapitalisme dieliminasi oleh sistem ekonomi terstandarisasi yang baru tersebut.[671] Menurut Sandle, Stalin "berniat untuk membuat sebuah masyarakat yang terindustrialisasi, terkolketivisasi, terencana secara pusat dan dimajukan secara teknologi."[672]

Stalin diklaim merupakan seorang Leninis yang taat.[666] Meskipun demikian, ia—menurut Service—"bukanlah seorang Leninis yang cinta buta".[671] Stalin menghormati Lenin, namun bukannya tanpa kritikan,[673] dan berpendapat saat ia meyakini bahwa Lenin salah.[671] Pada masa kegiatan revolusionernya, Stalin menganggap beberapa pandangan dan tindakan Lenin sebagai kegiatan penjunjungan diri dari seorang imigran pendian, yang terjerumus kontra-produktif bagi para penggiat Bolshevik yang berbasis di Kekaisaran Rusia itu sendiri.[674] Setelah Revolusi Oktober, mereka masih memiliki perbedaan. Saat Lenin meyakini bahwa seluruh negara di Eropa dan Asia akan siap disatukan sebagai negara tunggal menyusul revolusi proletariat, Stalin berpendapat bahwa kebanggaan nasional akan menghindarkannya, dan bahwa negara-negara sosialis yang berbeda akan terbentuk; dalam pandangannya, sebuah negara seperti Jerman tak akan siap maju untuk menjadi bagian dari sebuah negara federal yang didominasi Rusia.[675] Sementara itu, biografer Stalin Oleg Khlevniuk meyakini bahwa keduanya mengembangkan "ikatan yang kuat" sepanjang tahun,[676] dan setelah kematian Lenin, Stalin sangat menghayati tulisan-tulisan Lenin—melebihi tulisan-tulisan Marx dan Engels—untuk memandunya dalam urusan-urusan negara.[677] Stalin mengadopsi pandangan Leninis pada kebutuhan untuk vanguard revolusioner yang akan memimpin proletariat ketimbang dipimpin oleh mereka.[667] Memimpin vanguard ini, ia meyakini bahwa rakyat Soviet membutuhkan seorang figur sentral yang kuat—seperti halnya seorang Tsar—yang dapat mereka ikuti.[678] Ia membaca, dan menyanjung, dua Tsar: Ivan yang Mengerikan dan Petrus yang Agung.[679]

Taman Grutas adalah tempat dari sebuah monumen Stalin, yang awalnya dihimpun di Vilnius.

Stalinisme adalah sebuah pengembangan dari Leninisme,[680] dan meskipun Stalin menghindari pemakaian istilah "Marxisme-Leninisme-Stalinisme", ia membolehkan orang lain untuk melakukannya.[681] Setelah kematian Lenin, Stalin berkontribusi pada perdebatan teoretikal dalam Partai Komunis, yakni melalui pengembangan gagasan "sosialisme dalam satu negara". Konsep ini secara intrik berhubungan dengan perjuangan faksional dalam partai, terutama melawan Trotsky.[682] Ia mula-mula mengembangkan gagasan tersebut pada Desember 1924 dan dielaborasikan dalam tulisan-tulisannya pada 1925–26.[683] Doktrin Stalin meyakini bahwa sosialisme dapat diselesaikan di Rusia namun pada kemengan akhirnya, tak akan ada pemanduan karena ancaman dari campur tangan kapitalis. Untuk alasan ini, ia meyakini bahwa pandangan Leninis soal revolusi dunia masih merupakan sebuah kebutuhan untuk mewujudkan kemenangan mutlak dari sosialisme.[683] Meskipun memegang keyakinan Marxis bahwa kenegaraan akan ditiadakan saat sosialisme bertransformasi menjadi komunisme murni, ia meyakini bahwa negara Soviet masih akan ada sampai kekalahan terakhir kapitalisme internasional.[684] Konsep ini mensintesiskan gagasan-gagasan Marxis dan Leninis dengan gagasan-gagasan nasionalis,[672] dan dijadikan alat untuk menyudutkan Trotsky—yang mempromosikan gagasan "revolusi permanen"—dengan menganggap Trotsku sebagai orang yang kalah dengan keyakinan kecil dalam kemampuan buruh Rusia untuk membangun sosialisme.[685]

Stalin memandang bangsa-bangsa sebagai entitas-entitas kontingen yang dibentuk oleh kapitalisme dan dapat digabung dengan yang lainnya.[686] Secara mutlak, ia meyakini bahwa seluruh bangsa akan digabung dalam sebuah masyarakat manusia global yang tunggal.[686] Ia menganggap bahwa seluruh bangsa sebagai warisan setara[687] dan umumnya menolak rasisme.[688] Stalin berpendapat bahwa Yahudi menghimpun "karakter nasional" namun bukanlah sebuah "bangsa" dan sehingga tak dapat diasimilasi. Ia berpendapat bahwa nasionalisme Yahudi, terutama Zionisme, mencederai sosialisme.[689] Dalam karyanya, ia menyatakan bahwa "hak pemisahan diri" harus ditawarkan kepada etnis-etnis minoritas di Kekaisaran Rusia, namun mereka tak harus didorong untuk mengambil opsi tersebut.[690] Ia memandang bahwa jika mereka menjadi otonom sepenuhnya, kemudian mereka akan berakhir dengan dikontrol oleh sebagian besar unsur reaksioner dari komunitas mereka; contohnya, ia mengutip suku Tatar yang kebanyakan buta huruf, yang ia klaim akan berakhir dengan didominasi oleh para mullah mereka.[690] Sehingga, Khlevniuk berpendapat bahwa Stalin merekonsiliasikan Marxisme dengan imperialisme.[691] Menurut Service, Marxisme Stalin berpadu dengan kesepakatan besar dari nasionalisme Rusia.[659] Namun, menurut Montefiore, dorongan Stalin terhadap bangsa Rusia bersifat pramatis, karena bangsa Rusia adalah inti dari masyarakat USSR; ini bukanlah penolakan dari asal muasal Georgia-nya.[692] Penekanan Stalin untuk ekspansi Soviet ke kawasan barat menuju timur Eropa dihasilkan dalam tuduhan-tuduhan dari imperialisme Rusia.[693]

Kehidupan pribadi dan karkateristik[sunting | sunting sumber]

Stalin adalah seorang pembunuh. Ia juga merupakan seorang intelektual, seorang administrator, seorang negarawan dan seorang pemimpin partai; ia adalah seorang penulis, penyunting dan negarawan. Dalam caranya sendiri, ia secara pribadi merupakan seorang suami dan ayah yang berdedikasi serta bertemperamental buruk. Namun, ia tak sehat dalam hal pikiran dan jasmani. Ia memiliki beberapa bakat, dan memakai kecerdikannya untuk melakukan peran-peran yang ia anggap cocok untuk peminatannya di waktu apapun yang diberikan. Ia membingungkan, mengejutkan, memurkai, menarik dan memikat orang-orang sezamannya. Namun, kebanyakan pria dan wanita pada masa hidupnya kurang memperhatikan Stalin.

—Robert Service[694]

Pada masa dewasa, Stalin memiliki tinggi 5 feet 4 inches (1,63 m).[695] Untuk memberikan impresi bahwa ia lebih tinggi, ia mengenakan sepatu yang ditinggikan,[696] dan berdiri di sebuah platform kayu kecil saat pawai-pawai.[696] Wajah berkumisnya adalah penutup bintik dari campak pada masa kecilnya. Ia lahir dengan kaki kiri yang cacat, dan tangan kirinya memiliki luka permanen pada masa kecil yang menjadikannya lebih pendek ketimbang kanannya dan kurang fleksibilitas,[697] yang mungkin merupakan akibat dari tabrakan sebuah kereta kuda pada usia 12 tahun.[698]

Pada masa muda, Stalin biasanya mengenakan kemeja satin merah, jaket abu-abu, dan fedora merah, atau secara alternatif chokha Georgia tradisional dan tudung putih.[699] Pada waktu itu, ia menumbuhkan rambut panjangnya dan seringkali memiliki jenggot.[700] Penataan penampilannya menjauhkannya pada nilai-nilai aestetik kelas menengah.[61] Setelah musim panas 1918 sampai kematiannya, ia mengenakan busana gaya militer, terutama but hitam panjang dan tunik tak berkerah berwarna muda, dan juga membawa sebuah pistol.[701] Ia memiliki sedikit tuntutan material dan hidup seadanya, dengan budana dan perabotan sederhana dan murah;[702] pemahamannya lebih ke kekuasaan ketimbang kekayaan.[703] Ia merupakan seorang perokok seumur hidup, yang menghisap pipa dan rokok.[704]

Stalin beretnis Georgia,[705] dan dibesarkan dengan memakai bahasa Georgia,[706] baru mempelajari bahasa Rusia pada usia delapan atau sembilan tahun.[707] Stalin masih bangga dengan identitas dan budaya Georgia-nya,[708] dan sepanjang hidupnya, ia masih memiliki aksen Georgia-nya saat berbicara dalam bahasa Rusia.[709] Menurut Montefiore, adopsi budaya Rusia-nya telah tereksagerasi, dan ia bangga menjadi orang Georgia dalam gaya hidup dan kepribadiannya, menjalani sebagian besar tahun-tahun terakhir di kampung halamannya.[710] Montefiore memandang bahwa "setelah 1917, ia menjadi quadri-nasional: Georgia menurut kebangsaan, Rusia menurut loyalitas, internasionalis menurut ideologi, Soviet menurut kewarganegaraan."[711] Service menyatakan bahwa Stalin "tak pernah menjadi Rusia", meskipun tak benar-benar berpapasan dan berseberangan dengan apa yang sebelumnya disugestikan, ia tak pernah benar-benar berniat untuk menjadi salah satunya.[712] Stalin disebut sebagai "Asiatik" oleh para koleganya, dan berkata kepada seorang jurnalis Jepang, "Aku bukanlah orang Eropa, namun orang Asia, orang Georgia yang ter-Rusifikasi".[713] Ia mula-mula mengadopsi pseudonim "Stalin" pada 1912; berdasarkan kata Rusia untuk "baja", kata tersebut seringkali diterjemahkan menjadi "Pria Baja".[714] Julukan-julukan sebelumnya meliputi "Koba", "Soselo", "Ivanov" dan lain-lain.[715]

Stalin memiliki suara lembut,[716] dan berbicara pelan dalam bahasa Rusia, dengan berhati-hati memilih frasenya.[705] Meskipun ia menghindari tindakan terbuka, secara pribadi, Stalin memakai bahasa yang berapi-api.[717] Disebut orator yang buruk,[718] menurut Volkogonov, gaya berbicara Stalin "sederhana dan jelas, tanpa pelarian makna, frase yang memikat atau wadah yang lawas".[719] Ia jarang berbicara kepada audien besar, dan lebih sering mengekspresikan dirinya sendiri dalam bentuk tertulis.[720] Gaya tulisnnya mirip, dikarakteristikkan oleh kesederhanaan, klaritas dan berhati nuraninya.[721]

Kepribadian[sunting | sunting sumber]

Stalin memeriksa ZIS pertama, model 101

Trotsky dan beberapa figur Soviet lainnya mempromosikan gagasan bahwa Stalin adalah seorang mediokritas.[722] Gagasan ini memberi perebakan penerimaan di luar Uni Soviet namun salah sasaran.[723] Menurut Montefiore, "ini jelas dari pergesekan dan para saksi mata teman yang Stalin selalu khususkan, bahkan dari masa kecil".[723] Stalin memiliki pikiran kompleks,[724] dengan kesepakatan besar dari kontrol diri.[725] Ia jarang mengisi suaranya dengan kemarahan,[726] meskipun saat kesehatannya menurun pada kehidupan akhirnya, ia menjadi makin tak terprediksi dan bertemperamental buruk.[727] Seorang pekerja keras,[728] ia menyimpan keinginan mendalam untuk belajar,[729] dan memiliki ingatan yang tajam.[730] Saat berkuasa, ia menyoroti beberapa detil kehidupan Soviet, dari naskah film sampai rencana arsitektural dan perangkat keras militer.[731] Ia merupakan seorang pemeran handal yang dapat memainkan beberapa peran berbeda kepada audien yang berbeda,[732] dan memegang keputusan, seringkali berpapasan atau berseberangan dengan yang lain sesuai motif dan tujuan sebenarnya.[733] Beberapa sejarawan menandangnya sejalan dengan deskripsi Lazar Kaganovich soal "beberapa Stalin" sebagai alat pemahaman kepribadian multi-fasetnya.[734] Ia menghakimi orang-orang lain menurut kekuatan dalam, praktikalitas dan kepandaian mereka.[735] Disamping temperamental dan sikap berbicaranya, ia dapat sangat menyesuaikan;[736] saat waktu luang, ia memberikan lelucon dan mimik kepada orang-orang lain.[729]

Stalin bersikap tak acuh,[737] sangat bertemperamental,[738] dan memiliki kemungkinan untuk melakukan tindakan keras bahkan di kalangan Bolshevik.[726] Ia kurang kesetiakawanan,[739] yang Volkogonov nyatakan merupakan akibat dari beberapa tahunnya yang dijalani di penjara dan pengasingan,[740] meskipun ia dapat bertindak murah hati kepada para orang aneh, bahkan di kalangan Teror Besar.[741] Service menyatakan bahwa Stalin "memberikan satisfaksi mendalam" dari mendegrasi dan menghumiliasi orang, dan bahwa ia "berniat" menjaga para rekan dekatnya dalam keadaan "kekhawatiran yang tak terkira".[693] Ia suka marah sendiri,[742] dan merupakan pemarah,[743] dan pendendam, memberikan rasa melawan orang lain selama beberapa tahun.[744] Ia juga pencuriga dan pemercaya konspirasi, meyakini bahwa rakyat berencana melawannya dan terdapat konspirasi internasional di bawah tindakan pembangkangan.[745] Montefiore menganggap bahwa kebrutalan Stalin menandainya sebagai "ekstrimis alami";[746] Service mensugestikan bahwa ia memiliki penyakit kepribadian paranoid atau sosiopatik,[724] dengan kepribadian yang "merusak bahaya" ini mensuplai "tenaga oktan-tinggi untuk perjalanan menuju Teror Besar".[693] Para sejarawan lain berpendapat bahwa kebrutalan Stalin harus tak dipandang sebagai akibat perilaku kepribadian apapun, meskipun melalui komitmen tertutupnya untuk menyelamatkan negara sosialisnya dan sebab sosialisme internasional.[747] Pada masa glasnost dan perestroika, para psikolog Soviet secara terbuka mendebatkan apakah Stalin telah menjadi gila.[748]

Ini sulit bagiku untuk merekonsiliasi keadaan dan konsiderasi yang ia tujukan kepadaku secara pribadi dengan menggantungkan kekejaman terhadap seluruh pencairannya. Yang lainnya, yang tak mengetahuinya secara pribadi, hanya memandang tirani dalam Stalin. Aku juga melirik sisi lain – kecerdasan tingginya, yang menerobos detil fantastik, kelihaiannya dan sensivitas manusianya yang mengejutkan yang dapat ia tunjukkan, setidaknya pada tahun-tahun perang. Aku menemukannya lebih baik dalam memberi informasi ketimbang Roosevelt, lebih realistis ketimbang Churchill, dalam beberapa cara yang lebih efektif dari para pemimpin perang tersebut... Aku harus mengakui bahwa bagiku, Stalin masih berkarakter sangat terarah dan berseberangan dari yang aku ketahui – dan meninggalkan kata terakhir kepada pengadilan sejarah.

—Duta besar AS W. Averell Harriman[749]

Stalin memiliki bakat artistik,[750] dan melindungi beberapa penulis Soviet, seperti Mikhail Bulgakov, bahkan saat kerja mereka dianggap berseberangan dengan rezimnya.[751] Ia gemar menyimak musik, memiliki sekitar 2,700 album.[752] Cita rasanya dalam musik dan teater bersifat konservatif, menyukai drama klasik, opera dan balet atas dasar apa yang ia anggap sebagai "formalisme" eksperimental.[707] Ia gemar membaca, dengan perpustakaan lebih dari 20,000 buku.[753][754] Sedikit yang bergenre fiksi,[755] meskipun ia diketahui menyanjung karya-karya Alexander Pushkin dan Nikolay Nekrasov di dalam hati dan juga mengutip Walt Whitman.[756] Ia menyukai kajian sejarah, menghayati debat dalam kajian sejarah Rusia, Mesopotamia, Romawi kuno, dan Bizantium.[620] Ia diklaim membaca sekitar 500 halaman sehari.[757]

Stalin bekerja di sore hari, makan siang pada pukul 16 atau 17 dan makan malam tak kurang dari pukul 21; para figur politik senior lainnya meniru susunan kerja tak lazimnya.[758] Ia menjalani sebagian besar waktu di bioskop Kremlin, dimana ia gemar menonton film-film bersama dengan para pejabat berpangkat tinggi lainnya pada tengah malam;[759] ia sangat menyukai genre Barat.[760] Stalin gemar meminum minuman keras, dan di pesta-pesta makan malam dan di acara-acara sosial lainnya, orang-orang disekitarnya akan didorong untuk bergabung di dalamnya, berharap agar dalam keadaan mabuk, mereka akan membocorkan rahasia-rahasia.[761] Ia gemar membuat kejahilan, contohnya dengan menempatkan sebuah tomat di kursi para anggota Politbiro dan menunggu mereka duduk diatasnya,[762] dan didorong untuk bernyanyi di acara-acara sosial.[763] Pada masa bayi, Stalin gemar dengan bunga,[764] dan pada masa berikutnya, ia gemar dengan taman.[764] Dachanya di anak perkotaan Moskwa, Volynskoe, dihias oleh taman seluas 50 hektar, dengan Stalin mencurahkan sebagian besar perhatiannya dengan melakukan kegiatan menanam.[765] Stalin juga merupakan seorang pemain biliar.[766]

Stalin tak suka perjalanan,[767] dan enggan berpergian memakai pesawat.[768] Sebagai pemimpin USSR, ia jarang meninggalkan Moskwa, selain ke dachanya atau saat hari libur.[769] Pada 1934, dacha barunya dibangun: Dacha Kuntsevo.[770] Disamping menetap di Kremlin, Stalin memiliki sejumlah domisili. Pada 1919, ia memulainya dengan sebuah rumah desa di dekat Usovo, ia menambahkan dacha-dacha di Zuvalova dan Kuntsevo (dacha Blizhny yang dibangun oleh Miron Merzhanov). Sebelum Perang Dunia II, ia menambahkan lahan Lipki dan Semyonovskaya dan memiliki setidaknya empat dacha di wilayah selatan pada 1937, termasuk satu di dekat Sochi. Sebuah vila mewah dekat Gagri diberikan kepadanya oleh Beria. Di Abkhazia, ia memegang sebuah retret gunung. Setelah perang, ia menambahkan dacha-dacha di Novy Afon, dekat Sukhumi, di Perbukitan Valdai, dan di Danau Mitsa. Lahan lainnya berada di dekat Zelyony Myss di Laut Hitam. Seluruh dacha, lahan dan istana tersebut diberi staf, perabotan dan peralatan yang bagus, dijaga oleh pasukan keamanan, dan biasanya terkadang secara pribadi dipakai untuk keperluan-keperluan diplomatik.[771] Setelah 1932, ia gemar berlibur ke Abkhazia dan berteman dengan pemimpinnya, Nestor Lakoba.[772] Pada 1935, ia mulai memakai dacha baru yang disediakan untuknya oleh Lakoba di Novy Afon.[773] Pada 1936, ia memegang dacha Kholodnaya Rechka yang dibangun di dekat pantai Abkhazia, hasil rancangan Miron Merzhanov.[774] Ia berlibur di wilayah selatan tersebut setiap tahun dari 1925 sampai 1936 dan lagi dari 1945 sampai 1951.[775]

Meskipun Stalin secara terbuka mengecam anti-Semitisme,[776] ia berulang kali dituduh menjadi anti-Semitik.[777] Orang-orang yang mengenal Stalin, seperti Nikita Khrushchev, menyatakan bahwa Stalin memiliki sentimen negatif berkepanjangan terhadap Yahudi,[615][778][779] dan tren-tren anti-Semitik dalam kebijakan-kebijakan Kremlin makin dipenuhi oleh perjuangan melawan Leon Trotsky.[615][780] Setelah kematian Stalin, Khrushchev membuat klaim bahwa Stalin menganggap bahwa ia harus melakukan anti-Semitisme di Ukraina, dengan alasan bahwa "para tenaga kerja yang baik di pabrik harus dikelompokkan sehingga mereka dapat memberantas orang-orang Yahudi."[781][782] Pada 1946, Stalin dituduh berkata secara prinadi bahwa "setiap Yahudi berpotensi menjadi mata-mata."[615][783] Conquest menyatakan bahwa meskipun Stalin memiliki para rekan Yahudi, ia mempromosikan anti-Semitisme.[784] Service menuduh bahwa "tak ada bukti cukup" dari anti-Semitisme dalam karya terbitan Stalin, meskipun pernyataan-pernyataan pribadi dan tindakan-tindakan publiknya "secara tak tersangkal berisi antagonisme mendalam terhadap Yahudi";[785] ia menambahkan bahwa sepanjang masa hidupnya Stalin "merupakan teman, rekan atau pemimpin Yahudi individual tak berpemerintahan".[786]

Hubungan dan keluarga[sunting | sunting sumber]

Stalin dan istri keduanya Nadezhda Alliluyeva

Pertemanan berpengaruh pada Stalin, dan ia memakainya untuk meraih dan memegang kekuasaan.[787][788] Ia memberikan julukan-julukan kepada para orang kesayangannya, contohnya menyebut Yezhov sebagai "beri hitamku".[789] Stalin gemar bersosial dan menikamati sebuah lelucon.[790] Saat ia menjadi kepala Uni Soviet, ia masih mengkontak beberapa teman lamanya di Georgia, mengirim surat-surat dan hadiah-hadiah uang kepada mereka.[791] Stalin menyukai wanita dan tak ada kabar tendensi homoseksual apapun;[792] menurut Montefiore, pada masa awalnya, Stalin "jarang nampak tak memiliki pacar".[59] Ia gemar akan hal seksual, meskipun jarang berbincang soal kehidupan seksnya.[793] Montefiore menyatakan bahwa jenis-jenis kesukaan Stalin adalah "wanita desa muda, gadis polos atau montok",[793] yang dapat mendukung dan tak menandinginya.[794] Menurut Service, Stalin "menganggap wanita sebagai sumber daya pencurahan seksual dan kenyamanan domestik".[795]

Stalin menikah dua kali dan beberapa kali menjalin hubungan diam-diam.[792] Ia menikahi istri pertamanya, Ekaterina Svanidze, pada 1906. Menurut Montefiore, mereka adalah "pasangan kasih yang sebenarnya";[796] Volkogonov menyatakan bahwa istrinya "mungkin seorang manusia yang benar-benar ia cintai".[797] Mereka memiliki satu putra, Yakov, yang seringkali frustasi dan mengesalkan Stalin.[798] Yakov memiliki satu putri, Galina, sebelum berjuang untuk Tentara Merah pada Perang Dunia Kedua. Putranya ditangkap Tentara Jerman dan kemudian melakukan bunuh diri.[799]

Istri kedua Stalin adalah Nadezhda Alliluyeva; mereka tak memiliki hubungan yang mudah, dan mereka seringkali berseteru.[800] Mereka memiliki dua anak kandung—satu putra, Vasiliy, dan satu putri, Svetlana—dan satu putra angkat, Artyom Sergeev, pada 1921.[801] Saat ia menikahi Nadezhda, Stalin berhubungan dengan beberapa wanita lain, kebanyakan adalah revolusioner sejawat atau istri mereka.[802] Nadezdha menduga bahwa ini adalah kasus,[803] dan melakukan bunuh diri pada 1932.[804] Stalin menganggap Vasily sebagai anak manja dan sering menghukumnya; sebagai putra Stalin, Vasily dipromosikan pada pangkat Tentara Merah dan menjalani gaya hidup mewah.[805] Sebaliknya, Stalin memiliki hubungan berdampak dengan Svetlana pada masa kecilnya,[806] dan juga sangat dekat dengan Artyom.[801] Pada masa selanjutnya, ia menolak berbagai pelamar dan suami Svetlana, mengetatkan hubungannya dengan putrinya.[807] Setelah Perang Dunia Kedua, ia menjalani sedikit waktu dengan anak-anak dan keluarganya dengan memainkan peran yang kurang penting dalam kehidupannya.[808] Setelah kematian Stalin, Svetlana mengungsi ke AS.[809]

Setelah Nadezdha wafat, Stalin menjadi makin dekat dengan saudari iparnya Zhenya Alliluyeva;[810] Montefiore meyakini bahwa mereka mungkin adalah sepasang kekasih.[811] Terdapat rumor tak berdasar bahwa dari 1934 dan seterusnya, ia memiliki hubungan dengan pelayan rumahnya Valentina Istomina.[812] Stalin memiliki setidaknya dua anak gelap,[813] meskipun tak pernah diakui sebagai anaknya.[814] Salah satunya, Constantin Kuzakova, kemudian mengajar filsafat di Institut Mekanikal Militer Leningrad, namun tak pernah bertemu ayahnya.[815] Yang lainnya, Alexander, adalah putra dari Lidia Pereprygia; ia dibesarkan sebagai putra seorang nelayan desa dan otoritas Societ bersumpah kepadanya untuk tak pernah membongkar bahwa Stalin adalah ayah kandungnya.[816]

Warisan[sunting | sunting sumber]

Poster Stalin di Unter-den-Linden, Berlin pada 1945

Sejarawan Robert Conquest menyatakan bahwa Stalin, "mungkin melebihi [orang] manapun lainnya yang menentukan wadah abad kedua puluh".[817] Service menganggap orang Georgia tersebut sebagai "salah satu politikus menonjol pada abad kedua puluh".[693] Montefiore mencap Stalin sebagai "perpaduan langka: 'intelektual' sekaligus 'pembunuh', seorang pria yang menjadi "politikus mutlak" dan "sangat merasuki dan membius para titan abad kedua puluh".[818] Menurut sejarawan Kevin McDermott, tafsiran-tafsiran Stalin terbentang dari "menjilat dan memuja-muja sampai pedas dan mengutuk".[819] Bagi kebanyakan orang Barat dan orang Rusia anti-komunis, ia dipandang sangat buruk sebagai pembunuh massal;[819] untuk sejumlah signifikan dari orang-orang Rusia dan Georgia, ia dianggap sebagai negarawan besar dan pembangun negara.[819]

Stalin menguatkan dan menstabilkan Uni Soviet.[820] Service menyatakan bahwa tanpa kepemimpinan Stalin, Uni Soviet sudah hancur lama sebelum 1991.[820] Pada masa kematiannya, negara tersebut berubah menjadi kekuatan dunia dan kolosus industrial, dengan populasi yang melek huruf.[820] Menurut Service, USSR pada zaman Stalin "mengklaim prestasi impresif" dalam hal urbanisasi, kekuatan militer, pendidikan dan kebanggaan Soviet.[821] Meskipun jutaan warga Soviet mencemoohnya, dukungan terhadapnya juga merebak di seluruh masyarakat Soviet.[821]

Uni Soviet pada zaman Stalin dikarakterisasikan sebagai totalitarian.[822] Berbagai biografer menyebutnya diktator,[823] seorang otokrat,[824] atau menuduhnya mempraktikkan Caesarisme.[825] Di Uni Soviet dan tempat lainnya, ia digambarkan sebagai seorang "despot Ketimuran".[826] Biografer Dmitri Volkogonov mengkarakterisasikannya sebagai "salah satu figur paling berkuasa dalam sejarah manusia",[827] sementara McDermott menyatakan bahwa Stalin telah "mengkonsentrasikan otoritas politik tak terpreseden pada tangannya",[828] dan Service menyatakan bahwa pada akhir 1930an, Stalin "mendekati despotisme pribadi ketimbang hampir penguasa manapun dalam sejarah".[829]

Selain itu, McDermott menyinggung soal "stereotipe yang sangat sederhana"—dipromosikan dalam karya-karya fiksi para penulis seperti Aleksandr Solzhenitsyn, Vasily Grossman, dan Anatoly Rybakov—yang menggambarkan Stalin sebagai seorang omnipoten dan tirani omnipresen yang mengendalikan setiap aspek kehidupan Soviet melalui penindasan dan totalitarianisme.[830] Service juga memberi penggambaran Stalin sebagai seorang "despot tak tertandingi", menyatakan bahwa "melalui kekuasaan yang ia pegang, kekuasaannya bukanlah tanpa batas", dan peraturannya bergantung pada kehendaknya untuk mengkonservasikan struktur Soviet yang ia wariskan.[831] Khlevniuk menyatakan bahwa pada berbagai titik, terutama saat Stalin menjadi tua dan rapuh, terdapat "manifestasi periodik" dimana oligarki partai mengancam kontrol otokratnya.[727] Stalin menyangkal kepada para pengunjung asing bahwa ia adalah seorang diktator, menyatakan bahwa orang-orang yang mencapnya seperti itu tak memahami struktur pemerintahan Soviet.[832] Stalin juga disebut sebagai teroris atas kegiatan-kegiatan revolusionernya di Georgia.[833]

Museum Gulag di Moskwa

Stalin sangat dikenal karena jumlah korban tewas pada masa rezimnya. Menurut Service, Stalin adalah "salah satu figur paling terkenal dalam sejarah", orang yang memerintahkan "pembunuhan sistematis terhadap rakyat pada skala masif".[820] Khlevniuk menyatakan bahwa tindakan-tindakan Stalin "menjunjung atau menaungi penghancuran jutaan di atas jutaan nyawa secara harfiah".[834] Catatan-catatan resmi menunjukkan bahwa 800,000 orang ditembak di Uni Soviet antara 1930 dan 1952, meskipun sejumlah besar korban tewas terjadi saat penyiksaan atau sebagai akibat dari kondisi buruk di kamp-kamp buruh. Beberapa orang lainnya tewas akibat bencana kelaparan dan kelaparan; antara 5 dan 7 juta orang tewas saat bencana kelaparan tahun 1932–33.[835]

Montefiore menyatakan bahwa Stalin bertanggung jawab mutlak atas kematian antara 20 dan 25 juta orang,[836] dengan Khlevniuk menyatakan bahwa setidaknya 60 juta orang menghadapi beberapa bentuk penindasan atau diskriminasi di bawah rezim Stalin.[835] Dalam edisi terkininya dari The Great Terror (2007), Conquest menyatakan bahwa meskipun jumlah yang ada tak pernah diketahui secara pasti, setidaknya 15 juta orang tewas "akibat serangkaian besar teror rezim Soviet".[837] Sejarawan dan peneliti arsip Stephen G. Wheatcroft menyatakan bahwa 3 juta orang tewas pada masa rezim Stalinis, termasuk orang-orang dari dakwaan kriminal (namun tidak termasuk korban tewas akibat bencana kelaparan, yang ia dan sejarawan R. W. Davies perkirakan berjumlah sekitar 5.5 sampai 6.5 juta).[838][839] Sejarawan Amerika Timothy D. Snyder menyatakan bahwa sementara rezim Nazi menewaskan 11-12 juta orang tak bersenjata, rezim Stalin bertanggung jawab atas sekitar 6-9 juta orang.[840][841] Penulis Rusia Vadim Erlikman membuat perkiraan berikut: eksekusi, 1.5 juta; gulag, 5 juta; deportasi, 1.7 juta dari 7.5 juta dideportasi; dan tahanan perang dan warga sipil Jerman, 1 juta – total sekitar 9 juta korban penindasan.[842]

Banyak kesusastraan yang dicurahkan kepada Stalin yang dibuat; ini sangat substansial sehingga para spesialis tak fapat membacanya secara keseluruhan.[834] Pada masa hidup Stalin, biografi-biografi yang menyanjungnya kebanyakan berisi hagiografi.[843] Stalin menyatakan bahwa karya-karya tersebut memberikan sangat sedikit perhatian terhadap kehidupan awalnya, terutama karena ia tak berharap untuk memperlihatkan asal muasal Georgianya di sebuah negara yang didominasi secara numerik oleh orang Rusia.[844] Sejumlah besar biografi Stalin diterbitkan sejak kematiannya.[845] Sampai 1980an, biografi-biografi tersebut kebanyakan berdasarkan pada sumber-sumber informasi yang sama pada satu sama lain.[845] Di bawah pemerintahan Mikhail Gorbachev, sejumlah berkas terklasifikasi sebelumnya tentang kehidupan Lenin disediakan kepada para sejarawan, dengan sisanya dirilis setelah kejatuhan Uni Soviet.[845] Kebanyakan informasi baru tentang kehidupan awal Stalin datang dari pembukaan arsip pasca-Soviet, terutama di Georgia.[846] Ini mengakibatkan banjir riset baru.[834] Conquest mengekspresikan pandangan bahwa pada periode glasnost yang diinisiasikan oleh Gorbachev, Stalin dan Stalinisme menjadi "salah satu masalah paling vital dan menonjol pada agenda publik".[847]

Kaum Leninis masih terbagi dalam pandangan mereka terhadap Stalin. Beberapa menandangnya sebagai penerus otentik Lenin, yang meneruskan dan mengembangkan warisannya, sementara yang lainnya meyakini bahwa Stalin mengkhianati gagasan-gagasan Lenin dengan memutarbalikkannya.[693] Alam sosio-ekonomi Uni Soviet pada zaman Stalin juga banyak diperdebatkan, yang banyak dicap berbentuk sosialisme negara, kapitalisme negara, kolektivisme birokratik, atau secara penuh mode produksi yang unik.[848]

Di Uni Soviet dan negara-negara penerusnya[sunting | sunting sumber]

Meskipun Khrushchev menginisiasikan proses de-Stalinisasi di belahan Uni Soviet, ia dilepaskan dari kekuasaan pada 1964 dan digantikan oleh Leonid Brezhnev. Terdapat tingkat re-Stalinisasi dalam masyarakat Soviet pada masa berikutnya.[849] Pada 1969 dan lagi pada 1979, rencana-rencana diusulkan untuk rehabilitasi penuh warisan Stalin: keduanya dikalahkan oleh kecaman-kecaman dari dalam negeri dan dari partai-partai Komunis asing.[850] Gorbachev memandang pengecaman total dari Stalin dibutuhkan bagi regenerasi masyarakat Soviet.[851] Setelah kejatuhan Uni Soviet pada 1991, Presiden pertama dari Federasi Rusia baru, Boris Yeltsin, juga mengulang pengecaman Gorbachev terhadap Stalin namun menambahkannya dengan pengecaman terhadap Lenin.[851] Penerusnya, Vladimir Putin, tak berniat untuk merehabilitasi Stalin namun menempatkan niat untuk menselebrasikan prestasi Soviet di bawah kepemimpinan Stalin di samping penindasan-penindasannya.[852]

Para pengaris Marxis–Leninis melayat makam Stalin pada 2009

Sebagai penimbulan sosial dan ekonomi dari periode pasca-Soviet, beberapa orang Rusia memandang Stalin menghimpun era tertata, terprediksi dan kebanggaan.[853] Ia masih menjadi figur yang dihormati di kalangan beberapa nasionalis Rusia, yang merasakan nostalgia terhadap kemenangan Soviet atas Jerman Nazi pada Perang Dunia II,[854] dan ia giat terlibat dalam sayap kiri jauh sekaligus kanan jauh Rusia.[855] Dalam sebuah survei tahun 2006, lebih dari 35% orang Rusia menyatakan bahwa mereka menyukai Stalin,[856][857] dan dalam acara televisi tahun 2008 Name of Russia, Stalin terpilih menjadi tokoh terkenal ketiga dalam sejarah Rusia.[858] Sebuah jajak pendapat tahun 2017 menyatakan bahwa ketenaran Stalin mencapai puncaknya dalam 16 tahun di kalangan penduduk Rusia, dengan 46% mengekspresikan pandangan suka terhadapnya.[859] Pada waktu yang sama, terdapat pertumbuhan dalam kesusastraan pro-Stalinis di Rusia, kebanyakan terjerumus pada kesalahan representasi atau fabrikasi dari material sumber.[860] Dalam kesusastraan ini, penekanan-penekanan ulang terhadap Stalin dianggap sebagai ukuran yang dibutuhkan untuk mengalahkan "musuh-musuh rakyat" atau hasil dari para pejabat tingkat rendah yang bertindak tanpa ilmu Stalin.[860]

Satu-satunya bagian dari bekas Uni Soviet dimana penghormatan terhadap Stalin masih merebak secara konsisten adalah Georgia.[861] Beberapa orang Georgia menyatakan kritikan terhadap Stalin, figur paling terkenal dari sejarah modern negara mereka;[854] sebuah survei tahun 2013 oleh Universitas Tbilisi menemukan bahwa 45% orang Georgia mengekspresikan "sikap positif" terhadapnya.[862]

Para sejarawan tak bersepakat soal apakah kebijakan-kebijakan yang berujung pada bencana kelaparan tahun 1932–33 masuk definisi genosida yang sah, dua puluh enam negara resmi mengakuinya demikian. Pada 2006, Parlemen Ukraina mendeklarasikannya merupakan sebuah genosida,[863] dan pada 2010, sebuah pengadilan Ukraina secara anumerta mendakwa Stalin, Lazar Kaganovich, Stanislav Kosior dan para pemimpin Soviet lainnya terhadap genosida tersebut.[864][865] Pada musim semi 2010, sebuah monumen baru untuk menghormati Stalin didirikan di Zaporizhia.[865] Pada akhir Desember 2010, kepala patung tersebut dipenggal oleh para pengrusak tak teridentifikasi dan pada Malam Tahun Baru berikutnya, patung tersebut dihancurkan sepenuhnya dalam sebuah ledakan.[866] Dalam jajak pendapat Kiev International Institute of Sociology tahun 2016, 38% responden menyatakan pandangan negatif terhadap Stalin, 26% berpandangan netral dan 17% berpandangan positif (19% menolak untuk menjawab).[867]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ bahasa Rusia: Ио́сиф Виссарио́нович Ста́лин. Stalin lahir dengan nama Ioseb Besarionis dze Jughashvili (bahasa Georgia: იოსებ ბესარიონის ძე ჯუღაშვილი), yang dialihaksarakan ke dalam bahasa Rusia dengan sebutan Iosif Vissarionovich Dzhugashvili (bahasa Rusia: Ио́сиф Виссарио́нович Джугашви́ли). Ia mengadopsi nama belakang "Stalin" yang diambil dari nama revolusionernya noms de guerre; /ˈstɑːlɪn/,[1] Rusia: Ио́сиф Виссарио́нович Ста́лин, tr. Iosif Vissarionovich Stalin; IPA: [ɪˈosʲɪf vʲɪsərʲɪˈonəvʲɪt͡ɕ ˈstalʲɪn].
  2. ^ Meskipun terdapat sebuah ketidakkonsistenan diantara sumber-sumber yang diterbitkan tentang tahun dan tanggal kelahiran Stalin, Iosif Dzhugashvili ditemukan dalam catatan Gereja Uspensky di Gori, Georgia lahir pada 18 Desember (kalender Julian: 6 Desember) 1878. Tanggal kelahiran ini tercantum dalam Sertifikat Meninggalkan Sekolahnya, beras kepolisian Rusia tsaris ekstensifnya, catatan penangkapan polisi dari 18 April 1902 yang menyatakan usianya 23 tahun, dan seluruh dokumen pra-Revolusi lainnya yang masih ada. Pada akhir 1921, Stalin sendiri menyebut tanggal kelahirannya adalah 18 Desember 1878 dalam sebuah curriculum vitae dalam tulisan tangannya sendiri. Namun, setelah ia berkuasa pada 1922, Stalin mengganti tanggalnya menjadi 21 Desember 1879 (penanggalan Gaya Lama 9 Desember 1879). Ini menjadi tanggal ualng tahunnya yang dirayakan di Uni Soviet. Lihat "Prominent figures". Russian Information Network. Diakses tanggal 19 July 2008. 

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Stalin". Random House Webster's Unabridged Dictionary.
  2. ^ Dmitri Volkogonov, Lenin. A New Biography, translated and edited by Harold Shukman (New York: The Free Press, 1994), p. 185.
  3. ^ Wheatcroft, S. G.; Davies, R. W.; Cooper, J. M. (1986). Soviet Industrialization Reconsidered: Some Preliminary Conclusions about Economic Development between 1926 and 1941 39 (2). Economic History Review. hlmn. 30–2. ISBN 978-0-7190-4600-1. 
  4. ^ Getty, Rittersporn, Zemskov (1993). "Victims of the Soviet Penal System in the Pre-War Years: A First Approach on the Basis of Archival Evidence" (PDF). The American Historical Review 98 (4): 1017–1049. JSTOR 2166597. doi:10.2307/2166597. 
  5. ^ Gleason, Abbott (2009). A Companion to Russian History. Wiley-Blackwell. p. 373. ISBN 1-4051-3560-3
  6. ^ Weinberg, G.L. (1995). A World at Arms: A Global History of World War II. Cambridge University Press. hlm. 264. ISBN 0-521-55879-4. 
  7. ^ Rozhnov, Konstantin (5 May 2005) Who won World War II?. BBC.
  8. ^ Adelman, Jonathan R. and Gibson, Christann Lea (1989). Contemporary Soviet Military Affairs: The Legacy of World War II. Unwin Hyman. hlm. 4. ISBN 978-0-04-445031-3. 
  9. ^ Conquest 1991, hlm. 2; Khlevniuk 2015, hlm. 11.
  10. ^ Service 2004, hlm. 14; Montefiore 2007, hlm. 23.
  11. ^ Conquest 1991, hlm. 2; Volkogonov 1991, hlm. 5; Service 2004, hlm. 14; Montefiore 2007, hlm. 19; Khlevniuk 2015, hlm. 11.
  12. ^ Service 2004, hlm. 14; Montefiore 2007, hlm. 19.
  13. ^ Volkogonov 1991, hlm. 5; Service 2004, hlm. 16; Montefiore 2007, hlm. 22; Khlevniuk 2015, hlm. 11.
  14. ^ Conquest 1991, hlm. 1; Khlevniuk 2015, hlm. 11.
  15. ^ Service 2004, hlm. 15.
  16. ^ Service 2004, hlm. 16.
  17. ^ Conquest 1991, hlm. 11; Service 2004, hlm. 16; Montefiore 2007, hlm. 23.
  18. ^ Conquest 1991, hlm. 5; Service 2004, hlm. 14; Montefiore 2007, hlm. 22.
  19. ^ Montefiore 2007, hlm. 22.
  20. ^ Service 2004, hlm. 16; Montefiore 2007, hlm. 32.
  21. ^ Conquest 1991, hlm. 11; Service 2004, hlm. 19.
  22. ^ Montefiore 2007, hlmn. 30–31.
  23. ^ Conquest 1991, hlm. 5.
  24. ^ Service 2004, hlm. 17; Montefiore 2007, hlm. 25; Khlevniuk 2015, hlm. 12.
  25. ^ Conquest 1991, hlm. 10; Volkogonov 1991, hlm. 5; Service 2004, hlm. 17; Montefiore 2007, hlm. 29; Khlevniuk 2015, hlm. 12.
  26. ^ Conquest 1991, hlm. 12; Montefiore 2007, hlm. 31.
  27. ^ a b Montefiore 2007, hlm. 32.
  28. ^ Montefiore 2007, hlm. 31.
  29. ^ Conquest 1991, hlm. 11; Service 2004, hlm. 20; Montefiore 2007, hlm. 34.
  30. ^ Montefiore 2007, hlmn. 32–33.
  31. ^ Conquest 1991, hlm. 12; Service 2004, hlm. 30; Montefiore 2007, hlm. 44.
  32. ^ Montefiore 2007, hlmn. 43–44.
  33. ^ Montefiore 2007, hlm. 44.
  34. ^ Conquest 1991, hlm. 13; Service 2004, hlm. 30; Montefiore 2007, hlm. 43.
  35. ^ Service 2004, hlm. 20; Montefiore 2007, hlm. 36.
  36. ^ Montefiore 2007, hlm. 45.
  37. ^ Conquest 1991, hlm. 12; Volkogonov 1991, hlm. 5; Service 2004, hlm. 19; Montefiore 2007, hlm. 31.
  38. ^ Conquest 1991, hlm. 12; Service 2004, hlm. 25; Montefiore 2007, hlmn. 35, 46.
  39. ^ Montefiore 2007, hlm. 51; Khlevniuk 2015, hlm. 15.
  40. ^ Montefiore 2007, hlm. 53.
  41. ^ Montefiore 2007, hlmn. 52–53.
  42. ^ Montefiore 2007, hlmn. 54–55.
  43. ^ Conquest 1991, hlm. 19; Service 2004, hlm. 36; Montefiore 2007, hlm. 56; Khlevniuk 2015, hlm. 16.
  44. ^ Conquest 1991, hlm. 18; Montefiore 2007, hlm. 57.
  45. ^ Service 2004, hlm. 38.
  46. ^ a b Montefiore 2007, hlm. 58.
  47. ^ Montefiore 2007, hlm. 69; Khlevniuk 2015, hlm. 18.
  48. ^ Conquest 1991, hlm. 19; Montefiore 2007, hlm. 69; Khlevniuk 2015, hlm. 19.
  49. ^ Montefiore 2007, hlmn. 70–71.
  50. ^ Conquest 1991, hlm. 19; Montefiore 2007, hlm. 62; Khlevniuk 2015, hlm. 18.
  51. ^ Montefiore 2007, hlm. 63.
  52. ^ Conquest 1991, hlm. 14; Volkogonov 1991, hlm. 5; Service 2004, hlmn. 27–28; Montefiore 2007, hlm. 63; Khlevniuk 2015, hlm. 17.
  53. ^ Montefiore 2007, hlm. 64.
  54. ^ Montefiore 2007, hlm. 69.
  55. ^ Service 2004, hlm. 40.
  56. ^ Montefiore 2007, hlm. 66.
  57. ^ Montefiore 2007, hlm. 65.
  58. ^ Service 2004, hlm. 41; Montefiore 2007, hlm. 71.
  59. ^ a b Montefiore 2007, hlm. 73.
  60. ^ Conquest 1991, hlm. 27; Service 2004, hlm. 43; Montefiore 2007, hlm. 76.
  61. ^ a b Service 2004, hlm. 44.
  62. ^ Montefiore 2007, hlm. 79.
  63. ^ Conquest 1991, hlm. 27; Montefiore 2007, hlm. 78.
  64. ^ a b Montefiore 2007, hlm. 78.
  65. ^ Conquest 1991, hlm. 27; Service 2004, hlm. 45; Montefiore 2007, hlmn. 81–82.
  66. ^ Montefiore 2007, hlm. 82.
  67. ^ Conquest 1991, hlm. 28; Montefiore 2007, hlm. 82.
  68. ^ Montefiore 2007, hlm. 87.
  69. ^ Rieber 2005, hlmn. 37–38; Montefiore 2007, hlmn. 87–88.
  70. ^ Conquest 1991, hlm. 29; Service 2004, hlm. 52; Rieber 2005, hlm. 39; Montefiore 2007, hlm. 101.
  71. ^ Montefiore 2007, hlmn. 91, 95.
  72. ^ Montefiore 2007, hlmn. 90–93; Khlevniuk 2015, hlmn. 22–23.
  73. ^ Conquest 1991, hlm. 29; Service 2004, hlm. 49; Montefiore 2007, hlmn. 94–95; Khlevniuk 2015, hlm. 23.
  74. ^ Montefiore 2007, hlmn. 97–98.
  75. ^ Conquest 1991, hlm. 29; Service 2004, hlm. 49; Rieber 2005, hlm. 42; Montefiore 2007, hlm. 98.
  76. ^ Service 2004, hlm. 52; Montefiore 2007, hlm. 101.
  77. ^ Conquest 1991, hlm. 29; Service 2004, hlm. 52; Montefiore 2007, hlm. 105.
  78. ^ Conquest 1991, hlm. 29; Montefiore 2007, hlm. 107; Khlevniuk 2015, hlm. 23.
  79. ^ Conquest 1991, hlm. 29; Service 2004, hlm. 52; Montefiore 2007, hlmn. 108–110.
  80. ^ Montefiore 2007, hlm. 111.
  81. ^ Service 2004, hlm. 52; Montefiore 2007, hlmn. 114–115.
  82. ^ Service 2004, hlm. 52; Montefiore 2007, hlmn. 115–116.
  83. ^ Service 2004, hlm. 57; Montefiore 2007, hlm. 123.
  84. ^ Service 2004, hlmn. 51–52, 54; Montefiore 2007, hlm. 117.
  85. ^ Service 2004, hlm. 54; Montefiore 2007, hlmn. 117–118.
  86. ^ Conquest 1991, hlmn. 33–34; Service 2004, hlm. 53; Montefiore 2007, hlm. 113; Khlevniuk 2015, hlm. 24.
  87. ^ Service 2004, hlm. 59; Khlevniuk 2015, hlm. 24.
  88. ^ Montefiore 2007, hlm. 131.
  89. ^ Conquest 1991, hlm. 38; Service 2004, hlm. 59.
  90. ^ a b Service 2004, hlm. 56; Montefiore 2007, hlm. 126.
  91. ^ Service 2004, hlm. 56.
  92. ^ Service 2004, hlm. 58; Montefiore 2007, hlmn. 128–129.
  93. ^ a b Montefiore 2007, hlm. 129.
  94. ^ Montefiore 2007, hlmn. 131–132.
  95. ^ Montefiore 2007, hlm. 132.
  96. ^ Montefiore 2007, hlm. 143.
  97. ^ Montefiore 2007, hlmn. 132–133.
  98. ^ Montefiore 2007, hlmn. 135, 144.
  99. ^ Montefiore 2007, hlm. 137.
  100. ^ Service 2004, hlm. 60; Montefiore 2004, hlm. 145.
  101. ^ Montefiore 2007, hlm. 145.
  102. ^ Conquest 1991, hlm. 37; Service 2004, hlm. 60.
  103. ^ Montefiore 2007, hlm. 147.
  104. ^ Conquest 1991, hlmn. 39–40; Service 2004, hlmn. 61, 62; Montefiore 2007, hlm. 156.
  105. ^ Conquest 1991, hlm. 40; Service 2004, hlm. 62; Khlevniuk 2015, hlm. 26.
  106. ^ Service 2004, hlm. 62.
  107. ^ Montefiore 2007, hlm. 168.
  108. ^ Service 2004, hlm. 64; Montefiore 2007, hlm. 159.
  109. ^ Service 2004, hlm. 64; Montefiore 2007, hlm. 167; Khlevniuk 2015, hlm. 25.
  110. ^ Service 2004, hlm. 65.
  111. ^ Conquest 1991, hlm. 41; Service 2004, hlm. 65; Montefiore 2007, hlmn. 168-170.
  112. ^ Conquest 1991, hlmn. 41–42; Service 2004, hlm. 75.
  113. ^ Montefiore 2007, hlm. 180.
  114. ^ Conquest 1991, hlmn. 43–44; Service 2004, hlm. 76; Montefiore 2007, hlm. 184.
  115. ^ Montefiore 2007, hlm. 190.
  116. ^ Montefiore 2007, hlm. 186.
  117. ^ Montefiore 2007, hlm. 189.
  118. ^ Montefiore 2007, hlm. 191.
  119. ^ Conquest 1991, hlm. 44; Service 2004, hlm. 71; Montefiore 2007, hlm. 193.
  120. ^ Montefiore 2007, hlm. 194.
  121. ^ Service 2004, hlm. 74; Montefiore 2007, hlm. 196.
  122. ^ Montefiore 2007, hlmn. 197–198.
  123. ^ Montefiore 2007, hlm. 195.
  124. ^ Conquest 1991, hlm. 44; Service 2004, hlm. 68; Montefiore 2007, hlm. 203.
  125. ^ Conquest 1991, hlm. 45; Montefiore 2007, hlmn. 203–204.
  126. ^ Conquest 1991, hlm. 45; Service 2004, hlm. 68; Montefiore 2007, hlmn. 206, 208.
  127. ^ Conquest 1991, hlm. 46; Montefiore 2007, hlm. 212.
  128. ^ Conquest 1991, hlm. 46; Montefiore 2007, hlm. 222.
  129. ^ Conquest 1991, hlm. 46; Montefiore 2007, hlm. 226.
  130. ^ Service 2004, hlm. 79; Montefiore 2007, hlmn. 227, 229, 230–231.
  131. ^ Conquest 1991, hlm. 47; Service 2004, hlm. 80; Montefiore 2007, hlmn. 231, 234.
  132. ^ Service 2004, hlm. 79; Montefiore 2007, hlm. 234.
  133. ^ Montefiore 2007, hlm. 236.
  134. ^ a b Montefiore 2007, hlm. 237.
  135. ^ Conquest 1991, hlm. 48; Service 2004, hlm. 83; Montefiore 2007, hlm. 240.
  136. ^ a b Montefiore 2007, hlm. 240.
  137. ^ Montefiore 2007, hlm. 241.
  138. ^ Service 2004, hlm. 84; Montefiore 2007, hlm. 243.
  139. ^ a b Service 2004, hlm. 84; Montefiore 2007, hlm. 247.
  140. ^ Conquest 1991, hlm. 51; Montefiore 2007, hlm. 248.
  141. ^ Montefiore 2007, hlm. 249.
  142. ^ Service 2004, hlm. 86; Montefiore 2007, hlm. 250.
  143. ^ Conquest 1991, hlm. 51; Service 2004, hlmn. 86–87; Montefiore 2007, hlmn. 250–251.
  144. ^ Montefiore 2007, hlmn. 252–253.
  145. ^ Montefiore 2007, hlm. 255.
  146. ^ a b Montefiore 2007, hlm. 256.
  147. ^ Conquest 1991, hlm. 52; Service 2004, hlmn. 87–88; Montefiore 2007, hlmn. 256–259.
  148. ^ Montefiore 2007, hlm. 263.
  149. ^ Conquest 1991, hlm. 54; Service 2004, hlm. 89; Montefiore 2007, hlm. 263.
  150. ^ Service 2004, hlm. 89; Montefiore 2007, hlmn. 264–265.
  151. ^ a b Montefiore 2007, hlm. 266.
  152. ^ Conquest 1991, hlm. 53; Service 2004, hlm. 85; Montefiore 2007, hlm. 266.
  153. ^ a b Montefiore 2007, hlm. 267.
  154. ^ Himmer 1986, hlm. 269; Volkogonov 1991, hlm. 7; Service 2004, hlm. 85.
  155. ^ Himmer 1986, hlm. 269; Service 2004, hlm. 85.
  156. ^ Himmer 1986, hlm. 269; Volkogonov 1991, hlm. 7; Montefiore 2007, hlm. 268.
  157. ^ Montefiore 2007, hlmn. 267–268.
  158. ^ Montefiore 2007, hlmn. 268–270; Khlevniuk 2015, hlm. 28.
  159. ^ Conquest 1991, hlm. 54; Service 2004, hlmn. 102–103; Montefiore 2007, hlmn. 270, 273; Khlevniuk 2015, hlm. 29.
  160. ^ Montefiore 2007, hlmn. 273–274.
  161. ^ Conquest 1991, hlm. 55; Service 2004, hlmn. 105–106; Montefiore 2007, hlmn. 277–278; Khlevniuk 2015, hlm. 29.
  162. ^ Service 2004, hlm. 107; Montefiore 2007, hlmn. 282–285; Khlevniuk 2015, hlm. 30.
  163. ^ Montefiore 2007, hlmn. 292–293.
  164. ^ Montefiore 2007, hlmn. 298, 300.
  165. ^ Montefiore 2007, hlm. 287.
  166. ^ Conquest 1991, hlm. 56; Service 2004, hlm. 110; Montefiore 2007, hlmn. 288–289.
  167. ^ Conquest 1991, hlm. 57; Service 2004, hlmn. 113–114; Montefiore 2007, hlm. 300.
  168. ^ Conquest 1991, hlm. 57; Montefiore 2007, hlmn. 301–302.
  169. ^ a b Service 2004, hlm. 114; Montefiore 2007, hlm. 302.
  170. ^ Conquest 1991, hlmn. 57–58; Service 2004, hlmn. 116–117; Montefiore 2007, hlmn. 302–303; Khlevniuk 2015, hlm. 42.
  171. ^ Volkogonov 1991, hlmn. 15, 19; Service 2004, hlm. 117; Montefiore 2007, hlm. 304.
  172. ^ Volkogonov 1991, hlm. 19; Service 2004, hlm. 120; Montefiore 2007, hlm. 310.
  173. ^ Conquest 1991, hlmn. 59–60; Montefiore 2007, hlm. 310.
  174. ^ Conquest 1991, hlm. 64; Service 2004, hlm. 131; Montefiore 2007, hlm. 316; Khlevniuk 2015, hlm. 46.
  175. ^ Montefiore 2007, hlm. 316.
  176. ^ Service 2004, hlm. 144.
  177. ^ Conquest 1991, hlm. 65; Montefiore 2007, hlmn. 319–320.
  178. ^ Montefiore 2007, hlmn. 322–324; Khlevniuk 2015, hlmn. 48–49.
  179. ^ Montefiore 2007, hlm. 326.
  180. ^ Conquest 1991, hlm. 68; Service 2004, hlm. 138; Montefiore 2007, hlmn. 331–332; Khlevniuk 2015, hlm. 50.
  181. ^ Montefiore 2007, hlmn. 332-333, 335.
  182. ^ Service 2004, hlm. 144; Montefiore 2007, hlmn. 337–338.
  183. ^ Service 2004, hlm. 145; Montefiore 2007, hlm. 341.
  184. ^ Montefiore 2007, hlmn. 341–342.
  185. ^ Montefiore 2007, hlmn. 344–346.
  186. ^ Service 2004, hlm. 145.
  187. ^ Service 2004, hlm. 147.
  188. ^ Service 2004, hlmn. 144–146; Khlevniuk 2015, hlm. 52.
  189. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 53.
  190. ^ Service 2004, hlm. 147; Khlevniuk 2015, hlm. 52.
  191. ^ Service 2004, hlm. 148; Khlevniuk 2015, hlm. 52.
  192. ^ Volkogonov 1991, hlmn. 28–29; Service 2004, hlm. 148.
  193. ^ a b c Conquest 1991, hlm. 71.
  194. ^ Conquest 1991, hlm. 90.
  195. ^ a b Montefiore 2003, hlm. 27.
  196. ^ Service 2004, hlm. 150.
  197. ^ Montefiore 2003, hlm. 157.
  198. ^ Service 2004, hlm. 149.
  199. ^ a b Service 2004, hlm. 155.
  200. ^ a b Service 2004, hlm. 158.
  201. ^ Service 2004, hlm. 148.
  202. ^ Conquest 1991, hlm. 70; Volkogonov 1991, hlm. 30; Service 2004, hlm. 148; Khlevniuk 2015, hlm. 52.
  203. ^ a b Conquest 1991, hlm. 71; Service 2004, hlm. 152.
  204. ^ Service 2004, hlm. 153.
  205. ^ Conquest 1991, hlm. 72; Service 2004, hlmn. 150–151.
  206. ^ Conquest 1991, hlm. 72; Service 2004, hlm. 151.
  207. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 48–49.
  208. ^ Conquest 1991, hlm. 72; Service 2004, hlm. 167; Khlevniuk 2015, hlm. 49.
  209. ^ Conquest 1991, hlm. 75; Service 2004, hlmn. 158–161.
  210. ^ Service 2004, hlmn. 159–160.
  211. ^ Conquest 1991, hlm. 75; Service 2004, hlm. 161.
  212. ^ Service 2004, hlm. 161.
  213. ^ Service 2004, hlm. 165.
  214. ^ Conquest 1991, hlm. 77; Volkogonov 1991, hlm. 39; Montefiore 2003, hlm. 27; Service 2004, hlm. 163; Khlevniuk 2015, hlm. 54.
  215. ^ a b Service 2004, hlm. 173.
  216. ^ Service 2004, hlm. 164.
  217. ^ Conquest 1991, hlmn. 78, 82; Montefiore 2007, hlm. 28; Khlevniuk 2015, hlm. 55.
  218. ^ Conquest 1991, hlm. 81; Service 2004, hlm. 170.
  219. ^ Volkogonov 1991, hlm. 46; Montefiore 2007, hlm. 27; Khlevniuk 2015, hlmn. 56–57.
  220. ^ Conquest 1991, hlmn. 78–79; Volkogonov 1991, hlm. 40; Service 2004, hlm. 166; Khlevniuk 2015, hlm. 55.
  221. ^ Service 2004, hlm. 171.
  222. ^ Service 2004, hlm. 169.
  223. ^ Conquest 1991, hlmn. 83–84; Service 2004, hlm. 172.
  224. ^ a b c Service 2004, hlm. 172.
  225. ^ Conquest 1991, hlm. 85; Service 2004, hlm. 172.
  226. ^ Service 2004, hlmn. 173, 174.
  227. ^ Conquest 1991, hlm. 86; Volkogonov 1991, hlm. 45.
  228. ^ Service 2004, hlm. 175.
  229. ^ Conquest 1991, hlm. 91; Service 2004, hlm. 175.
  230. ^ a b Service 2004, hlm. 176.
  231. ^ Service 2004, hlm. 199.
  232. ^ Service 2004, hlmn. 203, 190.
  233. ^ Service 2004, hlm. 174.
  234. ^ a b Service 2004, hlm. 178.
  235. ^ Service 2004, hlm. 178; Khlevniuk 2015, hlm. 59.
  236. ^ Service 2004, hlmn. 176–177.
  237. ^ Service 2004, hlm. 177.
  238. ^ Conquest 1991, hlm. 87; Service 2004, hlm. 179; Khlevniuk 2015, hlm. 60.
  239. ^ Service 2004, hlmn. 180, 182.
  240. ^ Service 2004, hlm. 183.
  241. ^ Service 2004, hlmn. 182–183.
  242. ^ Davies 2003, hlm. 211; Service 2004, hlmn. 183–185.
  243. ^ a b Service 2004, hlm. 202.
  244. ^ Service 2004, hlmn. 199–200.
  245. ^ Service 2004, hlm. 200.
  246. ^ Service 2004, hlmn. 194–196.
  247. ^ Service 2004, hlmn. 194–195.
  248. ^ Service 2004, hlmn. 203–205.
  249. ^ a b Conquest 1991, hlm. 127; Service 2004, hlm. 232.
  250. ^ Conquest 1991, hlm. 89; Service 2004, hlm. 187; Khlevniuk 2015, hlm. 64.
  251. ^ Service 2004, hlm. 186.
  252. ^ Service 2004, hlm. 188.
  253. ^ Conquest 1991, hlm. 96; Volkogonov 1991, hlmn. 78–70; Service 2004, hlmn. 189–190.
  254. ^ Service 2004, hlm. 190.
  255. ^ Conquest 1991, hlm. 97; Volkogonov 1991, hlm. 53; Service 2004, hlm. 191.
  256. ^ Service 2004, hlmn. 191–192.
  257. ^ Service 2004, hlm. 192; Khlevniuk 2015, hlm. 68.
  258. ^ Conquest 1991, hlm. 102; Service 2004, hlmn. 191–192.
  259. ^ Conquest 1991, hlm. 98; Service 2004, hlm. 193; Khlevniuk 2015, hlmn. 69–70.
  260. ^ Conquest 1991, hlm. 95; Service 2004, hlm. 195; Khlevniuk 2015, hlmn. 71–72.
  261. ^ Volkogonov 1991, hlm. 71; Service 2004, hlm. 194; Khlevniuk 2015, hlmn. 68–69.
  262. ^ Conquest 1991, hlmn. 98–99; Service 2004, hlm. 195; Khlevniuk 2015, hlm. 69.
  263. ^ Service 2004, hlm. 195.
  264. ^ Volkogonov 1991, hlm. 74; Service 2004, hlm. 206.
  265. ^ Conquest 1991, hlmn. 99–100, 103; Volkogonov 1991, hlmn. 72–74; Service 2004, hlmn. 210–211; Khlevniuk 2015, hlmn. 70–71.
  266. ^ Conquest 1991, hlmn. 100–101; Volkogonov 1991, hlmn. 53, 79–82; Service 2004, hlmn. 208–209; Khlevniuk 2015, hlm. 71.
  267. ^ Conquest 1991, hlm. 104; Montefiore 2003, hlm. 30; Service 2004, hlm. 219; Khlevniuk 2015, hlm. 79.
  268. ^ Conquest 1991, hlm. 110; Montefiore 2003, hlm. 30; Service 2004, hlm. 219.
  269. ^ Conquest 1991, hlm. 130; Montefiore 2003, hlm. 30; Service 2004, hlm. 221.
  270. ^ Conquest 1991, hlmn. 111–112; Service 2004, hlm. 221.
  271. ^ Conquest 1991, hlm. 111; Service 2004, hlmn. 222–224; Khlevniuk 2015, hlm. 79.
  272. ^ Conquest 1991, hlm. 127; Service 2004, hlm. 235.
  273. ^ Conquest 1991, hlm. 127; Service 2004, hlm. 238.
  274. ^ Conquest 1991, hlm. 98; Khlevniuk 2015, hlm. 52.
  275. ^ Service 2004, hlmn. 214–215, 217.
  276. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 87.
  277. ^ Service 2004, hlm. 225.
  278. ^ Service 2004, hlm. 227.
  279. ^ a b Service 2004, hlm. 228.
  280. ^ Service 2004, hlm. 340.
  281. ^ Service 2004, hlmn. 240–243; Khlevniuk 2015, hlmn. 82–83.
  282. ^ Conquest 1991, hlm. 126; Khlevniuk 2015, hlm. 83.
  283. ^ Conquest 1991, hlmn. 137, 138.
  284. ^ Service 2004, hlm. 247; Khlevniuk 2015, hlm. 91.
  285. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 85.
  286. ^ Conquest 1991, hlmn. 139, 151; Service 2004, hlmn. 282–283; Khlevniuk 2015, hlm. 85.
  287. ^ a b c Service 2004, hlm. 282.
  288. ^ Service 2004, hlm. 276.
  289. ^ Service 2004, hlmn. 277–278.
  290. ^ Service 2004, hlmn. 277, 280.
  291. ^ Service 2004, hlm. 278.
  292. ^ Rappaport 1999, hlm. 97.
  293. ^ Conquest 1991, hlm. 130.
  294. ^ a b Service 2004, hlm. 244.
  295. ^ Service 2004, hlm. 392; Khlevniuk 2015, hlmn. 89–90.
  296. ^ North, Robert Carver (1963). Moscow and Chinese Communists (Edisi ke-2nd). Stanford University Press. hlm. 96. ISBN 978-0-8047-0453-3. Diakses tanggal 23 June 2017. 
  297. ^ Service 2004, hlm. 273.
  298. ^ a b Service 2004, hlm. 256.
  299. ^ Conquest 1991, hlmn. 172–173; Service 2004, hlm. 256.
  300. ^ Conquest 1991, hlmn. 144, 146; Service 2004, hlm. 258.
  301. ^ Service 2004, hlm. 254.
  302. ^ Service 2004, hlm. 253; Khlevniuk 2015, hlm. 101.
  303. ^ Conquest 1991, hlmn. 147–148; Service 2004, hlmn. 257–258; Khlevniuk 2015, hlmn. 102–103.
  304. ^ Service 2004, hlm. 258; Khlevniuk 2015, hlm. 103.
  305. ^ Service 2004, hlm. 258.
  306. ^ Service 2004, hlm. 258; Khlevniuk 2015, hlm. 105.
  307. ^ a b Service 2004, hlm. 267.
  308. ^ Conquest 1991, hlm. 160.
  309. ^ a b Sandle 1999, hlm. 231.
  310. ^ Service 2004, hlmn. 265–266; Khlevniuk 2015, hlmn. 110–111.
  311. ^ Sandle 1999, hlm. 234.
  312. ^ Service 2004, hlm. 266; Khlevniuk 2015, hlm. 112.
  313. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 113.
  314. ^ Service 2004, hlm. 271.
  315. ^ Service 2004, hlm. 270.
  316. ^ Service 2004, hlm. 270; Khlevniuk 2015, hlm. 116.
  317. ^ Service 2004, hlm. 272; Khlevniuk 2015, hlm. 116.
  318. ^ Service 2004, hlm. 272.
  319. ^ Service 2004, hlm. 270; Khlevniuk 2015, hlmn. 113–114.
  320. ^ Conquest 1991, hlm. 160; Khlevniuk 2015, hlm. 114.
  321. ^ Service 2004, hlm. 260.
  322. ^ Conquest 1991, hlm. 158; Service 2004, hlm. 266.
  323. ^ Sandle 1999, hlmn. 227, 229.
  324. ^ Service 2004, hlm. 259.
  325. ^ Service 2004, hlm. 274.
  326. ^ a b c Service 2004, hlm. 265.
  327. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 118.
  328. ^ Conquest 1991, hlmn. 186, 190.
  329. ^ Sandle 1999, hlmn. 231–233.
  330. ^ Sandle 1999, hlmn. 241–242.
  331. ^ Service 2004, hlm. 269.
  332. ^ Service 2004, hlm. 300.
  333. ^ Conquest 1991, hlmn. 152–153; Sandle 1999, hlm. 214; Khlevniuk 2015, hlmn. 107–108.
  334. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 108.
  335. ^ Conquest 1991, hlmn. 152–155; Service 2004, hlm. 259; Khlevniuk 2015, hlm. 107.
  336. ^ a b Service 2004, hlm. 268.
  337. ^ Conquest 1991, hlm. 155.
  338. ^ Service 2004, hlm. 324.
  339. ^ Service 2004, hlm. 326.
  340. ^ a b Service 2004, hlm. 301.
  341. ^ Sandle 1999, hlmn. 244, 246.
  342. ^ Service 2004, hlm. 299.
  343. ^ Service 2004, hlm. 304.
  344. ^ Service 2004, hlm. 308.
  345. ^ Sandle 1999, hlm. 246.
  346. ^ Service 2004, hlmn. 302–303.
  347. ^ Conquest 1991, hlmn. 211, 276–277; Service 2004, hlm. 307.
  348. ^ Conquest 1991, hlm. 157.
  349. ^ Conquest 1991, hlm. 191.
  350. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 325.
  351. ^ Service 2004, hlm. 379.
  352. ^ Conquest 1991, hlmn. 183–184.
  353. ^ a b Service 2004, hlm. 261.
  354. ^ McDermott 1995, hlmn. 410–411; Conquest 1991, hlm. 176; Service 2004, hlmn. 261, 383.
  355. ^ Conquest 1991, hlm. 173.
  356. ^ a b Service 2004, hlm. 289.
  357. ^ Conquest 1991, hlm. 169; Service 2004, hlmn. 291–292.
  358. ^ Service 2004, hlmn. 292, 294.
  359. ^ Service 2004, hlm. 297.
  360. ^ Service 2004, hlm. 316.
  361. ^ a b c d Service 2004, hlm. 310.
  362. ^ Service 2004, hlm. 31.
  363. ^ a b c Service 2004, hlm. 318.
  364. ^ Service 2004, hlm. 312; Khlevniuk 2015, hlm. 117.
  365. ^ a b c Khlevniuk 2015, hlm. 117.
  366. ^ a b Khlevniuk 2015, hlm. 119.
  367. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 120.
  368. ^ Bullock 1962, hlm. 269.
  369. ^ "The Industrialisation of Soviet Russia" (PDF). 5 – The Years of Hunger: Soviet Agriculture, 1931–1933. Palgrave Macmillan. 2004. Diakses tanggal 28 December 2008. 
  370. ^ Tauger, Mark B. (2001). "Natural Disaster and Human Actions in the Soviet Famine of 1931–1933" (PDF). The Carl Beck Papers in Russian and East European Studies (1506): 67. ISSN 2163-839X. doi:10.5195/CBP.2001.89. Diakses tanggal 12 June 2017. 
  371. ^ "Findings of the Commission on the Ukraine Famine". Famine Genocide. 19 April 1988. 
  372. ^ Bilinsky, Yaroslav (1999). "Was the Ukrainian Famine of 1932–1933 Genocide?". Journal of Genocide Research 1 (2): 147–156. doi:10.1080/14623529908413948. 
  373. ^ Conquest 1991, hlm. 164.
  374. ^ a b Service 2004, hlm. 319.
  375. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 134–135.
  376. ^ Conquest 1991, hlm. 212; Service 2004, hlm. 361.
  377. ^ Conquest 1991, hlm. 212.
  378. ^ Service 2004, hlm. 361.
  379. ^ a b Service 2004, hlm. 362.
  380. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 148.
  381. ^ Service 2004, hlm. 363.
  382. ^ Conquest 1991, hlm. 216.
  383. ^ Service 2004, hlm. 386.
  384. ^ Conquest 1991, hlm. 217.
  385. ^ Conquest 1991, hlm. 176; Service 2004, hlm. 340.
  386. ^ Conquest 1991, hlm. 218; Khlevniuk 2015, hlmn. 123, 135.
  387. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 135.
  388. ^ Haslam 1979, hlmn. 682–683; Conquest 1991, hlm. 218; Service 2004, hlm. 385; Khlevniuk 2015, hlm. 135.
  389. ^ Service 2004, hlm. 392; Khlevniuk 2015, hlm. 154.
  390. ^ Conquest 1991, hlm. 219; Service 2004, hlm. 387.
  391. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 154.
  392. ^ Service 2004, hlmn. 387, 389.
  393. ^ Service 2004, hlmn. 392.
  394. ^ a b Khlevniuk 2015, hlm. 126.
  395. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 125.
  396. ^ Conquest 1991, hlm. 179; Service 2004, hlm. 314; Khlevniuk 2015, hlmn. 128–129.
  397. ^ Overy 2004, hlm. 327.
  398. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 128, 137.
  399. ^ Service 2004, hlm. 315.
  400. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 139.
  401. ^ a b Service 2004, hlm. 347.
  402. ^ Service 2004, hlmn. 314–317.
  403. ^ Service 2004, hlm. 320; Khlevniuk 2015, hlm. 139.
  404. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 139–140.
  405. ^ Service 2004, hlm. 346; Khlevniuk 2015, hlm. 140.
  406. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 176–177.
  407. ^ Service 2004, hlm. 349.
  408. ^ Service 2004, hlm. 391.
  409. ^ Service 2004, hlm. 394.
  410. ^ Ellman, Michael (2005). "The Role of Leadership Perceptions and of Intent in the Soviet Famine of 1931–1934" (PDF). Europe-Asia Studies 57 (6): 826. doi:10.1080/09668130500199392. 
  411. ^ Conquest 1991, hlm. 230; Service 2004, hlm. 394; Overy 2004, hlm. 338; Khlevniuk 2015, hlm. 174.
  412. ^ Service 2004, hlm. 349; Khlevniuk 2015, hlm. 140.
  413. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 137–138, 147.
  414. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 140.
  415. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 141, 150.
  416. ^ Service 2004, hlm. 350; Khlevniuk 2015, hlmn. 150–151.
  417. ^ Service 2004, hlmn. 350–351; Khlevniuk 2015, hlm. 150.
  418. ^ Service 2004, hlmn. 351, 390; Khlevniuk 2015, hlm. 151.
  419. ^ a b c Khlevniuk 2015, hlm. 151.
  420. ^ McLoughlin, Barry; McDermott, Kevin, editor (2002). Stalin's Terror: High Politics and Mass Repression in the Soviet Union. Palgrave Macmillan. hlm. 141. ISBN 1-4039-0119-8. 
  421. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 151, 159.
  422. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 152.
  423. ^ Service 2004, hlmn. 347–248; Khlevniuk 2015, hlmn. 125, 156–157.
  424. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 153, 156–157.
  425. ^ Service 2004, hlm. 367.
  426. ^ Conquest 1991, hlm. 209; Service 2004, hlm. 369; Khlevniuk 2015, hlm. 160.
  427. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 162.
  428. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 157.
  429. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 159.
  430. ^ Conquest 1991, hlmn. 220–221; Service 2004, hlmn. 380–381.
  431. ^ Service 2004, hlm. 392–393; Khlevniuk 2015, hlmn. 163, 168–169.
  432. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 185–186.
  433. ^ Service 2004, hlmn. 399–400.
  434. ^ Conquest 1991, hlm. 220; Khlevniuk 2015, hlm. 166.
  435. ^ Conquest 1991, hlm. 220; Khlevniuk 2015, hlm. 168, 169.
  436. ^ Conquest 1991, hlm. 221; Roberts 1992, hlmn. 57–78; Service 2004, hlm. 399; Khlevniuk 2015, hlm. 166.
  437. ^ Conquest 1991, hlm. 222; Roberts 1992, hlmn. 57–78; Khlevniuk 2015, hlm. 169.
  438. ^ Conquest 1991, hlm. 222; Roberts 2006, hlm. 43.
  439. ^ Conquest 1991, hlm. 223; Service 2004, hlmn. 402–403; Wettig 2008, hlm. 20.
  440. ^ Conquest 1991, hlm. 224.
  441. ^ Conquest 1991, hlm. 224; Wegner 1997, hlm. 584; Service 2004, hlm. 405.
  442. ^ Conquest 1991, hlm. 227; Service 2004, hlmn. 404–405; Wettig 2008, hlmn. 20–21; Khlevniuk 2015, hlm. 173.
  443. ^ Conquest 1991, hlm. 228; Service 2004, hlm. 403; Khlevniuk 2015, hlmn. 172–173.
  444. ^ Conquest 1991, hlm. 279; Khlevniuk 2015, hlm. 173.
  445. ^ Service 2004, hlm. 403; Khlevniuk 2015, hlm. 173.
  446. ^ Brackman 2001, hlm. 341; Khlevniuk 2015, hlm. 173.
  447. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 170.
  448. ^ Conquest 1991, hlm. 229; Khlevniuk 2015, hlm. 170.
  449. ^ Conquest 1991, hlm. 229; Service 2004, hlm. 405.
  450. ^ Conquest 1991, hlm. 229; Service 2004, hlm. 406.
  451. ^ Conquest 1991, hlm. 231; Brackman 2001, hlmn. 341, 343; Roberts 2006, hlm. 58.
  452. ^ Conquest 1991, hlm. 233; Roberts 2006, hlm. 63.
  453. ^ Shirer 1990, hlm. 78; Conquest 1991, hlm. 234; Khlevniuk 2015, hlm. 180.
  454. ^ Service 2004, hlmn. 410–411; Roberts 2006, hlm. 82; Khlevniuk 2015, hlm. 198.
  455. ^ Service 2004, hlmn. 411–412; Roberts 2006, hlm. 67; Khlevniuk 2015, hlmn. 199–200, 202.
  456. ^ Service 2004, hlm. 413.
  457. ^ Service 2004, hlmn. 414–415; Khlevniuk 2015, hlmn. 206–207.
  458. ^ Service 2004, hlm. 417; Khlevniuk 2015, hlmn. 201–202.
  459. ^ Conquest 1991, hlm. 235; Service 2004, hlm. 416.
  460. ^ a b c Service 2004, hlm. 418.
  461. ^ Service 2004, hlm. 417.
  462. ^ Conquest 1991, hlm. 248; Service 2004, hlm. 420; Khlevniuk 2016, hlm. 214.
  463. ^ Conquest 1991, hlmn. 248–249; Service 2004, hlm. 420; Khlevniuk 2015, hlmn. 214–215.
  464. ^ Service 2004, hlmn. 422–424.
  465. ^ Service 2004, hlm. 424; Khlevniuk 2015, hlm. 220.
  466. ^ Service 2004, hlm. 482; Roberts 2006, hlm. 90.
  467. ^ Gellately 2007, hlm. 391.
  468. ^ Conquest 1991, hlmn. 239–240; Roberts 2006, hlm. 98; Khlevniuk 2015, hlm. 209.
  469. ^ Conquest 1991, hlm. 241; Khlevniuk 2015, hlm. 210.
  470. ^ Conquest 1991, hlmn. 241–242; Service 2004, hlm. 521.
  471. ^ Roberts 2006, hlm. 132; Khlevniuk 2015, hlm. 223.
  472. ^ a b Service 2004, hlm. 423.
  473. ^ a b Service 2004, hlm. 422.
  474. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 211.
  475. ^ Service 2004, hlm. 421.
  476. ^ Service 2004, hlmn. 442–443; Khlevniuk 2015, hlmn. 242−243.
  477. ^ Service 2004, hlm. 441.
  478. ^ Service 2004, hlm. 442.
  479. ^ Service 2004, hlmn. 446–447.
  480. ^ Conquest 1991, hlm. 260; Service 2004, hlm. 444.
  481. ^ a b Service 2004, hlm. 446.
  482. ^ Overy 2004, hlm. 568.
  483. ^ Conquest 1991, hlm. 254; Service 2004, hlm. 424; Khlevniuk 2015, hlmn. 221–222.
  484. ^ Roberts 2006, hlmn. 117–8.
  485. ^ Roberts 2006, hlm. 124.
  486. ^ Service 2004, hlm. 425.
  487. ^ Service 2004, hlm. 426.
  488. ^ Service 2004, hlm. 427.
  489. ^ Service 2004, hlm. 428; Khlevniuk 2015, hlm. 225.
  490. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 225.
  491. ^ Service 2004, hlm. 429; Khlevniuk 2015, hlm. 226.
  492. ^ Roberts 2006, hlm. 155.
  493. ^ Conquest 1991, hlm. 255; Roberts 2006, hlm. 156; Khlevniuk 2015, hlm. 227.
  494. ^ Roberts 2006, hlm. 159.
  495. ^ Roberts 2006, hlm. 163.
  496. ^ a b Service 2004, hlm. 452.
  497. ^ Service 2004, hlm. 466.
  498. ^ Conquest 1991, hlm. 317; Service 2004, hlm. 466.
  499. ^ Service 2004, hlm. 458.
  500. ^ Conquest 1991, hlm. 252; Service 2004, hlm. 460; Khlevniuk 2015.
  501. ^ Service 2004, hlm. 456.
  502. ^ Service 2004, hlm. 460.
  503. ^ Conquest 1991, hlm. 262; Service 2004, hlm. 460; Roberts 2006, hlm. 180; Khlevniuk 2015, hlmn. 229–230.
  504. ^ Service 2004, hlm. 462.
  505. ^ a b Service 2004, hlm. 463.
  506. ^ Conquest 1991, hlmn. 244, 251; Service 2004, hlm. 461, 469; Roberts 2006, hlm. 185; Khlevniuk 2015, hlmn. 223, 229.
  507. ^ Roberts 2006, hlmn. 186–7.
  508. ^ Service 2004, hlmn. 464–465; Khlevniuk 2015, hlm. 244.
  509. ^ Roberts 2006, hlmn. 194–5.
  510. ^ Service 2004, hlm. 469; Roberts 2006, hlmn. 199–201.
  511. ^ a b c Service 2004, hlm. 492.
  512. ^ Conquest 1991, hlm. 258; Service 2004, hlm. 492; Khlevniuk 2015, hlmn. 232–233.
  513. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 233.
  514. ^ Conquest 1991, hlm. 264; Service 2004, hlm. 465; Khlevniuk 2015, hlm. 244.
  515. ^ Service 2004, hlmn. 465–466.
  516. ^ Service 2004, hlmn. 465–466; Roberts 2006, hlmn. 241–244.
  517. ^ Service 2004, hlm. 471; Khlevniuk 2015, hlm. 245.
  518. ^ Service 2004, hlmn. 471–472; Khlevniuk 2015, hlm. 244.
  519. ^ a b c Service 2004, hlm. 473.
  520. ^ Service 2004, hlm. 474; Khlevniuk 2015, hlm. 247.
  521. ^ a b Service 2004, hlm. 479.
  522. ^ Service 2004, hlmn. 479–480.
  523. ^ Conquest 1991, hlmn. 265; Service 2004, hlm. 473; Khlevniuk 2015, hlm. 234.
  524. ^ Conquest 1991, hlmn. 265–266; Service 2004, hlm. 473; Khlevniuk 2015, hlm. 235.
  525. ^ Service 2004, hlm. 474.
  526. ^ Service 2004, hlm. 475.
  527. ^ Service 2004, hlm. 476; Khlevniuk 2015, hlmn. 248−249.
  528. ^ Conquest 1991, hlm. 268; Khlevniuk 2015, hlm. 248.
  529. ^ Conquest 1991, hlm. 267; Khlevniuk 2015, hlm. 249.
  530. ^ Conquest 1991, hlm. 267; Service 2004, hlm. 475.
  531. ^ Roberts 2006, hlmn. 274–5.
  532. ^ a b Wettig 2008, hlmn. 90–1.
  533. ^ a b Service 2004, hlm. 506.
  534. ^ a b c Service 2004, hlm. 481.
  535. ^ a b c Service 2004, hlm. 484.
  536. ^ Service 2004, hlm. 493; Khlevniuk 2015, hlm. 247.
  537. ^ Service 2004, hlmn. 480–481.
  538. ^ Service 2004, hlm. 541.
  539. ^ Service 2004, hlmn. 543–544.
  540. ^ Service 2004, hlm. 548.
  541. ^ Service 2004, hlm. 485; Khlevniuk 2015, hlm. 262.
  542. ^ Service 2004, hlm. 485.
  543. ^ Service 2004, hlm. 493; Roberts 2006, hlm. 202.
  544. ^ Service 2004, hlm. 482.
  545. ^ Service 2004, hlmn. 482–483.
  546. ^ Service 2004, hlm. 482; Khlevniuk 2015, hlm. 261.
  547. ^ Service 2004, hlm. 500.
  548. ^ Service 2004, hlm. 496.
  549. ^ Service 2004, hlm. 497.
  550. ^ Service 2004, hlm. 497; Khlevniuk 2015, hlmn. 274–278.
  551. ^ Conquest 1991, hlm. 289.
  552. ^ Conquest 1991, hlm. 269; Service 2004, hlm. 491.
  553. ^ Service 2004, hlm. 526; Khlevniuk 2015, hlm. 268.
  554. ^ Service 2004, hlmn. 531–532; Khlevniuk 2015, hlmn. 272–273.
  555. ^ Service 2004, hlm. 534.
  556. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 303.
  557. ^ Service 2004, hlmn. 534–535; Khlevniuk 2015, hlm. 282.
  558. ^ Service 2004, hlm. 498; Khlevniuk 2015, hlm. 261.
  559. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 261.
  560. ^ According to Ellman, although the 1946 drought was severe, government mismanagement of its grain reserves largely accounted for the population losses. Ellman, Michael (2000). "The 1947 Soviet Famine and the Entitlement Approach to Famines" (PDF). Cambridge Journal of Economics 24 (5): 603–30. doi:10.1093/cje/24.5.603. 
  561. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 300–301.
  562. ^ a b Khlevniuk 2015, hlm. 299.
  563. ^ Service 2004, hlmn. 502–503.
  564. ^ a b Service 2004, hlm. 503.
  565. ^ Service 2004, hlm. 487.
  566. ^ Service 2004, hlm. 508.
  567. ^ Service 2004, hlm. 508; Khlevniuk 2015, hlm. 293.
  568. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 297.
  569. ^ Service 2004, hlm. 502.
  570. ^ Service 2004, hlm. 504; Khlevniuk 2015, hlm. 267.
  571. ^ Service 2004, hlm. 504.
  572. ^ a b Service 2004, hlm. 494.
  573. ^ a b Service 2004, hlm. 507; Khlevniuk 2015, hlm. 281.
  574. ^ Service 2004, hlm. 551.
  575. ^ Roberts 2002, hlmn. 96–98.
  576. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 264.
  577. ^ Conquest 1991, hlm. 296; Service 2004, hlmn. 548–549; Khlevniuk 2015, hlm. 290.
  578. ^ Service 2004, hlm. 517.
  579. ^ Service 2004, hlm. 483.
  580. ^ a b Service 2004, hlm. 518.
  581. ^ Conquest 1991, hlm. 279; Service 2004, hlm. 503.
  582. ^ Conquest 1991, hlm. 286; Service 2004, hlm. 506; Khlevniuk 2015, hlm. 267.
  583. ^ a b Service 2004, hlm. 511.
  584. ^ Conquest 1991, hlmn. 286–287; Service 2004, hlm. 515.
  585. ^ a b c Service 2004, hlm. 515.
  586. ^ a b c Service 2004, hlm. 516.
  587. ^ Conquest 1991, hlm. 287.
  588. ^ a b Service 2004, hlm. 507.
  589. ^ Conquest 1991, hlm. 280; Service 2004, hlm. 507; Khlevniuk 2015, hlm. 281.
  590. ^ Service 2004, hlm. 476.
  591. ^ Service 2004, hlm. 512, 513.
  592. ^ Service 2004, hlm. 513.
  593. ^ Conquest 1991, hlm. 301; Service 2004, hlm. 509; Khlevniuk 2015, hlm. 286.
  594. ^ Service 2004, hlm. 509.
  595. ^ Service 2004, hlm. 553.
  596. ^ Service 2004, hlm. 509; Khlevniuk 2015, hlmn. 287–291.
  597. ^ Service 2004, hlm. 552; Khlevniuk 2015, hlm. 287.
  598. ^ Service 2004, hlm. 552; Khlevniuk 2015, hlm. 294.
  599. ^ Conquest 1991, hlm. 302; Service 2004, hlm. 553; Khlevniuk 2015, hlmn. 294–295.
  600. ^ a b Service 2004, hlm. 554.
  601. ^ Service 2004, hlm. 554; Khlevniuk 2015, hlmn. 295–296.
  602. ^ Service 2004, hlmn. 555–556; Khlevniuk 2015, hlm. 296.
  603. ^ a b Conquest 1991, hlm. 291.
  604. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 285.
  605. ^ Conquest 1991, hlm. 291; Service 2004, hlm. 577; Khlevniuk 2015, hlm. 284.
  606. ^ Brackman 2001, hlmn. 384–5.
  607. ^ Conquest 1991, hlm. 291; Khlevniuk 2015, hlmn. 308–309.
  608. ^ Service 2004, hlmn. 576–577.
  609. ^ Conquest 1991, hlm. 290.
  610. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 286.
  611. ^ Service 2004, hlm. 577; Overy 2004, hlm. 565; Khlevniuk 2015, hlm. 309.
  612. ^ a b Service 2004, hlm. 571.
  613. ^ Service 2004, hlm. 572; Khlevniuk 2015, hlm. 195.
  614. ^ Conquest 1991, hlm. 309; Service 2004, hlm. 576; Khlevniuk 2015, hlm. 307.
  615. ^ a b c d Ro'i, Yaacov, Jews and Jewish Life in Russia and the Soviet Union, Routledge, 1995, ISBN 0-7146-4619-9, pp. 103–6
  616. ^ Conquest 1991, hlm. 309; Khlevniuk 2015, hlmn. 307–308.
  617. ^ Conquest 1991, hlm. 308; Khlevniuk 2015, hlm. 307.
  618. ^ Conquest 1991, hlm. 308.
  619. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 304–305.
  620. ^ a b c Service 2004, hlm. 560.
  621. ^ Service 2004, hlmn. 564–565.
  622. ^ Conquest 1991, hlm. 307; Service 2004, hlmn. 566–567.
  623. ^ Service 2004, hlm. 578.
  624. ^ Service 2004, hlm. 579; Khlevniuk 2015, hlm. 306.
  625. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 305–306.
  626. ^ Conquest 1991, hlm. 311; Service 2004, hlmn. 582–584; Khlevniuk 2015, hlmn. 142, 191.
  627. ^ Service 2004, hlm. 583; Khlevniuk 2015, hlm. 143.
  628. ^ a b c Conquest 1991, hlm. 312.
  629. ^ Conquest 1991, hlmn. 311–312; Khlevniuk 2015, hlm. 142.
  630. ^ Conquest 1991, hlm. 312; Khlevniuk 2015, hlm. 250.
  631. ^ Conquest 1991, hlm. 313; Service 2004, hlm. 586; Khlevniuk 2015, hlm. 313.
  632. ^ Conquest 1991, hlm. 313; Khlevniuk 2015, hlmn. 313–314.
  633. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 196.
  634. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 189.
  635. ^ Service 2004, hlm. 587.
  636. ^ Montefiore 2004, hlm. 571.
  637. ^ Faria, M (2011). "Stalin's mysterious death". Surgical Neurology International 2 (1): 161. ISSN 2152-7806. PMC 3228382. doi:10.4103/2152-7806.89876. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 April 2012. 
  638. ^ Service 2004, hlm. 588.
  639. ^ Service 2004, hlm. 588; Khlevniuk 2015, hlm. 314.
  640. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 317.
  641. ^ Service 2004, hlm. 588; Khlevniuk 2015, hlm. 317.
  642. ^ Service 2004, hlm. 589; Khlevniuk 2015, hlm. 318.
  643. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 319.
  644. ^ Li 2009, hlm. 75.
  645. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 310.
  646. ^ Service 2004, hlmn. 586–587.
  647. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 312.
  648. ^ Service 2004, hlm. 591.
  649. ^ a b Khlevniuk 2015, hlm. 315.
  650. ^ a b Service 2004, hlm. 593.
  651. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 316.
  652. ^ Conquest 1991, hlm. 314; Khlevniuk 2015, hlm. 314.
  653. ^ Conquest 1991, hlm. 314.
  654. ^ Service 2004, hlm. 592.
  655. ^ Service 2004, hlm. 595.
  656. ^ Conquest 1991, hlm. 314; Service 2004, hlm. 594.
  657. ^ a b Service 2004, hlm. 594.
  658. ^ Rieber 2005, hlm. 32.
  659. ^ a b c d Service 2004, hlm. 9.
  660. ^ Montefiore 2007, hlm. 336.
  661. ^ a b Rieber 2005, hlm. 43.
  662. ^ Montefiore 2007, hlm. 67.
  663. ^ Service 2004, hlm. 136; Khlevniuk 2015, hlm. 47.
  664. ^ Volkogonov 1991, hlm. 7.
  665. ^ McDermott 2006, hlm. 7.
  666. ^ a b Service 2004, hlm. 92.
  667. ^ a b c Service 2004, hlm. 93.
  668. ^ Sandle 1999, hlm. 216.
  669. ^ Service 2004, hlmn. 93–94.
  670. ^ Sandle 1999, hlm. 214; Khlevniuk 2015, hlm. 8.
  671. ^ a b c Service 2004, hlm. 94.
  672. ^ a b Sandle 1999, hlm. 211.
  673. ^ Montefiore 2007, hlm. 211.
  674. ^ Service 2004, hlm. 95; Montefiore 2007, hlm. 211.
  675. ^ Service 2004, hlmn. 179–180.
  676. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 67.
  677. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 93–94.
  678. ^ Service 2004, hlm. 333.
  679. ^ Sandle 1999, hlm. 256; Service 2004, hlm. 333; Khlevniuk 2015, hlm. 94.
  680. ^ Montefiore 2007, hlm. 352.
  681. ^ Service 2004, hlm. 357.
  682. ^ Sandle 1999, hlmn. 208–209.
  683. ^ a b Sandle 1999, hlm. 209.
  684. ^ Sandle 1999, hlm. 261.
  685. ^ Sandle 1999, hlm. 210.
  686. ^ a b Service 2004, hlm. 98.
  687. ^ Overy 2004, hlm. 552.
  688. ^ Montefiore 2004, hlm. 304.
  689. ^ Overy 2004, hlm. 565.
  690. ^ a b Service 2004, hlm. 99.
  691. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 8.
  692. ^ Montefiore 2003, hlmn. 310, 579.
  693. ^ a b c d e Service 2004, hlm. 5.
  694. ^ Service 2004, hlm. 12.
  695. ^ Conquest 1991, hlm. 12; Volkogonov 1991, hlm. 5.
  696. ^ a b Conquest 1991, hlm. 12.
  697. ^ Service 2004, hlm. 25; Khlevniuk 2015, hlmn. 13–14.
  698. ^ Montefiore 2007, hlmn. 21,29,33–34.
  699. ^ Montefiore 2007, hlm. 9.
  700. ^ Montefiore 2007, hlm. 10.
  701. ^ Service 2004, hlm. 167.
  702. ^ Conquest 1991, hlm. 311; Service 2004, hlmn. 497–498.
  703. ^ Service 2004, hlm. 498.
  704. ^ Conquest 1991, hlm. 282; Service 2004, hlmn. 435, 438, 574.
  705. ^ a b Conquest 1991, hlm. 1.
  706. ^ Conquest 1991, hlm. 1; Khlevniuk 2015, hlm. 97.
  707. ^ a b Khlevniuk 2015, hlm. 97.
  708. ^ Montefiore 2007, hlmn. 66–67.
  709. ^ Conquest 1991, hlm. 1; Montefiore 2003, hlm. 2; Montefiore 2007, hlm. 42; Khlevniuk 2015, hlm. 97.
  710. ^ Montefiore 2003, hlm. 579.
  711. ^ Montefiore 2007, hlm. 268.
  712. ^ Service 2004, hlm. 85.
  713. ^ Rieber 2005, hlm. 18.
  714. ^ Himmer 1986, hlm. 269.
  715. ^ Montefiore 2007, hlm. 395.
  716. ^ Conquest 1991, hlm. 183; Volkogonov 1991, hlm. 5.
  717. ^ Conquest 1991, hlm. 37.
  718. ^ Conquest 1991, hlm. 149; Volkogonov 1991, hlm. 49; Service 2004, hlm. 334; Khlevniuk 2015, hlm. 52.
  719. ^ Volkogonov 1991, hlmn. xx–xxi.
  720. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 329.
  721. ^ Volkogonov 1991, hlm. 21; Khlevniuk 2015, hlm. 97.
  722. ^ Conquest 1991, hlm. xvi; Volkogonov 1991, hlm. xxiii; Service 2004, hlm. 4; Montefiore 2007, hlm. xxiv.
  723. ^ a b Montefiore 2007, hlm. xxiv.
  724. ^ a b Service 2004, hlm. 343.
  725. ^ Volkogonov 1991, hlm. 8; Service 2004, hlm. 337.
  726. ^ a b Service 2004, hlm. 337.
  727. ^ a b Khlevniuk 2015, hlm. 145.
  728. ^ Service 2004, hlm. 42; Montefiore 2007, hlm. 353.
  729. ^ a b Service 2004, hlm. 115.
  730. ^ Conquest 1991, hlmn. 193, 274; Volkogonov 1991, hlm. 63; Service 2004, hlm. 115; Khlevniuk 2015, hlm. 148.
  731. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 4–5.
  732. ^ Conquest 1991, hlm. 317; Volkogonov 1991, hlm. xxvi; McDermott 2006, hlm. 13.
  733. ^ Conquest 1991, hlm. xvi; Service 2004, hlm. 18; McDermott 2006, hlm. 13.
  734. ^ McDermott 2006, hlmn. 12–13.
  735. ^ Service 2004, hlm. 342.
  736. ^ McCauley 2003, hlm. 92; Montefiore 2003, hlmn. 49–50.
  737. ^ Service 2004, hlm. 338; Khlevniuk 2015, hlm. 53.
  738. ^ Conquest 1991, hlm. 318; Khlevniuk 2015, hlm. 7.
  739. ^ Volkogonov 1991, hlm. 4; Khlevniuk 2015, hlm. 7.
  740. ^ Volkogonov 1991, hlm. 8.
  741. ^ Service 2004, hlm. 334.
  742. ^ Service 2004, hlm. 258; Montefiore 2007, hlm. 285.
  743. ^ Service 2004, hlmn. 4, 344.
  744. ^ Service 2004, hlmn. 10, 344.
  745. ^ Service 2004, hlm. 336.
  746. ^ Montefiore 2007, hlm. 42.
  747. ^ McDermott 2006, hlm. 12.
  748. ^ Conquest 1991, hlm. 318.
  749. ^ Leffler 2007, hlmn. 55–56.
  750. ^ Montefiore 2006, hlm. 60.
  751. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 96.
  752. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 6.
  753. ^ Montefiore 2004, hlm. 86.
  754. ^ Service 2004, hlm. 9; McDermott 2006, hlm. 19.
  755. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 93.
  756. ^ Montefiore 2007, hlm. 60.
  757. ^ Service 2004, hlm. 560; McCauley 2003, hlm. 93; McDermott 2006, hlm. 19.
  758. ^ Service 2004, hlm. 525.
  759. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 2–3.
  760. ^ Conquest 1991, hlm. 282; McCauley 2003, hlm. 90.
  761. ^ McCauley 2003, hlm. 90; Service 2004, hlmn. 437, 522–523; Khlevniuk 2015, hlm. 5.
  762. ^ Conquest 1991, hlm. 283; Service 2004, hlm. 437.
  763. ^ Service 2004, hlm. 522.
  764. ^ a b Montefiore 2007, hlm. 24.
  765. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 3–4.
  766. ^ Montefiore 2004, hlm. 507.
  767. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 102, 227.
  768. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 195.
  769. ^ Service 2004, hlm. 331.
  770. ^ Conquest 1991, hlm. 215; Service 2004, hlm. 295.
  771. ^ Tolstoy, Nikolai (1981). Stalin's Secret War. Holt, Rinehart, and Winston. hlmn. 35–37. ISBN 0-03-047266-0. 
  772. ^ Service 2004, hlm. 296.
  773. ^ Montefiore 2003, hlm. 178.
  774. ^ Service 2004, hlm. 572.
  775. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 191.
  776. ^ Montefiore 2007, hlm. 319, 637.
  777. ^ Service 2004, hlm. 55.
  778. ^ Montefiore 2007, hlm. 165.
  779. ^ Kun, Miklós (2003) Stalin: An Unknown Portrait, Central European University Press, ISBN 963-9241-19-9, p. 287
  780. ^ Rappaport 1999, hlm. 297.
  781. ^ Pinkus, Benjamin (1984) The Soviet Government and the Jews 1948–1967: A Documented Study, Cambridge University Press, ISBN 0-521-24713-6, pp. 107–8
  782. ^ Brackman 2001, hlm. 390.
  783. ^ Brent & Naumov 2004, hlm. 184.
  784. ^ Conquest 1991, hlm. 8.
  785. ^ Service 2004, hlmn. 567–568.
  786. ^ Service 2004, hlm. 77.
  787. ^ Montefiore 2007, hlm. 49.
  788. ^ Sheila Fitzpatrick (2015). On Stalin's Team. Carlton: Melbourne University Press. hlm. 65. 
  789. ^ Montefiore 2003, hlm. 151.
  790. ^ Service 2004, hlm. 112.
  791. ^ Service 2004, hlm. 522; Montefiore 2007, hlm. 368.
  792. ^ a b McCauley 2003, hlm. 90.
  793. ^ a b Montefiore 2007, hlm. 209.
  794. ^ Service 2004, hlm. 80; Montefiore 2007, hlm. 209.
  795. ^ Service 2004, hlm. 80.
  796. ^ Montefiore 2007, hlm. 5.
  797. ^ Volkogonov 1991, hlm. 4.
  798. ^ Montefiore 2004, hlm. 11.
  799. ^ Montefiore 2007, hlm. 364.
  800. ^ Montefiore 2003, hlm. 5.
  801. ^ a b Montefiore 2003, hlm. 9.
  802. ^ Montefiore 2003, hlm. 13; Khlevniuk 2015, hlm. 255.
  803. ^ Montefiore 2003, hlm. 12.
  804. ^ Montefiore 2003, hlm. 16; Khlevniuk 2015, hlm. 255.
  805. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 257, 259–260.
  806. ^ Conquest 1991, hlm. 215; Montefiore 2003, hlm. 9; Khlevniuk 2015, hlm. 256.
  807. ^ Conquest 1991, hlm. 260; Service 2004, hlm. 521.
  808. ^ Khlevniuk 2015, hlmn. 250, 259.
  809. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 260.
  810. ^ Montefiore 2003, hlmn. 142–144.
  811. ^ Montefiore 2003, hlm. 144.
  812. ^ Service 2004, hlm. 521.
  813. ^ Montefiore 2007, hlm. 365.
  814. ^ Khlevniuk 2015, hlm. 252.
  815. ^ Montefiore 2007, hlmn. 365–366.
  816. ^ Montefiore 2007, hlm. 366.
  817. ^ Conquest 1991, hlm. xi.
  818. ^ Montefiore 2007, hlm. xxii.
  819. ^ a b c McDermott 2006, hlm. 1.
  820. ^ a b c d Service 2004, hlm. 3.
  821. ^ a b Service 2004, hlm. 602.
  822. ^ Service 2004, hlm. 602; Khlevniuk 2015, hlm. 190.
  823. ^ McCauley 2003, hlm. 8; Service 2004, hlm. 52; Montefiore 2007, hlm. 9; Khlevniuk 2015, hlm. 12.
  824. ^ Conquest 1991, hlm. 194; Volkogonov 1991, hlm. 31; Service 2004, hlm. 370.
  825. ^ Volkogonov 1991, hlm. 77.
  826. ^ Conquest 1991, hlm. xvii; McDermott 2006, hlm. 5.
  827. ^ Volkogonov 1991, hlm. xviii.
  828. ^ McDermott 2006, hlm. 2.
  829. ^ Service 2004, hlm. 370.
  830. ^ McDermott 2006, hlmn. 5–6.
  831. ^ Service 2004, hlmn. 8, 9.
  832. ^ Conquest 1991, hlm. 182.
  833. ^ Montefiore 2007, hlm. 185.
  834. ^ a b c Khlevniuk 2015, hlm. ix.
  835. ^ a b Khlevniuk 2015, hlm. 38.
  836. ^ Montefiore 2007, hlm. 376.
  837. ^ Conquest, Robert (2007) The Great Terror: A Reassessment, 40th Anniversary Edition, Oxford University Press, in Preface, p. xvi: "Exact numbers may never be known with complete certainty, but the total of deaths caused by the whole range of Soviet regime's terrors can hardly be lower than some fifteen million."
  838. ^ Wheatcroft 1996, hlmn. 1334,1348.
  839. ^ Davies & Wheatcroft 2004, hlm. 401.
  840. ^ Snyder 2010, hlm. 384.
  841. ^ Snyder 2011.
  842. ^ Erlikman, Vadim (2004). Poteri narodonaseleniia v XX veke: spravochnik. Moscow 2004: Russkaia panorama. ISBN 5-93165-107-1. 
  843. ^ Service 2004, hlm. 4.
  844. ^ Service 2004, hlm. 13.
  845. ^ a b c Service 2004, hlm. 6.
  846. ^ Montefiore 2007, hlm. xxi.
  847. ^ Conquest 1991, hlm. xiii.
  848. ^ Sandle 1999, hlmn. 265–266.
  849. ^ Conquest 1991, hlm. 315; Service 2004, hlm. 595.
  850. ^ Conquest 1991, hlm. 315.
  851. ^ a b Service 2004, hlm. 596.
  852. ^ Service 2004, hlmn. 596–597.
  853. ^ Service 2004, hlm. 598.
  854. ^ a b Service 2004, hlm. 7.
  855. ^ Service 2004, hlm. 599.
  856. ^ Mendelson, Sarah E. and Gerber, Theodore P. (January/February 2006) Failing the Stalin Test Archived 21 February 2006 di the Wayback Machine.. Foreign Affairs
  857. ^ Walker, Shaun (14 May 2008). "The Big Question: Why is Stalin still popular in Russia, despite the brutality of his regime?". The Independent (UK). Diakses tanggal 23 August 2008. 
  858. ^ Parfitt, Tom (29 December 2008). "Greatest Russian poll". The Guardian (UK). Diakses tanggal 25 June 2010. 
  859. ^ Taylor, Adam (February 15, 2017). "Positive views of Stalin among Russians reach 16-year high, poll shows". The Washington Post. Diakses tanggal April 30, 2017. 
  860. ^ a b Khlevniuk 2015, hlm. x.
  861. ^ Service 2004, hlm. 597.
  862. ^ "Georgia divided over Stalin 'local hero' status in Gori". BBC News. 5 March 2013.
  863. ^ Lisova, Natasha (28 November 2006). "Ukraine Recognize Famine As Genocide". Associated Press. 
  864. ^ Ukraine court finds Bolsheviks guilty of Holodomor genocide, RIA Novosti (13 January 2010)
    Yushchenko Praises Guilty Verdict Against Soviet Leaders For Famine, Radio Free Europe/Radio Liberty (14 January 2010)
  865. ^ a b Springtime for Stalin by Timothy D. Snyder, The New York Review of Books (26 May 2010)
  866. ^ Ukraine stands by its view of Stalin as villain – president (Update 1), RIA Novosti (25 February 2011)
  867. ^ (Ukraina) About Stalin positive about 1/5 less Ukrainian, Ukrayinska Pravda (4 March 2015)

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

Brackman, Roman (2001). The Secret File of Joseph Stalin: A Hidden Life. Frank Cass Publishers. ISBN 0-7146-5050-1. 
Brent, Jonathan; Naumov, Vladimir (2004). Stalin's Last Crime: The Plot Against the Jewish Doctors, 1948–1953. New York: HarperCollins. ISBN 0-06-093310-0. 
Conquest, Robert (1991). Stalin: Breaker of Nations. New York and London: Penguin. ISBN 978-0140169539. 
Davies, Norman (2003) [1972]. White Eagle, Red Star: The Polish-Soviet War 1919-20 and 'the Miracle on the Vistula'. London: Pimlico. ISBN 978-0712606943. 
Davies, Robert; Wheatcroft, Stephen (2004). The Industrialisation of Soviet Russia Volume 5: The Years of Hunger: Soviet Agriculture 1931-1933. Palgrave Macmillan. ISBN 978-0-230-23855-8. 
Gellately, Robert (2007). Lenin, Stalin, and Hitler: The Age of Social Catastrophe. Knopf. ISBN 1-4000-4005-1. 
Haslam, Jonathan (1979). "The Comintern and the Origins of the Popular Front 1934–1935". The Historical Journal 22 (3): 673–691. doi:10.1017/s0018246x00017039. 
Himmer, Robert (1986). "On the Origin and Significance of the Name "Stalin"". The Russian Review 45 (3): 269–286. JSTOR 130111. 
Khlevniuk, Oleg V. (2015). Stalin: New Biography of a Dictator. Yale University Press. ISBN 978-0-300-16388-9. 
Leffler, Melvyn P. (2007). For the Soul of Mankind: The United States, the Soviet Union, and the Cold War. New York: Macmillan. ISBN 9781429964098. 
Li, Hua-yu (Spring 2009). "Reactions of Chinese Citizens to the Death of Stalin: Internal Communist Party Reports". Journal of Cold War Studies 11 (2): 70–88. 
McCauley, Martin (2003). Stalin and Stalinism (Edisi ke-third). Harlow and London: Pearson. ISBN 9780582505872. 
McDermott, Kevin (1995). "Stalin and the Comintern during the 'Third Period', 1928-33". European History Quarterly 25 (3): 409–429. doi:10.1177/026569149502500304. 
McDermott, Kevin (2006). Stalin: Revolutionary in an Era of War. Basingstoke and New York: Palgrave Macmillan. ISBN 9780333711224. 
Montefiore, Simon Sebag (2003). Stalin: The Court of the Red Tsar. London: Weidenfeld & Nicolson. ISBN 978-1-842-12726-1. 
Montefiore, Simon Sebag (2004). Stalin: The Court of the Red Tsar. Knopf. ISBN 1-4000-4230-5. 
Montefiore, Simon Sebag (2007). Young Stalin. Weidenfeld & Nicolson. ISBN 978-0-297-85068-7. 
Overy, Richard J. (2004). The Dictators: Hitler's Germany and Stalin's Russia. W. W. Norton & Company. ISBN 0-393-02030-4. 
Rappaport, Helen (1999). Joseph Stalin: A Biographical Companion. ABC-Clio. ISBN 978-1-57607-084-0. 
Rieber, Alfred J. (2005). "Stalin as Georgian: The Formative Years". Bagian dalam karya Sarah Davies; James Harris. Stalin: A New History. Cambridge: Cambridge University Press. hlmn. 18–44. ISBN 978-1-139-44663-1. 
Roberts, Geoffrey (1992). "The Soviet Decision for a Pact with Nazi Germany". Soviet Studies (Taylor & Francis, Ltd.) 55 (2): 57–78. JSTOR 152247. doi:10.1080/09668139208411994. 
Roberts, Geoffrey (2002). "Stalin, the Pact with Nazi Germany, and the Origins of Postwar Soviet Diplomatic Historiography" 4 (4). 
Roberts, Geoffrey (2006). Stalin's Wars: From World War to Cold War, 1939–1953. Yale University Press. ISBN 0-300-11204-1. 
Sandle, Mark (1999). A Short History of Soviet Socialism. London: UCL Press. ISBN 978-1-85728-355-6. doi:10.4324/9780203500279. 
Service, Robert (2000). Lenin: A Biography. London: Macmillan. ISBN 978-0-333-72625-9. 
Service, Robert (2004). Stalin: A Biography. London: Macmillan. ISBN 978-0-333-72627-3. 
Shirer, William L. (1990). The Rise and Fall of the Third Reich: A History of Nazi Germany. Simon and Schuster. ISBN 0-671-72868-7. 
Snyder, Timothy (2010). Bloodlands: Europe between Hitler and Stalin. New York. 
Snyder, Timothy (27 January 2011). "Hitler vs. Stalin: Who Was Worse?". The New York Review of Books. Diakses tanggal 13 October 2017. 
Volkogonov, Dimitri (1991). Stalin: Triumph and Tragedy. London: Weidenfeld and Nicolson. ISBN 978-0297810803. 
Wegner, Bernd (1997). From Peace to War: Germany, Soviet Russia, and the World, 1939-1941. Berghahn Books. ISBN 9781571818829. 
Wettig, Gerhard (2008). Stalin and the Cold War in Europe. Rowman & Littlefield. ISBN 0-7425-5542-9. 
Wheatcroft, Stephen (1996). "The Scale and Nature of German and Soviet Repression and Mass Killings, 1930–45" (PDF). Europe-Asia Studies 48 (8): 1319–1353. JSTOR 152781. doi:10.1080/09668139608412415. 

Bacaan tambahan[sunting | sunting sumber]

Applebaum, Anne (2003). Gulag: A History. Doubleday. ISBN 0-7679-0056-1. 
Bideleux, Robert; Jeffries, Ian (1998). A History of Eastern Europe: Crisis and Change. Routledge. ISBN 978-0-203-05024-8. 
Boobbyer, Phillip (2000). The Stalin Era. Routledge. ISBN 0-7679-0056-1. 
Fainsod, Jerry F.; Hough, Merle (1979). How the Soviet Union is Governed. Cambridge: Harvard University Press. ISBN 978-0-674-41030-5. 
Khlevniuk, Oleg V. (2008). Master of the House: Stalin and His Inner Circle. New Haven and London. 
Kotkin, Stephen (2014). Stalin: Paradoxes of Power, 1878–1928. London: Allen Lane. ISBN 978-0-713-99944-0. 
Kotkin, Stephen (2017). ‘Stalin: Waiting for Hitler, 1929-1941’. New York: Penguin. ISBN 1594203806. 
Kun, Miklos (2003). Stalin: An Unknown Portrait. Budapest and New York. 
Kuromiya, Hiroaki (2005). Stalin: Profiles in Power. New York. 
Murphy, David E. (2006). What Stalin Knew: The Enigma of Barbarossa. Yale University Press. ISBN 0-300-11981-X. 
Nekrich, Aleksandr Moiseevich; Ulam, Adam Bruno; Freeze, Gregory L. (1997). Pariahs, Partners, Predators: German-Soviet Relations, 1922–1941. Columbia University Press. ISBN 0-231-10676-9. 
Plamper, Jan (2012). The Stalin Cult: A Study in the Alchemy of Power. New Haven. 
Radzinsky, Edvard (1997). Stalin: The First In-Depth Biography Based on Explosive New Documents from Russia's Secret Archive. New York. 
Rayfield, Donald (2005). Stalin and His Hangmen: The Tyrant and Those Who Killed For Him. New York: Penguin. ISBN 9780141914190. 
Rieber, A. J. (2001). "Stalin, Man of the Borderlands". American Historical Review 106 (4). hlmn. 1651–1691. 
Tucker, Robert C. (1973). Stalin as Revolutionary: 1879–1929: A Study in History and Personality. 
Tucker, Robert C. (1990). Stalin in Power: The Revolution from Above, 1928–1941. New York. 
Ulam, Adam B. (1973). Stalin: The Man and His Era. New York. 
van Ree, Erik (2002). The Political Thought of Joseph Stalin: A Study in Twentieth-Century Revolutionary Patriotism. London and New York. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Vyacheslav Molotov
KetuaDewan Menteri Uni Soviet
Dewan Komisar Rakyat sampai 1946

1941–1953
Diteruskan oleh:
Georgy Malenkov
Didahului oleh:
Semyon Timoshenko
Menteri Pertahanan Uni Soviet
Komisar Rakyat sampai 1946

1941–1947
Diteruskan oleh:
Nikolai Bulganin
Jabatan partai politik
Didahului oleh:
Vyacheslav Molotov
sebagai Sekretaris Penanggung Jawab
Sekretaris Jenderal Komite Pusat Partai Komunis Uni Soviet
1922–1953
Diteruskan oleh:
Nikita Khrushchev
sebagai Sekretaris Pertama