Dua Garis Biru

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Dua Garis Biru
Poster Dua Garis Biru.jpg
Poster resmi
SutradaraGina S. Noer
ProduserChand Parwez Servia
Fiaz Servia
Reza Servia (eksekutif)
PenulisGina S. Noer
Pemeran
MusikAndhika Triyadi
SinematografiPadri Nadeak
PenyuntingAline Jusria
Perusahaan
produksi
DistributorStarvision
iflix
Tanggal rilis
27 Juni 2019 (penayangan khusus)
Bendera Indonesia 11 Juli 2019
Bendera Malaysia Bendera Brunei 3 Oktober 2019
Bendera Singapura 10 Oktober 2019
Durasi
113 menit
Negara Indonesia
BahasaBahasa Indonesia
Penghargaan
Festival Film Indonesia 2019

Pemeran Pendukung Wanita Terbaik: Cut Mini Theo
Skenario Asli Terbaik: Ginatri S. Noer

Festival Film Bandung 2019

Film Bioskop Terpuji: Dua Garis Biru
Penulis Skenario Terpuji Film Bioskop: Ginatri S. Noer
Penata Artistik Terpuji Film Bioskop: Oscart Firdaus

Dua Garis Biru adalah sebuah film drama remaja Indonesia tahun 2019 yang disutradarai oleh Gina S. Noer dan diproduksi oleh Starvision Plus.[1] Film tersebut dibintangi oleh Angga Aldi Yunanda, Adhisty Zara, Lulu Tobing, Cut Mini Theo, Dwi Sasono,[2] Arswendi Nasution, Rachel Amanda, Ariella Calista Ichwan, dan Cindy Hapsari Maharani Pujiantoro Putri. Film ini mengangkat tema kehamilan remaja.

Alur

Bima dan Dara adalah sepasang kekasih yang masih duduk di bangku SMA. Bima memiliki nilai akademis yang rendah, dan itu sebaliknya bagi Dara. Meskipun demikian, mereka sangatlah mencintai sesama dan sering bermain bersama, hingga suatu saat, mereka melampaui batas dengan cara bersetubuh di luar nikah. Setelah kejadian itu, Bima dan Dara tidak berbicara satu sama lain, hingga suatu saat, ketika Dara dikonfirmasi hamil. Mengetahui apa yang terjadi, Bima ingin mencoba mengatakannya kepada orangtuanya, namun tidak mampu.

Ketegangan hubungan mereka semakin naik; mereka tidak berbicara terhadap sesama, dan bahkan Bima juga mencoba menghindari Dara, takut emosi akan meluap. Ketika Bima meminta maaf, dia menyarankan Dara untuk aborsi saja, saran yang takkan Dara patuhi.

Suatu hari di lapangan basket sekolah, Bima dan teman-temannya sedang bermain bola basket, ketika salah satu temannya tak sengaja melempar bola, mengenai kepala Dara dan membuat sakit di perutnya. Dara yang kesakitan meneriakkan "Bayi kita gimana?!" di depan semua murid, mengejutkan semuanya dan menakuti Bima. Kepala sekolah pun mengubungi orangtua keduanya dan merekapun datang. Orangtua Bima dan Dara tidak terkendali, dan merekapun berantam di UKS. Ibu Dara mengatakan bahwa Dara di-DO dari sekolah, sedangkan Bima tidak. Ibunya pun menghukum Dara, dengan tidak mengijinkan Dara tinggal di rumahnya. Alhasil, Ibu Bima menamparnya.

Dara pun tinggal di rumah Bima. Selama menyusuri kampung, terdengar gosip-gosip mengenai kehamilan Dara. Dara pun tidur di kamarnya Bima bersama Bima. Malam itu, kakak Bima, Dewi, memasuki kamar Bima dan memarahi Bima karena tidak menyadari resiko hubungan seks di usia remaja.

Dara pun diijinkan pulang balik. Ketika sampai di rumah, adik Dara diam-diam mengatakan bahwa orangtua Dara ingin menyerahkan bayinya kepada pamannya, Adi, dan tantenya, Lia. Ketika Dara memarahi orangtuanya, Ibunya mengatakan bahwa menjadi orangtua muda itu beresiko, namun Dara mengambil resiko itu, sumpah yang orangtuanya tidak menjamin. Bima pun mengatakan berita itu kepada orangtuanya, dan terdapat pendapat berbeda: Ibunya tidak suka perlakuan orangtua Dara, sedangkan Bapak Bima sebaliknya. Ibunya juga setuju agar mereka berdua menikah.

Akhirnya, merekapun menikah. Setelah menikah, Bima mendapatkan pekerjaan sebagai waitress di restoran bapaknya Dara. Beberapa pekan kemudian, Bapak Dara berempati terhadap Bima yang kesusahan dan menyuruhnya untuk tidak usah bekerja lagi, sekalipun hasil kerjanya bagus.

Setelah menikah, hubungan mereka bergoyang emosinya. Kadang senang, kadang marah. Namun yang paling terjadi adalah marah. Dara yang ambisius ingin belajar di Korea, dihadapi Bima yang khawatir mengenai anaknya; siapa yang akan menjaganya. Selama masa-masa itu juga, teman-temannya Dara datang ke rumahnya untuk menyemangati Dara.

Pemeran

Penayangan

Dua Garis Biru ditayangkan pada tanggal 11 Juli 2019 bersamaan dengan Ikut Aku ke Neraka dan Iqro: My Universe. Film tersebut meraih 178 ribu penonton pada hari pertama,[3] 1 juta penonton pada hari ke-6, dan 2 juta penonton pada hari ke-15. Film tersebut sebagai film Indonesia terlaris ke-2 di sepanjang 2019.[4] Hingga saat ini, film ini menduduki peringkat ke-3 film Indonesia terlaris 2019, setelah Dilan 1991 dan Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan

Penghargaan

Di Festival Film Indonesia 2019, Dua Garis Biru mendapatkan 12 nominasi, setara dengan Bumi Manusia arahan Hanung Bramantyo dan Kucumbu Tubuh Indahku arahan Garin Nugroho, tetapi hanya dinominasikan di 11 kategori, setara dengan Kucumbu Tubuh Indahku,[5] serta di Festival Film Bandung 2019, Dua Garis Biru mendapatkan 5 nominasi, setara dengan Suzzanna: Bernapas dalam Kubur.

Penghargaan Tanggal acara Kategori Penerima Hasil
Festival Film Bandung 22 November 2019 Film Bioskop Terpuji Dua Garis Biru Menang
Sutradara Terpuji Film Bioskop Ginatri S. Noer Nominasi
Penulis Skenario Terpuji Film Bioskop Ginatri S. Noer Menang
Pemeran Utama Wanita Terpuji Film Bioskop Adhisty Zara Nominasi
Penata Artistik Terpuji Film Bioskop Oscart Firdaus Menang
Festival Film Indonesia 8 Desember 2019 Film Cerita Panjang Terbaik Dua Garis Biru Nominasi
Sutradara Terbaik Ginatri S. Noer Nominasi
Pemeran Utama Pria Terbaik Angga Aldi Yunanda Nominasi
Pemeran Utama Wanita Terbaik Adhisty Zara Nominasi
Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Cut Mini Menang
Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Lulu Tobing Nominasi
Skenario Asli Terbaik Ginatri S. Noer Menang
Penata Musik Terbaik Andhika Triyadi Nominasi
Penata Suara Terbaik Khikmawan Santosa, Syamsurrijal, Siti Asifa Nasution Nominasi
Pengarah Artistik Terbaik Oscart Firdaus Nominasi
Pengarah Sinematografi Terbaik Padri Nadeak Nominasi
Penyunting Gambar Terbaik Aline Jusria Nominasi

Referensi

  1. ^ Tri Susanto Setiawan (18 Februari 2019). "Film "Dua Garis Biru" Jadi Debut Gina S Noer sebagai Sutradara". Kompas.com. 
  2. ^ Purba Wirastama (19 Februari 2019). "Dua Garis Biru jadi Film Pertama Lulu Tobing dalam Tujuh Tahun Terakhir". Medcom.id. 
  3. ^ Liputan6.com (13 July 2019). "Hari Pertama Tayang, Film Dua Garis Biru Raih 178 Ribu Penonton Lebih". Liputan6.com. 
  4. ^ TribunStyle (28 July 2019). "Geser Film My Stupid Boss 2, Film Dua Garis Biru Jadi Film Terlaris Kedua Tahun 2019". TribunStyle.com. 
  5. ^ "Ini Nominasi Lengkap Festival Film Indonesia 2019". Detik. 12 November 2019. Diakses tanggal 12 November 2019. 

Pranala luar