17th (film)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
17th
17th-poster.jpg
SutradaraHelfi Kardit
ProduserChand Parwez Servia
Shanker Rs
PenulisHelfi Kardit
PemeranRatu Felisha
Andre Stinky
Fadly
M. Rifky
Nuri Shaden
Titi Rajo Bintang
Inka Noverita
MusikIndra Qadarsih
SinematografiNovyar P
PenyuntingPramod Naidu Asep Suhanda Iyon Rianne’ Dwi Ilalang
DistributorPT. Kharisma StarVision Plus
Tanggal rilis
2004
Durasi
88 menit
NegaraIndonesia

17th adalah film Indonesia yang diproduksi oleh Starvision Plus pada tahun 2004 dan disutradarai oleh Helfy CH Kardit serta dibintangi antara lain oleh M Rifky,Ratu Felisha, Andre Stinky,dan Nuri Shaden. Selain itu juga Inka Noverita, Drg. Fadly, SUBARKAH, OERIP SALEH, Luthy Tambayong, Darti Manulang, Mpok Atiek, Titi Rajo Bintang, dan lain-lain.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Masa remaja, masa paling indah. Kalimat ini akan menjadi sebuah pencarian, dan ide dari film yang ber-genre remaja ini. Tetapi apakah demikian, padahal Susan ( Ratu Felicia ) pada masa indah ini, harus menderita. Ada ceritera tentang, Merpati ( Nuri Shaden ) dan Rio ( M. Rifky ). Merpati gadis remaja yang pintar dalam segala hal, baik dalam pelajaran di sekolah maupun pergaulan. Hal ini yang membuat Rio jatuh cinta. Tetapi sayang banyak hal yang menghambat kisah cinta mereka, diantaranya prinsip Merpati sendiri yang tidak mau masa remajanya hanya dilewatkan dengan pacaran, tetapi ingin mengisi masa remaja dengan hal – hal yang berguna. Rio yang mengutarakan cintanya selalu ditangkal Merpati, walaupun Merpati juga mencintai Rio. Selain prinsip Merpati, kisah Merpati dan Rio juga dihadapkan pada dua genk mereka yang penya kegiatan nge-band. Dua band sekolahan ini bersaing sesuai dengan jiwa kekanak-kanakan menuju proses pendewasaan diri mereka. Kedua genk sangat menentang Merpati dan Rio atau siapapun anggota genk menjalin percintaan. Kisah cinta mereka juga diwarnai oleh kehadiran Didi ( M. Hasbi ), cowok kutu buku yang kuper, tetapi diam–diam mencintai Merpati hingga suasana yang terbangun sering mengundang kegelian. Prinsip Merpati ini terbukti benar, Susan teman satu sekolah Merpati menemui masalah yang tidak sanggup dihadapinya. Susan gadis belia yang baru menginjak usia 17 tahun harus menghadapi permasalahan pahit, harus rela mengorbankan dirinya saat Bapaknya yang pemabuk dan penjudi tidak sanggup untuk membayar hutang–hutang judinya. Bapak Susan ( Luthy Tambayong ) menjual Susan untuk mendapatkan uang untuk membayar hutang - hutangnya. Haru-biru kisah Susan mewarnai cerita ini. Saat seperti inilah mereka mengesampingkan ego dua genk dan bersatu untuk menyelamatkan teman sekolahnya yang diselimuti masalah, apalagi saat Susan memutuskan bunuh diri dengan lompat dari gedung. Sementara itu, Dika ( Joy Yunus ), teman satu sekolah Merpati yang mencintai Susan tidak menemukan jawaban atas penolakan cintanya pada Susan. Seperti halnya kisah Merpati dan Rio, kisah cinta Susan dan Dika juga tidak mulus, Susan merasa tidak pantas untuk dimiliki Dika, karena dirinya yang hina dan rendah tak sepadan dengan Dika. Susan merasa dirinya hanyalah seorang wanita hina. Merpati bersama Rio dibantu oleh genknya mencoba menyadarkan Susan dari kehancurannya selama ini. “Kita masih muda, jalan kita masih panjang. Jalan kita tak akan berhenti sampai disini”, kalimat yang terucap dari bibir Merpati untuk kembali mengembalikan semangat masa remaja Susan. Ternyata masa remaja mempunyai sejuta konflik, seperti Didi yang harus traumatis melihat kematian di depan matanya akibat tawuran atau Rindang ( Caroline ) yang kegemukan dan diet makan, hingga nyaris mati lemas agar tampil oke. Dan ada bayi di SMU…![1]

Rujukan[sunting | sunting sumber]