Mariposa (film 2020)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Mariposa
SutradaraFajar Bustomi
Produser
SkenarioAlim Sudio
BerdasarkanMariposa
karya Luluk HF
Pemeran
MusikAndhika Triyadi
SinematografiDimas Imam Subhono
PenyuntingRyan Purwoko
Perusahaan
produksi
DistributorFalcon Pictures
Tanggal rilis
Bendera Indonesia 12 Maret 2020
Durasi
118 menit
Negara Indonesia
BahasaBahasa Indonesia

Mariposa adalah sebuah film drama komedi romantis Indonesia yang disutradarai oleh Fajar Bustomi. Film tersebut diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama karya Hidayatul Fajriyah, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang terjual sebanyak 17.849 eksemplar.[1]

Film tersebut dibintangi oleh Adhisty Zara sebagai Acha dan Angga Yunanda sebagai Iqbal, yang merupakan pemasangan peran terhadap keduanya setelah pemasangan peran dalam film Dua Garis Biru, dimana masing-masing berperan sebagai Dara dan Bima. Film ini digarap oleh dua rumah produksi, Falcon Pictures dan Kharisma Starvision Plus.[2] Film ini akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 12 Maret 2020.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Iqbal (Angga Yunanda) seperti kupu-kupu Mariposa bagi Acha (Adhisty Zara). Tiap kali didekati ia selalu menghindar. Acha bertekad ingin mendapatkan hati Iqbal, seorang cowok cakep, pintar dan dikenal berhati dingin. Ternyata sikap dingin Iqbal itu tuntutan dari sang ayah yang menginginkannya menang dalam olimpiade sains. Amanda takut Acha akan terluka dan sakit hati. Sekali pun lugu dan polos, tekad Acha sangat kuat. Sahabat Acha, Amanda (Dannia Salsabilla), berusaha mencegah niat Acha untuk mendekati Iqbal. Acha mendekati Iqbal dengan berbagai cara. Acha yakin, jika pun hati Iqbal sekeras batu, Acha adalah air yang menetesinya setiap waktu, hingga batu itu akan pecah dan menerima dirinya. Berhasilkah Acha mendapatkan hati Iqbal?

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Penayangan[sunting | sunting sumber]

Mariposa ditayangkan pada 12 Maret 2020, bersamaan dengan Buku Harianku dan Tenripada. Film Mariposa mendapatkan respons dan ulasan positif dari penikmat film Indonesia. Film ini sukses mendapatkan 140 ribu penonton di hari pertama penayangannya diseluruh bioskop di Indonesia. Pencapaian ini menjadi angin segar di tengah banyaknya produser yang memilih mengundurkan jadwal tayang film produksinya. Produser Starvision, Chand Parwez pun merasa bersyukur dengan hasil yang didapat dari film itu. [3] Belum lama ini, film Mariposa turun layar di bioskop-bioskop seluruh Indonesia, akibat peristiwa penyebaran pandemik virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Namun, turun layarnya film tersebut hanya bersifat sementara. Hal ini diumumkan melalui akun Instagram resmi Falcon Pictures. Seiring itu, pihak Pemprov DKI Jakarta juga meminta sejumlah tempat hiburan, salah satunya bioskop untuk tutup sementara, demi pencegahan virus COVID-19. Rencananya, Mariposa akan kembali tayang setelah kondisinya memungkinkan. [4]

Pemasaran[sunting | sunting sumber]

Trailer dan poster diluncurkan pada 11 Februari 2020.

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. Mariposa diproduksi oleh Falcon Pictures dan Starvision. Produser dan CEO dari Starvision, Ir. Chand Parwez Servia menyebut Angga Aldi Yunanda dan Adhisty Zara pilihan pertama untuk memperkuat Mariposa. "Keduanya direkrut untuk Dua Garis Biru dan saya rencanakan tampil di Mariposa. Mereka pilihan pertama. Dua Garis Biru rilis duluan karena kami berkomitmen dengan penerbit agar buku Mariposa punya waktu setidaknya setahun untuk menjaring lebih banyak pembaca", terang Parwez
  2. Parwez memegang hak untuk memfilmkan Mariposa sejak November 2018. Oktober 2019, Mariposa versi Wattpad karya Luluk HF dibaca sampai 92 juta kali.
  3. Belum rilis di bioskop, Mariposa bikin geger khalayak. Pasalnya, film ini menggelar kompetisi menari via TikTok berhadiah 1 miliar rupiah. Saat kompetisi tari via Tiktok diumumkan, banyak yang kaget dengan hadiahnya. Saking kagetnya, banyak warganet mengira ini hoaks. Parwez mengonfirmasi, hadiah 1 miliar rupiah itu nyata. Kompetisi ini akan dimulai pada 3 Maret 2020 hingga 19 Maret 2020.
  4. Mariposa menandai kerja sama kali pertama Falcon Pictures dan Starvision. Terkait kerja sama ini, Parwez menyebut pertumbuhan industri film Indonesia sedang bagus. Minat masyarakat menonton film pun tinggi. [5]
  5. Starvision sudah mengkonfirmasi akan menghadirkan 'spin-off' dari Mariposa berjudul 12 Cerita Glen Anggara yang masih ditulis oleh Luluk HF.

Referensi[sunting | sunting sumber]